NovelToon NovelToon
Pelakor Tak Berdosa

Pelakor Tak Berdosa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Poligami / Hamil di luar nikah / POV Pelakor / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:531.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reski Muchu Kissky

⚠️Novel ini hanya karya fiksi semata ⚠️

Kesuciannya direnggut secara paksa oleh pria tak di kenal dalam semak-semak sepulang sekolah.

Dirinya yang ketahuan berbadan dua tak di terima dalam lapisan masyarakat, hingga ia berhenti sekolah dan di usir dari kampung halamannya.

Kedua orang tuanya yang hanya buruh lepas pemetik teh, terpaksa menikahkannya dengan sang tuan tanah yang telah memiliki istri namun tak punya keturunan.

“Aku hanya mau anak mu, setelah kau melahirkan kau akan ku ceraikan.” ucap Arash sang tuan tanah pengendali masyarakat setempat.

Bagaimana kisah hidup Ruby Maryam selanjutnya?

Akankah ia bahagia? Atau justru menderita?

Instagram : @saya_muchu


Ikuti terus alur novel Pelakor Tak Berdosa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

Setelah selesai berpamitan, Marisa dan Dahlan pun pulang di antar oleh Raja.

Ruby menatap nanar kepergian ayah dan ibunya. Arash yang melihat hal itu tertawa getir.

“Kau itu bukan anak-anak lagi Ruby.” ucapnya seraya berjalan menuju kamarnya dan Bunga yang ada di lantai satu.

Ruby yang ingin mengganti baju juga mengikuti Arash untuk turun ke lantai satu.

Saat keduanya menuruni anak tangga. Ruby tak sengaja menginjak ujung gaunnya.

“Akhh!!” ia pun berteriak kencang.

Arash yang mendengar teriakan Ruby pun sontak menoleh ke arah belakangnya.

“Hei” Arash yang gagah dengan cepat menangkap tubuh Ruby.

Keduanya pun berpelukan dengan sangat erat.

“Kau mau di denda ya?!” ucap Arash seraya mengarahkan bola matanya ke perut Ruby.

“Ma-maaf tuan, saya enggak sengaja.” saat Ruby ingin bangkit dari pelukan Arash. Arash malah mengencangkan pelukannya.

“Kalau calon anak itu kenapa-napa, habis kau ku buat.”

Glek!

Ruby menelan salivanya karena takut. “Siap tuan.” jawab Ruby dengan jantung berdebar-debar.

Setelah itu Arash melepas pelukannya. “Jalan yang benar, kaki kanan duluan biar enggak jatuh.” ucap Arash seraya melanjutkan kembali langkahnya.

Sesampainya di lantai satu, Ruby pun menghentikan langkah suaminya.

“Tuan.”

“Iya?” Arash menoleh ke arah Ruby.

“Apa aku boleh memakai baju yang ada di dalam lemari tuan?” Ruby yang tak punya pakaian berniat meminta satu setel pakaian yang ada dalam lemari kamarnya.

“Tidak boleh.” Arash tak mengizinkan Ruby untuk memakai baju bekas Bunga.

“Pelit,” gumam Ruby.

Ia yang tak ingin berlama-lama memakai baju pengantin itu pun masuk ke dalam kamar untuk memakai kembali bajunya yang lusuh.

Arash yang akan membuka handle pintu tersenyum kecut.

“Kalau disini ada mall, pasti kau sudah ku belikan baju baru.” Arash tak suka mendengar dirinya di katakan pelit oleh orang lain.

Krieett...

Ia yang membuka pintu pun melihat istrinya sedang duduk di atas ranjang dengan pandangan kosong.

“Kita pulang sekarang, Alvin mau berangkat ke London nanti malam,” ujar Arash.

“Iya.” sahut Bunga, kemudian ia pun berdiri dari duduknya, lalu berjalan menuju pintu dengan membawa brangkas make up-nya.

“Kau mau kemana?” tanya Arash.

“Aku tunggu di luar.” Bunga merasa sakit lahir batin melihat suaminya yang nampak santai.

“Oh.” Arash yang tak tahu cara menyenangkan hati wanita membiarkan istrinya pergi begitu saja.

Bunga yang telah ada di teras villa dengan cepat membuang brangkas make up-nya ke tong sampah.

“Aku tak sudi, memakai barang-barang yang telah bersentuhan dengannya! Hiks!” Bunga menangis histeris.

Ruby yang telah selesai mengganti baju melihat sang nyonya yang marah-marah sendiri.

“Ya Tuhan, apa yang harus ku lakukan?” Ruby yang merasa bersalah mendekat ke arah Bunga.

“Nyonya...” ucap Ruby.

Bunga yang dendam langsung membalik badan, dan melempar handphonenya dengan cepat ke arah Ruby.

Puk!

Handphone mahal Bunga mendarat tepat di dada Ruby.

“Uhuk uhuk uhuk!” alhasil Ruby menjadi batuk-batuk.

”Heh! Jangan sok akrab dengan ku, dengar ya pelakor! Hidup mu takkan bahagia selama kau masih menjadi istri simpanan suami ku!” Bunga mengancam madunya.

“Maafkan aku nyonya, aku paham kau marah pada ku, aku juga mau mundur, tapi tuan tak mengizinkan, kecuali aku mampu membayar denda, 10 kali lipat dari yang tuan berikan pada ku.” Ruby menjelaskan situasi yang sebenarnya.

“Benarkah?” Bunga yang punya banyak uang, berniat membantu Ruby untuk melunasi hutang.

“Iya nyonya,” sahut Fi.

“Bagaimana kalau aku...” Bunga yang ingin melancarkan rencananya langsung di cegah oleh Arash.

“Jangan punya ide yang tidak-tidak, ayo pulang.” Arash yang melihat Ruby langsung memejamkan matanya sejenak.

“Sudahlah, ayo pulang!” Arash yang tak ingin membuang waktunya, kali itu tutup mata melihat wajah Ruby yang masih di tutup make up.

Arash yang buru-buru masuk ke dalam mobil. Sedang kedua istrinya masih bersitegang.

“Mau pulang dengan ku atau kalian jalan kaki?” Arash yang selalu bicara ketus membuat 2 wanitanya langsung menuju mobil.

Ruby yang polos malah menuju pintu mobil depan.

Plak!

Bunga yang gemas menepis tangan Ruby. “Ini tempat ku!” pekik Bunga.

Arash yang ingin bersikap adil turun dari mobil.

“Kalian berdua duduk di belakang!” setalah itu Arash masuk kembali ke dalam mobil.

belum sampai satu jam punya istri dua, pusingnya minta ampun, batin Arash.

Bunga pun masuk ke dalam mobil, saat ingin menutup pintu, Ruby menahannya.

“Maaf nyonya, aku juga mau masuk,” ucap Ruby yang tak bisa membuka pintu mobil.

“Dari sebelah kan bisa, yang benar saja kau!” Bunga tak mengerti mengapa ada orang semenyebal kan Ruby.

“Bunga.” Arash memijat pelipisnya yang terasa sakit.

“Iya mas, maaf.” Bunga pun menggeser tempat duduknya. Kemudian Fi masuk ke dalam mobil.

“Kalau masih berantam ku turunkan kalian di jalan.” Arash kali itu serius, andai kedua istrinya masih bertengkar.

Baik Ruby mau pun Bunga tak mau itu terjadi. Sebab mereka tahu, untuk ke terminal harus menunggu angkutan umum selama 2 hari lagi.

Arash sang kepala rumah tangga melihat wajah keduanya dari kaca spion secara bergantian.

Di rasa semua sudah baik-baik saja, Arash pun mulai menyalakan mesin mobil, kemudian meluncur membelah jalan raya yang sunyi akan kendaraan.

Sepertinya mereka tak bisa di buat satu rumah, batin Arash.

Ia pun berpikir untuk membeli rumah untuk istri keduanya.

Selama perjalanan ketiganya sunyi, tak ada yang mau berkicau.

Arash yang melihat Ruby mengelus tenggorokannya pun, jika istri mudanya sedang haus.

“Ini!” Arash memberi Ruby air minum yang dalam kemasan botol.

Ruby yang ingin menerima pun di cegah oleh Bunga.

“Enak banget kau! Ini punya ku!” Bunga mengambil air minum yang barj suaminya pada madung.

“Ya sudah, kita bagi dua saja nyonya.” Ruby memutuskan untuk berbagi dengan majikannya.

“Enak saja, enggak mau.” jawab buangan dengan ketus.

Ciitt!!

Arash melakukan rem mendadak, ia yang tak suka ada pertengkaran langsung berkata.

“Turun kalian berdua?!” Arash memberi pelajaran pada istrinya.

“Apa mas?” Bunga pun melihat kesekitarnya. Ternyata kini mereka telah sampai setengah perjalanan.

“Turun turun!” Arash tetap ingin kedua wanita turun.

“Aku juga tuan?” Ruby menunjuk ke arah dirinya.

“Ya, sekarang juga! Aku tak mau mendengar ada keributan lagi.” Arash tetap ingin keduanya keluar dari dalam mobil.

“Maaf mas, aku takkan mengulanginya lagi.” Bunga yang tak tahu cara naik kendaraan umum cukup panik.

“Benar tuan, saya juga minta maaf, saya takkan membuat keributan lagi.” Ruby menjadi resah, ia yang tak tahu jalan, takut kesasar.

“Baiklah, ini kesempatan terakhir kalian, kalau sampai melanggar lagi, awas saja!” Arash mengancam keduanya istrinya yang hobi ingkar janji.

...Bersambung......

1
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
pastinya Arash juga suka dengan gadis yang muda 🤣🤣
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
awas aja ya Arash jatuh hati kepada Ruby 👊🏻👊🏻
υɐnɾɐnɥ🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
lama² Kesal sama kepseknya ihh.. kok tidak membela muridnya yang menjadi korban asusila 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Evy
Dikira tidak sampai diperkosa Thor...kok begitu sih..
Evy
Jahatnya..gak punya hati..
Evy
Teman teman yang menyesatkan...
Evy
Aku curiga adiknya Arash yg telah memperkosa Ruby....
Evy
kerja diperkebunan Tuan Arash kok gajinya miris banget.Ayah dan ibu Ruby bekerja tapi untuk beli minyak goreng juga tidak mampu.jangan2 orang kepercayaan nya itu korupsi gaji karyawan ya...
Evy
Ibu tirinya kejam banget ya... kenapa sampai tidak diberikan makanan.kasihan...
Ainisha_Shanti
dari awal cik Aini curiga kalau Alvin adalah ayah biologi janin yang d kandung Ruby
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... mulut bu guru ni rasa nak je cik Aini cilikan 😡😡😡.
Ainisha_Shanti
Astaghfirullah... ini buk guru pendidik ka bu guru pem'provokasi? seorang pendidik tak akan pernah mengeluarkan kata2 kesat walau sesalah apa pun muridnya. bu guru akhlak less juga namanya ni😡😡😡
Ainisha_Shanti
bu marisa ada planing jahat ke pada ruby?
Ainisha_Shanti
malangnya nasib mu ruby. sudah jatuh, tertimpa tangga pula
Ainisha_Shanti
Yaa Allah... semoga d luar sana tak ada yang mengalami nasib seperti apa yang ruby alam, semoga hanya ada di dalam novel sahaja. sudah miskin, di dera ibu tiri, dan di nodai lagi. betul2 malang hidupnya.
Ainisha_Shanti
Astagjfirullahalazim... nak membunuh pula rasanya si iblis jantan ni😡😡😡
Puspa Trimulyani
ini seperti jaman apa ya .... sepertinya....semacam desa tertinggal atau apa ya....
Puspa Trimulyani
siapa sebenarnya dia?
Puspa Trimulyani
ibu tiri lucknut 😡
Puspa Trimulyani
mendiang ibumu? berarti ibunya sdh meninggal??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!