NovelToon NovelToon
Topan & Cahaya

Topan & Cahaya

Status: tamat
Genre:Patahhati / Badboy / Teen / Action / Romantis / Tamat
Popularitas:328.4k
Nilai: 5
Nama Author: patrickgansuwu

Cahaya adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang memiliki masalah keluarga cukup besar, ia harus kehilangan ibunya lantaran sakit jantung saat mengetahui suami alias ayah Cahaya ternyata sudah menikah lagi dengan seorang wanita muda berumur 20 tahun bernama Calissa.

Cahaya sangat terpukul atas kepergian ibunya, gadis tomboy itu jadi lebih liar dan jarang berada di rumah.

Sedangkan Topan adalah seorang pria berusia 21 tahun yang saat ini sedang berkuliah, Topan merupakan anak dari keluarga ternama dan kaya raya maka dari itu ia memiliki hobi mewah yakni balapan mobil bahkan Topan mempunyai geng mobil namanya ‘Spider’.

Suatu hari Topan diputusin sama pacarnya yang bernama Bella, ia pun sempat patah hati dan temannya menyarankan ia untuk memakai aplikasi penjemput jodoh yang lagi viral.

Topan menggunakan nama samaran Badai dan akhirnya bertemu dengan seorang wanita dari aplikasi itu yang bernama Senja alias Cahaya yang juga memakai aplikasi tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Cie cie

...HALO GUYS!...

...WELCOME TO MY NEW STORY!...

..."TOPAN & CAHAYA"...

...~~~...

#TOPAN&CAHAYA EPS. 20

...•...

...•...

Cahaya bersama Topan memasuki sekolah itu secara beriringan, gadis tersebut tampak masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Bagaimana mungkin Topan bisa membuat satpam di sekolah itu mau membuka pintu pagar untuknya, memangnya siapa Topan ini sebenarnya. Ya kira-kira seperti itulah yang ada di dalam benak Cahaya saat ini mengenai Topan alias pria disampingnya tersebut.

Cahaya terus-menerus menatap wajah Topan dengan tatapan penasaran, namun ketika pria itu menoleh ke arahnya dengan cepat Cahaya memalingkan wajahnya ke arah lain agar Topan tidak merasa geer karena dipandangi olehnya. Namun, tentu terlambat karena sebenarnya Topan memang sudah mengetahui jika Cahaya memandanginya.

"Cie.. cie... udah mulai pandang-pandang muka gue, jangan-jangan mulai suka juga ya? Aduh emang wajar sih secara muka gue kan ganteng!" ujar Topan senyum-senyum menyindir Cahaya.

"Dih siapa yang pandangin lu? Gausah kegeeran deh jadi cowok, dasar cowok nyebelin! Kenapa coba tadi pak satpam mau bukain pintu buat kita? Emangnya lu itu siapa sih??" ujar Cahaya.

"Acie, cieee... asik banget ada yang udah mulai penasaran nih sama gue, ternyata bener semua cewek itu bakalan klepek-klepek sama gue! Buktinya lu dalam beberapa jam aja langsung kepo dan pengen banyak tau tentang gue! Ngaku aja Cahaya, lu suka kan sama gue?" ujar Topan.

"Ngaco! Gue tuh cuma bingung aja, gak mungkin pak Adi bakal bukain pintu gerbang kalo lu bukan orang penting di sekolah ini..." ucap Cahaya tanpa menatap wajah pria disampingnya.

"Ya nanti lu juga bakal tau, tenang aja! Untuk sekarang ditahan dulu ya rasa kepo lu itu, nanti setelah kita jadian baru deh gue kasih tau semuanya ke lu tanpa ada yang terlewat sedikitpun!" ujar Topan tersenyum menatap wajah Cahaya.

"Huweekkk... najis banget gue jadian sama cowok nyebelin kayak lu! Mendingan gue jomblo seumur hidup daripada harus jadian sama lu, denger ya kucing aja ogah kali punya pacar kayak lu apalagi manusia! Jadi cowok kok kepedean banget!" ujar Cahaya kesal.

"Hahaha, sekarang boleh lu bilang gitu Aya! Tapi, paling gak lama lagi lu bakal kesemsem sama gue! Secara gue kan orang kaya dan ganteng, emangnya lu udah miskin gak tau diri lagi!" ujar Topan.

"Ish lu bener-bener ya! Dasar nyebelin!" ujar Cahaya.

"Biarin gue nyebelin yang penting gak miskin kayak lu, hahahaha..." ujar Topan tertawa terbahak-bahak ia tampak sangat puas meledek Cahaya.

Kali ini Cahaya sudah kehabisan kesabaran, ia memilih diam karena malas lanjut berdebat dengan pria seperti Topan yang tidak akan pernah ada habisnya jika ia terus ladeni.

"Sabar, Cahaya! Sabar!" batin Cahaya menghela nafasnya.

Melihat Cahaya tengah menahan emosinya, itu membuat Topan terkekeh geli karena ekspresi Cahaya benar-benar menggemaskan baginya.

Cahaya kini telah sampai di meja piket, para guru yang berjaga disana langsung berdiri hendak mengomel atau memarahi Cahaya karena datang terlambat.

"Cahaya, kenapa kamu bisa masuk? Bukannya sekolah sekarang udah nerapin tutup gerbang setelah lewat 10 menit dari bel? Masuk darimana kamu ha? Apa jangan-jangan kamu ngendap ngendap kayak maling??" ujar guru piket perempuan sebut saja namanya Bu Widi.

"Eee enggak bu, tadi pak Adi sendiri yang bukain kok!" jawab Cahaya pelan.

"Bohong! Mana mungkin Adi begitu? Ini mah udah pasti kamu loncat tembok kan buat masuk sini, ngaku aja Cahaya! Dasar murid bandel, gak habis-habis loh kamu bikin masalah disini!" ujar Bu Widi dengan nada tinggi.

Cahaya pun hanya bisa tertunduk diam karena tidak tau harus mengatakan apa lagi, ia padahal tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh guru piket itu karena memang benar pak Adi sendiri yang membukakan pintu gerbang untuknya tadi.

"Sudah, sekarang kamu saya hukum berdiri di tengah lapangan hormat bendera sampai jam istirahat! Jangan berhenti sebelum waktu hukuman kamu selesai, saya juga akan buatkan surat panggilan untuk orang tua kamu!" ujar Bu Widi.

"Duh, mana mungkin papa mau datang kesini?" batin Cahaya panik menggaruk-garuk kepalanya.

Bu Diwi pun mulai menulis nama Cahaya ke dalam buku para murid yang bermasalah, ini sudah kesekian kalinya memang nama Cahaya masuk ke buku tersebut. Cahaya hanya bisa pasrah melihat namanya ditulis oleh Bu Widi.

"Kenapa masih disini? Sana pergi!" bentak bu Widi.

"Iya bu," ucap Cahaya singkat dan pelan.

Cahaya pun berjalan menuju lapangan upacara untuk menjalani hukuman dari Bu Widi, ia tampak kesal karena ujung-ujungnya kena hukuman juga.

"Tunggu!"

Tiba-tiba suara teriakan seorang pria menghentikan langkah kaki Cahaya, para guru di meja piket juga terkejut lalu melihat ke asal suara termasuk Cahaya yang juga penasaran. Rupanya itu adalah Topan yang menyusul kesana setelah tadi ia pergi dulu ke toilet dan harus berpisah dengan Cahaya.

"Jangan hukum dia, Bu Widi! Dia itu telat gara-gara saya, jadi biarkan dia masuk kelas ya Bu!" ucap Topan menghampiri guru piket itu di mejanya.

Sontak wajah Bu Widi yang tadinya galak langsung berubah 180 derajat menjadi seperti orang ketakutan, ia pun mengangguk pelan mengiyakan perkataan Topan. Sementara Cahaya lagi-lagi dibuat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

"Topan itu siapa sih? Kok bisa Bu Widi yang terkenal galak jadi nurut gitu sama dia?" batin Cahaya terheran-heran dengan identitas Topan.

Pria itu kini memandang wajah Cahaya sambil tersenyum dan menaik-turunkan alisnya seperti menyombongkan diri kepada gadis itu.

Akhirnya Topan mengantar Cahaya sampai ke depan kelasnya, ia takut kalau nantinya Cahaya akan diusir oleh guru yang sedang mengajar karena gadis itu terlambat datang ke kelas. Walaupun Cahaya sudah berkali-kali meminta Topan pergi dari sana, namun Topan tetap kekeuh mengantar dirinya.

"Lu tuh ngapain sih pake ikut naik segala? Mau balik belajar ke SMA lagi?" ujar Cahaya.

"Ya boleh deh, asalkan belajarnya sama lu mah oke-oke aja malah gue suka!" ucap Topan nyegir.

"Idih cowok gak jelas!" cibir Cahaya.

"Gausah digituin kali bibirnya, nanti kalo gue tergoda kan repot!" ujar Topan memandangi bibir Cahaya dengan tatapan mesum miliknya.

Sontak Cahaya langsung reflek menutupi mulutnya agar tak lagi dipandangi oleh Topan.

Dukk...

Bahkan Cahaya juga menginjak kaki pria tersebut dengan kencang sebagai tanda emosinya.

"Awh, sakit tau!" ujar Topan geram memegangi kakinya yang terasa sakit lagi.

"Sukurin! Suruh siapa kayak gitu?" ujar Cahaya malah menyukuri Topan lalu berjalan meninggalkan pria itu pergi menuju kelasnya.

"Woi! Tunggu!" teriak Topan.

Topan pun berusaha mengejar Cahaya yang sudah berjalan lebih dulu darinya, ia berlari walau kakinya masih terasa sakit akibat dua kali diinjak oleh Cahaya.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
falea sezi
cahaya aja bodoh di seriusin g mau jd perasaan tua dah lu
Qaisaa Nazarudin
Wo katanya setia sama topan, ternyata udah gak ory..
Qaisaa Nazarudin
Dih outhor suka sewot..suka2 riders lah mau nanya apa..🤣🤣😜
Qaisaa Nazarudin
Asal jangan jadi TEH CELUP aku langsung angkat dahi,Eh angkat kaki maksudnya..hee
Qaisaa Nazarudin
Cantik Cahaya,Visual sesuai umur mantap thor..
Aku mampir ya..
pat_pat: cntik sesuai yg buat😋mksh ya dh mmpir
total 1 replies
Wulan Dari Ulan
kak apA cinta arkana sudah tamat kak, soalnyA di akhir cerita ada selesai nya kak?? 🙏🙏
pat_pat: iya betul kak, itu ga sepanjang ini😁
total 1 replies
Wulan Dari Ulan
kak koq belom juga update arkana kak??
pat_pat: sudah rilis ya kak Arkana nya, dgn judul "Cinta Arkana" dan nama author "Patrick ajah"🤗❤️
total 2 replies
Wulan Dari Ulan
kapan arkana sambungan topan dan cahaya rilis kak??
Wulan Dari Ulan: sudah rilis arkananya kak??
total 4 replies
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Dina A Noor
kkok mau aja si cahaya Di tindas sm si calissa Lawan apa. tomboy tapi penakut
pat_pat: ga takut dong, dia cm takut sm bokapnya😁
total 1 replies
Fransiska Siba
kalau aku jadi Topan juga begitu, mau ngapain bertahan sama Cahaya kalau tdk ada niat utk nikah
pat_pat: iya mending cabut ke Korea
total 1 replies
Sweet chicie💞
setelah sekian lama hiatus pas online mampir ternyata sudah end 😇
pat_pat: iya dong kak
total 1 replies
Teguh wira admaja
thor buat cahaya jd gadis yg kuat dan mandiri dan berhasil dengan usaha sendiri
biar papa nya nyesel dan mengabaikan anak nya
aku gemes banget klo soal selingkuh
pat_pat: dia kuat kok🥰
total 1 replies
Rahma AR
🥰
Fenti
Mantap 👍👍
Fenti
semangat kak, Mentari mampir 😊
Fenti
sukses thor 🔥🔥
Lenkzher Thea
Lanjut dan sukses👍👍
Fenti
💕💕💕💕
Lee
Tante Calissa msih hdup aja gk bosan gangguin hdup cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!