Novel ini mendapat JUARA HARAPAN LOMBA YOU ARE A WRITER SEASON 6
Terima kasih atas dukungannya.
_
_
Blurb :
Akibat kesalahpahaman, Xena Fathari memilih bercerai dengan suaminya yang bernama Evan Dimitri. Gadis itu meninggalkan tanah kelahirannya dengan membawa luka hati. Bagaimana tidak? seorang wanita datang dan mengaku mengandung anak Evan. Hingga saat kembali, Xena tidak bisa menghindari pertemuannya dengan pria itu lagi.
Karena sebuah situasi, Xena terpaksa mengungkit keinginan Evan satu tahun lalu yang memintanya menjadi istri selama 40 hari.
Kini semua terbalik, Xena yang meminta Evan menjadi suaminya selama 40 hari. Akankah Evan bersedia menerima tawaran Xena?
cover by Tiadesign_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Xena sengaja tertawa mencibir dan menurunkan pundaknya seolah ucapan Evan barusan adalah sebuah lelucon yang patut ditertawakan. Ia menggelengkan kepala dan memilih menatap ke arah pintu dari pada memandang Evan.
“Kamu terlalu gede rasa, aku ke sini bukan untuk meminta Pak Rudi mengusahakan kita rujuk atau apa, aku ingin memintanya mengurus perceraian kita lagi, tapi melihat kamu di sini sepertinya aku tahu apa yang terjadi satu tahun lalu, kamu pasti menyuapnya, iya kan? aku akan mencari pengacara lain untuk mengurus perceraian kita,” cerocos Xena.
“Bisa tidak kamu berkata seperti itu sambil menatapku? Jika kamu terus berbicara sambil memalingkan muka, mau tidak mau aku akan berpikir, bahwa kamu tidak mau memandang wajahku karena takut jatuh cinta lebih dalam padaku.”
Xena mengembuskan napasnya kasar sambil menolehkan sedikit badan dan melotot ke Evan.
“Berhenti mengatakan soal jatuh cinta, aku membencimu, jika ada satu orang yang bisa aku musnahkan dari muka bumi sekarang juga, itu jelas adalah kamu,” ketus Xena.
Rudi dan asistennya yang hampir membuka pintu untuk menyuguhkan teh pun sampai mengurungkan niat, mendengar perdebatan antara Xena dan Evan di dalam.
Ucapan Xena yang begitu kejam, sejatinya membuat Evan sedikit sakit hati, tapi dia sadar di dunia ini ada satu hal yang memang sulit untuk dimaafkan, yaitu ketidakjujuran. Xena jelas menganggapnya pengkhianat dan pembohong karena masalah Jihan yang dulu mengaku tengah mengandung anaknya.
“Kamu yakin ingin memusnahkan aku dari muka bumi ini? kalau begitu ucapkan selamat tinggal pada mimpimu membangun sekolah grastis untuk anak-anak tidak mampu, juga lepaskan keinginanmu membangun galeri dari tanah yang diberikan oleh istri Pak Prawira.”
Evan tersenyum dengan sudut bibir, wajahnya terlihat begitu angkuh, dan ini lah sosok Evan Dimitri yang Xena kenal - arrogant.
“Kenapa? kenapa aku harus melakukan itu?” Xena masih tidak tahu situasi macam apa yang akan dia hadapi.
“Galeri dan sekolah gratismu itu akan dibiayai dengan dana CSR perusahaan tambang yang pemilik sahamnya hanya lah kami berdua, Pak Prawira dan aku. Apa kamu tidak mengecek atau mencari tahu lebih dulu, apa posisiku di perusahaan tambang itu? saham pak Prawira hanya empat puluh persen, jadi tebak siapa yang lebih berhak mengambil keputusan?”
Xena membeku, dia mencoba mencerna penjelasan Evan meski tiba-tiba otaknya menjadi buntu.
“Apa maksudmu?” tanya Xena ragu.
“Aku tidak akan mau membiayai sekolah dan galerimu. Aku juga akan mengatakan ke Bu Hana kalau kamu pembohong, berkata single padahal kamu jelas-jelas masih istriku.”
Evan berbicara dengan cepat sambil mencondongkan badan, gurat kekesalan jelas terlihat di wajahnya. Hal itu membuat Xena sampai memundurkan bagian atas tubuhnya ke belakang, padahal posisi mereka terhalang sebuah meja kaca yang ukurannya cukup lebar.
“Tidak mau mendengar penjelasanku, pergi ke luar negeri selama satu tahun tanpa izin, memutus komunikasi. Dosamu ke aku itu besar sekali, aku bisa berkata bahwa kamu istri yang durhaka.”
Xena melotot kemudian mengerjab karena kata-kata Evan yang menyebut dirinya durhaka.
“Heh … Evan Demitri, kamu berpacaran dengan perempuan lain saat sudah memiliki istri bahkan menghamilinya, kamu pikir wanita mana yang akan dengan rela diperlakukan seperti itu?” sembur Xena.
“Xen, itu lah gunanya mendengarkan penjelasan orang dan jangan mengambil keputusan saat sedang marah,” ucap Evan.
“Baik lah jika kamu memang menginginkan kita bercerai, urus saja! tapi jangan harap kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan, ucapkan selamat tinggal pada geleri dan sekolah gratismu!"
Evan berdiri dari sofa, meninggalkan Xena begitu saja dan membuka pintu ruangan Rudi. Ia hampir menubruk pengacara itu, yang ternyata sejak tadi masih berdiri seperti patung sambil menguping pembicaraan.
Sementara itu, Xena masih duduk diam mencoba mencerna ancaman Evan.
“Sebenarnya apa yang diinginkan pria itu ya Pak?” tanyanya ke Rudi Tabuti.
“Ibu Xena terlalu pintar apa gimana sih? jelas pak Evan itu tidak mau berpisah dari ibu.”
“Lalu kenapa dia tidak mau berpisah? Apa untungnya menjadi suamiku?” Xena tiba-tiba berlagak bego, menepis pikirannya bahwa Evan mungkin saja sangat mencintainya.
_
_
_
_
_
Like
Komen
Vote dan Hadiahnya buat Xena 🤣🤣🤣
jangan ngembek terus, jadi kayak Zoya kamu.
di nyanyiin sendiri lagi...
jagal JD kayak sapi om...