Seorang gadis bernama Vanya Audelia, kini usianya menginjak 18 tahun, yang mana dirinya harus menerima takdir yang tak terduga dari sang aunty nya. apakah itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sherda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengundurkan diri?
Setelah menikmati minuman sedikit demi sedikit, hal itu tak berselera lagi bagi Celva dan juga Larenz setelah keadaan mulai menegang.
"Tan, Tante suruh aku jadi bintang ****? ini ga salah dengar?" Celva menatap serius ke arah Larenz.
"Iyah Celva, kamu kan udah jadi senior saya, jadi... kamu sih, yang harus di handle kan, apalagi kan kamu ga kalah mantap dari Vanya" sembari mengisap pipet minuman nya.
"T-tapi Tan. aku... aku mau berhenti." menunduk kepalanya yang tampak ragu mengatakan nya kepada tante nya.
Sontak Larenz terhenti meminuman nya, dan melongo tak percaya mendengar ucapan anak kesayangan nya.
"Apa? berhenti? berhenti apa?" memastikan bahwa perkataan Celva cukup keliru di telinga Larenz.
"Ya, aku mau berhenti dari kerja ini Tan, aku udah gak mau kerja kotor lagi, dari sejak kecil Tante ngajarin aku tentang ****-**** mulu, sampai aku hilang kendali dan tergiur dari ucapan Tante. asal Tante tahu, temen-temen aku udah pada nikah, Tan! dan bahkan udah punya anak. apakah mungkin ada yang mau menerima aku seperti ini?" menatap sendu ke arah Larenz. Usia Celva sudah berkepala tiga, sudah seharus nya ia berhak memiliki pasangan pendamping hidup nya dan membangun rumah tangga yang layak.
Larenz sekilas bertolak pandangan nya dan mendengus kecut apa yang baru saja di lontar kan anak senior nya.
"Celva, kamu mau bisnis saya hancur? hm? apa kamu udah lupa jasa yang tante beri ke kamu sampai sekarang?" menatap tajam penuh penekanan. Larenz sudah kehilangan akal, di sisi lain Vanya masih belum bisa temukan dan belum ada kabar dari info bodyguard nya. dan kini, ia mendapati ajukan dengan anak senior nya, bahwa dirinya mengundurkan diri dari bisnis nya.
Celva pun mulai menangis, ia berusaha menahan nya dengan tegar.
"Tan, maafin aku, aku gak pernah lupain jasa tante selama rawat aku sejak kecil. tapi kalau namanya negatif aku gak bisa mengikuti perintah tante lagi, aku sadar Tan. aku gak seharusnya kerja beginian" lirih Celva sembari menghapus matanya agar tidak memerah.
"Terserah. terserah kamu bilang apa, atasan Tante sudah menawarkan kamu jadi bintang **** kamu harus menerima konsekuensi nya, Celva!" tegas Larenz.
Perdebatan di antaranya, membuat orang lain menjadi pusat perhatian dan memandangi kedua wanita itu yang tampak bersitegang.
Celva mulai malu di pertontonkan orang di sekitar nya, ia pun segera pergi dari sana dengan tangisan pecah yang ia rasakan sekarang.
"CELVA" tampak kemurkaan Larenz muncul. Larenz sangat kecewa dengan senior nya. dan begitu tak menyangka bahwa Celva akan segera mengundurkan diri dari PSK.
____
Celva mulai merasa tenang. Dirinya termenung seorang diri di sandaran tempat sampah yang berbentuk segi empat besar yang terbuat dari semen. sehingga tidak begitu menyengat bau sampah itu di area tersebut.
Kini ia bingung, apakah harus balik rumah nya atau mencari kehidupan baru tanpa adanya orang yang ia sayangi selama ia tinggal di homecare.
"Via... maafin gue. gue harus pergi dari kehidupan kalian, keknya gue gak bisa lagi satu rumah sama tante Larenz, pasti dia ngekang gue buat jadiin bintang ****, gue gak mau...hiks... gue udah muak sama pekerjaan gue.." lirih Celva, dirinya kembali bersedih dan merutuki nasip nya. tampak wajah nya semakin memerah dan sembab, sesekali sesegukan nya pun muncul lagi.
Apalagi Celva sudah mulai rasa dengan David yang dulu nya mereka berbuat janji akan tetap bersama tanpa ada orang kedua di antaranya. tetapi siapa di duga, David telah mengkhianati Celva di belakang nya.
Sampai saat ini, David belum diketahui bahwa Celva tahu tingkah busuk nya itu.
Tak lama itu.
Drrrt...Drrrt..
Terpampang bunyi telpon masuk di layar Celva, dengan segera Celva melihat siapa yang di telpon nya kali ini.
"David.." lirih nya dengan tatapan benci yang kembali tiba pada diri Celva, ia kembali terlintas di pikiran di saat ia memergoki nya di taman tadi.
"Dasar bajingan... lu mau tubuh gue doang, dan bahkan lu mata duitan" ucap Celva berbicara menatap layar nya yang tak mengangkat nya sama sekali.
Nomor yang di cantumkan Celva pun di reject beberapa kali. David merasa heran. biasanya, Celva sangat gercep ketika telepon nya di angkat. dan baru kali ini telepon nya di reject beberapa kali.
"Apa Celva lagi kerja ya?" gumam David.
Ya malam ini pun menunjukan pukul tujuh lewat. David mengira bahwa Celva sibuk melayani pria lain.
Dosenku Adalah Suamiku
Assalamu'alaikum Suamiku
My Handsome Husband
Perjuangan Cinta Aurelia
dan masih ada yang lainnya 😁🤗