NovelToon NovelToon
Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Balas Dendam Istri Yang Dianggap Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Setelah mengalami kebutaan selama bertahun-tahun, Samira Hadid justru mendapatkan kembali penglihatannya lewat kecelakaan jatuh yang melukai kepalanya.

Ia kembali melihat dunia yang dulu terasa gelap. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama saat ia melihat suaminya memeluk wanita lain di dapur rumah mereka.

Terkepung rasa sakit dan kemarahan, Samira memutuskan untuk tetap berpura-pura buta dan mengamati semua permainan licik sang suami.

Lalu, ia mulai memutuskan pembalasan dendam. Ia bertekad untuk mengambil kembali semua yang telah suaminya rebut dan mencari kebenaran yang selama ini disembunyikan darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 07

Gedung perusahaan itu menjulang tinggi di tengah deretan bangunan bisnis lainnya, dinding kacanya memantulkan cahaya matahari siang dengan dingin dan angkuh. 

Samira berdiri di seberang jalan, tongkat putih masih setia berada di tangannya, atribut yang tak pernah ia tinggalkan. Ia mengangkat wajahnya, menatap gedung itu tanpa ragu.

“Mari kita lihat apa yang bisa kutemukan di sini,” katanya dengan tersenyum tipis. 

Begitu Samira melangkah masuk ke dalam lobi. Udara dingin AC langsung menyergap kulitnya. Lantai marmer yang mengilap, resepsionis dengan senyum profesional, dan suara langkah kaki para karyawan yang sibuk langsung menyambutnya. Suasana yang sudah lama ia rindukan.

Setelah mengalami kebutaan, Samira tidak pernah menginjakkan kakinya di perusahaan. Semuanya diurus, lebih tepatnya dikendalikan oleh Arga.

“Bu Samira … A-Anda kembali. Ma-maksud saya, senang melihat Anda datang. Apakah ada yang bisa saya bantu? Apakah perlu saya memberitahu CEO?” tanya resepsionis yang sudah jelas mengenalinya. 

Samira tersenyum, “Dari suaramu … kau pasti Indira. Bagaimana kabarmu, Indira? Aku datang hanya untuk berkunjung, jadi tidak perlu repot-repot memanggilnya, biarkan dia sibuk dengan pekerjaannya.” 

Indira mendekati Samira, turut prihatin dengan kondisi mantan atasannya. “Kabarku sangat baik, Bu. Tapi semenjak Ibu … ah, maksud saya, suasana kantor jadi sedikit berbeda saat posisi Bu Samira digantikan.” 

Samira mulai merasakan ada yang aneh, terutama ekspresi para karyawan yang tak sengaja ia lihat berlalu-lalang di lobi dengan raut wajah yang tertekan. 

“Semuanya akan baik-baik saja,” kata Samira tersenyum ramah. “Kau pasti sibuk, kembalilah bekerja.” 

“Saya akan kembali bekerja, Bu. Bagaimana jika saya meminta seseorang untuk mengantarkan teh? Ibu bisa menikmati waktu di sini sambil minum secangkir teh,” tawar sang resepsionis yang langsung diangguki oleh Samira.

Kemudian, Indira memapahnya untuk duduk di sofa ruang tunggu sambil menunggu seorang pegawai mengantarkan teh untuknya. 

Namun, sebelum Indira benar-benar pergi, Samira berujar. “Apakah Karin masih bekerja di sini?” tanyanya setengah berbisik, takut orang lain mendengar.

Indira mengangguk. “Posisinya bahkan masih sama, Bu. Apakah Anda mau saya memanggilnya?” tanya Indira pelan.

Samira mengangguk, “Jika dia tidak sibuk.” 

“Baik, saya akan katakan bahwa beliau memiliki tamu penting.” Setelah itu, Indira kembali ke posisinya.

Sementara Samira menatap seisi lobi dengan tatapan yang bertanya-tanya. Semua hal yang ada di sana bahkan tidak berubah selama 3 tahun terakhir, tetapi kenapa ia merasa ada sesuatu yang janggal. 

Tak lama kemudian, Samira melihat seorang perempuan dengan setelan rapi berjalan ke arahnya. Perempuan itu tampak tersenyum senang saat melihatnya.

Samira sengaja tidak melepaskan kacamata hitamnya. Saat perempuan itu akhirnya duduk di sampingnya, Karin langsung menyentuh tangannya.

“Samira, kau masih mengenalku kan?” tanya Karin pelan. 

Samira tersenyum, “Tentu saja, Karin.” 

Mendengar namanya disebut, ia tak bisa menahan diri untuk tidak memeluk Samira dengan erat. “Apa kau tahu? Aku sangat, sangat, sangat merindukanmu, Samira.” 

Samira balas memeluk Karin. “Senang bisa bertemu denganmu lagi, Karin. Bagaimana kabarmu? Kau sepertinya tampak lebih kurus,” kata Samira menyentuh bahu Karin.

“Berat badanku memang turun akhir-akhir ini, tapi itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah, aku senang sekali melihatmu, bagaimana keadaanmu sekarang? Maaf aku tidak pernah menemuimu sejak kecelakaan itu,” katanya sedikit berbisik di akhir kalimat.

Samira hanya tersenyum tipis, sepertinya semua orang langsung tahu mengenai kecelakaan itu dan bagaimana keadaan mengubahnya. Dari perempuan mandiri yang serba bisa menjadi perempuan buta yang tak berdaya. 

“Katakan padaku, Samira. Apakah kau ingin menemui Arga? Atau kau sengaja ingin menemuiku? Karena, biar kukatakan, Pak CEO saat ini sedang sangat sibuk dan tak bisa diganggu,” ucap Karin pelan. 

“Maksudmu? Kenapa nada suaramu terdengar ambigu seperti itu, Karin?” tanya Samira, benar-benar merasakan ada sesuatu hal aneh yang sudah terjadi di perusahaannya.

Karin terlihat menoleh ke kiri dan ke kanan, memastikan tak ada orang yang sedang memperhatikan ataupun mendengarkan pembicaraan mereka. 

“Samira, mau pergi ke ruanganku? Sepertinya aku tidak bisa membicarakannya di tempat terbuka seperti ini,” katanya berbisik tepat di telinga Samira. 

Samira mengangguk dan membiarkan Karin untuk menuntut langkahnya menaiki lift lalu pergi ke ruangannya.

Begitu tiba di ruangannya, Karin langsung menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Ia bahkan mematikan ponselnya dan mencabut telepon nirkabel. 

Melihat Karin yang begitu berhati-hati mengernyitkan keningnya, heran. Ada hal apa sampai-sampai Karin begitu berhati-hati, pikir Samira. 

“Maaf membuatmu menunggu,” katanya kemudian mengajak Samira untuk duduk di kursi kerjanya. “Duduklah di sini sebentar, aku harus memastikan satu hal lagi.” 

Meski kebingungan, Samira tetap menunggu Karin melakukan apa yang harus ia selesaikan. 

Begitu selesai, Karin langsung kembali dan duduk di depannya dengan membawa sebuah map. Samira bisa melihatnya dengan jelas tapi ia tetap berpura-pura tidak tahu.

“Aku awalnya tidak ingin memberitahumu hal ini, tapi … setelah kupikirkan lagi, aku harus memberitahumu kebenaran ini. Dan kau harus segera melakukan sesuatu jika ingin menyelamatkan perusahaan ini,” jelasnya berbisik-bisik.

“Maksudmu? Arga sudah melakukan sesuatu?” tanyanya dengan sebelah alis yang terangkat ke atas. 

Karin mengangguk yakin, “Ada beberapa hal yang harus kau tahu, Samira. Pertama, Arga sering menggunakan uang perusahaan untuk keperluan-keperluan pribadinya, dan nominalnya tidaklah kecil.” 

“Bukan hanya itu, aku juga tidak sengaja mengetahui dia menjual beberapa saham atas namamu kepada pihak luar. Aku tidak mengerti kenapa dia melakukannya, tapi ini akan berbahaya, Samira.” 

Samira ternganga, ia sudah menduga sesuatu hal pasti terjadi, tapi tidak menyangka Arga bisa berbuat sejauh itu. Apalagi saat melihat raut wajah Karin yang nampak tertekan seperti pegawai-pegawai yang ia lihat di lobi. 

Melihat Samira hanya terdiam, Karin melanjutkan lagi. “Percayalah kepadaku, Samira. Kau harus melakukan sesuatu. Aku sebenarnya sudah tidak sanggup lagi bekerja di bawah tekanannya, hanya saja kupikir kau mungkin saja akan kembali nanti.”

“Karin, maukah kau membantuku?” tanya Samira tiba-tiba membuka kacamata hitamnya dan menatap Karin secara langsung. 

“Aku tentu saja akan membantumu. Kau harus tahu, Samira. Suamimu itu, Arga, tidaklah sebaik yang kau kira. Terserah kau mau membenciku setelah ini, yang jelas aku sudah mencoba memberitahumu kebenarannya,” kata Karin dengan kepala tertunduk.

“Karin,” panggil Samira pelan.

Karin mendongak, dan menatap langsung mata Samira yang jernih. “Samira … kau … tunggu dulu, aku masih bingung. Matamu … bukankah kau?” tanyanya tak percaya.

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang hanya kebahagiaan yg akan menghampirimu Samira 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
omooo.. sejak kapan ray?
HK: Sejak ...
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
karepmu
HK: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Astiana 💕
baru 20 bab masa dah tamat, cerpen kah🙏
HK: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
cinta semu
jgn bilang kayak film India ,,setelah musuh ny mati ,,,polisi ny datang 🤣🤣
HK: Kak 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
cinta semu
q lebih suka cepat tamat .. daripada lama sampai bab ny banyak tamat kagak malah di gantung iya ...🤣🤣yg penting kn happy. ending 💪
HK: Betul 🤭🤭🤭
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
lanjut dong 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga berjodoh dengan Rayhan 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kisah Wanita hebat 👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu karmamu 😔
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa mereka akan mati bersama..?
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Good job Samira 👍🏻
Siti Siti Saadah
pertarungan yg cukup tegang samira punya dokter reyhan kenapa ngga bantu cari cara melawan arga
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu yg akan tertipu 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dasar orang gila 😏
Rosmayanti 80
dikit se x update nya trs LM pula update 🙏😄🤭
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
dikit ihh
HK: Ngejar target Nyak 🤣
total 1 replies
Siti Siti Saadah
arga ternyata sungguh terlalu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
jahat sekali kamu Arga 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!