21++
Hanya cerita fiksi tidak suka skip!
Hidup bergelimang harta dan apa pun yang di inginkan bisa didapatkan, membuat Jane gadis cantik berusia 20 tahun begitu frustasi, setelah kepergian kedua orang tuanya yang membuat hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, saat semua harta peninggalan kedua orang tuanya di sita oleh pihak bank.
Hingga akhirnya Jane yang tinggal bersama sang bibi, memilih cara cepat mendapatkan uang untuk membiayai kehidupan mewahnya, dengan cara memuaskan pria hidung belang.
Dan pada suatu malam ada pria misterius yang menyewa jasa Jane dengan tujuan lain, dan mengurung Jane untuk membalas dendam.
Siapakah pria misterius tersebut?
Apakah balas dendamnya dapat terwujud?
Penasaran? Cus langsung di baca, happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suamimu?
Jena yang sudah beranjak dari tidurnya menoleh ke arah sebelah kiri dan langsung menutup mulutnya dengan satu tangan, dan tangan yang satunya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya saat tahu bukanlah Zain yang ada di sampingnya melainkan Jona yaang sedang mengukir senyum dari ke dua sudut bibirnya.
"Jona!" teriak Jane sambil mendorong tubuh Jona yang terus tersenyum ke arah nya.
"Kenapa? Apa milik Zain mu tidak berdiri tegak dan tidak bisa menyodok?"
"Apa maksudmu?" tanya Jane balik dan mengerutkan keningnya, mendengar pertanyaan Jona.
"Tadi kamu bilang, sejak kapan milikmu bisa berdiri Zain," ujar Jona menirukan perkataan Jane.
"Apa aku berkata seperti itu?" tanya Jane yang tidak sama sekali mengingat apa yang telah di ucapkan nya, dan Jona langsung menganggukkan kepalanya.
"Apa kamu ingin merasakan di sodok itu rasanya bagaimana?"
Bukannya menjawab Jane malah melempar bantal ke arah Jona dan tepat mengenai wajahnya.
"Jangan macam-macam,"
"Nanti mobil baru milikku aku berikan untukmu bagaimana?"
"Mobil?" tanya Jane balik saat mendengar apa yang di katakan oleh Jona, dan langsung mengukir senyum ke arah Jona dan mendekatinya.
Namun Jona langsung mendorong kening Jane menggunakan jari telunjuk nya. "Dasar matre, sudah sana mandi, jangan berfikir yang tidak-tidak," ujar Jona yang langsung turun dari tempat tidur.
"Mau ke mana kamu?"
"Turun ke bawah membuat sarapan, cepat sana mandi, aku tunggu di bawah,"
"Katanya mau nyodok, ayo lah aku sudah siap,"
"Aku tidak siap,"
"Takut mobilmu, jadi milikku?" tanya Jane tapi tidak di hiraukan oleh Jona yang langsung keluar dari kamar Jane. "Menyebalkan, tadi mau sekarang tidak, memang dasar bunglon, kan aku sudah siap melepas ke– Jane langsung menutup mulutnya dan tidak jadi meneruskan perkataannya. "Ah aku tidak mau di sodok, kasihan nanti calon suamiku kalau dapat bekas, apa lagi punya Jona besar dan panjang, nanti milikku longgar kasihan suami ku," ujar Jane mengingat lagi saat tadi memegang junior Jona, junior nya sangat besar dan panjang, lalu Jane turun dari tempat tidur dan melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.
Jona mengatur nafasnya saat sudah berada di luar pintu kamar Jane, lalu meraup wajahnya dengan kasar, bisa bisanya dirinya mengatakan hal tidak senonoh pada Jane, yang seharusnya dirinya jaga.
Jane yang baru turun dari kamarnya langsung menuju dapur menghampiri Jona yang masih sibuk menyiapkan sarapan di dapur. "kenapa tidak menyuruh asisten rumah tangga saja," ujar Jane saat sudah mendekati Jona.
"Di rumah ini tidak ada siapa pun selain aku, kamu dan juga Tom," sambung Jona, karena memang dirinya sengaja untuk tidak mempekerjakan asisten rumah tangga, agar tidak ada satu pun orang tahu jika rumah yang di tempati berpenghuni, mengingat kembali rumah yang di tempati jauh dari pemukiman, dan tempat yang paling aman untuk bersembunyi dari para musuh yang sedang mengintai dirinya dan juga Jane.
"Oh begitu, apa nasi goreng nya sudah matang, aku sudah sangat lapar,"
"Sebentar lagi matang, kamu tunggu saja di meja makan,"
"Oke jangan lama-lama," ucap Jane lalu meninggalkan Jona yang langsung menelan ludahnya sendiri saat melihat pakaian yang Jane kenakan, bagaimana dirinya tidak menelan ludahnya sendiri saat Jane hanya menggunakan hotpants yang sangat minim dan juga tank top dengan tali yang di ikat ke belakang lehernya, dan memperlihatkan punggung mulusnya yang terpampang nyata.
"Om Jack maafkan aku jika suatu saat aku khilaf," gumam Jona lalu kembali fokus pada telfon yang ada di hadapannya.
Jane terus menyantap makanan yang ada di hadapan nya setelah sebelumnya Jona yang sudah selesai membuat sarapan menaruh sepiring nasi goreng di hadapan Jane, dan Jane tidak menyadari jika Jona terus menatapnya. "Jane," panggil Jona, dan Jane yang duduk tepat di hadapan nya langsung menatap ke arah Jona dengan mulut yang masih mengunyah. "Apa kamu dan Zain anak Albert, memiliki hubungan?"
"Tentu," jawab singkat Jane dan kembali menyendok makanan yang ada di hadapannya.
"Sedekat apa?"
"Kami biasa tidur bersama mandi bersama dan selalu bersama ke mana pun,"
Mendengar ucapan Jane, Jona langsung menautkan alisnya. "Berarti kalian–
"Jangan bilang kalau aku pacaran, tentu saja tidak," sambung Jane memotong perkataan Jona.
Dan entah mengapa Jona begitu senang dengan apa yang di katakan oleh Jane. "Tapi kamu bilang suka mandi dan tidur bersama,"
"Iya aku melakukan itu karena burung miliknya tidak bisa berdiri jadi aman terkendali," ceplos Jane tanpa sadar sudah menjatuhkan harga diri Zain sebagai seorang pria di hadapan Jona, dan seketika Jona langsung menahan tawanya. "Makannya hilangkan balas dendam kamu terutama pada Zain, dia sangat baik padaku, dan dia juga sama seperti aku tidak tahu apa-apa,"
Dan Jona pun tidak menanggapi perkataan Jane, dan dirinya langsung melahap makanan yang ada di hadapannya. "Jane," panggil Jona setelah selesai menyantap sarapannya.
"Apa lagi?"
"Bisa tidak pakaianmu lebih tertutup,"
"Memangnya kenapa, setiap hari aku juga berpakaian seperti ini, aku tidak sedang merayu, jangan berpikir aku minta di tusuk, karena aku sudah memutuskan untuk di tusuk oleh suamiku saat sudah menikah nanti,"
"Kalau begitu aku boleh tidak jadi suamimu?"
Bersambung....................
juminten jgn jual mahal donk... katanya mau suntik2an... biar tau rasanya... sekali tau nanti jad ketagihan 😂 🤣 🤣 🤣