" Ia yang selalu terlihat bersinar! " gumam Lana saat memandang wajah lelaki dihadapannya.
Pria yang selama ini hanya ada didalam angan - angannya, kini secara nyata berdiri tepat dihadapannya. Kebahagiaan Lana sungguh tiada tara, seolah ia telah memiliki dunia dengan segala. Sejenak ia lupa akan lukanya yang masih basah - basahnya.
Lelaki tampan yang suara merdunya hanya ia dengar dari media pemutar musiknya, lelaki yang senyumannya hanya bisa ia lihat dari layar kaca, lelaki dengan kemisteriusannya mengundang banyak tanya kini benar - benar berdiri dihadapan Lana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MALAM HARI DISUNGAI HAN
Min Yoongi mengulurkan satu potong sandwich dan satu cup americano ke arah Lana dan perempuan itu menerimanya dengan senyuman. Lelaki disamping Lana itu kemudian terlihat membuka masker dari wajahnya sembari meraih minumannya dari atas holder.
“ Terima kasih atas dukunganmu hari ini Lana – ssi, aku sangat senang saat melihat kehadiranmu hari ini “ kata Min Yoongi sesaat setelah ia menyesap minumannya.
“ Hmm, aku juga sangat senang bisa melihat permainan hebatmu Min Yoongi – ssi, karena tidak semua orang bisa memiliki kesempatan seperti ku. Terima kasih karena sudah mengundangku datang “ ujar Lana panjang lebar tanpa melunturkan senyuman dari wajahnya.
“ Makanlah, maaf karena aku belum bisa mengajakmu makan ditempat yang lebih baik aku belum sempat melakukan reservasi, aku juga tidak tahu harus mengajakmu kemana yang aku tahu hanya biasanya orang yang berkencan akan pergi ke sini “ dengan lugas Min Yoongi menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya.
Lana yang tengah menyeruput minumannya langsung terbatuk – batuk saat ia mendengar kata ‘kencan‘ terlontar dari mulut Min Yoongi. Segera lelaki yang duduk disamping Lana itu menarik tisu dari dalam laci mobilnya dan mengulurkannya pada Lana agar ia segera menyeka bibirnya.
“ Hmm, berkencan? “ Lana mencoba mengkoreksi pendengarannya.
Min Yoongi dengan bingung menatap wajah Lana, terdapat perubahan mimik muka dari lelaki berusia dua puluh delapan tahun itu setelah mendengar pertanyaan Lana baru saja. Sekilas ia mengernyitkan keningnya dan melemparkan pandangan matanya keluar jedela kaca dan kembali meletakkan cup minumannya.
“ Lana – ssi, apakah selama ini hanya aku yang menganggap kedekatan kita istimewa? Hmm apakah menurutmu yang kita lakukan sekarang bukan berkencan? “ Min Yoongi menatap lurus dua bola mata Lana.
“ Hmm, bukan seperti itu Min Yoongi – ssi. Tentu saja aku merasa sangat istimewa dapat berkomunikasi dengan mu secara langsung bahkan dengan nomor pribadimu. Tetapi ku pikir tidak sejauh ini, karena jujur saja bahwa selama ini kamu sering datang dan pergi Min Yoongi – ssi “ Lana dengan sedikit gugup mengutarakan segala hal yang menjadi keraguan terpendamnya.
“ Datang dan pergi? “ Min Yoongi mengulangi ucapan Lana.
“ Ya! Datang dan pergi, ada waktu dimana dirimu begitu intens mencariku. Namun ada kalanya kamu menghilang dari radarku Min Yoongi – ssi “ jujur Lana.
Keduanya kemudian dilanda kebisuan, Lana menerawang keluar jendela kaca disampingnyanya. Sementara Min Yoongi hanya menundukkan kepalannya sembari memainkan jemarinya. Ada sebuah perbedaan persepsi diantara keduanya perihal kedekatan yang sedang mereka jalani sekarang.
“ Lalu kenapa kamu tidak mencariku saat aku mengilang dari kehidupan mu? “ Min Yoongi kemudian menatap wajah Lana, lawan bicaranya.
Perempuan itu kini bergantian mengalihkan pandangan matanya yang semula menerobos diding kaca disampingnya kearah Min Yoongi yang juga tengah menatapnya. Banyak hal ambigu yang terjadi diantara dirinya dan Min Yoongi, banyak hal yang perlu diluruskan saat ini.
“ Min Yoongi – ssi, bagaimana mungkin orang sepertiku bisa mencarimu terlebih dahulu? Aku begitu tahu porsiku Min Yoongi – ssi “ ucap Lana dengan tatapan mata nya yang sendu.
“ Memangnya apa yang salah dengan dirimu Lana – ssi, sehingga kamu beranggapan seperti itu? “ Min Yoongi terlihat memainkan rambutnya yang jatuh menutupi keningnya dan menariknya kebelakang, ia terlihat begitu tampan.
“ Aku hanya orang biasa Min Yoongi – ssi “ sambung Lana lagi.
“ Lalu aku? Bukan kah aku juga orang? Bukankah aku juga manusia yang sama seperti mu? “ tidak heran, memang seperti itulah Min Yoongi. Ia tidak pernah berusaha menggunakan kalimat – kalimat yang indah, ia cenderung berucap dengan lugas dan mengatakan segala sesuatu sesuai dengan kenyataannya.
“ Tentu saja kamu manusia, tapi kamu artis terkenal “ Lana mencoba mengklarifikasi maksud ucapannya.
Tampak Min Yoongi menghela nafasnya dengan berat dan melepaskannya dengan sedikit kasar. Ia kembali dalam keheningannya, lelaki itu kemudian meraih kembali americanonya yang sudah mulai menghangat dan menyesapnya perlahan.
“ Memangnya ada aturan yang mengatakan bahwa artis tidak boleh dekat dengan seseorang yang bukan artis? “ tanya Min Yoongi sesaat setelah ia kembali meletakkan cup minumannya.
Gantian Lana yang kini dikuasai dengan kebisuan, ia ingin menanyakan tujuan Min Yooongi mendekatinya namun ia tidak sampai hati membuka suara. Ia tidak ingin pertanyaannya justru membuat lelaki itu menjauh darinya. Lana merasa begitu senang bisa sedekat itu dengan Min Yoongi, hingga ia benar – benar merasa tidak ingin untuk dijauhkan dan melupakan segala kepahitannya dimasa silam.
“ Lana – ssi, apakah kamu memiliki kekasih? “ Min Yoongi kembali membuka suaranya.
“ Hmm, aku tidak memiliki kekasih Min Yoongi – ssi “ jawab Lana setelah ia berdehem singkat.
“ Baiklah, aku ingin dekat dengan mu seperti ini selama mungkin “ sambung Min Yoongi lagi.
Lagi – lagi ucapannya terdengar begitu ambigu, ia ingin dekat dengan Lana namun belum jelas hubungan apa yang ada diantara keduanya. Sebelumnya ia menyebut ini kencan, tetapi ia juga tidak pernah mengatakan bahwa ia menyukai Lana. Ia hanya mengatakan bahwa kedekatannya dengan Lana adalah sesuatu yang istimewa.
“ Lalu bagaimana dengan Min Yoongi – ssi? Apakah memiliki pacar? “ Lana memberanikan diri untuk bertanya.
“ Tentu saja tidak! Aku dekat dengan mu, aku senang berbicara dengan mu aku menikmati hubungan kita “ Min Yoongi sedikit menaikkan nada bicaranya.
“ Hubungan? Lalu apa hubungan kita? “ tanya Lana lagi.
Kini Min Yoongi dibuat Lana terdiam kembali, ia seolah sedang berusaha mengurai rasa yang ada didalam dadanya yang belum terungkapkan. Min Yoongi memang sosok yang begitu menjaga image nya dari kesan romantis, ia tipikal pria yang tidak suka mengumbar janjinya.
“ Apakah kamu menyukaiku Min Yoongi – ssi? “ dengan begitu berani Lana melempar tanyanya.
“ Tentu saja aku menyukaimu, jika tidak menyukaimu untuk apa aku mengundangmu datang? “ jawab Min Yoongi.
“ Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya supaya hubungan kedekatan kita benar – benar jelas? “ ujar Lana tanpa sadar.
“ Apakah jika aku menyukai seseorang, aku harus mengatakannya? Apakah orang lain tidak bisa melihat dari perbuatanku? Apakah tindakanku tidak cukup mewakili perasaanku? “ Min Yoongi menatap lekat kedua bola mata Lana yang kecoklatan.
“ Tentu saja Min Yoongi – ssi, terlebih kita berdua baru sebentar saja saling mengenal bagaimana aku bisa tahu bahwa kamu menyukaiku jika kamu tidak mengatakannya “ sergah Lana.
Sepasang lelaki dan wanita itu kembali dalam keheningan, keduanya diliputi sejuta perasaan yang ambigu. Kehidupan Lana yang biasa saja, serta merta menjadi penuh cahaya karena kehadiran Min Yoongi yang begitu tiba – tiba. Sementara bagi Min Yoongi, ia seolah berhasil menemukan mataharinya yang bisa selalu membuatnya menjadi lebih hangat. Lelaki itu menjadi mudah tersenyum bahkan bergurau, semenjak ia mengenal Lana.
“ Lana – ssi, maafkan aku yang selalu datang dan pergi. Bukan karena aku tidak menginginkanmu, tapi memang karena aku sedikit kesulitan membagi waktu “ ucap Min Yoongi pada akhirnya.
“ Lalu, untuk hubungan kita aku mohon beri aku waktu. Aku hanya takut kamu tidak bisa menerima kesibukanku juga keabsenan ku disisimu Lana – ssi “ tukas Min Yoongi kemudian.
“ Aku mengerti “ hanya itu yang bisa terlontar dari bibir mungil Lana.
“ Aku berharap kamu tidak mengisi ruang kosong dihatimu itu dengan orang lain, tunggulah aku “ pinta Min Yoongi lagi dan Lana hanya menganggukkan kepalanya pelan.
dan biasanya Suga 🤣
kita satu server thorr kalo emang bias nya Suga 🤣🤣
tuing.... lampu hijau mulai menyala...
hai thor... maaf, baru bisa mampir lagi...