Chen Yiyi adalah pelayan di Puncak Sakte. Namun nyaris tak ada satu pun murid atau Tetua Sekte yang pernah melihat wajahnya. Dia tak pernah turun ke bawah, tak pernah bergaul, tak pernah meminta apa-apa.
Selama ini dia hanya mengurung diri di gubuk tua itu, merawat taman bunga obat dan menjaga tempat ini untuk orang yang pernah memberinya tempat bernaung — Tetua Puncak Sakte.
Hingga hari itu, kabar datang bagaikan badai: Tetua Puncak telah meninggal dunia. Tanpa pelindung, tanpa nama, tanpa keluarga, Chen Yiyi merasa tak ada lagi alasan baginya untuk tetap hidup. Di tengah malam yang sunyi, di dalam gubuk tua itu, dia memilih mengakhiri hidupnya sendiri.
Darah menetes ke lantai kayu yang lapuk. Matanya perlahan tertutup. Napasnya berhenti.
Namun kematian bukanlah akhir.
Saat kesadaran asli Chen Yiyi lenyap, seketika itu juga cahaya menyelimuti ruangan. Sebuah jiwa dari dunia lain, seorang manusia dari zaman modern yang baru saja meninggal, tersentak masuk ke dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Formasi Pelindung
Beberapa bulan berlalu. Di dunia luar, kabar mulai tersebar, para petani di kaki gunung, pengembara, dan murid-murid sekte lain sering melihat cahaya keemasan yang sesekali melesat menembus awan di puncak Gunung Langit. Sekte-sekte besar di wilayah itu pun mulai berbisik-bisik.
Di Aula Utama Sekte Awan Tinggi, para Tetua berkumpul dengan wajah serius. Peta wilayah terbentang di meja.
Tetua Kanan: "Sudah tiga bulan lebih. Setiap beberapa hari sekali, cahaya keemasan muncul di puncak Gunung Langit. Itu bukan fenomena alam. Itu pasti aktivitas sekte."
Tetua Kiri: "Mustahil. Gunung itu tandus dan berbahaya. Tak ada yang mendirikan sekte di sana selama ratusan tahun."
Tetua Kanan: "Tapi semua orang melihatnya. Cahaya itu kuat dan murni. Jika dibiarkan, siapa pun tahu apa artinya — kekuatan baru sedang tumbuh di wilayah kita.!"
Pemimpin Sekte: "Kirim utusan. Pergi ke sana, periksa apa yang sebenarnya terjadi. Jika ada sekte baru, mereka harus melapor dan membayar upeti. Jika penjahat, bersihkan tempat itu.!"
***
Tiga utusan tingkat tinggi berangkat hari itu juga. Mereka terbang tinggi, melintasi hutan lebat, hingga mendarat di puncak Gunung Langit. Namun saat sampai di sana, mereka hanya terdiam kebingungan.
Di hadapan mereka berdiri sebuah gerbang besar dari batu giok putih yang megah, namun di baliknya, tak ada apa-apa.
Hanya kabut tebal dan bayang-bayang pepohonan. Tak ada aula, tak ada istana, tak ada orang. Seakan gerbang itu berdiri sendirian di tengah hutan.
Utusan 1: "Mengapa... hanya gerbang? Di mana sektenya?"
Utusan 2: "Tak ada jejak bangunan. Tak ada energi. Seperti tempat ini kosong melompong."
Utusan 3: "Tapi cahaya itu... kita semua melihatnya. Bagaimana mungkin tidak ada apa-apa?"
Mereka mencoba melangkah melewati gerbang, namun terhalang oleh sesuatu yang tak terlihat, seakan dinding tak kasat mata menolak mereka. Makin didorong, makin kuat penolakan itu.
Utusan 1 mundur perlahan, wajahnya pucat. "Ini... formasi pelindung. Tingkat tinggi. Kita tak bisa masuk.!"
Utusan 2: "Lalu siapa yang mendirikannya? Dan di mana bangunan sebenarnya?"
Utusan 3: "Kembalilah. Laporkan ke Pemimpin. Di puncak itu ada sesuatu yang jauh melampaui pemahaman kita."
Ketiganya pergi dengan perasaan tak tenang. Mereka tak tahu, sejak Sekte Surgawi Langit berdiri, Sistem telah mengaktifkan pelindung tak kasat mata.
[ FORMASI PELINDUNG TAK KASAT MATA — AKTIF. ]
[ EFEK: ORANG LUAR HANYA BISA MELIHAT GERBANG UTAMA. SELURUH BANGUNAN DAN PENGHUNI TIDAK TERLIHAT KECUALI SUDAH MASUK KE DALAM WILAYAH SEKTE .]
[ KEKUATAN FORMASI: TIDAK BISA DITEMBUS OLEH SIAPA PUN DI BAWAH TAHAP 6 — KEKUATAN LANGIT .]
Dari balik formasi itu, Lin Yue berdiri di balik gerbang, melihat ketiga utusan yang pergi tanpa mengetahui keberadaan mereka. Xiao Tian dan Su Ling berdiri di sampingnya.
Su Ling berkata "Mereka datang... tapi tidak bisa melihat kita?"
Lin Yue mengangguk pelan "Itu perlindungan sekte kita. Selama belum waktunya, dunia luar tak boleh tahu keberadaan kita. Biarkan mereka bertanya-tanya. Ketidaktahuan mereka adalah perlindungan terbaik bagi kita saat ini.!"
"Kapan... mereka boleh tahu?"
"Saat kita cukup kuat sehingga tak ada yang berani meremehkan kita. Saat itu tiba, gerbang ini akan terbuka lebar — dan seluruh dunia akan melihat kemegahan yang selama ini tersembunyi.!"
[ MISI PASIF: SEKTE TETAP TERSEMBUNYI — AMAN DARI GANGGUAN LUAR. KECEPATAN KULTIVASI NAIK 20% KARENA DAMAI. ]
Lin Yue menatap ke arah kabut tebal yang memisahkan mereka dari dunia luar. Di luar sana, orang-orang membicarakan cahaya itu, namun tak ada yang tahu, di balik gerbang yang tampak kosong itu, sebuah kekuatan agung sedang tumbuh, perlahan namun pasti, menunggu saat yang tepat untuk menampakkan diri.
...----------------...
Di desa kaki Gunung Langit, kabar itu juga sudah sudah menjadi pembicaraan utama di mana saja, di pasar, di kedai makan, hingga di halaman rumah warga.
Setiap kali senja tiba, orang-orang berhenti sejenak dan menatap ke arah puncak gunung yang tertutup kabut tebal, menunggu, atau takut melihat cahaya keemasan itu kembali menembus awan.
Di kedai teh paling ramai di desa, para tetua dan pemuda berkumpul. Suara mereka rendah namun penuh kegelisahan.
Petani Tua: "Sudah bulan ketiga. Hampir setiap malam, cahaya itu muncul. Kadang lembut, kadang terang hingga menyinari ladang jagungku di lereng bukit."
Pemuda Desa: "Katanya ada harta karun kuno yang terbangun di puncak gunung. Atau mungkin... dewa yang turun ke bumi?"
Wanita Penjual Sayur: "Ssst! Jangan sembarangan bicara soal dewa. Bagaimana kalau itu roh jahat? Gunung itu sudah lama ditinggalkan. Tak ada siapa yang berani naik ke atas sejak puluhan tahun lalu."
Pendaki Gunung: "Aku pernah naik sampai setinggi tengah bukit. Tapi semakin ke atas, kabut semakin tebal, dan rasanya... seakan ada sesuatu yang mengawasi. Aku tak berani melangkah lebih jauh."
Tetua Desa berjalan masuk, wajahnya serius. "Kalian semua bicara soal cahaya itu. Tapi kalian tahu apa yang paling aneh?"
Semua: "Apa, Kakek?"
Tetua Desa: "Cahaya itu terlihat jelas dari bawah. Tapi siapa pun yang mencoba naik ke atas, tak ada satu pun yang berhasil mencapai puncak. Baik murid sekte maupun pendaki handal. Mereka semua bilang jalan itu hilang, atau kabut menghalangi pandangan. Seakan gunung itu sendiri menolak mereka.!"
Pemuda Desa: "Lalu... apa yang sebenarnya ada di atas sana?"
Tetua Desa: "Entah. Tapi ada satu hal yang pasti, itu bukan hal biasa. Sebaiknya kita tidak mengganggunya. Biarkan dia di sana, dan kita tetap di sini. Selama dia tidak turun, kita tidak perlu naik.!"
"Baik Kakek!"
***
Dua orang pengembara dari kota jauh berhenti di pinggir jalan, menatap puncak gunung yang samar di balik awan.
Pengembara 1: "Itu dia, Gunung Langit. Cahaya yang dibicarakan di seluruh wilayah itu berasal dari sana."
Pengembara 2: "Aku mendengar Sekte Awan Tinggi sendiri sudah mengutus orang untuk memeriksa. Tapi mereka kembali dengan tangan kosong, bilang hanya ada gerbang kosong, dan tak bisa masuk lebih jauh."
Pengembara 1: "Gerbang kosong? Padahal cahayanya begitu terang. Semakin terdengar seperti sekte kuno yang sedang bangkit kembali."
Pengembara 2: "Entah kebangkitan atau bencana. Tapi satu hal yang pasti, dunia akan segera berubah."
🌙 Kembali ke Puncak Gunung
Di balik Formasi Pelindung yang tak kasat mata, Lin Yue berdiri di tepi tebing, menatap ke arah desa yang tampak kecil di bawah. Ia bisa mendengar bisik-bisik itu, merasakan kecemasan dan rasa penasaran mereka. Xiao Tian dan Su Ling berdiri di sampingnya.
Su Ling: "Mereka semua membicarakan kita, Guru. Takut, penasaran... tapi tak ada yang tahu kebenarannya.!"
Lin Yue: "Biarkan mereka berbicara. Ketidaktahuan membuat mereka berhati-hati, dan itu baik. Selama formasi ini berdiri, kita aman dari gangguan yang tak diinginkan.!"
[ FORMASI PELINDUNG TETAP BERFUNGSI. KECEPATAN KULTIVASI +20% KARENA AMAN DARI GANGGUAN .]
[ PERINGATAN: MINAT DUNIA LUAR TERUS MENINGKAT. SEMAKIN LAMA, SEMAKIN BESAR KEMUNGKINAN ADA YANG CUKUP KUAT UNTUK MENEMBUS FORMASI. ]
Lin Yue menatap ke arah cakrawala. Di bawah sana, gosip terus berputar. Di atas sini, waktu terus berjalan.
Dan di dalam Aula Kultivasi Suci, teknik-teknik cahaya masih berterbangan pelan, menunggu saat dipilih — dan saat itu tiba, Sekte Surgawi Langit tak akan bisa lagi disembunyikan dari siapa pun.
.
.
.
.
cerita nya seru banget.... singgah juga di karya baru aku ya🤭🔥🔥