NovelToon NovelToon
THE BILLIONAIRE BABY BOY

THE BILLIONAIRE BABY BOY

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Patma

Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.

Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.

Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.

Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.

Nathan. "Dia bukan putraku!"

Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak

Setibanya di rumah. Bella langsung memeluk Dimas dengan erat, berkali-kali ia mengecup dan mencium Dimas. Air matanya kembali mengalir saat mengingat kejadian di Rumah sakit tadi.

Mira keheranan melihat Bella, kemudian ia bertanya pada Andri apa yang terjadi dengan Bella. Andri menceritakan tentang hasil tes DNA dan keributan yang terjadi antara Bella dan Nathan.

"Kenapa bisa hasilnya tidak cocok? sudah jelas-jelas Dimas itu anak kandungnya Nathan. Darah daging dia." Mira syok dan kaget saat mendengar penjelasan Andri.

"Saya juga enggak tau, bi. Tapi saya yakin pasti ada campur tangan mereka. Coba bibi pikir, bagaimana Nathan bisa tau kalau sore itu Bella mengambil hasil tes DNA?" ungkap Andri.

"Ya, kau benar. Ini pasti ada kaitannya dengan wanita ular itu!" Mira melototkan mata, ia benar-benar jijik saat membayangkan sosok Ajeng.

"Bi. Sudahlah, mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mencari bukti tentang Dimas." Sela Bella.

"Kalau bukan sekarang, kapan lagi Bella? Kamu mau melihat mereka terus-terusan mengejek kamu dari sana? kalau mereka membuat kelicikan, kita juga harus bisa!" Jelas Mira pada Bella.

Bella menundukkan kepala. Saat ini ia benar-benar rapuh, bingung harus dengan cara apa lagi supaya Nathan percaya padanya.

"Bella, kau jangan seperti ini. Kita harus cari cara lain supaya Nathan percaya sama kamu dan juga Dimas." timpal Mira.

Bella menganggukkan kepala, sementara Andri hanya bisa menyemangati Bella.

"Kau harus kuat. Aku akan terus membantumu, Bel." Kata Andri.

Bella memutuskan untuk memasuki kamarnya, sedangkan Andri ia pamit meminta ijin pulang pada Mira.

Mira membuang napas secara kasar, hatinya berkecamuk melihat keponakannya memiliki masalah yang sangat rumit. Kenapa Tuhan harus mempermainkannya, sudah jelas-jelas kebenaran ada di tangan mereka. Mira menatap nanar kemudian ia berdoa agar Bella kuat menghadapi masalah yang menimpanya.

***

Keesokkan harinya. Seperti biasa Bella selalu tepat waktu saat mengisi absensi. Tidak lama setelah itu Puput menghampirinya dan mengajak ke ruangan pantry bersama.

"Hei, kau kenapa Bella? pagi ini mukamu sedikit kusut, apa kau habis begadang?" tanya Puput.

"Tidak. Aku tidak begadang dan aku tidak apa-apa." Bella tersenyum pada Puput, setelah sampai di ruangan pantry mereka berdua mengambil alat tempur mereka untuk bekerja.

"Aku akan membersihkan ruangan di lantai tiga." Kata Bella. Kemudian ia meninggalkan Puput sendirian.

"Dia keliatan aneh, tapi ya sudah lah. Nanti kalau ada waktu aku akan bertanya lagi." Puput pun berjalan memasuki ruangan yang akan ia bersihkan.

Pagi berganti Siang. Saat ini Bella sedang membersihkan kaca yang berada di dalam lift. Tidak lama kemudian Riko masuk dan sedikit kaget saat melihat Bella. Riko memencet tombol lantai delapan lalu ia berdiri membelakangi Bella.

Tidak ada percakapan di antara mereka berdua, Bella fokus dengan kerjaannya sedangkan Riko fokus dengan pikirannya.

Baru saja Riko sampai di lantai tujuh, tiba-tiba lift itu mati. Riko keheranan karna tidak biasanya lift itu mati. Bella sendiri merasa kaget, namun ia menyembunyikannya dan tetap fokus dengan melap kaca.

"Kau masih bisa setenang ini saat lift ini mati?" tanya Riko tak percaya.

"Aku harus apa, Pak? teriak-teriak minta tolong begitu?" jawab Bella.

Riko berdecak, kemudian ia memencet tombol darurat dan menggedor-gedor pintu lift.

"Kau bantu gedor-gedor, teriak apa gimana gitu. Bukannya malah enak-enakan duduk begitu!" protes Riko.

"Mereka pasti tau kita lagi terjebak di dalam lift. Di sini kan ada cctv nya, dan di sana juga kan ada pengawas cctv nya. Jadi enggak mungkin juga mereka ngebiarin kita lama-lama terkurung di lift. Lagian kalau kita banyak gerak bisa bahaya, posisi kita lagi ngegantung, kalau liftnya sampai jatuh meluncur kebawah gara-gara bapak enggak bisa diam bagaimana?" Jelas Bella panjang lebar.

Riko semakin di buat kesal oleh Bella, dia merasa menjadi orang bodoh dalam sesaat.

Tidak lama kemudian beberapa security menggedor dari luar dan memberitahu mereka untuk tenang sambil menunggu petugas teknisi gedung datang.

Mereka berdua duduk tanpa adanya percakapan. Riko menatap Bella, terlihat raut wajah kekecewaan di sana.

"Sepertinya kau lagi ada masalah?" tanya Riko mencairkan suasana.

Bella tersenyum sinis, malas untuk membalas pertanyaan Riko.

"Hei, aku bertanya kenapa..-" katanya tergantung saat Bella meneriakinya.

"Saya yakin bapak juga pasti tau!" Pekiknya, setelah itu Bella memejamkan mata. Ia berusaha tenang suapaya tidak menangis.

"Kau? kau berani berteriak padaku?" geram Riko.

"Terserah bapak mau menilaiku seperti apa." Sahut Bella.

"Kenapa kau masih tetap keras kepala? lupakan Nathan. Berhenti mencari bukti tentang anakmu itu. Percuma." Celetuk Riko.

Bella menatap nanar Riko, matanya mulai berkaca-kaca. Kini ia paham kenapa hasil tes itu bisa salah.

"Sudah aku duga, kalian memang dalangnya. Kenapa kalian setega ini? Aku hanya ingin mencari keadilan untuk anakku Dimas. Dia juga anaknya Nathan, dia sangat membutuhkan kasih sayang dari ayahnya!" Pekik Bella, air matanya mengalir tak kuat menahan rasa sakit di hatinya.

"Kubur dalam-dalam keinginanmu itu, aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan rumah tangga Adikku. Apalagi sampai memperebutkan harta. Semua itu milik Ajeng dan juga putrinya akan menjadi satu-satunya pewaris keluarga Wijaya." Jelasnya pada Bella.

"Aku tidak menginginkan harta. Kalau bapak berpikir aku akan merusak rumah tangga Ajeng, tidak. Tidak ada sama sekali aku mempunyai niat seperti itu, apalagi untuk kembali pada mas Nathan. Tidak pak, bapak salah besar."

Riko tersenyum sinis mendengarnya. Bella menyeka air matanya. "Aku cuma ingin mas Nathan mengakui Dimas, itu saja. Bagiku itu sudah lebih dari cukup. Tidak akan ada drama memperebutkan harta, karna aku tau itu tidak akan pernah ada ujungnya. Silahkan kalau misalkan Ajeng mau mengambil hartanya Wijaya. Aku sama sekali tidak tertarik." Timpalnya lagi.

Riko tertegun mendengar ucapan Bella. Ia diam tanpa menjawab ataupun menyahut. Rasa penyesalan kembali menjalar pada dirinya. Entah harus berhenti ikut campur akan masalah adiknya, atau harus terus membantu Ajeng untuk masa depannya.

Namun di lubuk hatinya, ia menyerah dan kasian saat melihat Bella menangis di hadapannya. Hatinya luluh, ia merasa menjadi seorang laki-laki paling berengsek di dunia.

"Maafkan aku, Bella." Batinnya. Riko memutuskan untuk diam tanpa menanyakan apa-apa lagi.

Setengah jam kemudian, lift itu kembali bergerak menuju lantai delapan. Mereka bedua keluar. Bella di sambut pelukan oleh Puput yang sedari tadi hawatir akan dirinya. Sedangkan Riko, dengan penyesalannya ia terus melangkah memasuki ruangannya.

.....

1
Nadia
bener bener gak ada novel yg bagus apa ya, perasaan jarang banget aku Nemu novel yg bagus
Marulak Siagian
👍👍👍👍👍
Reni Ajja Dech
Masa si Rafkah lama banget membongkar kebusukan si Arya yg menggelapkan uang perusahan.
Reni Ajja Dech
pasti jebakan mama Nathan,si Bella Ama Rafka satu kamar.
Diana Budhiarti
alhamdulillah.. thanks thorrr, akhir ceritanya happy ending.
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
Nur Lizza
y uda tamat aja.
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
Nur Lizza
kasihn dimas untng aja dia bs selamt dr para pereman
Nur Lizza
akhirny mega ke tangkap polisi jg rasakn kamu mrmbusuk di penjara.
smg dimas baik3 sj
Nur Lizza
bt aja bhgi krn maslh sudh beres.ni ada og mslh br.
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
Nur Lizza
mantap
Nur Lizza
spali yg telah menolong mega
Nur Lizza
ni baru seru
Nur Lizza
😭😭😭😭
Nur Lizza
smg kalian yg nangis darah aryo cs
Nur Lizza
semg bahagia selalu.
kbr ibu margaret gimn thor
Nur Lizza
kbr ny kelurga nathan gimana
Nur Lizza
slmt y akhirny dimas punya papa.
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja
Nur Lizza
akhirny satu persatu rahasia di bongkar
Nur Lizza
mkin seru
Nur Lizza
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!