Season 1[END]
Season 2 [END]
Sequel Me VS Boss: Yes! We Are Twins [Ongoing]
Ini adalah kisah seorang boss besar yang selalu melakukan pertengkaran dan perdebatan kecil bersama sekertarisnya.
Chelsea Nolla Bravani, harus ekstra sabar menghadapi sikap bosnya yang sangat mudah berubah-ubah itu. Kadang bisa bersikap tegas, dingin atau bahkan bertingkah konyol dan menyebalkan. Satu hal yang Chelsea benci dari sosok bosnya itu,- Kenan Jiran Bagaskara
Dia sangat benci jika bosnya sudah terlanjur menjahilinya dengan segala cara. Hingga akhirnya, perdebatan dan pertengkaran diantaranya sering terjadi. Terkadang, salah satu dari merekalah yang harus menyerah dan meminta maaf. Namun, terkadang juga mereka berdua sama-sama keras kepala, dan tak ada yang memulai percakapan.
Lalu, akankah Chelsea kuat menghadapi tingkah konyol dan menyebalkan yang sudah melekat penuh pada diri bosnya itu?
Mudahkah bagi Chelsea untuk segera meninggalkan Kenan, sang Boss Besar yang kadang suka pamer, angkuh, dan murah senyum itu.
What?
Murah senyum?
Tidak salah?
Iya, murah senyum! Bahkan ketika Chelsea sedang ditimpa kesialan bertubi-tubi pun, ia akan menjadi orang pertama yang tersenyum licik dan menertawainya.
Sungguh murah senyum bukan?_-
Kisah mereka berawal disini....
Start: 23/08/19
Finish: 03/03/20
Beberapa episode sedang di revisi!
masih seorang penulis amatiran! mohon maaf bila terlalu banyak kesalahan!🙏
DILARANG PLAGIAT!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 20
ehem...
Chelsea tersentak kaget saat mendengar deheman keras dari sampingnya yg tak lain itu adalah suara dari sang boss, Kenan.
"I’m sorry, I did not inadvertently!" Chelsea melepas jabatan tangan dengan laki-laki bule tersebut. ia mulai salah tingkah apa lagi saat Kenan kini tengah menatapnya dengan tatapan tajam nan menyeramkan.
"Pak boss, saya permisi mau cari minum sebentar." ucap Chelsea gugup saat manik matanya sudah bertemu dengan manik mata sang boss.
"oh, ok. ingat! jangan berkeliaran gak jelas, atau kamu akan tahu akibatnya!" kata Kenan memperingati Chelsea. jujur saja! sekertarisnya ini sering sekali berulah hingga tak jarang suka melakukan berbagai macam kesalahan yg dapat membuat dirinya malu.
Chelsea mengangguk, kemudian berjalan meninggalkan Kenan dan John di tempat lalu mendekat ke arah meja lebar dan besar yg menyediakan berbagai jenis makanan dan minuman.
"huuh... nyebelin banget sih! baru kenalan udah di pisahin gitu aja! ngeselin banget sih boss Kenan!" Chelsea menggerutu tidak jelas dengan nada suara yg sangat pelan. ia meraih sebuah gelas berisi cairan berwarna merah terang yg menurutnya sangat menarik.
"widih! kayaknya ini enak nih!" seru Chelsea kemudian meneguk minuman tersebut perlahan namun pasti. hingga akhirnya minuman di gelas tersebut sudah habis setengahnya.
"ughh... kok rasanya aneh ya!?" Chelsea mengerutkan keningnya sambil menatap aneh ke arah gelas tersebut yg baru saja ia minum setengahnya. dirinya berpikir, minuman apakah ini!?
Di samping itu, Kenan tengah bercengkerama hangat dengan rekan-rekan kerjanya dari berbagai kota bahkan negara. namun, ia tidak sengaja mengedarkan pandangannya pada seorang wanita yg tengah duduk manis di sofa sambil meneguk segelas...
wine!?
sontak saja Kenan berpamitan pada semua rekannya lalu berjalan ke arah wanita tersebut yg tak lain adalah Chelsea.
"astaga! kamu habisin setengahnya!?" seru Kenan sambil menyambar gelas berisi wine tersebut dari tangan Chelsea.
"eh? pak boss!? ngapain pak boss disini!?" bukannya menjawab pertanyaan dari Kenan, Chelsea malah balik bertanya dengan nada yg menggoda.
aduh...
mulai mabuk nih anak!- Kenan menepuk jidatnya sambil menghembuskan nafasnya berat.
bisa-bisanya wanita ini meminum minuman yg tidak jelas ini!? bagaimana jika minuman ingin adalah racun!? dasar!
"hei, kamu ngapain natap saya kayak gitu!?" sahut Kenan saat melihat raut wajah sang sekertaris yg seakan-akan tengah menggodanya ini.
"pak boss! sini!!" Chelsea melambai-lambaikan tangannya di udara menyuruh Kenan untuk duduk mendekatinya.
"ngapain!?"
"iih... sini dulu dong! jangan jutek gitu jawabnya!" Chelsea berujar dengan nada manja seakan ini bukan dirinya.
dengan terpaksa, Kenan pun berjalan lalu mendudukkan bokongnya di sebelah sang sekertaris. "ini udah, mau ngapain!?" ketus Kenan sambil menatap tidak suka ke arah Chelsea.
"iih... pak boss jutek banget sih! huwaa..." Chelsea menjerit tidak jelas membuat sebagian mata menatap ke arah mereka berdua. Kenan terkejut setengah mati! sekertaris nya ini memang sangat pintar membuat kekacauan. dengan segera Kenan pun menyumpal mulut Chelsea dengan telapak tangannya sambil berbisik langsung ke arah telinganya.
"diem atau saya cium kamu di sini!" ancam Kenan yg sontak mendapat jawaban aneh dari sang sekertaris.
"mmbphmhfh.." Kenan berdecak kesal saat mendengar celotehan tidak jelas dari mulut Chelsea yg tersumpal oleh telapak tangannya. ia melepas telapak tangannya lalu menatap ke arah Chelsea dengan tatapan tajam.
"iih, kok ngancem nya romantis sih!?"
Kenan terbelalak, ia tidak pernah berpikir jika jawaban dari Chelsea akan membuat kedua matanya membulat sempurna.
dari mana si Chelsea tahu tentang 'romantis'? kan ni anak udah menjomblo bertahun-tahun!? jangan-jangan...
"pak boss!" nada suara Chelsea berubah sendu bahkan bisa di bilang sangat menyedihkan.
"hmm..." jawab Kenan malas dengan tingkah dari sekertarisnya ini
"saya mau curhat!" kata Chelsea lalu mengerucutkan bibirnya yg terlihat begitu menggoda.
"curhat apa, hm!?" merasa mulai bosan, Kenan pun bertanya asal-asalan pada sang sekertaris yg kini tengah mabuk akibat wine yg baru saja dirinya minum.
"saya di paksa cepet nikah sama mama saya! hiks... kalau gak cepet-cepet, nanti saya di jodohin Pak! kan gak elit. hiks... hiks..." rengekan menggelikan dari Chelsea langsung membuat kedua mata Kenan terbelalak lagi untuk kesekian kalinya.
"seriusan kamu!?" tanya Kenan yg merasa obrolan ini terasa semakin seru.
"he'em. saya gak mau, Pak Boss!! huwaa!!!" kembali, Chelsea kembali merengek namun kali ini nada rengekannya terdengar pelan.
"kasian! makanya cepet cari jodoh, Chel!"
"gimana mau nyari jodoh, Pak boss aja gak ngijinin saya buat minta libur!" ketus Chelsea sambil menatap horor pada boss-nya.
aduh...
kalo di terusin, bisa makin bahaya ini!
Kenan beranjak dari posisi duduknya lalu mulai berdiri di hadapan sang sekertaris yg menatapnya dengan tatapan kebingungan. Kenan mulai mencondongkan tubuhnya lalu mulai mengangkat tubuh sang sekertaris dengan kedua tangannya.
"ih, pak boss mau ngapain? lepasin saya!" rengek Chelsea saat Kenan sudah membawanya untuk segera keluar dari ruangan pesta tersebut.
"diem kamu! atau saya tinggalin kamu sendirian disini biar kamu bisa di gangguin sama laki-laki tua mesum yg tergoda sama kamu!" cerocos Kenan sambil terus berjalan keluar dari ruang pesta tersebut. ia tak mempedulikan sahutan-sahutan dari belakangnya yg mencoba menanyai dirinya. Kenan malah terus saja berjalan keluar hingga akhirnya mereka pun sampai di parkiran hotel tempat dimana mobil mewahnya di parkirkan.
Chelsea terus merengek tidak jelas saat masih berada di pangkuan Kenan. namun Kenan tidak mau mempedulikan itu! ia malah langsung saja memasukkan tubuh chelsea ke dalam mobil dan mendudukkannya di bagian kursi depan di samping kursi kemudi.
"boss mau bawa saya kemana??? pesta perjamuannya belum selesai tauuu!!!" rengek Chelsea yg membuat kepala Kenan pusing.
"stt... duduk yg manis ya!? bentar, saya juga mau masuk ke dalem. ok!? jangan berulah lagi!"
Kenan mengitari mobilnya lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian kursi kemudi. ia menatap ke arah sang sekertaris yg tengah menampilkan wajah cemberut namun sedikit menggemaskan.
"Pak Boss!!"
"hmmm..."
"saya gak mau di jodohin, hiks..."
"iya, saya tahu!"
"pak boss gak pernah tahu isi hati saya ini bagaimana!? hiks..."
"ya, kalo itu emang saya gak tahu!"
"huwaaa... Pak Boss!! saya mau kabur aja ahh!!!"
"aduh! udah dong Chelsea! kamu tuh dari tadi nangis gak jelas mulu! pusing tahu kepala saya ini!" bentak Kenan yg langsung membuat Chelsea terdiam sejenak kemudian,
"huwaaa.... Pak Boss jahat!!! hiks... hiks..." tangis sekaligus rengekan Chelsea makin menggelegar hingga dengan refleks, Kenan pun menutup kedua telinganya menggunakan kedua telapak tangannya.
"diem dong, ya ampun!!!"
"huwaaa...." teriakan Kenan tak di dengar oleh Chelsea, malah yg ada wanita itu yg makin menaikan volume tangisan nya.
Kenan makin pusing, ia pun berinisiatif untuk melakukan hal gila ini! walaupun sudah sangat lama Kenan ingin melakukan tindakan ini, namun ia urungkan karena mengingat status hubungan dirinya dan Chelsea hanyalah sebatas atasan dan bawahan.
Kenan beranjak dari duduknya lalu mendekat ke arah Chelsea yg masih setia dengan rengekan dan tangisan yg menurutnya memusingkan!
cup.
*hayooo... apa yg Kenan lakuin!?
To be continue...
Like sama Komen nya dong!!
jangan pelit-pelit!