NovelToon NovelToon
Pangeran Dari Dunia Lain

Pangeran Dari Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Romansa / Fantasi Timur / Cinta Beda Dunia / Roh Supernatural / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:55.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eriza Yuu

Di ulang tahunnya yang ke-20, Eriza Ravella mendapat hadiah berupa tiket pesawat liburan ke New Angeles dari bibinya. Bersama sepupunya, Sienna Aeris, keduanya berangkat. Kedua gadis itu menikmati liburan mereka dengan menyenangkan.

Suatu sore, tanpa sengaja mereka bertemu dengan pemandu wisata yang membawa rombongan mahasiswa dari perkumpulan misteri yang menyebut diri mereka Blue Rose. Kedua gadis tersebut diajak sang pemandu mengunjungi lokasi wisata horor terkenal di kota tersebut.

Perjalanan dimulai. Tidak hanya deretan bangunan kosong yang menjadi daya tarik, ternyata dibalik lokasi tempat wisata tersebut menyimpan sebuah kisah kelam di masa lalu yang masih menyisakan misteri hingga saat ini. Terutama dengan kemunculan sosok pemuda yang tidak hanya mencampur-adukkan perasaan Eriza namun keberadaannya juga penuh teka-teki.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eriza Yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Idola Kampus -2

Kelas terakhir akhirnya selesai. Aku buru-buru berkemas agar bisa pergi secepatnya. Tapi rupanya Russel sudah menunggu di luar kelas.

"Eriza," panggilnya.

Dengan malas aku bertanya.

"Mau apa lagi?"

"Kenapa wajahmu begitu? Aku hanya ingin mengajakmu ke cafe. Hari ini Edgar masih bernyanyi di sana. Sienna dan Suzan juga akan ke sana. Tapi kalau kamu tidak mau aku bisa mengantarmu pulang sekarang," Russel berkata dengan semangatnya.

Aku buru-buru menjawab. "Aku akan bergabung dengan Sienna!"

Kemudian berjalan lebih cepat meninggalkan Russel. Pemuda itu mengejar dari belakang.

Sesampai di cafe aku bisa menemukan Sienna dan Suzan di meja paling depan dekat panggung pertunjukan mini. Aku segera menghampiri mereka. Dan duduk dengan kasar di kursi. Russel masih tetap mengikuti.

"Aku kira kamu tidak akan datang," kata Sienna berbasa-basi.

"Di sini lebih tenang, kurasa," jawabku menyindir Russel yang tak pernah diam itu.

Kedua gadis itu tertawa. Suzan lalu berkata sambil mengejek.

"Kenapa? Pemuda di sampingmu itu tidak bisa berhenti bicara, ya?" Dan tawa keduanya kembali meledak.

"Suatu hari pasti akan ku plester mulutnya!" Aku menimpali dengan sebal.

"Apa salahnya aku banyak bicara? Sudah pembawaan ku seperti ini," Russel memprotes.

Tapi Sienna dan Suzan malah menertawainya. Dan kembali mengejeknya.

"Tapi sepertinya Eriza sangat terganggu dengan suaramu!" goda Suzan pada Russel.

"Sudahlah jangan berisik lagi. Pertunjukkan sudah mau dimulai!" kata Sienna melerai. Dan kami semua terdiam.

Begitu Edgar mulai muncul. Tepuk tangan serta teriakan dari para gadis mulai membahana. Dengan sebuah gitar akustik yang dipangku di tangan. Ia melambaikan tangan memberi salam pada semua penghuni cafe. Kemudian dengan perlahan dipetiknya gitar itu. Suaranya mulai keluar, ia mulai bernyanyi. Membawakan lagu More Than Words-nya Extreme.

Aku terhanyut dalam alunan musiknya. Dengan suaranya yang begitu jernih dan merdu, cocok sekali ia membawakan lagu yang melankolis begitu. Sangat menyentuh. Aku benar-benar tersihir dengan suaranya. Sampai-sampai tak bisa mengedipkan mata.

Begitu lagu selesai, tepuk tangan kembali membahana. Aku kembali tersadar setelah nyawaku seperti melayang separuh sejak beberapa menit tadi. Aku ikut memberikan tepuk tangan. Edgar melemparkan senyum manisnya pada semua penonton. Begitu pula pandangannya yang mengedar ke seluruh sudut cafe. Namun pandangannya berhenti saat ia melihatku. Ia menatapku beberapa detik. Lalu tersenyum dan mengangguk padaku. Aku menoleh ke belakang mungkin ia mengangguk pada yang lain. Anehnya aku justru merasa yakin ia mengangguk padaku. Apa aku yang kege-eran?

Edgar kemudian melanjutkan lagu keduanya. Kali ini ia membawakan lagu Everything I Do milik Bryan Adam. Ia sepertinya menyukai lagu oldies. Dilihat dari dua lagu yang dibawakannya merupakan lagu lama. Lagu apapun yang ia nyanyikan menurutku tetap saja bagus. Aku jadi sangat menikmatinya. Sampai lagu berakhir. Tepuk tangan pun tak kalah meriah seperti sebelumnya.

Setelah lagu kedua selesai, pertunjukkan pun berakhir. Edgar mengucapkan beberapa kata sebagai akhir pertunjukkan. Baru setelah itu ia meninggalkan cafe sambil melambaikan tangan kepada penonton yang merupakan penghuni kampus itu. Sebagian dari mereka mulai meninggalkan cafe. Sementara kami berempat masih betah duduk di sana.

"Pemuda yang sempurna. Sudah tampan, pintar, berbakat, suaranya bagus, kaya, dan diidolakan semua gadis di kampus. Benar-benar tidak ada kekurangan," puji Suzan dengan takjub.

"Apa kamu juga salah satu penggemarnya?" goda Sienna.

"Penggemar? Hahaha .... Apa aku bisa memilih lebih?" jawab Suzan secara asal.

"Rupanya kamu sama saja dengan gadis lainnya. Ya kan, Riza?" ujar Sienna meminta pendapatku. Tapi aku tak mendengarnya. Aku masih terpukau dengan suara Edgar yang mengiang-ngiang di telinga.

"Riza?" Sienna memanggilku sekali lagi. Kini sambil melambaikan tangan di depan wajahku hingga aku tersadar.

"Eh, ya? Apa kamu bilang?" tanyaku gelagapan.

"Ya ampun! Apa yang kamu pikirkan? Jangan bilang kamu juga tergila-gila pada Edgar!" tukas Sienna.

"Em ... Menurutku suaranya bagus!" komentarku.

"Ya, lalu?" Sienna membalas.

"Hei, bukankah lokernya bersebelahan denganmu? Kamu pasti setiap hari bertemu dengannya. Oh, aku jadi iri ...," ujar Suzan.

"Apa?" Kini Sienna yang kaget.

"Aku juga baru tahu. Dan baru tadi pagi berpapasan dengannya," kataku polos.

"Baru tahu tadi pagi?! Helo, Eriza .... Ke mana saja kamu selama ini?" tanya Suzan tak percaya.

"Kamu ini benar-benar menyia-nyiakan kesempatan!" lanjutnya lagi.

"Helo, para gadis .... Kalian ini hanya membicarakan Edgar saja! Kalian tidak menghargai ku yang duduk di sini, hah?" protes Russel.

"Kenapa denganmu? Kamu ingin kami membicarakan mu juga?! Tunjukkan dulu kemampuanmu. Kalau kamu lebih hebat dari Edgar, jangankan kami, semua gadis di kampus ini juga akan membicarakan mu!" jawab Suzan menantang.

"Wah ... kamu meremehkan ku, ya!?" kata Russel tak terima ucapan Suzan.

"Ya. Kenapa? Kamu bisa apa? Bisa nyanyi? Main gitar? Tidak bisa, kan!?" ejek Suzan semakin menjadi.

"Wah, kau lihat saja nanti. Aku pasti bisa lebih hebat dari Edgar itu!" kata Russel tak mau kalah.

Aku dan Sienna hanya tertawa melihat tingkah kedua teman kami itu. Mereka seperti anak kecil yang saling mengejek. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku mengambilnya dari dalam tas. Tertera nama Alex memanggil di layar. Aku segera bangkit untuk mencari tempat yang lebih tenang. Sebelumnya aku memberitahu Sienna.

"Alex telepon. Mungkin aku akan pulang duluan!"

Sienna mengangguk. Kemudian aku meninggalkan cafe. Tanpa menghiraukan Russel dan Suzan yang masih saling mengejek.

"Halo!"

📲[Halo, Riza! Apa kabar?] suara Alex diseberang.

"Baik seperti biasa. Bagaimana denganmu?" tanyaku basa-basi.

📲[Sama denganmu. Kamu sedang apa? Berisik sekali!]

"Aku masih di jalan. Baru pulang dari kampus," jawabku sambil jalan pulang ke rumah.

📲[Oh .... Dengan Sienna?]

"Tidak. Sendiri saja! Sienna masih ingin duduk di kampus cafe kami dengan teman lainnya. Jadi, aku pulang duluan."

📲[Kalau begitu aku temani sampai di rumah, ya! Asal jangan tutup teleponnya.]

"Hahaha .... Kamu ini ada-ada saja! Kamu tidak kuliah apa?"

📲[Kuliah ku kan sudah selesai. Tinggal menunggu hasil skripsi keluar saja.]

"Oh, iya. Lalu, apa rencana mu selanjutnya?"

📲[Aku ingin bekerja. Sedang mencari pekerjaan yang cocok. Kalau di Losta ada aku ingin bekerja di sana!]

"Kenapa?"

📲[Supaya bisa bertemu denganmu setiap hari! Hahaha ....]

"Ah, kau ini!"

📲[Aku serius!]

"Oh ya, Alex apa kemarin kamu yang mengirimkan kartu pos untukku?"

📲[Kartu pos apa?]

"Kartu pos dengan icon kota New Angeles. Dan sebuah note yang tertulis 'aku merindukanmu'"

📲[Wow, romantis sekali. Aku cemburu!]

"Alex, serius!"

📲[Bukan aku, Riza! Aku tidak pernah mengirimkan sesuatu lewat pos ke alamat rumahmu.]

"Oh, begitu!"

📲[Memangnya tidak ada nama pengirim?]

"Tidak ada, Alex!"

📲[Alamat?]

"Tidak ada juga."

📲[Hm .... Kartu pos rahasia! Menarik. Aku jadi penasaran dengan siapa pengirimnya. Dia ingin bersaing denganku rupanya.]

"Kamu ini bicara apa, Alex?"

📲[Mungkin itu dari penggemar rahasia mu.]

"Jangan bercanda! Aku tidak punya penggemar rahasia."

📲[Siapapun pengirimnya, dia membuatku cemburu.]

"Alex, kalau kanu bicara yang tidak-tidak lagi akan ku tutup teleponnya!"

📲[Jangan, jangan! Baiklah. Kamu sudah sampai di mana?]

"Baru setengah jalan!"

📲[Oke, kamu boleh menutup teleponku kalau sudah sampai di depan rumah!]

"Terserah."

📲[Kamu tidak suka aku meneleponmu? Aku hanya ingin bicara denganmu! Oya, sepertinya minggu ini aku tidak bisa mengunjungimu. Karena mobil ku dipinjam paman ke luar kota.]

"Jadi, mobil yang biasa kamu pakai itu mobilmu?"

📲[Iya. Kamu tidak tahu?]

"Tidak."

📲[Aku kira kamu tahu. Tidak apa-apa, lagipula bukan hal penting. Mungkin minggu depan kalau tidak halangan baru ke sana.]

"Iya."

📲[Jadi, minggu ini kamu bebas tanpa gangguan dariku. Hehehe ....]

"Mana mungkin! Kamu pasti akan meneleponku atau mengirimkan pesan."

📲[Tidak. Aku tidak akan melakukannya. Aku mengerti kamu juga perlu waktu untuk sendiri. Jadi, bersenang-senanglah tanpa memikirkan ku! Aku tidak akan mengganggumu minggu ini!]

Aku terdiam mendengar perkataan Alex.

📲[Riza? Kamu diam lagi? Apa aku salah bicara lagi?]

"Tidak. Tidak. Aku sudah sampai di depan rumah."

📲[Oh, kalau begitu lain kali kita bicara lagi. Kamu boleh menutup teleponmu sekarang!]

"Oke, trims sudah menemaniku!"

📲[Sama-sama. Bye!]

"Bye!"

Klik. Telepon ditutup. Aku memang sudah sampai di depan rumah. Tapi begitu memasuki halaman rumah, aku terhenti.

Sebuah amplop tergeletak di depan pintu rumah. Aku ragu untuk mengambilnya. Tapi di atas amplop itu tertulis jelas ini ditujukan untukku. Ku pandang sekitar rumah. Sepi. Sienna belum kembali. Bibi Jane juga belum pulang di jam seperti ini. Meski ragu akhirnya ku pungut amplop itu. Amplop merah maroon yang sama seperti kemarin.

bersambung .....

╔═.✵.═════════════════╗

"Jangan lupa dukungannya dengan memberikan tanda suka, favorit, atau gift, ya! Terima kasih!"

╚═════════════════.✵.═╝

1
nurul hidayati
fiksi yg bagus... detail... like it
ℛᵉˣʚɞ⃝🍀𝑬𝒓𝒊𝒛𝒂𝒀𝒖𝒖: terima kasih dukungannya kakak 🙏🏻
total 1 replies
Riris Marpaung
Lumayan
Riris Marpaung
Kecewa
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Wallace sepertinya mencintai Eriza tapi mereka berdua beda alam
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Bibi dari Eriza menanyakan tentang liburan Eriza dan Sienna kepada mereka berdua
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Eriza langsung pamit pergi kepada kakek tua setelah melihat Wallace datang
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ceritanya sgt menarik bertemakan fantasi ringan tpi buat penasaran utk membaca lagi dan lagi
keren thor
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
pelan pelan sembari menikmati panorama
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
bakalan menarik bgt klo ada seseorg yg akan memecahkan misteri dari istana itu
❀𝑪𝒂𝒔𝒔𝒊𝒆❀💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
terpaksa? tpi sampe menghilangkan nyawa org 🙄
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Eriza dan Sienna berlibur dan akan mengunjungi tempat tempat di New Angeles
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Ternyata liburan itu perjalanan pertama Eriza di kota New Angeles
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Dennis datang ke kota Angeles karena penasaran ingin melihat kerajaan Dixie
Aku dan kamu selamanya😍💏💑👪
Pangeran Edmund baru mengetahui kalau Maera mengkhianati dirinya saat pangeran Edmund baru pulang dari medan perang
@ Yayang Risa Selamanya
Eriza dan Sienna sangat menikmati liburan yang sangat menyenangkan New Angeles
@ Yayang Risa Selamanya
Ternyata Eriza bisa naik ke puncak menara menggunakan lift yang di sediakan
@ Yayang Risa Selamanya
Sienna menanyakan kepada Eriza habis dari mana saja Eriza karena hampir satu jam Sienna menunggu Eriza
@ Yayang Risa Selamanya
Beberapa gedung di sekitar situ terkesan angker karena minim pencahayaan
Yayang Lop3♡ Risa
Eriza dapat tiket liburan gratis dari sang bibi pasti dia bahagia apalagi ke tempat wisata di kota terkenal
Yayang Lop3♡ Risa
Eriza dan sepupunya langsung istirahat begitu sampai hotel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!