Cerita tentang gadis yang meninggal di usia muda namun hidup kembali di dunia yang berbeda. Bagaimanakah kisah kehidupan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
# Jangan lupa arahin jempol kamu untuk favorit❤️ kan novel aku karena favorit itu ga bayar ya guys 😉. Terus kalau udah selesai baca, like dan komen yang seru-seru oke... 😘
*****
Di dalam goa.
Ruangan gelap itu tidak menyisakan sedikitpun cahaya. Hanya terdengar suara napas dan aroma tubuh yang menandakan ada beberapa orang didalam goa tersebut.
Suara gesekan batu membuat semuanya menoleh kearah datangnya suara. Ternyata Sir.Yukil mencoba membuat cahaya dengan membuat api dari gesekan-gesekan batu itu. Derik-derik api mulai hidup melahap ranting-ranting yang kering, Sir. Yukil mencoba mengumpulkan lebih banyak lagi ranting-ranting itu.
"Coba pakai ini?!"
Lelaki itu menyodorkan tali pinggangnya yang berbahan karet. Sir. Yukil menerimanya dengan menunduk hormat. Nyala api mulai membesar cukup untuk menerangi goa itu.
"Kau tidak apa-apa? Kau sungguh berani aku sungguh tak menyangka"
Tangan laki-laki itu menepikan beberapa helai rambut yang menutupi wajah lusuh Nazyela dan mengusap lembut kepala gadis itu.
Air mata mengalir dengan sendirinya. Nazyela merasa terharu bahwa sampai saat ini dia masih selamat beserta dua sejoli itu.
"Nona, saya tidak mengira nona akan selalu membawa benda itu. Ternyata fungsinya sangat luar biasa"
Sir. Yukil mengungkapkan rasa kagumnya dengan keberanian nona mudanya.
Nazyela tersenyum, dalam hatinya ia juga tak menyangka dirinya senekad itu.
"Lalu yang mulia sendiri kenapa bisa ada disini?"
Tanya Nakuna kepada lelaki yang telah menuntun mereka ke dalam goa.
"Aku melihat burung yang berterbangan menjauh dari hutan. Jadi aku mencoba menyelidiki apa yang terjadi. Semakin dalam kehutan aku mendengar suara teriakan-teriakan orang yang sedang bertempur. Tepat ketika ledakan hebat itu aku menemukan kalian"
Ungkap Jongya mengisahkan apa yang ia dengar dan lihat.
"Apa mereka masih berkeliaran?"
Tanya Nazyela yang mulai terlihat tenang mengatur napasnya.
"Sebaiknya nona bertukar pakaian dengan Naku. Kita akan coba mengecohkan pandangan mereka. Karena sepertinya, kalian lumayan mirip jika dilihat dari kejauhan dan samar-samar. Dan saya memohon kepada yang mulia untuk membawa nona kami ke tempat yang lebih aman"
Sir. Yukil memberi saran untuk mengalihkan perhatian para pemburu itu.
Yah, Nakuna dan Nazyela sama-sama memiliki wajah kecil dan rambut kecoklatan. Mereka mungkin hanya berfokus pada gaun yang dikenakan oleh Nazyela sebagai pengenal diri.
"Tapi itu akan membahayakan Nakuna?! Aku tidak mau!"
Tolak Nazyela sedikit marah.
"Nona.. Naku akan baik-baik saja. Mereka hanya tinggal 4 orang, jika kita berpencar mereka juga akan terbagi menjadi 2 kelompok. Semoga kita bisa berhasil melenyapkan mereka. Dan lagi saya meminta bantuan yang mulia untuk menghabisi mereka"
Dengan penuh rasa percaya diri Sir. Yukil mengungkapkan pendapatnya.
"Apa sebaiknya kita biarkan salah satu dari mereka untuk hidup agar kita bisa mengetahui siapa dalang dari kejadian ini?"
Jongya mencoba memberi saran.
"Tidak yang mulia.. dari pakaian dan cara bertempur mereka saya sudah mengetahui siapa mereka dan untuk siapa mereka bekerja"
"Siapa?" (Suara serentak Nazyela dan Jongya)
Mereka saling berpandangan setelah menanyakan siapa. Terlihat Nazyela tersipu malu pada Jongya.
Aih nona...bisa-bisanya tersipu disaat genting begini (Batin Sir.Yukil)
"Ehem...!"
Mendengar deheman Sir. Yukil mereka berdua kembali fokus mendengarkan setelah sekian detik saling bertatap-tatapan.
"Mereka adalah Red Dragon, pembunuh bayaran dari serikat Dragon yang dimiliki oleh Marquess Shaden. Mereka terdiri dari 4 tingkatan. White Dragon, Red Dragon, Black Dragon dan Gold Dragon. White Dragon memiliki tugas mencari segala bentuk informasi. Red dan Black Dragon adalah level pertarung pembunuh yang di kerahkan untuk bertugas menghabisi. Dan Level Gold Dragon adalah tingkat tertinggi mereka yang artinya memiliki kekuatan paling hebat diantara semuanya"
Jelas Sir. Yukil panjang lebar. Jongya tampak berpikir mendengarkan penjelasan itu.
"Tidak kusangka ia tidak jera dengan atas hukuman yang sudah ia terima dari baginda kaisar. Baiklah aku akan bertukar pakaian dengan Nakuna"
Ujar Nazyela kepada semuanya dengan tatapan tajam dan sinis kepada kedua pria yang ada dihadapannya.
Sir. Yukil dan Jongya tersentak ditatap demikian. Baru kali ini mereka melihat wajah garang Nazyela. Padahal sewaktu menghadapi pemburu yang beringas dan kejam, tadi Nazyela terlihat pucat dan tak berdaya. Namun terhadap mereka berdua malah sebaliknya.
"Apa kalian akan menatapku dan Nakuna saling melepas baju berganti pakaian?!"
Seketika Jongya dan Sir. Yukil membalikan tubuh mereka menghadap dinding goa. Tampak kedua ujung telinga mereka memerah, entah apa yang sudah mereka berdua pikirkan.
Nazyela dan Nakuna segera melepas pakaian mereka dan saling bertukar.
" Hei.. aku lihat matamu menjeling Sir?!! Apa setelah ini kau ingin menjadi buta?!!"
"Ti... tidak nona. Saya tidak melihat apapun saya bersumpah. Sungguh saya tidak berani"
Ucap Sir. Yukil yang tebata-bata dan di tatap tajam Jongya.
Padahal Nazyela hanya sedikit bercanda dengan ancaman. Menghilangkan ketegangan di antara mereka. Namun ternyata itu menyudutkan Sir.Yukil hingga ia menjadi tegang sendiri karena mendapat tatapan dari Nakuna dan tatapan membunuh dari Jongya.
Mereka pun telah berganti pakaian.
Setengah dari pergantian pakaian yang hampir selesai, Nazyela melihat sikap keduanya seperti salah tingkah. Di kedua ujung telinga mereka tampak kembali memerah. Bahkan Nazyela juga mendengar beberapa kali mereka berdehem. Nazyela mencari tahu ada apa gerangan, namun setelah ia melihat bayangan-bayangnya di dinding goa karena pantulan cahaya dari api, ia menjadi tahu kenapa kedua laki-laki itu tersipu malu.
Nazyela sendiri tak kalah malunya mengetahui kenyataan itu. Ia lalu membisikan kepada Nakuna dan bahkan Nakuna sendiri juga ikut malu setelah tahu apa maksud dari Nazyela. Rona merah diwajahnya bagai kepiting rebus. Ia pun melakukan apa yang di bisikan oleh nonanya. Begitu pula Nazyela juga melakukan hal yang sama.
Ketika keduanya telah selesai bertukar dan memakai pakaian Nakuna menarik telinga Sir. Yukil sedang Nazyela mencubit kedua pipi Jongya. Ia sudah tak peduli status Jongya adalah pangeran negeri ini. Dirinya terlanjur kesal dengan pria itu yang tidak menutup matanya.
Kedua pria itu meringis kesakitan. Yang satu mengelus telinganya dan yang satu mengelus pipinya.
"Aku baru tahu ada wanita yang lebih galak dari ibuku"
Nazyela ternganga mendengar perkataan Jongya.
"Pftt..."
Sir. Yukil dan Nakuna hanya bisa menahan senyum mereka.
"Sudahlah.. ini?! Bawa ini aku masih punya 3 buah. Kau ambilah satu. Apa kau tahu cara menggunakan ini Sir?"
Nazyela menyodorkan sebuah benda kepada Sir. Yukil.
"Saya hanya sekali diberitahun oleh Sir. Kruf namun baru tadi melihat kekuatannya"
Ungkap Sir. Yukil menanggapi pertanyaan Nazyela.
"Apa itu? Apa benda sekecil ini yang membuat ledakan besar tadi?"
Jongya tampak bingung dan tak habis pikir dengan benda yang baru pertama kali ia lihat.
"Benar benda kecil yang bernama granat ini yang meledak tadi. Tarik pelatuknya yang ini kemudian lempar ke arah musuh. Dan ingat usahakan berlari menghindar sejauh mungkin agar tidak terkena imbasnya bila tidak ingin mati"
Jelas Nazyela.
"Bagaimana jika benda ini tidak sengaja terjatuh didekat kita?"
Tanya Nakuna penasaran.
"Masih aman bila pelatuknya tidak di lepas. Namun jika sudah... tinggal pilih mau di makamkan dimana?"
Jleb.. ketiga orang yang mendengar perkataan Nazyela itu bergidik ngeri. Mereka teringat tubuh kuda dan manusia yang berserakan dimana-mana setelah terkena ledakan. Begitu santainya perkataan tadi keluar dari mulut gadis cantik yang paling muda di antara mereka.
Dengan hati-hati Sir. Yukil menerima granat itu dari tangan Nazyela. Granat adalah bagian dari alat perang yang dibuat atas permintaan Nazyela. Kastil bangsawan Kley di penuhi peluru meriam serta granat di ruang bawah tanah mereka yang dijadikan sebagai gudang senjata.
Tak seorang pun bangsawan lain tahu akan hal ini. Mereka menciptakan alat ini secara diam-diam hampir setahun yang lalu. Bila bangsawan lain tahu, hal ini bisa memicu perang besar-besaran. Saat ingin membuat alat ini tujuan dasarnya sebenarnya hanya untuk pertahanan diri dari serangan Bolafra. Mengingat mereka telah meletakkan mata-mata di kediaman bangsawan Kley. Tetapi kini ada sang pangeran yang mengetahui rahasia militer bangsawan Kley.
"Hebat.. ini sungguh luar biasa. Tapi sayang aku tidak begitu tertarik"
Ungkap sang lelaki berwajah oriental itu yang mengikuti wajah sang Ratu.
Beri dukungan untuk aku dong😘
* Like 👍
* Komen
* favorit ❤️
*Rate⭐⭐⭐⭐⭐
*Hadiah
*Vote, Terima kasih 🤗
Baca juga Cintai Aku Seikhlasmu , bagi yang suka kisah yang menyesakkan dada 😂.
Terima kasih 🙏