NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Macan Asia

Kembalinya Sang Macan Asia

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: enny76

Memiliki seorang Ayah berkuasa dan julukan 'Macan Asia' raja bisnis se-Asia tidak membuat anak kembar Reno Mahesa, tinggi hati dan sombong. Zevano Hendra Mahesa dan Zevana Alea Mahesa adalah saudara kembar yang terlahir dari keluarga pembisnis kelas kakap. Mereka datang untuk melawan kejamnya dunia. Didikan keras dan ilmu beladiri yang Reno berikan sejak kecil, mampu menjadikan saudara kembar ini kuat dan tangguh. Siapa sangka mereka berdua terlibat rahasia besar penggelapan Emas dan batu permata milik orang berkuasa. Sehingga orang-orang terdekat mereka menjadi imbas dan sasaran kematian.

Zevano dan Zevana adalah julukan 'Macan Asia' yang sedang dicari untuk dihabisi nyawanya, Karena keberadaan mereka adalah sebuah ancaman bagi elite pembisnis. kembalinya mereka bukan hanya untuk membalaskan dendam pada orang-orang yang sudah menghabisi orang terdekatnya, Namun untuk mencari keadilan. sanggup kah sang Macan Asia membalaskan dendam pada seorang penguasa yang berkedok malaikat?"

Bagaimana kah perjalanan Cinta Zevano dan Zevana, apakah orang-orang di masa lalunya akan hadir kembali?

Kisah Action, percintaan, cinta segitiga, pengkhianatan dan pengorbanan akan hadir disini. Juga ada kisah dewasa 21+ untuk menambah imun readers 😄

Kisah ini lanjutan dari kisah "Istri Pengganti Ceo' Seoson 123.. dan berlanjut di kisah anak-anak Reno dan Delena. Yuk ikuti kisahnya dan tetap Favoritin Novel ini 😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengorbanan Bella

Saya masih lemah Dok." ucap Dirga terdengar manja.

"Ya sudah saya bantu bersandar ya." Dirga mengangguk, Vana menyandarkan tubuh Dirga pada divan. Aroma parfum Vana menguar dan terendus di hidung Dirga, ia menghirupnya dalam.

"Aroma parfum mu sangat candu buatku Dokter, aku sangat merindukanmu setiap hari." batinnya.

Vana memegang piring dan mulai mengarahkan sendok nya depan bibir Dirga, ia melahap makanan yang di suguhkan oleh Vana dengan hati gembira dan dadanya berdebar bagai irama gendang yang sedang bertalu-talu, aliran darahnya berdesir dari atas sampai bawah.

"Sudah Dok, maaf aku sedikit mual."

"Ya sudah jangan di paksa kalau sudah mual, itu karena anda kena asam lambung walau tidak parah, tapi jangan dibiasakan telat makan."

Dirga tersenyum sambil mengangguk.

"Ini obatnya segera di minum, jangan sampai telat nanti jantungnya bermasalah." Vana memberikan lima butir obat yang harus di konsumsi Dirga dan memberikan segelas air putih yang ia ambil diatas nakas.

"Terima kasih Dokter!"

"CKLEK!

"Dirga sayang...!!

"Mama..."

Tiba-tiba ke-dua orangtua Dirga masuk kedalam ruangan anaknya

"Hay Dokter Vana.." ibu Dewie menjabat tangan Vana seraya cipika-cipiki. "Kebetulan sekali Dokter Vana ada disini, tadinya saya akan menemui Dokter, Ayo kita duduk dulu di sofa."

"Mah! kenapa anak sendiri di cuekin!" gerutu Dirga pura-pura ngambek.

"Dasar anak manja! sebentar Mama ada perlu sama Dokter cantik ini." Dewie mengusap lembut pipi Vana dan tersenyum.

"Wah Mama udah mulai sayang pada Dokter Vana, anak sendiri nggak dianggap." ucapnya sambil berdecak.

"Dirga! jaga sikap mu jangan seperti anak kecil! omel Datuk Ardan pada anaknya. (Di Malaysia, Datuk atau Dato' adalah gelar kehormatan yang dianugerahkan oleh Sultan atau Raja)

"Bu kalau begitu saya keluar dulu, mungkin ada yang ingin dibicarakan Tuan Dirga pada ibu dan Ayahnya." ucap Vana tak enak hati.

"Tidak apa-apa Dok, biasa Dirga anak semata wayang kami masih suka manja di usianya 28 tahun. Tapi manja hanya pada Mama dan Papa nya, kalau diluar sikapnya tegas dan galak! apalagi Dirga seorang Gurbernur di Malaysia." ucap Bu Dewie terkekeh.

"Mama jangan buka kartu!" omel Dirga wajahnya merah menahan malu.

"Ckckckck.. gitu ajah ngambek." sindir dewie tertawa kecil.

"Sudah Mah, langsung saja pada intinya biar tidak kelamaan Dokter Vana menunggu." Datok Ardan ikut berkomentar.

"Iya pah!

"Jadi begini loh Dok, setelah Dirga sembuh total dan harus pulang ke Malaysia untuk meneruskan tugasnya di sana. Sebagai rasa syukur dan terima kasih kami selaku orang tua Dirga, mengucapkan banyak terima kasih pada Dokter Vana yang sudah menyelamatkan anak kami Dirga. Saya ingin memberikan sedikit dana bantuan untuk rumah sakit ini." Dewie mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas branded nya dan memberikan pada Vana.

"Maaf Bu.. bukan saya menolak, tapi rumah sakit ini tidak perlu dana bantuan karena kelurga Mahesa sudah memberikan fasilitas lengkap untuk rumah sakit ini." Vana berbicara dengan sopan-santun, agar kelurga Dirga yang sedang menengok anaknya di Indonesia tidak tersinggung.

Bukan begitu Dok? Kami tidak merendahkan rumah sakit ini dan kami tahu rumah sakit ini nomor dua terbesar di Jakarta yang memiliki fasilitas lengkap dan terbaik. Namun kami hanya ingin membantu untuk mereka yang kurang mampu melalui dana ini."

Vana terdiam seraya menimang-nimang dana pemberian Orang tua Dirga.

"Saya sangat berterima kasih sekali, bila Dokter Vana selaku pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta ini, bersedia menerima dana bantuan ini untuk mereka yang tidak memiliki uang untuk operasi."

Padahal tanpa mendapat bantuan dari orang tua Dirga, Vana pun sudah membuat program gratis untuk kelurga yang tak mampu, Ayahnya Reno, menjadi salah satu donatur terbesar untuk mereka yang tidak memiliki biaya untuk operasi. Namun demi menghargai Ibu Dewie orang tua dari Dirga yang sudah ia selamatkan, Vana menerima dana itu.

"Baiklah Bu, saya akan menerimanya. Semoga pemberian ibu bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan." Vana menerima amplop berisi cek dari tangan bu Dewie. "Sekali lagi terima kasih banyak ya Bu."

"Ya sudah Bu, kalau begitu saya permisi dulu."

"Tunggu sebentar, ibu punya sesuatu untukmu." Dewie menarik tangan Vana dan berjalan kearah ranjang lalu mengambil Paper bag.

"Ini untuk mu sebagai bentuk rasa terima kasih ibu padamu." mengusap lembut punggung Vana. "Terimalah jngan di tolak, ibu langsung bawa dari Malaysia."

"Bu Dewie sangat berlebihan, justru saya senang bisa membantu orang, karena itu sudah kewajiban saya sebagai seorang Dokter." ucap Vana merendah.

"Tidak apa-apa. Ibu sudah menganggap mu seperti anak sendiri." ucap Dewie tersenyum sumringah.

"Oiya Dok, apa Dirga sudah minum obat?

"Sudah Mah! tadi juga Dokter Vana yang suapin dan bantu minum obat." Dirga berbicara tanpa beban.

"Astaga anak ini, makan dan minum obat saja sampai repotin Dokter Vana?" Dewie gelengkan kepala tak percaya.

"Ma'afkan anak saya Dirga Dok! sudah ngerepotin Dokter Vana disini. Sekali lagi terima kasih." Datok Ardan merasa tak enak hati.

Vana tersenyum "Tidak usah minta Ma'af, saya hanya membantu saja." setelah bersalaman Vana meninggalkan ruangan Dirga.

***

Sementara di dalam Mall, mereka berempat sudah berada di toko buku. Zidan sudah selesai membeli mainan yang ia inginkan.

"Kak Vira sudah belum, Zii bosen nih dari tadi muter-muter ikutin kakak! omel Zidan dengan bibir mengerucut. Savira gelengkan kepala seraya terkekeh "Sebentar lagi sayang, masih ada buku yang harus kakak beli."

"Huh! Zidan mendengus kesel "Ya udah Zii mau cari kak Vano dan kak Dev!" anak bocah berusia delapan tahun itu berjalan kedepan dan duduk di sebuah kursi panjang.

Vano dan Devan tentu saja mereka sibuk mencari kebutuhan masing-masing. "Wah aku suka banget sama novel cerita action dan Horor, bagus juga sinopsisnya. Lebih baik aku beli untuk bacaan disana nanti." Devan memasukkan beberapa novel kedalam ranjang.

Vano sudah selesai mengambil beberapa buku dengan tulisan bahasa Inggris, ia bukan seperti Devan yang membeli Novel, Namun sebuah buku ilmu pengetahuan yang akan ia bawa ke Inggris saat meneruskan kuliah S2. Vano berjalan kearah depan dan mencari sosok Savira dan Devan. Ia hanya melihat adiknya Zidan sedang duduk di kursi samping kasir, sambil mainkan mobil remote control.

Vano terus berjalan sambil membuka buku yang ia bawa, tanpa ia sadari bertabrakan dengan seseorang.

"BRUKK!!

Semua buku yang Vano pegang terjatuh kelantai.

"Ma'af Mas! Vano dan wanita itu berjongkok dan mengambil buku-buku yang terjatuh dari tangan mereka.

"Vano? sapa seorang wanita yang ikut memunguti buku-buku itu.

"Bella..? kau ada di Jakarta juga? bukankah kau sudah pulang ke Spanyol? tanya Vano seraya mengerutkan keningnya karena penasaran.

Mereka lantas berdiri setelah merapikan buku yang terjatuh. "kau Jangan berpikiran kalau aku mengikuti jejak mu ke Jakarta. Dua hari sebelum berangkat kerumah ayahku di Spanyol, ibuku menelepon dan ia meminta aku pulang kesini beberapa hari."

"Aku tidak berpikir seperti itu Bell, aku hanya kaget saja. Tahu kau akan pulang ke Jakarta, kenapa tidak bareng saja."

"Karena mendadak Van. Oiya kau kesini sendri atau bersama Dev?

"Aku berempat bersama Dev dan dua adikku! ya sudah ayok aku kenalin dengan kedua adikku."

Mereka berjalan bersama sambil mengobrol ringan dan bercerita masa kuliah. "Nah itu mereka sudah kumpul bersama Zidan.

"Hay Dev! sapa Bella

"Bella? kau ada disini juga? tanya Devan seraya mengulurkan tangannya untuk salaman.

"Iya aku juga sedang membeli buku, tak sengaja bertemu Vano."

"Oiya kenalkan ini dua adikku, ini Savira dan ini Zidan?

"Tunggu! sejak kapan kedua orang tuamu, memiliki anak gadis? kalau Zidan aku tahu, Mommy mu sedang mengandung saat aku sering main kerumah mu waktu sekolah."

Vano tersenyum dan melirik wajah Savira, ia terlihat murung dan langsung terdiam.

"Ekhem... Savira anak dari sahabat Mommy ku dan sudah tinggal sejak usia 13 tahun."

"Oohhhh..."

"kenalkan namaku Isabella tapi panggil saja aku Bella." Bella tersenyum seraya mengulurkan tangan pada gadis cantik didepannya. Savira menyambutnya walau dengan perasaan canggung.

"Savira..."

"Kak! ayok kita pulang! teriak Zidan sudah tak sabar.

"Iya ini sudah selesai, kakak bayar dulu di kasir."

"Vira, Devan.. buku-bukunya kumpulkan di keranjang, biar semuanya aku yang bayar."

"Bell, aku pulang duluan ya. Nanti kabarin ajah lewat telepon kalau ada perlu."

"Oke Van!

Selesai membayar semua tagihan. Mereka berempat turun kelantai dasar melalui lift dan menuju parkiran.

Savira dan Zidan sudah masuk lebih dulu kedalam mobil. Devan memasukkan semua belanjaannya ke jok mobil belakang. Tiba-tiba ponsel Vano berdering.

"Siapa yang telpon? Vano melihat nama si penelpon di layar ponsel. "Mr Arnold? ada apa Dosen itu menelpon ku?

"Siapa Van!

"Mr Arnold."

"Angkat saja, siapa tahu itu penting."

Vano menerima panggilan itu dan berjalan ketepi jalanan, agar tidak terlalu berisik saat menerima panggilan telpon. Vano begitu asyik mengobrol dengan Mr Arnold, tanpa ia sadari ada sebuah sedan yang tidak terkendali melaju dengan kecepatan tinggi kearah Vano berdiri, sedan itu melenceng dari jalur.

"VANO AWAS!!! teriak seseorang.

"BRUKK!!

"CIIIIIIIITTTTTTTT.....!!!

"BELLA!!!

"STERTTTTT......!!!!

Teriak Vano saat melihat Bella terlempar ke aspal, Karena mobil justru menabrak Bella setelah mendorong tubuh Vano kesamping.

🔥🔥🔥

@Maaf telat Up, karena bunda sibuk di real dalam minggu ini, tapi tetap di usahakan Up setiap hari ya All😘

@Bab ini lebih panjang, biar semangat bacanya 😘😘

@Jangan lupa terus dukung karya Bunda dengan cara: Like, Vote/gift, Rate bintang 5 dan sertakan komentar kalian 😍😘

Follow IG Bunda 😍 @bunda. eny_76

@Bersmbung....

1
Leka Iman Sari
aaahhhh jadi benci sama Nathan otak nya mudah kecuci dan terpengaruh
MRYSS
kurang suka Ama jurus nyaa jirr msak bisa transfer kekuatan kock bngtt 🗿
Deandra🕊🌻
kesini waktu 2022,,baru bisa lanjutin d akhr 2024🥺🥺🥺
Ratih Hermansyah
lagi tegang2 nya baca ehh malah ngakak sm bab ini/Curse//Curse//Curse//Curse/
🌷💞$@¥R@💗🐯🔥
/Grimace//Grimace//Grimace/
"Candy75: emang bisa buat yang lebih bagus?
total 1 replies
Yus Warkop
kapan lanjutannya othor aku tunggu kadih tahu yah kalo udah up.

terima kasih aothor emang luar biasa aku suka semangat untuk semuanya
Yus Warkop
alhamdulillah reno pulang bantu anak"nya
Yus Warkop
author emang cerdas luar biasa karyanya walaupun kadang sering ketukar nama
Yus Warkop
ah ini jantung dagdigdugder terus
Yus Warkop
semoga ada keajaiban buat pp remon biar gak jadi reno donor ginjal .

kasian anak"nya lagi membutuhkan reno
Yus Warkop
benar"meneganggkan
Yus Warkop
siapapun yg menolong si kembar syukur" itu nathan tolong juga zidan srlamatkan
Yus Warkop
apakah nathan yg nolong savira bukanksn jatuh ke jurang oh semoga aja yg di rs itu nathan dan udah sembuh .

mbak sari bukanya uda mati yg ususnya sama jarinya di kirim ke vana thor?
Yus Warkop
keselamatan savira twrgantung author semoga selamat
Yus Warkop
fegdegdeggan jantungku
Yus Warkop
🤣🤣🤣🤣kasian devan
Yus Warkop
masa udah 7 ronde keganggu zidan si otong masih gak bisa tidur
Yus Warkop
mimpi
Yus Warkop
semoga itu mimoi
Yus Warkop
mendingan sama devan aja savira jangan pikirkan si vano aku ikut kecewa . tuh si bela juga kaya sengaja yah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!