NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mobil aneh

Jumat sore, kantor mulai sepi lebih cepat dari biasanya. Sebagian besar tim udah pada cabut begitu jam pulang tiba, tapi Rain masih di mejanya, nunggu approval terakhir dari divisi Finance sebelum proyek besar itu resmi jalan minggu depan.

"Udah dikirim tadi siang," kata Rain ke Pandu lewat telepon, sambil sesekali refresh email.

"Tinggal nunggu tanda tangan Kenzo doang."

"Sabar, mungkin dia lagi rapat," jawab Pandu di seberang telepon.

"Kamu duluan aja pulang, biar aku yang follow up Senin."

"Nggak apa-apa, aku tunggu di sini." Rain menghela napas, menyandarkan punggung ke kursi.

"Lagian kalau ditinggal, nanti Senin ada aja revisian baru dari dia." Pandu tertawa kecil di ujung telepon.

"Kamu benci banget, ya, sama dia." Rain terdiam sebentar.

"Nggak benci, sih. Cuma... capek aja. Rasanya nggak pernah cukup di matanya."

"Kamu udah lebih dari cukup, kok," kata Pandu, suaranya melembut.

"Buat aku, kamu selalu lebih dari cukup." Ada jeda sebentar di telepon.

Rain merasa pipinya sedikit menghangat, tapi sebelum dia sempat bilang apa-apa, Pandu buru-buru nyambung, "Ya udah, aku duluan, ya. Ada meeting lagi soalnya." Telepon ditutup.

Rain menatap layar ponselnya sebentar, separuh berharap Pandu bakal nerusin kalimat tadi jadi sesuatu yang lebih jelas. Tapi seperti biasa, Pandu berhenti tepat di ujung sesuatu yang penting, lalu mundur lagi. ---

Setengah jam kemudian, email approval akhirnya masuk. Rain buru-buru beres-beres, lega proyeknya bisa lanjut sesuai jadwal. Begitu keluar dari lobi kantor, dia baru sadar hujan turun cukup deras, sementara payungnya ketinggalan di meja.

"Tumben masih di sini jam segini." Rain menoleh. Kenzo berdiri di dekat pintu kaca lobi, tangannya memegang kunci mobil, seolah baru mau berangkat pulang.

"Nunggu approval kamu," jawab Rain, agak ketus.

"Makasih udah tanda tangan, akhirnya." Kenzo cuma mengangguk pelan, matanya melirik ke luar, ke hujan yang makin deras.

"Nggak bawa payung?"

"Ketinggalan," gumam Rain, agak malas mengakuinya. Tanpa banyak kata, Kenzo berjalan ke arah parkiran, lalu beberapa menit kemudian muncul lagi membawa mobil sedan hitam mengilap yang jelas-jelas bukan tipe mobil kantoran biasa. Logo di depannya aja Rain belum pernah lihat langsung, biasanya cuma di majalah otomotif yang sesekali dia baca iseng.

"Naik," kata Kenzo, membuka kaca jendela sedikit.

"Rumahmu searah kantor pusat, kan? Aku lewat situ." Rain ragu sebentar.

"Nggak usah, aku bisa naik taksi online"

"Hujan deras, susah cari taksi jam segini," potong Kenzo.

"Naik aja." Dengan agak canggung, Rain akhirnya masuk ke kursi penumpang. Interior mobilnya rapi, wangi parfum yang samar, dan yang paling bikin Rain diam-diam kaget: dashboard mobil itu penuh detail yang jelas-jelas bukan harga mobil biasa.

Sepanjang perjalanan, mereka nggak banyak ngobrol. Radio menyala pelan, suara hujan di luar jadi satu-satunya latar suara yang mengisi keheningan.

"Mobil kamu bagus," Rain akhirnya buka suara, lebih karena nggak tahan sama diam yang canggung.

P"Punya orang tua," jawab Kenzo singkat, mata tetap fokus ke jalan.

"Oh." Rain mengangguk pelan, meski dalam hati mulai mikir macam-macam. Orang tua yang bisa kasih anaknya mobil semewah ini pasti bukan orang biasa.

Tiba-tiba semua sikap keras Kenzo di rapat, standar tingginya, caranya ngomong seenaknya soal budget besar semua itu jadi masuk akal. Gampang aja buat orang yang nggak pernah kekurangan buat nuntut orang lain kerja lebih efisien.

"Kamu lagi mikir aku anak manja, kan?" tanya Kenzo tiba-tiba, seolah bisa baca pikiran Rain. Rain tersentak.

"Nggak"

"Nggak apa-apa," potong Kenzo, nada suaranya datar seperti biasa, tapi ada sesuatu yang berbeda kali ini sedikit lelah, mungkin.

"Semua orang juga mikir gitu." Rain diam, nggak tahu harus jawab apa. Mobil berhenti di depan gang menuju rumah kontrakan Rain.

"Makasih, ya," kata Rain akhirnya, tangan udah di gagang pintu.

"Rain." Rain menoleh.

"Senin, tolong kirim ulang breakdown biayanya," kata Kenzo, kembali ke nada kerja seperti biasa.

"Ada bagian yang masih bisa dipangkas." Rain menghela napas panjang, senyum kecut.

"Selalu ada aja, ya." Untuk pertama kalinya, Kenzo hampir tersenyum hampir.

"Kalau nggak ada yang perlu diperbaiki, ngapain aku ada di sini." Mobil itu melaju pergi begitu Rain turun. Rain berdiri sebentar di depan gang, menatap hujan yang masih rintik-rintik, pikirannya campur aduk antara kesal, penasaran, dan satu perasaan lain yang belum bisa dia namai.

Kalau bisa, tadi mau membanting pintu mobilnya. Berteriak di depannya dan bilang "KAMU NYEBELIN!"

Sayangnya pikiran itu cuma angan angannya aja. Segala sesuatu harus kembali ke realita. Hujan dan bad mood. Pantes awet kelamnya.

1
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Xlyzy
jelas lah dia dia dah Dig dug plu gugup pertama kali loh ketemu wajar aja, apalagi ini camer 🤭
Tamaa
Bagusnya memang Rain ke Surabaya aja, biar hubungan mereka teruji selain itu kalau hubungan terus berlangsung tanpa adanya masalah sedikitpun dan bertemu setiap hari pasti ada rasa bosan yang muncul sedikit.
Tamaa
awas hubungannya jadi renggang
Tamaa
Kena mutasi nih, harus ldr dong
-Thiea-
habisnya si pandu juga kagak jelas. kayak tarik-ulur gitu. jadi bingung kan si rain.
❤️𝐙⃝🦜༄⃞⃟⚡⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰W⃠ : dia hablum minannas ke semua orang ka 😭
jadinya bikin cewek salah paham
total 1 replies
-Thiea-
mulai nyaman sih ya komunikasinya walau masih ketus.
Mingyu gf😘
nahh, sama kenzo aja deh yang gak plin plam
Mingyu gf😘
Jangan mau sama pandu rain, dia kayaknya terlalu plin plan sama hatinya
Aquarius97 🕊️
apakah itu artinya bang Kenzo juga percaya pada rain.. uhuyuhuyuhuy 😍😍
Aquarius97 🕊️
tenang saja... kan ada babang Kenzo rain...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
moga aja ayahnya kenzo meridhoi rain
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
nontonnya di noveltoon juga kah?😄
Prayy
ternyata sifat Kenzo kaya gitu demi nutupin dari semua orang deh karena beban yang di pikul nya
Prayy
kenapa kaget ? masih canggung yaaa
Prayy
sampai pandu tauu buruan pandu nanti ke duluan pak Kenzo
Prayy
mulai mulai satu kantor udh tahu nih
Myz Pena
cieee yanh mau makan dengan calon mamernya... rain happy...tapi pandu auto mewek sendirian 🤧...
Putry Chan
kalimat " aku disini " itu singkat tapi power full genggaman tangan Kenzo bikin rain merasa lebih nyaman , tim solid bgt semoga mereka bisa ngelewatin tes dari papa kenzo
ginevra
nah, akhirnya kamu sadar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!