Kehidupan baru Kenzo dan Delima berubah setelah hadirnya buah hati mereka, dan jangan lupakan jika Delima kini berubah menjadi Mahasisiwi cantik yang siap dilirik oleh kaum laki laki.
Selain Kenzo dan Delima, disini juga mengisahkan orang orang yang belum move on dari masa lalunya, kecuali satu orang sang Duteng alias Duda Ganteng.
"Satu ditambah satu dua, kamu tau kan yank kalau aku tak akan menduakan mu"
"Cintaku bukan seperti es teh plastikan, jika habis langsung dibuang"
Yuk, yang penasaran kisah Kenzo sang mantan Casanova, Mario yang katanya Mafia tapi juga gagal move on, dan si Tata Surya yang sudah beristri tapi juga belum move on, atau si Duteng pendatang baru yang akan meramaikan kisah mereka.
Mengandung adegan 18+ dan 21+ , dibawah umur jangan coba coba baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Curhat Alenka
"Ada apa mbak?" tanya Delima yang kini sudah duduk didepan Alenka
Sekitar satu jam yang lalu, setelah pertengkarannya dengan Surya, Alenka langsung menghubungi Delima, dan meminta untuk bertemu
Sedangkan Delima, tadinya ingin menolak pertemuan dengan Alenka, tetapi Alenka yang terus memaksa membuat Delima mengiyakan saja.
"Duduk dulu Del, kita pesen makan atau minum?"
Karena memang waktunya sudah jam makan siang, akhirnya Delima setuju dan juga anak anak Delima sudah meminta makan, sepertinya.
"Maaf aku mengganggu waktumu Del"
Delima menggeleng "Tidak apa apa mbak, pasti ada yang penting kan?"
Dan akhirnya mereka berdua makan siang dulu, karena makanan sudah datang
"Del......" panggil Alenka
"Iya mbak"
Tampak Alenka ragu ragu untuk bercerita, mengingat juga kondisi Delima sekarang. Alenka membuka tas nya kemudian mengeluarkan amplop dari dalam tas itu.
"Ini?" tanya Delima sebelum membuka amplopnya
"Buka saja Del"
Delima melirik Alenka sesaat, terlihat ada sesuatu yang sedang dialaminya. Dan Delima menutup mulutnya tak percaya ketika dirinya melihat kata demi kata yang tertulis disana.
"Mbak?" jujur Delima saat ini tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana
Sedangkan Alenka, menatap Delima seolah olah meminta bantuannya
"Ini karena aku ya mbak?" Delima memegang tangan Alenka, dan Delima yakin bahwa gara gara dirinya Surya mengajukan perceraian.
" Bukan...itu bukan salah kamu Del, aku yang salah"
"Maksudnya?" tanya Delima karena memang belum mengerti jalan ceritanya
"Aku yang dulu memaksa Surya untuk menikahiku, Surya sudah menolak dengan alasan dia tidak mencintaiku dan masih mengaharapkanmu"
Delima menggeleng, begitu dalamkah perasaan Surya terhadapnya, sampai dirinya tidak bisa berpaling dari yang lain, padahal jelas jelas Alenka adalah sosok wanita yang perfect.
"Aku yang mencintainya, dari dulu kita berteman dan sebelum pulang ke Indonesia dulunya, aku dan Surya sudah dijodohkan, namun sayang Surya tidak menyukaiku dan menolak perjodohan kami waktu itu"
Alenka terus menghapus airmatanya, sedari tadi berusaha untuk tidak menangis tapi gagal.
"Awalnya Mamah Surya menolak karena tau kalau Surya masih belum bisa melupakanmu, Beliau takut jika nantinya aku tidak bahagia atau Surya akan menyakitiku"
"Aku juga sempat ragu melihat Surya belum bisa melupakanmu, tapi aku menyakinkan diriku sendiri bahwa pasti lama kelamaan dia bisa menerimaku sebagai istrinya
"Akhirnya Surya setuju untuk menikah denganku, tetapi dia minta syarat untuk kembali dan menetap di Indonesia"
Delima menutup mulutnya, merasa tak percaya dengan perlakuan Surya yang sampai segitunya
"Setelah tiba di Indonesia, bukan semakin baik tapi tingkah Surya semakin aneh, dia jarang pulang ke rumah, dan setiap aku tanya jawabannya selalu pergi melihat kamu"
"Haaaaa.....jujur banget suamiku, dan hingga puncaknya aku yang memberanikan diri untuk menyadarkan Surya jika kamu sudah menikah, malahan ujung ujung kita bertengkar"
"Aku gagal....aku gagal menjadi istri yang baik untuk suamiku
" Bahkan yang paling menyakitkan dia sampai saat ini belum sama sekali menyentuhku, dia tidak menganggapku sebagai istrinya"
Delima memegangi perutnya, dan merasakan nyeri disana, sesekali Delima meremas tangannya sendiri
"Del kamu gak pa pa" Alenka yang melihat perubahan wajah Delima
"Aku gak kenapa kenapa mbak,"
Alenka menghela nafas, sebenarnya berat untuk mengatakan pada Delima
"Bisa bantu aku Del?"
Tanpa berpikir panjang Delima mengangguk, dia merasa jika dapat membantu Alenka paling tidak bisa meringankan rasa bersalahnya, karena Delima merasa karena dirinyalah Surya menggugat cerai Alenka.
"Tolong bantu mbak bujuk Surya agar tidak menceraikan aku"
Jedarrr
Seketika Delima menggeleng, berniat untuk membatalkan membantu Alenka, tetapi Delima melihat dari sorot mata Alenka yang memang tidak menginginkan perpisahan itu
"Tapi mbak?" Delima ragu untuk membantu Alenka, karena setelah pertemuan yang kemarin dengan Surya, Delima berniat untuk tidak akan menemui Surya lagi sengaja atau tidak sengaja
"Please Del, mungkin jika kamu yang bicara, dia akan mendengarkanmu"
Delima tampak berpikir, antara membantu Alenka atau tidak
"Aku harus bantu gimana mbak?"
"Kamu temui Surya Del, yakinkan dia jika kamu tidak mencintainya, dan suruh dia untuk melupakanmu"
"Males ah mbak, lagian juga Surya sudah tau jika aku tidak mencintainya,"
"Kali ini aja Del, bantu aku....aku gak mau bercerai dari Surya"
"Aduh gimana ya mbak......"
Berpikir sejenak "Okelah mungkin, jika aku ajak ketemuan di butik aja, kan rame disana"
"Aku coba ya mbak"