Di suatu pelosok desa tinggalah seorang gadis cantik nan jelita, yang bernama Larasati Ayu Anindita, dia adalah anak tunggal dari seorang juragan tanah yang kaya raya di daerah nya.
Tapi semenjak ada tragedi yang menimpa keluarga nya, hidup Larasati berubah seperti di neraka, kebahagiaan nya hancur berantakan dan kehormatan nya di renggut paksa oleh seseorang, bahkan Larasati harus merelakan kepergian sang ayah untuk selama nya, karena orang-orang jahat itu dengan tega membunuh ayah nya.
Sampai akhirnya Larasati memutuskan bersekutu dengan iblis untuk membalaskan semua dendam nya, pada semua orang yang telah merusak kebahagiaan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi putri ang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati malam di hutan Larangan.
Sementara Karsiti sedang mencemaskan anaknya, juragan Suripto tengah cemas, jika Larasati pergi menemui Adinata, nampak juragan Suripto berjalan mondar-mandir di depan pintu rumah itu.
"Bagaimana mas, apakah anak buahmu sudah menemukan keberadaan Laras?." tanya Karsiti seraya memeluk suami barunya itu.
"Belum ada kabar Kar, kita harus bersabar, kau tenang saja dulu." jawabnya.
"Aku hanya takut jika Larasati bertemu, dengan penjahat-penjahat yang masih bebas berkeliaran itu mas." seru Karsiti dengan berderai air mata.
"Kau tenang saja Kar, semua penjahat itu tidak akan berani lagi menyentuh Larasati." cetus juragan Suripto dengan mengkerutkan keningnya.
Terlihat waktu semakin berlalu, jam sudah menunjukan pukul dua belas tengah malam, tapi anak buah juragan Suripto belum berhasil menemukan Larasati, nampak Karsiti masih terjaga di dalam kamarnya, sedangkan juragan Suripto sedang menunggu kabar dari anak buahnya, mereka semua sedang berpencar, mencari Larasati ke seluruh penjuru desa itu.
Dan beberapa dari anak buahnya mendapatkan info, jika ada seorang gadis cantik yang berjalan sendiri masuk ke dalam hutan, dengan sangat terpaksa mereka memasuki hutan wingit itu, hutan angker yang sangat dikeramatkan oleh warga desa.
"Sebenarnya aku takut masuk ke hutan ini, mitosnya hutan Larangan ini, adalah tempatnya jin dan iblis membuat perjanjian dengan pengikutnya, disini juga sering dijadikam tempat penumbalan." tukas salah satu anak buah juragan Suripto.
"Tutup mulutmu itu bodoh, kenapa kau mengatakan semua itu disini." sahut yang lain nya.
Sayu-sayu terdengar suara binatang malam, suara langkah kaki mereka, yang menginjak ranting dan daun-daun kering, mengisi kekosongan ruang hampa malam itu.
Kraak kraak kraak...
Suara burung-burung itu, memambah keangkeran suasana disana, nampak semua anak buah juragan Suripto berjalan berhimpitan, peluh membasahi wajah mereka, tapi mereka tetap berusaha melanjutkan pencarian nya.
Sementara itu Larasati sedang bersiap melakukan pemujaan, dia tengah duduk dengan menyilakan kedua kaki nya ke arah utara, goa ngerogo sukmo menjadi tempat ritualnya malam itu, dengan diiringi hembusan angin yang sangat kencang, bulan purnama yang memancarkan sinarnya begitu terang, samar-samar terdengar Larasati tengah menyanyikan kidung jawa.
"***Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno***."
Setelah itu dia mengucapkan mantra pemanggilan, didalam keheningan malam itu, tiba-tiba ada kilatan petir yang menyambar di dalam hutan itu, nampak anak buah juragan Suripto terperanjat, mereka lari tunggang langgang tak tentu arah, mereka semua menyadari kejanggalan yang ada disana, beberapa dari mereka adalah pelaku kejahatan yang dicari Larasati, dan dua orang lain nya hanya memantau keadaan saja waktu itu, mereka tidak tau jika nyawa mereka bisa dalam bahaya, karena berada disana malam itu.
Nampak kilatan petir bersamaan dengan suar berwarna merah, cahaya suar itu memantul di atas langit-langit hutan Larangan.
Wuussh...
Suar berwarna merah keemasan masuk ke dalam goa Ngerogo sukmo, lalu kilatan cahaya itu berubah, menjadi sesosok perempuan tua dengan membawa tongkat ditangan nya.
"Bukalah kedua matamu Ras, terimalah jiwaku untuk memasuki ragamu, untuk sementara aku akan bersemayam didalam ragamu, tapi sewaktu-waktu aku akan meninggalkan ragamu, tapi kesaktianku akan tetap bersamamu, bangunlah dan datang padaku." jelas Kanjeng Ratu Ageng Sedo.
Kemudian Larasati bangkit dari duduknya, dia melangkahkan kakinya perlahan, setelah dia sampai dihadapan Kanjeng Ratu Ageng Sedo, nampak Larasati berdiri dengan menyatukan kedua telapak tangan didepan dadanya.
Wuush...
Kanjeng Ratu Ageng Sedo melesat masuk kedalam tubuh Larasati, terlihat seluruh tubuh Laras bergetar hebat, terjadi penyatuan antara keduanya, nampak Larasati membulatkan kedua matanya, bola mata yang semula berwarna hitam pekat, berubah menjadi merah dengan kilauan cahaya dari sorot matanya.
Kini jiwaku sudah menyatu bersama ragamu, apapun yang akan aku lakukan, kau juga akan merasakan nya, kini aku akan mencari tumbal perjaka untuk yang pertama kalinya, setelah aku melakukan penyatuan itu, setengah jiwaku akan kembali ke alamku, tapi setengah jiwaku akan menetap diragamu, untuk membantumu membalaskan dendammu, ucap Kanjeng Ratu didalam hatinya.
Terlihat Larasati hanya menganggukan kepalanya, dia melangkahkan kakinya pergi dari goa itu, ditengah-tengah perjalanan nya, Larasati melihat dua orang lelaki yang tengah berteriak memanggil namanya.
Laras lihatlah dua lelaki itu, satu di antara mereka memiliki aura keperjakaan, datangilah mereka karena aku akan mengambil alih tubuhmu, tegas Kanjeng Ratu Ageng Sedo.
Lalu Larasati melangkahkan kakinya, dia menghampiri kedua anak buah juragan Suripto.
"Apakah kalian berdua mencariku?." tanya Larasati dengan menyunggingkan senyumnya.
"Iya mbak Laras, juragan meminta kami untuk mencarimu, mari mbak kita kembali ke rumah." jawab keduanya.
Setelah itu Larasati berjalan dengan kedua lelaki itu, ditengah-tengah perjalanan nya, Larasati menarik tangan salah satu dari lelaki itu, nampak Rudi terkejut karena tiba-tiba Larasati menggandeng tangan nya, dan memisahkan diri dari teman nya.
"Mbak Laras kenapa kau mengajakku pergi ke arah lain, Sastro berjalan ke sisi barat mbak, dan hanya dia yang mengetahui jalan keluar dari hutan ini." seru Rudi dengan mengaitkan kedua alis matanya.
"Aku sengaja mengajakmu kesini, mari ikutlah bersamaku." bisik Larasati ditelinga Rudi.
Nampak Rudi menelan ludahnya kasar, karena bagian atas milik Laras menyembul keluar, dan menyentuh dadanya, terasa denyut darah Rudi mendidih, detak jantungnya berpacu dengan cepat, lalu Larasati menyandarkan kepalanya dipundak Rudi, jari jemari Laras bermain dibagian leher Rudi, membuat kejantanan Rudi terpanggil, tanpa sadar Rudi menyentuh dagu Laras, didongakan kepalanya ke atas, bibirnya mengecup lembut bibir mungil Larasati, suara-suara aneh keduanya mengisi kekosongan ruang hampa malam itu.
Aku akan menikmati malam dengan lelaki perjaka ini, setelah itu kecantikanku akan kembali untuk satu tahun kedepan, batin Kanjeng Ratu Ageng Sedo, seraya menggoda Rudi yang sudah tidak berdaya lagi.
Sementara itu Sastro tengah kebingungan, mencari keberadaan Larasati dan juga Rudi yang tengah menghilang, dia memandang ke segala arah, mencari tau kemana kedua orang itu pergi, sampai akhirnya dia bertemu dengan ketiga anak buah juragan Suripto yang lain nya.
"Tadi aku dan Rudi sudah menemukan mbak Larasati, tapi tiba-tiba mereka berdua menghilang, ayo kita cari mereka disebelah sana." seru Sastro seraya mengusap peluh dikeningnya.
Terlihat keempat lelaki itu tengah berpencar, mencari dimana keberadaan Larasati dan juga Rudi, samar-samar mereka mendengar suara-suara aneh, ditengah kegelapan hutan wingit itu.
Dengan sangat penasaran mereka semua mencari darimana suara aneh itu berasal, dan dari kejauhan mereka melihat sepasang lelaki dan perempuan, tengah memadu kasih, keduanya melakukan penyatuan di bawah pohon besar, karena melihat kemolekan tubuh perempuan itu, mereka semua mengintip dibalik dedaunan yang ada didekatnya, nampak mereka semua membulatkan kedua matanya, seraya menelan ludahnya kasar.
*
*
...Maaf jika nanti Author lama update, sedang ada kesibukan selama satu bulan kedepan, mohon pengertian nya 🙏...
...Bersambung....
makin 💪💪💪💪 ya thoor