Dikhianati. Ditinggalkan. Ditindas.
Itu yang Miracle dapat setelah 5 tahun berjuang untuk Morgan mantan suaminya.
Tapi Miracle bukan wanita yang bisa diinjak lalu dibuang. Tiga tahun kemudian, namanya jadi momok di dunia bisnis. Dia kembali bukan untuk balikan. Dia kembali untuk membeli perusahaan itu. Dan untuk membuat Morgan berlutut di hadapannya.
Siapkah kamu menyaksikan seorang "Mantan Istri" merebut kembali tahtanya?
Kita ikuti sepak terjang mantan istri CEO...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.03. Air Mata Miracle.
Miracle mematikan ponselnya, dadanya sesak. Air mata tumpah membasahi pipi. Dengan tangan gemetar ia menghubungi Jhony.
[Jhon...aku mau mengurus surat cerai]
[Ada apa, jangan mendengar gosip, suami mu tidak mungkin selingkuh]
[Aku akan mencari bukti]
[Oke...aku tunggu]
Pengorbanannya selama ini menguap tanpa sisa dirampas oleh perempuan masa lalunya Morgan.
"Kau yang membuat Morgan terpaksa memilih mu, dasar perempuan mur*han tak tahu diri."
"Morgan adalah jodoh yang dipersiapkan untuk ku, kau merampasnya selama lima tahun. Kalau kau punya hati, ceraikan Morgan biarkan dia bebas menemukan cintanya."
"Kau tahu kenapa kau tidak hamil karena Morgan tidak mencintaimu, dia tidak mau punya keturunan dari perempuan yang tidak dicintainya."
"Aku sudah hamil anaknya Morgan, anak ini akan mewariskan seluruh harta Morgan, aku minta kau Pergilah, perempuan tidak punya rasa malu seperti mu, sering aku temui di karaoke menjajakan tubuh yang sudah tua dan keriput."
Begitu isi chat Arini, hampir setiap saat dia kirim. Miracle ingin supaya Morgan datang bicara padanya, jika Morgan merampas harta mereka berdua ia rela.
Selama ini Miracle telat menyadari kalau Morgan hanya memanfaatkan Wijaya Group. Orang tuanya juga asal membantu, tidak mau menyelidiki identitas Morgan.
Memikirkan semua itu Miracle menjadi tak bergairah untuk melanjutkan pernikahannya. Ia akan meluluskan ke inginan Morgan dan pergi dari Morgan's Kitchen.
Hari-hari berikutnya Miracle tidak lagi chat dan menelepon Morgan. Tidak ada gunanya lagi menghubunginya. Anggap Morgan sudah m*ti.
Sedangkan Arini kini merasa di atas angin, menjadi wanita sosialita, begitu juga ibu dan adiknya Morgan, mereka kompak menindas Miracle.
Arini rajin membuat status kedekatannya dengan Morgan. Secara berkala mengirimi video mesum tentang percintaannya dengan Morgan.
Semua barang mewah yang di kasi oleh Morgan di photo satu-satu dan diperlihatkan dengan caption.
"Morgan sangat mencintaiku, untuk menebus kesalahannya selama lima tahun, karena menikah denganmu, dia memberi ku banyak hadiah mahal, apakah kamu pernah diberi hadiah? hahaha..."
Morgan memang tidak memberi apapun karena Miracle tidak mau. Waktu bersama Morgan ia hanya ingin Restoran maju dan hidup mereka berdua bahagia.
Mungkin ia terlalu memanjakan Morgan sehingga menjadi ngelunjak, tanpa punya perasaan bersalah.
Aku harus memergokinya sebagai bukti perselingkuhannya. pikir Miracle. Haruskah ia datang ke Bogor demi mencari bukti?
Ke suksesan mengubah Morgan menjadi sombong. Dengan alasan sibuk dia membuat rumah tangganya menjadi hancur.
Morgan mencari melampiasan lewat Arini, asisten pribadinya yang hadir pada saat rasa letih dan sepi menguras emosinya. Arini cantik, ambisius, dan selalu "ada" saat Morgan membutuhkannya.
Perselingkuhan pun terjadi, pertama hanya main-main dan merahasiakan. Lama-lama Arini ingin di akui, ingin memiliki, ingin tampil dan orang tua Morgan menyetujui. Akhirnya Arini masuk dengan cerita jodoh Morgan masa kecil.
Hari ini Miracle akan pergi ke Bogor, surat perjanjian cerai sudah berada di kopernya. Dia tidak membawa apapun selain beberapa stel pakaian.
Saat dia keluar dari kamar menggeret koper, ibu mertua memergokinya. Mata orang tua itu melotot.
"Kamu mau kemana, sudah sadar kalau rumah ini menolak mu. Semoga kamu tidak merepotkan Morgan, ingat kalau cerai jangan membawa harta, karena semua sudah di ibah kepada Arini."
"Harta milik kami berdua, tidak boleh Morgan memberi hartaku kepada orang luar, jika Morgan ingin cerai aku akan kabulkan."
"Syukurlah kau sadar, Morgan sudah jijik denganmu. Sudah tak pantas."
"Aku yang jijik dengannya, manusia miskin yang mengemis kepada keluarga ku."
"Plaakkk..."
Ibunya Morgan menampar pipi Miracle sambil mencari maki.
"Morgan susah payah merintis supaya bisa sukses dan Arini menemaninya melobi sama pejabat dan menyelesaikan semua masalah. Kau jangan seenaknya minta harta gono gini."
"Kau menamparku karena merasa kalah? supaya kau tahu Morgan itu ketemu aku hanya membawa dua stel pakaian dan motor butut. Jadi jangan berlagak kalau selama ini dia orang berguna di mataku, dia tidak ubahnya setitik debu yang menempel di sepatu ku, sekali tiup debu itu melayang..." ucap Miracle dengan sinis. Ia tidak perlu lagi pura-pura baik kalau di tindas.
"Drama mu sungguh mengesankan, rupanya selama ini kau jago acting supaya kakak ku mau menikahi mu. Apa kau tak sadar semua yang ada ditubuh mu dari uang kakak ku, dia begitu baik kepada mu, sampai kami di desa di lupakan, untung ada Arini yang susah payah membujuk Morgan supaya dia mau menerima ibunya.."
"Arini penyelamat kami dan kau tidak ada tempat di hati Morgan dan juga di hati kami. Sebaiknya kau mundur dari Morgan."
"Tenang saja keinginan kalian aku akan wujud kan." sahut Miracle."
Miracle memilih pergi dengan kepala tegak, tidak ada air mata lagi. Hatinya sudah membatu, tinggal tanda tangan surat cerai, Morgan bebas dan ia pun juga bebas.
Sampai di Bogor ia mampir ke rumah teman baiknya yaitu Komariah. Karena sudah di hubungi terlebih dahulu, jadi Komariah sudah siap kudapan traditional.
Ketika taksi berhenti di depan rumahnya Komariah cepat menyambutnya mengajak masuk.
"Mira, kenapa kamu kurus dan pucat, apa kamu berantem dengan Morgan," tanya Komariah hati-hati.
"Aku kesini karena ada masalah, aku tidak bisa tanggung sendiri. Aku baru tahu kalau Morgan mengkhianati ku."
"Ceritalah siapa tahu aku bisa bantu, paling gak kamu lega bisa mencurahkan isi hatimu."
Miracle dengan susah payah menahan tangis tapi akhirnya jebol juga, ia sesenggukan dan mulai bercerita tentang pernikahannya, sifat Morgan yang berubah ketika Restorannya Go public.
"Yang paling menyakitkan dia bers*lingkuh dengan LC dan tinggal bareng di Bogor. Malah Morgan mengajak Arini tidur di kamar pengantin kita."
"Ya ampun sampai segitunya...Morgan ini tidak tahu di untung. Aku ingat sekali, gimana Morgan mengemis cinta mu dan kamu suka rela menerimanya menjadi pacarmu. Padahal banyak cowok yang mengejar mu."
"Ibu dan adiknya sekarang ikut mengurus Restoran, mereka menindasku dan malah menyuruh aku cerai."
"Kurang ajar, kamu cerai saja dan minta bagian harta gono gini. Sebenarnya itu semua milik mu, kalau tidak ada suntikan dana dari Wijaya Group mana mungkin bisa Go public dan kamu punya lima Restoran."
"Sebenarnya aku tidak tahu ada suntikan dana dari Wijaya Group, tahunya saat memeriksa pembukuan. Aku menanyakan masalah ini tapi Morgan tidak mengaku menerima, aku tidak permasalahkan lagi karena sudah terlanjur uang dipakai."
"Jangan-Jangan dia menjual nama mu demi dapat bantuan. Sekarang aku yakin kamu dimanfaatkannya." ucap Komariah kesal. Ia ingin sekali melabraƙ selingkuhannya Morgan.
"Bagaimana kalau malam ini kita datang ke Restorannya Morgan, kita menyamar sebagai pembeli."
"Aku setuju, kita pakai masker dan topic." sahut Miracle.
*****
Miracle
ini yang namanya ingat wajah ea ingat rasanya....
tapi rasa itu tak selalu nyaman....