NovelToon NovelToon
Meluluhkan Hati CEO Kejam

Meluluhkan Hati CEO Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / CEO / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Wullandarrie

Pernikahan Tanpa Cinta,, bukankah itu terdengar menyedihkan,,???

Bagaimana bisa dua insan memutuskan untuk menikah tanpa memiliki perasaan apapun, bahkan mereka tidak saling mengenal sebelumnya.

Ya,, itu terjadi karena sebuah perjodohan yang di lakukan oleh kedua orang tua mereka.
Persahabatan mereka sejak di bangku SMA dan sampai akhirnya mereka terpisah karena menikah dan ikut dengan suami mereka masing masing, membuat mereka jarang bertemu.

pertemuan terakhir mereka terjadi 10 tahun yang lalu sebelum salah satu dari mereka memilih untuk tinggal di luar negeri karna suaminya di tugaskan disana. Sebelum perpisahan itu, mereka sudah berjanji akan menjodohkan anak mereka..

Keinarra Chan Hei dan Elvano Mahendra menikah atas dasar perjodohan.
Tapi siapa sangka, Keinarra atau yang biasa di nanggil berusaha menggambil hati Elvano atau Vano..
Meskipun awalnya dia tidak menyukai Vano, namun dia berfikir jika pernikahan bukanlah sebuah hubungan yang bisa di akhiri begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Wullandarrie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

"Vano.?" Keina menegur pelan saat Vano kembali terdiam.

"Bagaimana.? Sudah dapat belum semutnya.?" Tanyanya dengan wajah polos tanpa dosa. Dia menengok ke belakang, menatap wajah Vano yang terlihat gelisah akibat ulah jahilnya. Dia tau kalau Vano mulai masuk perangkapnya. Laki-laki mesum itu mana tahan jika disuguhkan sesuatu yang begitu menggoda.

"Tidak ada.!" Jawab Vano ketus. Dia langsung merapikan baju Keina dan buru-buru menjauh lantaran tidak mau membuat Keina sadar bahwa dia sedang menahan sesuatu yang semakin sulit untuk di kendalikan.

"Kamu yakin.? Tapi punggungku benar-benar seperti di gigit semut. Rasanya sakit sekali."

"Kalau begitu biar aku lepas bajuku saja, mungkin semutnya menempel di baju." Keina langsung mencuci tangannya untuk menghilangkan tepung.

Setelah ini dia akan melepaskan baju di depan Vano. Lagipula melepaskan baju atau melepaskan semua kain yang menempel di tubuhnya tidak ada salahnya karna sudah sah sebagai suami istri.

Jadi tidak akan ada anggapan sebagai wanita murahan jika melepaskan baju di depan Vano. Karna Vano adalah suaminya.

Mendengar Keina yang akan melepaskan baju, kedua mata Vano membulat sempurna. Tentu saja dia kaget dengan apa yang akan dilakukan oleh wanita pembawa sial itu.

"Apa yang kamu lakukan.?!" Kedua mata Vano semakin membulat sempurna saya melihat Keina mulai mengangkat bajunya.

Dengan memasang wajah polosnya, Keina menatap Vano. Tentu hanya pura-pura agar Vano tidak mencurigai dirinya yang ingin menggoda Vano agar jatuh ke pelukannya.

"Mau buka baju. Memangnya apa lagi.? Bukannya tadi aku sudah bilang." Jawab Keina santai.

Tak peduli seperti apa reaksi Vano, Keina tetap membuka baju dihadapan laki-laki itu dengan menghadap ke arahnya.

Keina bergegas membuka baju, meski terlihat acuh dan santai, tapi sebenarnya dia menahan kegugupan dan rasa takut. Takut jika tiba-tiba Vano menyentuhnya, karna sejujurnya dia tidak siap jika disentuh Vano layaknya seorang istri.

Keina pura-pura tidak tau bahwa Vano sedang menatap tanpa kedip ke arahnya yang hanya memakai penutup dua aset kembarnya.

Dengan santainya Keina membalik baju di tangannya dan sibuk mencari semut yang sebenarnya memang tidak ada.

"Tidak ada apa-apa di bajuku, tapi kenapa seperti ada yang mengigit punggungku." Gumamnya masih sibuk mengamati baju di tangannya.

Sementara itu, Vano tampak tak bisa mengalihkan pandangannya dari dua bongkahan kenyal milik Keina yang tampak menyembul.

Entah kenapa milik Keina jauh lebih menantang di banding milik Sindy. Atau mungkin karna dia sudah terbiasa dengan milik Sindy. Tapi yang jelas lebih indah dan menggoda dua aset yang ada di depannya saat ini.

"Kalau sudah tau tidak ada apapun, kenapa masih dilihat saja bajunya.!" Seru Vano ketus.

"Cepat pakai bajunya dan buatkan makan malam untukku.!"

Dengan wajah yang terlihat kesal, dia beranjak pergi dari dapur. Sebenarnya bukan kesal, tapi tidak sanggup berlama-lama di depan Keina yang memperlihatkan kedua aset di depannya.

Keina bengong melihat Vano yang pergi begitu saja. Walaupun dia tidak mau di sentuh oleh Vano, tapi bukan ini yang dia harapkan.

Keina pikir dengan membuka baju di depan Vano, laki-laki itu akan sedikit tertarik padanya. Tapi malah terlihat menahan diri dengan cara pergi dari sana.

"Ok,, ini baru percobaan. Tenang saja Keina, masih banyak waktu." Keina mencoba mengukir senyum walaupun sedikit kesal karna rencananya terbilang gagal. Namun dia tak akan menyerah begitu saja untuk menarik perhatian Vano. Paling tidak dia harus sering tampil seksi dan memperlihatkan lekuk tubuhnya di depan laki-laki itu untuk membuatnya terbayang-bayang hingga kelamaan terus memikirkannya.

...*****...

Pagi itu Keina bangun lebih awal karna hari ini dia akan melakukan interview di perusahaan Vano bersama dengan Kedua sahabatnya.

Sebenarnya Keina tidak berminat untuk bekerja di tempat yang sama dengan Vano, apalagi harus menjadi karyawan Vano. Tapi demi melancarkan aksinya untuk mendekati Vano, apapun akan Keina lakukan.

Laki-laki kejam dan angkuh itu memang harus di beri pelajaran.

Setelah menyiapkan sarapan, Keina kembali ke kamarnya untuk mandi dan berdandan secantik mungkin dengan harapan bisa menambah poin lebih agar di terima di perusahaan Vano.

"Sempurna Keina,," Gumam Keina sambil menatap dirinya di pantulan cermin. Dia sudah memoles make up di wajahnya, serta menata rambut panjangnya.

Sebenarnya kecantikan Keina tak kalah dari Sindy, wajahnya yang masih alami tanpa campur tangan dokter kecantikan, jauh lebih manis dan enak untuk di pandang. Berbeda dengan Sindy yang sudah melakukan perawatan bahkan filter di beberapa bagian wajahnya.

Keina keluar dari kamarnya, sebelum pergi ke dapur untuk sarapan, dia lebih dulu mengetuk pintu kamar Vano. Walaupun mungkin Vano belum siap-siap, setidaknya laki-laki itu harus melihat penampilannya yang sudah rapi dan cantik.

"Vano,, kamu sudah bangun.?!!"

"Aku sudah buatkan sarapan untukmu, ayo makan,,!!" Keina sengaja berteriak untuk mengundang macam itu keluar dari kandang.

"Vano,,!! Kamu sudah bangun kan.?!!"

"Setelah sarapan aku mau pergi.!!"

"Aku,,,

Keina langsung terdiam saat pintu kamar terbuka dan memperlihatkan sosok laki-laki tampan dengan bertelanjang dada dan rambut yang masih basah.

Laki-laki yang baru saja selesai mandi itu terlihat sangat tampan dan menggoda.

Keina buru-buru mengalihkan pandangannya, dia tidak mau terpikat dengan laki-laki seperti Vano.

Sementara itu, Vano nampak bengong menatap Keina. Dia memperhatikan Keina dari ujung kaki sampai kepala. Memperhatikan penampilan Keina yang tak seperti biasanya dengan memakai atasan putih dan rok span di atas lutut.

1
Yulya citra Lestari
lanjutannya mana thor, ko begini doang endingnya
Sweety_R🌽
lnjt kak
Adila Ahmad
bgs
Dahlia Anwar
cih mau aja Ama laki laki kotor dan murahan menjijikan
Dahlia Anwar
vano yang jalang tolol bego murahan mati saja sana tolol
Dahlia Anwar
laki laki tolol kenapa di novel kebanyakan tolol laki nya kaya pintar tapi bego dungu
Dahlia Anwar
laki laki tolol
Dahlia Anwar
paling laki laki bodoh dan tolol yang di bodoh i ama pacar nya .. nanti menyesal. laki laki tolol emang
Rafi Gibran
Luar biasa
Selin Tari
duch koq Uda tamat z Thor ..cerita nya masih nanggung lho ...💪💪💪
Sri Tati
Luar biasa
Retno Elisabeth
keren keina
Retno Elisabeth
mampir thor
Sanatun Eka Ayu Aprilya
𝘤𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨..
-
𝘌𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯, 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘢𝘯𝘯𝘯𝘯..
Siti Rohaemy
wahh.. bakal ketemu nih??
Nuraini Ade
bagus thor
hasna asthyna
lanjut thor
dianaRa
semangat keina
Laini Lavigne
aku suka alur cerita nya
Liana Liana
kein kein menyumpai berani nya ka belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!