NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Terpaksa Menikahi Bos Kejam (Forced To Marry A Cruel Boss)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:969.3k
Nilai: 5
Nama Author: kenniken

Revisi ulang cerita semua bab/episode !!

Seorang gadis yang terpaksa di jual oleh kekasihnya kepada Ceo Besar tanpa sepengetahuan dirinya, bahkan dirinya tidak mengetahui apa yang sebenar nya terjadi, Siapa sangkah dirinya harus menerima semua perlakuan yang di berikan kepadanya.

Namun sebuah penderitaan yang di berikan kepadanya, bisa terbalaskan dengan sebuah perasaan.

bagaimana kisah selanjutnya kalian bisa langsung baca saja ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenniken, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nikah Dadakan

"tuan.. orang yang anda minta sudah datang" Ardan melihat kearah Romi dan gadis itu.

"hemm baiklah!"

"Selamat siang Tn, Tn meminta saya datang kemari untuk membicarakan baju pernikahan anda Tn!" Ucap gadis itu kepada Ardan.

"baiklah... kamu tunjukan baju yang cocok untuk gadis yang di sebelah saya!" ucap Ardan seraya menunjuk kearah Arin, gadis itu tersenyum seraya menganggukan kepalanya.

"baik Tn, mari Nona ikutlah dengan saya, anda bisa memilih gaun yang cocok untuk anda!" Ucap gadis itu kepada Arin yang masih diam mematung disana.

Arin menatap Ardan sekilas Ardan yang tau Arin menatapnya segera menyuruhnya ikut bersama orang itu

"kenapa masih diam, pergilah." ucap Ardan kepada Arin, Arin segera berlalu menuju ruangan untuk emncari gaun yang harus dia kenakan.

Sebelum Arin benar benar pergi Ardan berkata.

"saat kau sudah menentukan gaun yang mana cocok untuk mu, tunjukan kepadaku nanti!" Ucap Ardan yang kini kembali pokus menatap layar laptopnya.

Arin tidak menyahuti perkataan Ardan dan kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan dimana wanita penata busana itu berada.

***

"silahkan masuk Nona! Tn Ardan sudah menyiapkan beberapa gaun yang harus anda pilih nanti, yang cocok untuk anda Nona." ucap tata busana itu kepada Arin.

yang kini menatap ke tiga gaun yang sudah berada di hadapannya.

"apa aku harus mencoba ketiga tiganya?" Tanya kepada wanita itu.

"anda bisa mencobanya Nona." Ucap Wanita itu seraya memberikan gaun itu satu persatu kepada Arin

Arin menerima gaun gaun itu dan segera beranjak menuju ruang seraya mengganti pakaiannya menggunakan gaun yang pertama.

Deg...

Arin sektika membulatkan kedua matanya menatap apa yang kini dirinya lihat.

"apa ini tidak terlalu berlebihan?" gumam Arin yang kini menatap bagian dadanya yang terlalu terbuka.

"ahh tidak tidak.. mana mungkin aku menggunakan gaun ini!" Timpalnya lagi.

saat Arin ingin melepas kembali gaun itu, tiba tiba terdengan suara seseorang yang memanggilnya.

"Nona, apa kau sudah selesai? Tn memintamu untuk segera menunjukannya." ucap wanita itu kepada Arin yang masih berada di dalam kamar ganti.

"Eng... iya aku akan segera keluar" ucap Arin dari dalam sana, Arin menatap kemabali dirinya yang terpampang di cermin.

dan membuang napasnya dengan kasar, Arin segera keluar dari dalam sana dan menuju dimana Ardan berada.

Cklek...

sret...

suara pintu terbuka Arin keluar dari dalam kamar tersebut dengan menggunakan gaun pertama.

Ardan yang mendengarkan suara langkah kaki kini mendongakan kepalanya dan menatap kearah suara tersebut.

Ardan menatap Arin dengan tatapan sedikit memicingkan matanya.

"eng.. ganti!" Ucap Ardan kepada Arin yang kini berada di hadapannya.

"eh?" Arin seketika membalas tatapan Ardan kepadanya mendengar apa perkataan dari peria itu.

"saya bilang ganti.. kamu mau pakaian begitu hh, itu terlalu terbuka ganti!!" Ucap Ardan kepada Arin seraya menatap gadis itu dari ujung kepala hingga kaki.

"Eng.. baiklah" Arin segera berlalu pergi menuju ruang ganti, tak lama Arin kini kembali keluar dengan gaun yang kedua.

Ardan yang masih setia menunggu Arin mengganti pakaian kini menatap kedatangan gadis itu untuk kedua kalinya.

Ardan menatap Arin yang baru saja keluar dari sana segera menyuruhnya untuk mengganti pakaiannya lagi.

Arin seketika megerutkan alisnya dan menatap peria itu dengan tatapan kesal.

"tapi mas belum lihat?" Ucap Arin yang masih berdiri di ambang pintu.

"saya bilang ganti ya ganti Arin" ucap Ardan lagi tidak peduli dengan Arin yang sudah mulai terlihat kesal.

BAMMM...

Arin membanting sedikit pintu itu dan kembali masuk untuk mengganti gaun yang ketiga.

"ck.. jika dia menyuruh ku menganti pakaian lagi, sungguh aku tidak akan menurutinya" gerutu Arin dan kini kembali keluar dari sana.

tak.. tak..

suara langkah kaki, Ardan seketika mengalihkan pandangannya menatap Arin yang baru saja keluar dari dalam sana.

"eng...." belum sempat Ardan bersuara tiba tiba Arin menyela perkataan Ardan.

"kalau mas Ardan suruh Arin ganti lagi, mas Ardan aja kalau gitu yang pilih bajunya, ribet tau gak mas" ucap Arin yang sudah mulai kesal kepada Ardan.

"saya mau bilang, gaun itu cocok untuk kamu... sudah yang itu saja tidak terlalu terbuka dan tidak juga terlalu tertutup" ujar Ardan seraya beranjak dari tempat duduknya.

"eh.. mas mau ngapain?" Tanya Arin seketika memundurkan langkahnya seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"kenapa? Saya cuma mau ambil sesuatu di ruangan saya!" jawab Ardan seraya menatap Arin dengan tangan yang masih menyilang di depan dadanya.

"Oh.. baiklah" sahut Arin yang kini mengubah posisinya.

"ini, saya ambil gaun yang ini saja!" ucap Ardan seraya mengeluarkan kartu pembayaran.

"baik Tn." sahut wanita itu seraya mengambil kartu itu dan segera melakukan transaksi pembayaran.

"Ini Tn kartunya, saya permisi dulu kalau begitu." Ucap wanita seraya berlalu.

Ardan menganggukan kepalanya dan kini beralih menatap Arin yang masih berada disana dengan gaun yang dia kenakan, Ardan beranjak menghampiri Arin dan menatap lekat gadis itu.

"mm mas Ardan kenapa?" Tanya Arin bingung dengan tatapan Ardan.

"bersiaplah, nanti sepulang saya dari kantor kita akan melakukan pernikahan." ucap Ardan yang kini beranjak keluar dari ruangannya.

"APA? menikah? Hari ini? Kok mendadak sih Mas?" Ucapa Arin dengan wajah kaget.

"Lebih cepat lebih baik!" Sahut Ardan sedikit berteriak dari luar ruangannya.

Arin menghentakan kakinya dan mendengus kesal dengan perkataan Ardan.

"ck" gumam Arin yang kini menatap jauh kepergian Ardan dari ruangannya.

***

pukul 11.00

kini Arin dan Ardan telah berangkat menuju sebuah gereja, di sepangjang perjalanan Arin hanya terlihat diam dan tidak berbicara sedikit pun, Ardan yang berada di samping Arin kini beralih menatap gadis itu.

Tak lama kini mereka telah tiba, Ardan beranjak keluar dari dalam mobil dan di ikuti Arin di belakangnya.

"kita masuk sekarang!" Ucap Ardan yang kini berjalan mendahului, Arin menatap kosong gereja tersebut dan seraya menarik napasnya berat.

Arin segera beranjak mengikuti Ardan yang kini sudah masuk terlebih dahulu, saat dirinya sudah berada di ambang pintu Arin seketika tersentak kaget.

disana sudah ada beberapa orang yang telah di siapkan Ardan, Arin segera menghampiri Ardan dan kini berdiri di sampingnya.

"mas? Mereka semua siapa?" Tanya Arin penasaran denga orang orang yang berada di sana.

"orang orang yang ku bayar untuk menjadi saksi kita" ucap Ardan. Arin yang mendengar perkataan Ardan seketika bergumam.

Tak lama kini pendeta memulai acara untuk pernikahan mereka, pendeta segera membacakan beberapa ikrar untuk mereka berdua, dan diikuti oleh mereka berdua.

saat ikrar itu telah selesai pendeta tersebut seketika berkata

"Baiklah kalian sekarang sudah resmi menjadi pasangan suami istri!"

untuk mereka berdua, tanpa sadar sesuatu mengalir di kedua bola mata Arin dan jatuh membasahi pipihnya.

Arin menangis dalam diam mendapati kini dirinya telah resmi menjadi istri dari peria yang ia benci.

Ardan yang mengetahui Arin menangis hanya menatapnya tanpa bersuara.

1
Neneng cinta
syukurlah ketauan kejahatan Nadia....
Neneng cinta
ky nya Denny naksir Arin...Arin..Arin....Ardan bs marah tuh kamu ga blg kamu istrinya😁
Neneng cinta
untung Arin ketemu Liam...kynya org baik....
Neneng cinta
msh nyimak....
Fe
arin kayanya sama siapa aja mau ya 🤣🤣
Fe
iya betul kurang apa ya? udah dijual, ditampar, tapi happy2 aja, jadi aneh, ke ardan nya kaya temen biasa aja
Sofi Ata
tamat
Rierudi Laras
Ya kau sudah jatuh cinta Tuan Ardan
Yulianti
lanjutinn donkk😑😑😑
💜✓: maaf kak, thor lagi lanjutin cerita yang satunya ( menikahi pria masa kecilku) jadi cerita ini ketunda dulu
total 1 replies
💜✓
𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑠𝑡𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑖𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑔𝑘 𝑢𝑝, 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑘𝑙𝑜 𝑐𝑒𝑟𝑖𝑡𝑛𝑦𝑎 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛, 𝑎𝑢𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑢 𝑏𝑖𝑘𝑖𝑛 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑏𝑟𝑢, 𝑦𝑔 𝑖𝑛𝑖 𝑔𝑎𝑘 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑛𝑗𝑢𝑡𝑖𝑛 𝑙𝑎𝑔𝑖, 𝑗𝑑𝑖 𝑏𝑘𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑎𝑚𝑏𝑖𝑙 𝑒𝑛𝑑 𝑦𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑚𝑎 𝑎𝑗𝑎, 𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑠𝑘𝑟𝑛𝑔 𝑡ℎ𝑜𝑟 𝑙𝑔𝑖 𝑓𝑘𝑢𝑠 𝑘𝑒 𝑐𝑟𝑖𝑡𝑎 ( 𝐺𝑎𝑖𝑟𝑎ℎ 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖 𝑃𝑟𝑒𝑠𝑑𝑖𝑟 ) 𝑘𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑜𝑙𝑒ℎ 𝑐𝑒𝑘 𝑝𝑝 𝑛𝑦𝑎, 𝑡ℎ𝑛𝑘 𝑈
💜✓
mf ya, s2 ny gk thor lnjutin lgi, thor lgi fkos ke crita yg stunya " Beautiful Boy ( Menikahi Dosen Cantiku ) " mf klok critanya hrus trtunda!
siti salamah
u
uu
siti salamah
u. u. 7..7.
siti salamah
. 7.u..muu..+7.7....u.7.6.u..7.
siti salamah
... 7u..
Evelyn
akhirnya up juga setelah sekian lamanya
Herlina Lina
masih menyimak.. dan agak aneh aja udah di tampar 2kali tp setelah nya kayak ga terjadi apa" dan cara bicara nya pun ambigu.. tp entahlah mungkin hanya perasaan ku saja.. MC ny lemah mudah di tindas.. maaf thor bukan tidak menghargai🙏udah baca sampe bab ini belum dapet feell nya maaf kalo ga baca sampe selesai
Greentea
dia dah punya suami yah Ferdi, jngn berharap lebih 😌
Yunita Sinaga
pasti org tua arin
Yunita Sinaga
apa jangan jangan org Tua nya si arin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!