NovelToon NovelToon
ALAN(A)

ALAN(A)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Mafia / Ketos / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi fatmawati

🔥KARYA KEEMPAT
✔SEDANG DALAM TAHAP REVISI!
✔WAJIB UNTUK MEMBACA MAFIA GIRL VS KETUA OSIS AGAR TIDAK BINGGUNG 😉
😈DIMOHON UNTUK TIDAK MENFOTO COPY! ATAU PLAGIAT! PLIS LAH INI HASIL PEMIKIRAN SAYA😭 KALAU PUNYA OTAK PIKIR SENDIRI!

Badgirl bertemu badboy apa jadi nya?

Sementara disisi lain ketua osis dengan seorang stalker? apa dia di notice atau malah....

Dan disisi lain juga cinta yang tak sengaja dipertemukan

SEASON 2 DARI MAFIA GIRL VS KETUA OSIS

SLOW UPDET!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi fatmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 20

HAPPY READING 🌟

.

.

..."Sedang dalam fase mencintaimu dalam diam."...

...Calista Jasmine....

.

.

.

Kepala gadis itu ia naikkan, menatap datar sekumpupan anak buah Redmoon yang kini tengah berjejer rapi menghadapnya seolah kehadirannya sedari tadi sudah tunggu lama.

"Apa?" Tanya Alana datar. Alana tak bodoh dengan tidak menyiapkan rencana terlebih dahulu.

"Cewek." Gumam Leader Redmoon menatap datar Alana yang sendirian tanpa bantuan anak buahnya.

Tatapan itu! Alana benci dengan tatapan itu! seorang gadis tak seharusnya dianggap remeh.

Alana salah! sangat salah! Leader Redmoon tak menatapnya seperti itu namun karena topengnya yang menghalangi tatapan lelaki itu alhasil Alana mengira Leader Redmoon menganggap remeh dirinya sekaligus telah mengibarkan bendera perang.

Tek.

Alana menjentikkan jari-jari mungilnya, seketika beberapa anak panah mengenai sebagian anak buah Redmoon karena sebagian lagi sempat menghindar dengan sigap.

"Gue disini dengan cara damai." Teriak Leader Redmoon yang diketahui berinisial L, ya sosok itu adalah Leo.

Redmoon yang artinya bulan merah. Leo memberi nama itu karena terinspirasi dari gelang miliknya yang senantiasa dipakai Alana, sang mantan kekasihnya.

"Musuh tetap lah musuh." Leo mendelik mendengarkan itu. Sungguh niatnya baik! mengapa Leader Black Diamond Girl amat sensitif?

Tek.

Alana kembali menjentikkan jarinya membuat anak buah Redmoon mati, dan hanya menyisakan 10 anak buah saja. Kali ini serangan dari arah belakang, dan itu benar-benar cepat sekali bahkan Leo tak merasakan sesuatu.

"Si*lan!" Leo langsung mengeluarkan pistol yang sedari tadi ia genggam, mengarahkannya tepat pada jantung Alana. Sebenarnya dia tak ingin bermusuhan namun pihak lawan malah mengibarkan bendera perang duluan.

Kita selesaikan ini! walau rencana Leo akan gagal nantinya namun dirinya akan menjadi Leader terkuat selepas membunuh gadis didepannya.

Dor.

Satu peluruh melesat, menggores pipi sebelah kiri Alana membuat pipi mulus itu mengeluarkan darah segar. Perih menjalar dipipi Alana namun sebisa mungkin Alana tahan.

Sial! Batin Alana menatap nyalang Leo yang kini menatap Alana dengan senyum simrik dibalik topeng yang dikenangkan oleh Leo.

"Lo mau mati ha?" Tanya Alana lalu mulai berlari menghampiri Leo dengan pisau tajam miliknya.

Sedikit lagi Alana dapat membunuh Leo yang masih setia menatap datar Alana seakan kedatangan Alana amat disambut baik, namun tiba-tiba Leo menghindar membuat Alana hanya dapat menusuk angin saja.

"Peraturan pertama, jangan mudah terbawa emosi." Bisik Leo tepat pada telinga Alana membuat Alana berbalik lalu menatap Leo tajam.

"Peraturan kedua, lihatlah keadaan." Sambung Leo lalu menendang kaki Alana hingga Alana jatuh ke tanah.

Melihat itu Leo langsung menyodorkan sebelah tangannya bermaksud untuk menolong Alana namun Alana menepis tangan kekar Leo, Alana langsung berdiri sambil menepuk-nepuk celananya yang kotor akibat tanah.

Untuk pertama kalinya Alana kalah dari musuhnya, entah dia yang terlalu tergesa-gesa atau musuhnya yang dengan sigap dapat membaca semua pergerakannya.

Namun bukan Alana namanya jika menyerah begitu saja, Alana kembali mengambil pisaunya yang tergeletak ditanah lalu kembali mengarahkannya ke Leo.

"Peraturan ke tiga. Lo terlalu bodoh, dan ceroboh." Leo kembali menendang kaki Alana, membuat Alana kembali terjatuh didinginnya tanah.

Sementara Leo ia menindihi tubuh Alana, dan menaruh kedua tangan Alana diatas kepala Alana sambil menodongkan pisau dileher jejang milik Alana.

Melihat itu Leo langsung tersenyum simrik, tapi tiba-tiba pandangannya tertuju dipergelangan tangan musuhnya. Disana terdapat gelang berbandul bulan miliknya.

Leo tak salah lihat! itu memang punyanya.

"Alana." Gumam Leo menatap tak percaya Alana yang berada didepannya begitu juga Alana menatap tak percaya Leo, kenapa mereka tak mengenali satu sama lain?

Jadi, selama ini mereka berdua sama-sama Leader Mafia yang amat ditakuti diseluruh dunia? dan betapa bodohnya mereka tidak menyadari akan hal itu!

"Leo?" Leo langsung mengangguk, pantas saja suaranya agak familiar bagi Alana.

Cengkraman kuat dipergelangan tangan Alana kini tiba-tiba melonggar begitu juga pisau yang tadinya akan menggores leher putih Alana kini terlempar ke segala arah.

"Maaf." Lirih Leo lalu memeluk erat tubuh Alana.

"Hmm, gue tau lo mau cari Nessa kan?" Mendengar nada tak bersahabat milik Alana membuat Leo langsung tersadar, dan mulai bangun dari tubuh Alana.

Leo langsung menyodorkan kembali sebelah tangannya, bermaksud ingin menolong Alana tapi lagi-lagi ia tidak dihiraukan Alana. Alana malah berdiri sendiri tanpa bantuannya lalu berjalan santai menuju mobilnya.

"Gue tau dimana dia." Ucap singkat Alana lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

Aku kangen kamu. Batin Alana, dan Leo secara bersamaan ingin sekali Alana memeluk Leo lalu mengucapkan kata rindu sebanyak-banyaknya begitu juga dengan Leo.

Namun sekarang egonya lah yang berperan, antara menyesal yang amat mendalam dengan kecewa yang amat mendalam juga.

Sementara ditempat lain.

"Gue seneng sama rencana licik milik lo." Ucap gadis dengan rambut warna warni, Clara lalu mengambil satu putung rokok untuk ia nyalahkan.

"Gue kan udah bilang dari awal, lo pasti seneng." Balas gadis disebelah Clara, Zia.

"Sekarang tanda tangan berkas itu, itu bukti jika perusahaan lo udah sah ditangan gue." Sambung Zia membuat Clara menanda tangani berkas itu dengan penuh semangat bahkan ia tak berbicara dahulu ke kedua orang tuanya, ia juga tak menyadari jika sewaktu-waktu dirinya menjadi miskin mendadak.

Dengan ini perusahaan gue bakalan berdiri kembali! sekaligus membuat musuh gue kalah telak! Batin Zia tersenyum puas, tak sangka dirinya mendapat dua keberuntungan sekaligus.

"Ck! dua pengecut sedang berkumpul ternyata, gue ketinggalan apa nih?" Tanya gadis yang tengah terduduk dengan luka-luka disekujur tubuhnya entah sudah berapa lama, Nessa.

"Diem lo ja*ang!" Kesal Clara menatap tajam Nessa.

"Ja*ang teriak ja*ang nih ceritanya?" Tanya santai Nessa sembari terkekeh.

"Sini gue ajari sopan santun lo ja*ang!" Marah Clara lalu menggambil cambuk sementara Zia hanya menatap keduanya dengan senyum simrik.

Brakkk.

Tiba-tiba pintu ruangan penyiksaan milik Zia terbuka lebar menampilkan sosok Alana, dan Leo sambil membawa pistol digenggaman tangannya tentu saja dengan bercak darah dijuba mereka berdua karena sempat melawan para anak buah Zia yang sangat menghambat menurut Leo, dan Alana.

Alana sudah menduga bahwa hilangnya Nessa ada sangkut pautnya dengan Zia, begitu pula dengan dimana letak Zia menyiksa Nessa. Markas DrakDevil memang sangat pantas untuk menyembunyikan sesuatu, selain letaknya yang dirahasiakan markas itu pun berada ditengah-tengah hutan hingga membuat semua tak dapat mengecek lokasi DrakDevil berada.

Namun beda lagi dengan Alana yang sudah diberitau sejak lama oleh Mommynya.

"Pergi ke neraka lo si*lan!" Marah Alana, dan Leo secara kompak bahkan menodongkan pistolnya juga secara kompak. Setelah melihat tubuh lemas milik Nessa.

"Alana? Leo?" Tanya Clara binggung.

"Leo jangan lupa, akan perjanjian kita!" Bentak Zia tersenyum simrik ke arah Leo.

"Hahaha, lo kalau ngelawak jangan disini deh gak pantes tau." Ejek Alana menatap santai Zia yang kini mulai tersulut emosi.

"Lo tuh udah terkepung tinggal mati aja masih belagu." Tambah Leo membuat kedua gadis itu menelan susah payah salivanya.

Benar juga! kini dua pistol telah terarah tepat pada kedua gadis itu, sedikit saja bergerak maka sudah dipastikan tinggal nama doang.

Clara tak mau mati disini! ini diluar recana, "Dalam hitungan ke tiga kita harus lari, satu... Dua.... Tiga... Ayo cepet!" Ajak Clara lalu belari dengan sangat kencang meninggalkan Zia disana.

Dor.

Dor.

Alana, dan Leo secara kompak menembak kedua kaki Zia membuat Zia jatuh tersungkur lalu pingsan seketika.

"Cuman kena satu elah." Ucap malas Alana sementara Leo sudah menghampiri Adik kecilnya lalu membawanya menuju rumah sakit terdekat.

"Jalan XXX lo kesini bawa nih bocah ke markas gue, satu lagi bakar hutan diarea markas DrakDevil." Suruh Alana ke asisten pribadinya, siapa lagi kalau bukan Bastian disebrang telepon.

"Astaga Alana lo tau nggak gue t-" Ucap Bastian terpotong karena Alana mematikan telepon sepihak.

"Ck." Decak Alana menatap malas tubuh Zia yang terbaring lemas disana, Alana langsung melangkahkan kakinya menuju rumah sakit terdekat namun sebelum itu ia menatap lama hutan didepannya ini "Mau kabur kemana lo?"

Sementara ditempat lain juga.

"Hosh hosh resek bener nih sih Bastian, mana siang-siang pula!" Kesal Viola lalu meluruskan kakinya yang serasa mati rasa karena mendorong mobil besar milik Bastian.

"Lo pikir lo doang? gue juga kali!" Tambah Ben sambil mengipasi lehernya dengan tangannya.

"Bastian mana ya?" Tanya Calista yang ikut duduk disebelah Viola.

"Tau tuh lama bener mana haus lagi." Balas Alan mengelap sisa-sisa keringatnya, membuat Calista meneguk susah payah salivanya. Memang mata gadis itu tak pernah luput dari Alan.

So handsome. Batin Calista dengan pipi yang merona, sungguh indah manusia didepannya ini.

"Mau dong jadi keringetnya, biar bisa dilapin terus." Gumam Calista tanpa sadar.

Viola yang mendengar gumaman Calista langsung mengerutkan dahinya, "lo nggomong apa Cal?" Tanya Viola, membuat semua lamunan Calista buyar seketika.

Gawat Cali terciduk! untung saja yang nyiduk bukan mas masa depan.

"Emm i i itu a a anu itu loh anu, anu itu, itunya anu." Malu Calista lalu menunduk bahkan tanpa sadar mengucapkan kalimat tidak jelas.

"Iya-iya anunya siapa?"

"Apaan sih? anu itu anu itu ambigu tau." Ucap Ben menggelengkan kepalanya.

"Gawat may prend!" Ucap tiba-tiba Bastian, membuat semua langsung menatap Bastian yang nampak tergopoh-gopoh.

"Duh dimana yak? oh iya bagasi." Semua hanya dapat menatap penuh kebinggungan Bastian yang nampak sibuk sendiri sambil membawa bensin.

Tunggu! bensin?

"Eh lo punya cadangan bensin ngapain nggak ditaruh dari tadi ogeb! kan kita-kita capek dorong mobil lo ini, apalagi panas-panas juga!" Kesal Ben sekaligus menggerutuh.

"Alana ada dirumah sakit sekarang nih! dia udah sherlock... ayok cepet! ngapain diem aja sih, gue tinggal nih? ya udah tinggal." Tanya Bastian sekaligus menjawab semua pertanyaan yang ia lontarkan, membuat semua teman-temannya bertambah binggung.

Namun mendengar kata Alana diucapan Bastian, semua langsung bergegas menaiki mobil Bastian. Melupakan semua rasa capeknya sekaligus kesalnya ke Bastian.

Nanti saja urusan Bastian belakangan! mereka akan menyiapkan hadiah khusus hanya untuk Bastian! yaitu sebuah jitakan pedas.

BERSAMBUNG~

DETIK-DETIK ZIA SAMA CLARA ILANG DARI NOVEL😂EH SI CLARA DAH ILANG:V

LIKE, KOMEN, KASIH RANTING 5, VOTE, DAN TAMBAHKAN FAVORIT👈 JANGAN LUPA😔

SEE YOU NEXT CHAPTER😉

BABAY~

1
bundha novita
🥰🥰🥰
Onzha Aloych
Luar biasa
Lela Agustin
/Facepalm//Slight//Slight//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qaisaa Nazarudin
Awan ini anak siapa thor?? anak2 temennya Alana mana?Siapa nama nya?
Qaisaa Nazarudin
Duh beneran ya nama anak2 nya nama yg ada di atas langit semua, Anak siapa sih itu?😂
Qaisaa Nazarudin
Suami takut istri yg bener..
Qaisaa Nazarudin
Makanya bikin anak tuh yg banyak,Biar nikah 2 ada lagi yg lain..😂
Qaisaa Nazarudin
Waahh Leo gercep mah,Takut kehilangan kedua kalinya ya..👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah gercep Bastian langsung ngelamar jadi jadi istri aja, Bukan pacar bukan kekasih lagi..👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Woow malaikat penolong, Pasti babang Leo 😅😜
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu,Ku pikir Alana udah maafin Leo..😌😌
Qaisaa Nazarudin
Videoin aja baru keren 😂
Qaisaa Nazarudin
Cuiihh Mafia abal abalan,,Berly aja gak mampu ngelawan Agnes,Apa lagi loe..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Gak usah kebanyakan ngomong,Tembak aja, Kelamaan,Ntar kalian tg mati kenak tembak..
Qaisaa Nazarudin
Mau2 nya Clara di BODOHIN ama Zia 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Untung aja Leo peka dan Alana selalu memakai gelangnya..👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Jangan sampai kamu nyesel nanti ya Leo,Karena membunuh Alana..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok Leo nyerang Alana sih??🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dan sekarang kamu udah tau kan,So sekarang langsung bantuin Leo..👏🏻👏🏻💪🏻💪🏻
Qaisaa Nazarudin
Cari tau penyebabnya Alana Leo kek gitu,Harusnya kamu tau fak mungkin banget Leo bisa berubah dlm hitungan detik,Kalo gak ada pentebabnya,Peka dikit lah,Tuh Nessa adeknya gak skolah alias hilang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!