Apakah tidak ada pilihan lain?
kenapa sakalinya bertransmigrasi malah ke tubuh Antagonis,lucu sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 6
Pintu kaca supermarket bergeser perlahan ketika Malika melangkah masuk.Langsung saja Ia mengambil sebuah keranjang belanjaan, lalu langsung menuju rak khusus camilan.
"Semoga belum habis…"Gumamnya
Pandangannya menyisir deretan rak yang dipenuhi aneka Cemilan dari berbagai merek.
Jemarinya mengambil beberapa bungkus ramen, cokelat, dan biskuit tanpa banyak berpikir.Setelahnya itu ia lanjut menyusuri deretan kemasan berwarna-warni. Tangannya berpindah dari satu merek ke merek lain.
Sesekali membaca komposisi, lalu mengembalikannya lagi ke tempat semula. Hingga akhirnya pandangannya berhenti pada sekantong keripik edisi terbatas yang tersusun di rak paling atas.
Ia mendongakkan kepala cukup lama. Bungkus camilan yang diincarnya tersusun rapi hampir menyentuh langit-langit rak.
"Sial,udah pendek di dunia gue dulu lah di timpa sial lagi masuk tubuh yang juga pendek ck…"
Malika berjinjit. Ujung jarinya hanya mampu menyentuh sudut kemasan sebelum kembali meleset. Dicobanya sekali lagi. Tetap juga
gagal.
Malika memejamkan matanya menahan amarah.
Pandangannya menyapu sekitar. Tak ada seorang pun pegawai yang melintas. Ia kembali mencoba lagi untuk meraih keripik itu.
Ujung jarinya berhasil menyentuh plastik kemasan itu,Akan tetapi justru membuatnya bergeser semakin ke belakang.
Cukup sudah dia menyerah,biarlah kali ini ia tidak memakan cemilan kesukaanya itu.
Saat ia hendak menarik tangannya, sebuah lengan yang jauh lebih panjang terulur melewati bahunya.
Tanpa kesulitan sedikit pun, pria itu mengambil bungkus keripik yang sejak tadi ia inginkan.
"Yang ini?"
Suara itu membuat Malika spontan menoleh.
Seorang pria bertubuh tinggi berdiri di belakangnya. Kemeja hitam berlengan panjang yang digulung hingga siku membuat penampilannya terlihat you know lah.
"Ah iya, yang ini. " Malika mengambil keripik yang pria itu sodorkan padanya dan memasukanya ke keranjang "Makasih ya, eh Btw kayanya kita pernah ketemu deh. Tapi di mana. " Malika mencoba menerka-nerka di mana dia pernah bertemu dengan pria ini.
"Binggo, kamu yang nolongin aku waktu aku kesusahan turun dari tembok itu ya. " Malika bertaya sembari tersenyum pada pria itu harap-harap saja tebakannya benar.
"Shorti."Hanya kalimat itu yang pria itu sebutkan tanpa membalas penuturan Malika,sudut bibirnya terangkat tipis sesaat sebelum ia kembali melangkah menyusuri lorong lain.
Malika menatap punggungnya beberapa detik sebelum menggeleng pelan.
"Cowo Aneh."
___________
Beberapa menit kemudian, troli Malika telah terisi cukup penuh. Minuman, buah, dan camilan memenuhi keranjang belanjanya.
Ia mengantre di kasir.
Dan tiba saatnya belanjaanya di pindai,Satu per satu barang dipindai.
"Totalnya jadi Rp 332.000 ya kak. " Kasir tersenyum ramah sembari memberikan belanjaan Malika.
"Mau pakai member?. " Tanyanya lagi.
"Enggak" Jawab Malika seadanya.
"Saya bayar pakai Cash aja mba" ujar malika
pada kasir itu.
"Oh ok".kasir itu mengangguk sembari menunggu Malika memberinya Cash.
Malika meronggoh kantongnya sialnya tak ia tak merasakan ada selembar kertas pun di sakunya.
Malika tersenyum ke arah kasir itu lagi.
Sialan dia lupa membawa dompet, ingin bayar menggunakan QIRIS saldonya tak cukup, mampus sudah.
"Maaf..." ucapnya pelan, menahan rasa malu yang mulai merambat. "Dompet saya ketinggalan, bisa saya bawa dulu gak?,rumah saya dekat kok nanti saya bayar".
" Mohon maaf tidak bisa mba" Jika Mbanya tidak dapat membayar di mohonkan untuk mengembalikan belanjaanya ke rak yang sesuai terima kasih . "
Malika menatap belanjaanya, dengan berat hati ia menggangguk.
sebuah kartu hitam diletakkan tepat di atas meja.
"Gabungkan saja dengan punya saya."
Atensi Malika langsung teralihkan pada pria itu,pria yang menolongnya tiga kali sudah, apa pria ini Malaikatnya, Apa ini yang di namakan jodoh karena ia terus bertemu dengan pria ini dan pria itu juga terus membantunya duh jadi baper kan dianya.
Malika itu tidak kuat kalau melihat pria tampan jiwa-jiwa cabe-cabeannya kan jadi meluap ke permukaan.
Pria itu berkata kepada kasir, "Silakan diproses."
Kasir menerima kartu yang disodorkan pria tersebut dan menyelesaikan pembayaran.
Beberapa detik kemudian, struk keluar dari mesin.
Malika memandang pria itu dengan rasa tidak enak,ia menggaruk tengkuknya mencoba menghilangkan rasa malu sekaligus canggung.
"Ini kak, pembayarannya sudah clear. Terimakasih. "Kasir itu mengembalikan kartu pria itu.
Pria itu menerima kartu miliknya kembali, lalu menyelipkannya ke dalam dompet.
" Maaf ya nyusahin, besok uangnya gue ganti. Lo tenang aja gue bukan penipu dan orang yang lambat bayar utang kok. "Ujar Malika.
Pria itu mengambil kantong belanjanya dan melangkah keluar lebih dahulu.
" Eh tunggu, buset main kabur aja tuh bujang. "Malika mengejar pria itu hingga ke luar Supermarket.
Ia tahan lengan pria itu, yang otomatis membuat pria itu menoleh heran padanya.
" Eh maaf refleks lo nya sih jalan cepet banget, Btw gue mau nanya Nama lo biar kalau seumpamanya gue gak ketemu lo buat bayar utang gue bisa nanya anak kelas lain dengan nyebut nama lo. "Ujar malika.
(Ya elah Malika bilang aja lo modus)
" Banson Cliant. "Sahut pria itu.
Wajah Malika yang semulanya tersenyum mulai berganti menjadi wajah yang tegang.
" Banson C-cliant? . "Ulangnya sekali lagi. Malika mematung cukup lama, entah apa yang dia pikirkan
Pria itu mengetikkan jarinya tepat di depan wajah Malika " Duluan ya. "Pria itu menyadarkan Malika dari lamunannya.
" Ah iya-iya, besok gue ganti uang lo. "Malika mencoba tersenyum meski terlihat kaku.
Pria itu mengangguk dan membalikan badanya pergi menuju mogenya,menaikinya dan menyalakan mesin setelahnya ia Mengelskson Malika yang lagi-lagi termenung bergelut dengan pikiranya sendiri
Hi guys, for you🌻.
next the chapter.