NovelToon NovelToon
KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

KULTIVASI RAHASIA SANG TUKANG SAPU: SISTEM CHECK IN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: HINDRA10

"Dilahirkan dengan Tulang Roh yang Layu, Lin Chen dianggap sebagai aib terbesar bagi Kekaisaran Shenghuang. Setelah dijebak oleh saudara-saudaranya dan dibuang oleh ayahnya sang Kaisar, ia diasingkan ke Sekte Pedang Taixuan—sebuah sekte kuno yang hampir punah—dan hanya diberi pekerjaan sebagai murid tukang sapu.

Dunia mengira hidupnya telah hancur. Namun, mereka tidak tahu bahwa di hari pertamanya memegang sapu, sebuah Sistem Absensi Jejak Kuno bangkit di dalam jiwanya!

【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Gerbang Batas Taixuan. Hadiah: Tubuh Pedang Kekacauan Primitif!】
【Ding! Anda berhasil melakukan check-in di Makam Pedang Leluhur. Hadiah: Mata Dewa Kekacauan!】

Aturannya ketat: Hanya bisa check-in satu bulan sekali! Namun, setiap tempat yang pernah disinggahi para dewa kuno akan memberinya hadiah tingkat mitologi.

Ketika sekte-sekte besar mencoba menghancurkan tempatnya menumpang, dan Kekaisaran Shenghuang datang untuk menindasnya lagi, pangeran yang dianggap sampah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Setelah pertemuan yang sarat akan tekanan spiritual di Aula Utama Istana Agung, Lin Chen melangkah kembali menuju kediaman sementaranya dengan ritme kaki yang sangat tenang. Di permukaan, ia menampilkan citra seorang pangeran yang pasrah dan terguncang oleh keputusan sepihak sang penguasa. Namun, tanpa perlu menunggu waktu lama, berita mengenai keputusan Kaisar Shenghuang yang menjodohkannya dengan Putri Xiao Qinglan dari Kekaisaran Timur menyebar laksana api yang tertiup angin kencang di seluruh kompleks istana bagian dalam. Hanya dalam hitungan beberapa jam saja, koridor-koridor istana, paviliun selir, hingga barak pengawal sudah dipenuhi oleh kasak-kusuk dan bisik-bisik spekulasi mengenai nasib sang pangeran buangan.

Sore harinya, ketika langit barat mulai dipenuhi oleh semburat warna merah darah yang pekat, ketenangan di kediaman sederhana Lin Chen kembali terusik. Beberapa saudaranya dari garis darah kekaisaran mendadak datang berkunjung secara bergantian. Alasan resmi yang mereka gunakan terdengar sangat mulia, yakni untuk “mengucapkan selamat” atas pernikahan yang akan datang, meskipun niat asli di balik kedatangan mereka jauh dari kata tulus.

Tamu pertama yang menginjakkan kaki di halaman kecilnya adalah Pangeran Kelima, Lin Zhao. Pria itu berjalan dengan dagu terangkat tinggi, sementara sepasang matanya menatap berkeliling ke arah bangunan kayu yang bersahaja itu dengan senyum sinis yang sama sekali tidak berusaha ia sembunyikan dari wajahnya.

“Adik Kesembilan, sungguh sebuah keberuntungan luar biasa yang tidak disangka-sangka!” ujar Lin Zhao dengan nada suara yang ditinggikan, sengaja agar terdengar oleh para pelayan di luar halaman. “Dijodohkan secara langsung dengan Putri Ketiga dari Kekaisaran Timur, meskipun seluruh dunia tahu gadis itu buta sejak lahir. Tapi hey, bagaimanapun juga, kau yang tidak memiliki basis kultivasi ini akhirnya bisa memberikan jasa yang sangat besar bagi stabilitas diplomasi kekaisaran kita. Bukankah itu hal yang patut dirayakan? Hahaha!”

Lin Chen tidak menunjukkan riak kemarahan sedikit pun. Ia tetap berdiri dengan kepala sedikit tertunduk, menampilkan senyuman tipis yang sarat akan kepatuhan seorang manusia lemah sebelum menjawab dengan nada rendah hati. “Saya hanya seorang putra yang tidak memiliki kemampuan, Tuan Utusan... maksud saya, Kakak Kelima. Saya murni hanya menjalankan apa pun tugas dan titah mutlak yang didelegasikan oleh Ayah Kaisar.”

Tidak lama setelah Lin Zhao pergi dengan tawa mengejeknya yang masih menggema, Pangeran Ketiga, Lin Hao, melangkah masuk ke dalam ruangan. Berbeda dengan Lin Zhao yang meledak-ledak, Lin Hao bergerak dengan keanggunan seorang politikus ulung. Ia langsung mengambil posisi duduk bersandar di kursi tamu bambu, lalu menyesap teh hangat yang disajikan dengan gerakan yang sangat lambat, menikmati setiap kepulan uapnya sebelum membuka suara dengan nada yang terdengar sangat lembut namun penuh racun perhitungan.

“Adik Kesembilan, sebagai kakakmu, aku merasa perlu memastikan bahwa kau telah mendengar seluruh rumor tersembunyi mengenai calon mempelaimu, Putri Xiao Qinglan,” ucap Lin Hao sembari menatap tajam ke arah sepasang mata Lin Chen, mencoba mencari tahu apakah ada riak emosi yang tersembunyi di sana. “Gadis itu memang terlahir buta tanpa bisa melihat cahaya dunia, namun bakat spiritual tersembunyi yang ia miliki kabarnya sangat langka dan mengerikan. Pihak Kekaisaran Timur mengirimnya ke mari untuk aliansi pernikahan bukan semata-mata demi hubungan baik, melainkan karena faksi utama di sana ingin menyingkirkan eksistensinya yang berbahaya dari pusaran perebutan tahta internal mereka. Kau harus bersiap, karena posisi yang kau tempati sekarang berada di tengah-tengah dua pusaran badai besar.”

Lin Chen memberikan anggukan pelan penuh rasa takzim, seolah-olah dirinya baru saja menerima pencerahan besar yang menakutkan. “Terima kasih banyak atas informasi yang sangat berharga ini, Kakak Ketiga. Saya akan selalu mengingat peringatan Anda.”

Setelah seluruh saudaranya yang penuh kepalsuan itu pergi dan malam mulai menjatuhkan jubah kegelapannya secara utuh di atas atap istana, Lin Chen duduk sendirian di dalam kamarnya yang gulita. Sepasang matanya yang hitam legam berkilau tajam menembus kegelapan, sementara batinnya mulai mengurai dan menganalisis setiap detail informasi yang ia dapatkan sepanjang hari ini.

‘Perjodohan paksa ini rupanya jauh lebih kompleks dari sekadar aliansi luar biasa,’ batin Lin Chen dingin sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada. ‘Kekaisaran Timur berniat membuang bidak berbakat mereka yang cacat fisik agar tidak mengacaukan suksesi tahta, sementara Ayah Kaisar di tempat ini dengan senang hati menerima bidak tersebut dan menggunakan diriku—si pangeran sampah—sebagai pion martir yang tidak berharga di garis depan. Saling memanfaatkan di atas penderitaan orang lain. Namun... ada sesuatu yang terasa jauh lebih dalam dan gelap di balik skema ini.’

Malam semakin larut, menjelma menjadi keheningan mencekam yang diselimuti oleh kabut gunung yang turun dari tebing istana belakang. Setelah menggunakan Mata Dewa Kekacauan untuk memastikan secara absolut bahwa tidak ada satu pun pasang mata atau indra spiritual mata-mata istana yang sedang mengunci kediaman sementaranya, Lin Chen bergerak dengan sangat senyap. Tubuhnya melebur sempurna dengan kegelapan malam, menyelinap keluar melewati jendela kamar tanpa menimbulkan getaran udara terkecil pun, melangkah menuju ke arah area Taman Kekaisaran yang terletak di bagian barat kompleks dalam.

Taman Kekaisaran pada waktu malam hari menyajikan pemandangan yang moody sekaligus megah. Di tengah-tengah hamparan tanaman spiritual yang melepaskan cahaya neon redup, berdiri dengan kokoh sebuah monumen kolosal—patung Kaisar Pertama Shenghuang, sang pendiri agung yang telah meletakkan fondasi kekaisaran ribuan tahun silam. Patung raksasa tersebut dipahat dari sebongkah batu giok hitam purba berukuran raksasa, memancarkan gelombang energi spiritual purba yang sangat murni, tebal, dan sarat akan aura sejarah yang menekan siapa pun yang mendekat.

Lin Chen melangkah perlahan mendekati kaki patung giok hitam tersebut. Tanpa ragu, ia mengulurkan telapak tangan kanannya dan menempelkannya pada permukaan batu yang terasa sedingin es.

[DING!]

< Proses Check-In di Lokasi Jejak Kuno telah berhasil dilakukan dengan sempurna! >

< Lokasi Terdeteksi: Patung Pendiri Pertama Kekaisaran Shenghuang >

< Hadiah Diperoleh: Teknik Klon Bayangan Tingkat Legendaris (Legendary Shadow Clone Technique) >

< Fluktuasi Energi Diterima: Basis Kultivasi Anda Berhasil Ditingkatkan! Nascent Soul Tingkat 1 → Nascent Soul Tingkat 3 >

BOOM!

Sebuah aliran energi spiritual murni berdensitas sangat tinggi yang tak kasat mata mendadak meledak dari dalam patung kuno tersebut, mengalir deras masuk melewati pori-pori kulit telapak tangan Lin Chen dan langsung membanjiri seluruh jaringan meridian tubuhnya. Teknik Klon Bayangan Tingkat Legendaris seketika terukir dengan sangat sempurna dan permanen di dalam ruang kesadaran jiwanya, membagikan pemahaman tingkat tinggi mengenai manipulasi bayangan secara instan.

Tanpa membuang waktu, Lin Chen langsung mengambil posisi duduk bersila tepat di bawah bayangan raksasa patung sang pendiri. Ia mengoperasikan teknik pernapasannya secara internal dengan efisiensi tingkat tinggi, menekan, mengompres, dan menstabilkan lonjakan gelombang aura barunya yang melonjak drastis dari tingkat satu ke tingkat tiga ranah Nascent Soul. Seluruh proses penguatan instan itu ia kunci rapat di dalam tubuhnya, memastikan tidak ada satu desibel pun fluktuasi Qi yang bocor keluar untuk memicu alarm formasi pelindung Taman Kekaisaran.

Setelah seluruh riak energinya kembali tenang dan tersembunyi sempurna tanpa cela, Lin Chen perlahan membuka matanya yang kini memancarkan kilau spiritual yang jauh lebih dalam. Ia bangkit berdiri, merapikan baju abu-abunya, dan berniat untuk segera melangkah kembali ke kediamannya sebelum fajar tiba.

Namun, langkah kakinya mendadak terhenti di atas jalan setapak berbatu ketika sesosok wanita yang mengenakan jubah putih sutra elegan perlahan muncul dari balik rimbunnya pohon bambu spiritual di ujung taman. Wajah wanita itu tampak sangat cantik, anggun, dan memiliki garis wajah yang sangat mirip dengan Lin Chen, namun saat ini, sepasang matanya dipenuhi oleh pancaran emosi yang sangat rumit dan sarat akan kesedihan yang mendalam. Ia tidak lain adalah Lin Mei, Putri Sulung sekaligus kakak perempuan tertua Lin Chen.

“Chen’er…” panggil Lin Mei dengan suara yang sangat pelan, sedikit bergetar halus menahan gejolak perasaan di dalam dadanya.

Lin Chen membalikkan tubuhnya secara perlahan, menatap wajah sang kakak. Untuk beberapa saat yang panjang, keheningan malam kembali menyelimuti mereka berdua, di mana sepasang kakak beradik yang telah terpisah bertahun-tahun itu hanya saling menatap dalam diam tanpa kata.

Lin Mei melangkah mendekat dengan ritme kaki yang ragu-ragu, hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa langkah. “Aku… aku benar-benar minta maaf, Chen'er. Waktu itu, saat Ayah mengeluarkan titah kejam untuk mengasingkanmu ke sekte luar yang terpencil, aku hanya bisa berdiri diam di barisan belakang. Aku tidak memiliki kekuatan atau keberanian untuk membantah perintah mutlak beliau. Maafkan kakak perempuanmu yang pengecut dan tidak berguna ini…”

Lin Chen dapat melihat dengan jelas bagaimana lapisan air mata mulai menggenang di sudut mata Lin Mei yang indah di bawah siraman cahaya bulan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama hidup dalam kepalsuan penyamaran dunia kultivasi, ada sebersit rasa kehangatan yang tulus yang muncul mendesir di dalam lubuk hati Lin Chen. Ia menghela napas pendek secara internal, lalu membungkukkan tubuhnya dengan sudut yang sangat sopan dan lembut kepada kakaknya.

“Kakak Tertua sama sekali tidak perlu meminta maaf atau menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi. Keputusan di masa lalu adalah kehendak langit dan posisi politik istana saat itu. Semuanya kini telah berlalu dengan selamat,” ucap Lin Chen dengan nada suara yang lembut namun tegas.

Lin Mei menggelengkan kepalanya dengan cepat, seolah menolak untuk memaafkan dirinya sendiri sesederhana itu. Ia mengulurkan tangannya yang halus, menyentuh lengan baju jubah abu-abu Lin Chen dengan sangat lembut, seolah ingin memastikan bahwa adik kecilnya yang dulu lemah benar-benar nyata berdiri di hadapannya.

“Kau telah tumbuh menjadi pemuda yang sangat besar dan tegap, Chen'er… namun takdir di tempat ini kembali memperlakukanmu dengan tidak adil. Sekarang, kau harus menanggung beban perjodohan politik demi kekaisaran dengan menikahi Putri Buta dari Kekaisaran Timur itu. Kakak saat ini masih belum memiliki kekuatan besar untuk membatalkan titah pernikahan tersebut, tapi setidaknya… izinkan kakakmu ini untuk berdiri di belakangmu dan menjagamu dari setiap bahaya tersembunyi di istana ini dari kejauhan.”

Di tengah dinginnya atmosfer istana yang dipenuhi oleh pengkhianatan dan perhitungan tak bermoral, adegan pertemuan di bawah patung kuno itu terasa sangat kontras, memancarkan kehangatan emosi yang murni di antara ikatan darah mereka. Lin Chen hanya menyunggingkan seulas senyuman tipis yang tulus di sudut bibirnya, lalu memberikan anggukan kecil sebagai bentuk penerimaan atas janji sang kakak.

Namun, baik Lin Mei maupun seisi istana tidak ada yang menyadari, bahwa jauh di balik rimbunnya pepohonan berdaun hitam yang terletak beberapa puluh meter dari posisi mereka, sesosok bayangan misterius berpakaian hitam pekat sejak tadi berdiri diam tanpa bergerak sedikit pun. Sosok itu telah menyaksikan seluruh adegan mengharukan tersebut dari balik bayang-bayang. Sepasang matanya yang tajam menyipit dengan fokus yang tinggi, dan seulas senyuman dingin yang sarat akan konspirasi baru perlahan muncul di balik kerudung hitamnya yang menutupi wajah.

“Hubungan saudara yang sangat menyentuh hati di tempat yang busuk ini... Menarik sekali…” gumam sosok misterius itu dengan suara bisikan yang sangat tipis, sebelum akhirnya tubuhnya perlahan memudar, melebur dengan kegelapan malam dan menghilang tanpa meninggalkan jejak Qi sedikit pun.

"lin Chen menatap sosok yang menghilang itu dengan matanya ia sudah mengunci jejaknya."

1
Ilham Yono
terbaik
Hadi Hadi
semangat😍💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
Ilham Yono
beuh /Determined/
Zahira Valen
Alkemia
Ilham Yono
hihihi/Facepalm/
Ilham Yono
coool🆒
Ilham Yono
kereeen thor/Angry/
Ilham Yono
terbaik Thor...bantai bantai gambatheeeee
Ilham Yono
mulai curiga kayaknya sih sudah tau pangeran 9 bukan kaleng kaleng
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
beuh berat berat ini guys
Ilham Yono
misteri/Shy/
Ilham Yono
hihi mau maen maen ma kita /Facepalm/
Ilham Yono
beuh kaga nyadr
Hadi Hadi
bantai💪
Ihya Ilmi
Terus ditunggu lanjutannya thor
Ihya Ilmi
Kata-katanya mantap poooollll
Ilham Yono
hihihi /Facepalm/
zerotwo
Tanpa ampun MC nya 👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!