LANJUTAN KISAH DENDAM MASA LALU VERSI BARU
Kouya Rich Dermawan dan Kouru Rin Dermawan adalah anak seorang Dokter terkenal di Tokyo dan Putri Mafia yang ditakuti dunia.
Suatu ketika karena kecelakaan pesawat yang membawa mereka dan keluarganya ke London untuk berniat mencari kehidupan yang baru. Membuat mereka kehilangan keluarga dicintainya. Termasuk pasangan hidup mereka.
Membuat mereka semua trouma dan merubah semua Identitas mereka agar tak ada yang tahu tentang mereka. Biarkan lah mereka di kenang sudah tiada.
Pada saat Rich dan Rin sudah dewasa mereka fokus dengan karir dan kebahagian kedua orangtuanya. Sampai mereka tidak pernah berani membuka hati.
Suatu ketika mereka di pertemukan dengan seseorang yang membuat hidup mereka berwarna dan bisa melupakan trouma yang mereka alami.
Akankah mereka bisa membuka lembaran baru dan menjalin kehidupan normal layaknya orang lain sebelumnya?
Bisakah mereka menghindari masa masa lalu yang kelam dan menjalani kehidupan baru?
Ikuti kisahnya ya Kak. Bantu Author untuk mendukung karya ini dengan cara Like, Vote dan Coment. Dukunganmu sangat berarti untuk Author. Terima kasih ...
IG 》sifi_endriyanto
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SIVIKAYLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 # Kehamilan
Nindya dan Dewi benar benar kaget. Karena melihat Dania dan Emely pingsan berbarengan.
"Aduh Dew, ini gimana?"tanya Nindya panik.
"Minta tolong orang orang dulu angkat mereka ke tempat yang aman,"kata Dewi yang memegang Dania.
Akhirnya Dewi dan Nindya ditolong oleh karyawan supermarket itu. Dania dan Emely di bawa ke klinik terdekat.
"Gimana Dok, keadaan anak anak kami?"tanya Nindya yang sudah berada di depan meja Dokter.
"Saya cek dan saya lihat dari kondisi anak anak anda, mereka ini kecapean. Dan pastinya karena masa kehamilan mereka masih baru masuk minggu ke lima. Sangat kecil sekali seharunya dihindari dari kelelahan,"jelas Dokter membuat Nindya dan Dewi kaget.
"Apaaa.., jadi anak kami hamil Dok?"tanya Nindya kaget.
Dokter mengangguk dan memberikan hasil tes laboratorium pada Nindya dan Dewi.
"Alhamdulillah Dew, mereka hamil,"kata Nindya senang.
"Syukurlah, kita jadi nenek nya sekarang,"kata Dewi gembira.
"Oiya suruh mereka kesini aja jemput kita. Kasian Dania dan Emely kan harus istirahat,"kata Nindya.
Dewi mengangguk dan menelpon seseorang begitu pun juga Nindya. Mereka menjauhi telepon dari kuping karena respon orang yang di telepon sangat panik.
Setelah menutup telepon mereka saling pandang dan menggelengkan kepalanya.
"Respon Danar luar biasa. Panik gak karuan,"kata Nindya tersenyum
"Begitupun Reza... paniknya kebakaran jenggot,"kata Dewi ikut tersenyum.
Mereka pun tertawa membayangkan tingkah anak anak mereka yang bucin akut.
......................
Reza melajukan mobilnya dengan kecepatan standar. Dia dan Danar terlihat sangat panik.
"Ada apa dengan mereka, kenapa sampai pingsan. Setahu ku mereka udah sarapan,"kata Danar memecah keheningan.
"Entahlah, kita fikir yang positifnya aja. Semoga mereka gak apa apa,"jelas Reza.
Akhirnya mereka sampai di klinik dan di tunggu Nindya dan Dewi di depan ruang perawatan.
"Bunda ..., Umi..., gimana keadaan mereka?"tanya Danar saat sampai.
"Mereka baik baik aja. Sana kalian kedalam, baru aja sadar mereka,"kata Dewi.
Danar dan Reza mengangguk dan langsung masuk ke ruang perawatan. Disana Emely dan Dania tersenyum sambil memegang amplop di tangan mereka.
"Sayang..., kamu baik baik aja kan?"tanya Danar yang sudah berhambur memeluk Emely.
"Dik..., kamu gak apa apa kan?"tanya Reza yang melakukan hal sama dengan Danar.
Dania dan Emely hanya mengangguk dan tersenyum.
"Sayang..., ko senyum senyum gitu, kata dokter apa?"tanya Danar kembali.
"Kalian gak usah khawatir. Aku dan Dania baik baik aja kok. Oiya ini surat buat kalian dibaca ya,"kata Emely memberikan amplop pada Danar.
Dania pun melakukan hal yang sama. Danar dan Reza tanpa aba aba langsung membuka amplop pemberian istri mereka.
Saat mereka membacanya, mereka sangat terkejuf bukan main. Danar dan Reza tidak bisa berkata apapun.
"Kamu hamil ...?"tanya mereka berbarengan.
"Iyaaa..., udah jalan 5 minggu.. Dan usia kehamilan kami berbarengan loh,"kata Dania tersenyum sambil mengelus perutnya.
Rezs mengecuk puncuk kepala Dania dan memeluknya dengan erat.
"Makasih ya Dik. Kau dan calon anak kita adalah harta berhargaku saat ini,"kata Reza.
"Iyaaa Mas, semoga kali ini kita gak akan kehilangan calon anak kita lagi,"kata Dania sedih.
Dia mengingat calon anak mereka saat kehamilan di usia 6 bulan. Dania sangat terpukul karena keguguran. Dia sampai drop dan tidak bisa terima kenyataan.
"Sudahlah Dik. Jangan bersedih, sekarang kan kita sudah dapat gantinya. Doakan saja semua lancar sampai persalinan,"ucap syukur Reza.
"Aminnnn..."
"Sekarang pulang yuk, kalian harus istirahat. Jangan terlalu capek,"kata Danar mengultimatum keduanya.
Emely dan Dania hanya cemberut ingin protes tapi mereka sadar kalau apa yang di bilang Danar memang benar.
"Kalian sudah mau pulang?"tanya Dewi yang muncul bersama Nindya.
"Iyaa Umi. Dania dan Emely harus istirahat total,"kata Reza menerangkan.
"Yaudah kalian pulang saja duluan. Soalnya Bunda sama Umi belum selesai berbelanja. Nanti kami naik taksi online aja,"kata Nindya.
"Yakin Bunda, Umi, gak apa apa kami tinggal?"tanya Danar ragu.
"Gak apa apa sayang. Kalian pulang duluan aja. Kasian tuh istri kalian masih kurang vit,"kata Nindya.
"Lagian nanti malam kan Angel akan dinner di rumah kita. Kita harus menjamu nya kan,"kata Dewi.
"Yaudah kami duluan ya, Bunda sama Umi hati - hati. Kalau ada apa apa cepat kabari kami,"kata Danar.
Mereka pun pergi kerumah dan meningalkan Nindya dan Dewi di supermarket.
......................
Malam hari nya mereka sibuk menyambut kedatangan Angel. Dania dan Emely sudah tidak terlalu mual saat ini. Mereka sangat antusias menyambut kedatangan Angel.
"Loh.., kalian kok belum siap siap?"tanya Nindya yang muncul dari dapur membawa cake yang dibuatnya.
"Wahh.., Bunda sampai bikin Cake segala sih. Pasti buatan Bunda enak ni,"kata Dania yang berbinar melihat cake itu.
Emely pun ikut memandang cake yang di bawa Nindya. Membuatnya mengelus perut sambil menelen salivanya.
"Kamu kenapa Emely?"tanya Nindya yang sadar dengan tingkah Emely.
"Eh.., enggak Bun. Aku gak apa apa kok,"kata Emely gugup.
"Jangan malu sama Bunda. Kamu dari tadi lihatin cake ini. Kamu mau mencipinya ya...,"goda Nindya.
Emely hanya meringis mendengar perkataan Nindya. Dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Seperti merasa terpojok karena dia ingin cake yang di bawa Nindya.
"Iyaa Bun. Apa boleh ku cicipi?"tanya Emely pelan. Takut kalau Nindya marah.
Nindya hanya tersenyum melihat tingkah menantunya. Dia tau saat ini menantunya sedang ngidam.
"Ini cake buat kalian. Bunda sudah menyediakan cake lain untuk Angel. Makanlah, jika ingin mencicipinya. Kalau gak habis taruh lagi di kulkas ya,"kata Nindya.
"Benarkah Bunda..., ini cake khusus buat kami?"tanya Dania berbinar menatap Nindya.
"Iyaa sayang. Ini buat kalian. Yaudah Bunda mau mandi. Sebentar lagi mereka datang. Kalian juga siap siap sana,"kata Nindya yang diangguki Dania dan Emely.
Jamuan makan malam yang diadakan di kediaman keluarga besar Riswan menyambut keluarga Angel dengan tangan terbuka.
Yoga sudah memberitahukan mereka sebelumnya kalau makan malam ini di rubah menjadi makan malam keluarga. Karena Yoga tidak ingin berlama lama pacaran dengan Angel.
Dia sangat iri dengan Danar dan Reza yang selalu bermesraan dirumah bersama istri mereka. Setiap hari selalu saja kepergok oleh Yoga.
Awalnya Yoga menanggapi semua itu dengan santai. Lambat laun dia semakin kesal dan semakin iri melihat kemesraan mereka bertebaran di rumah ini. Dia pun ingin merasakan hal yang sama.
Pendekatannya dengan Angel sangat lah sulit. Karena Angel tidak menanggapi sikap baiknya. Dia merasa Angel juteg dan tidak menyukainya. Awalnya saja Angel welcome padanya, tapi setelah lama bekerja sama, Angel semakin menjauhinya.
Kemarin dia memberanikan diri menyatakan cintanya yang sudah dia pendam. Awalnya dia fikir Angel akan menolak. Tetapi tanpa di sangka, Angel menyambutnta dengan gembira.
Yoga sudah meminta restu kedua orang tuanya di London. Bahwa dia akan menikahi Angel dalam waktu dekat. Dia tak ingin berpacaran lama.
Yoga dan semua keluarga sudah sangat tampan dan cantik menyambut kedatangan Angel dan keluarga. Sampai jam 7 lewat, tidak ada tanda tanda kehadiran Angel. Membuat Yoga mulai gelisah.
"Coba kau telepon dia Ga,"kata Riswan mengingatkan.
Yoga mengikuti omongan Riswan dan menelpon Angel. Apa yang dia dapat adalah suara operator.
"Gak aktif Uncle.., aku jadi cemas,"kata Yoga dengan nada khawatir.
"Coba Uncle telepon Papa atau Mamanya Ya,"tawar Riswan.
Yoga menganguk senang. Riswan segera melakukan panggilan telepon ke Chika atau Taro. Tapi dia pun mendengar suara operator yang sama dengan Yoga.
"Mereka gak aktif,"kata Riswan. Membuat Yoga terduduk lemas.
"Ada apa dengan mereka ya Sayang..., kok aku jadi cemas,"ucap Nindya.
Riswan hanya bisa menggeleng dan merangkul pundak Nindya.
"Kita doakan saja semua baik baik aja,"kata Zainal menengahi ke khawatiran mereka.
Telepon Yoga berdering, dia langsung cepat menatap layar ponselnya. Dahinya berkerut karena panggilan nomor yang gak di kenal.
"Hallo ..., dengan siapa ya?"
"...."
"Iyaa benar saya sendiri. Memang ada apa dengan Angel pak."
"....."
"Innalillahi. ...."
™️ Bersambung ...
......................
Event Mulai September - Oktober
Dapatkan pulsa 25/orang untuk 2 orang fans terbaik(juara 1&2).
Syarat :
🔹️ Beri Hadiah, Vote dan comennt tiap babnya sesuai alur cerita
🔹️ Judul Novel :
🔜 KAU DAN AKU (karya Sifi endriyanto)
🔜 PAKSA AKU MENCINTAIMU (karya Roy Reihan)
🔹️ Dapatkan hadiah tambahan bagi fans yang sudah ada logo *FANS*
🔹️ FOLLOW AKUN AUTHOR SIFI ENDRIYANTO & ROY REIHAN
Pemenang sesuai syarat diatas☝
Hadiah akan di berikan awal November🙏
salam dari
Cinta Kedua Untuk Zylva &
Hati Terbelah Di Ujung Senja
jangan lupa mampir
"little princess and childish mafia"