NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

(Lanjutan part sebelumnya)

Devan terus menatap wajah cantik yang berada sangat dekat dengannya.

"Van, kamu tahu aku sudah menikah?"

"Ehem aku tahu semua tentang kamu, termasuk pengkhianatan suamimu" Jawab Devan.

Deg

"Kamu tahu tentang diriku?Jadi diam diam kamu mencari tahu tentang diriku?"

"Sudah cukup bicaranya, apa kamu tidak mau membalas perbuatan suamimu?" Bisik Devan di telinga Andriana yang membuat bulu romanya berdiri.

"Sebaiknya kamu pikirkan dengan cara apa kamu akan membalas perbuatan mereka, sa-yang" imbuh Devan kemudian berpaling untuk melangkah pergi.

"Tunggu Van!" Andriana menarik lengan Devan dan mendekatkan tubuhnya menempel pada tubuh laki laki tampan itu.

"Aku mau membalas perbuatan mereka, tapi aku minta kamu tidak salah paham Devan. Aku tidak ada perasaan padamu, aku hanya ingin membalas pengkhianatan dengan pengkhianatan"Imbuh Andriana dengan senyum miringnya.

"Jadi" Bisik Devan sangat dekat dan nyaris mencium kembali bibir merah wanita itu.

"Jadi apa kamu tidak keberatan kalau aku menjadikanmu pelampiasan hasrat dan alat untuk balas dendamku"Jawab Andriana berbisik di telinga Devan hingga membangkitkan gairah laki laki itu.

Tanpa bicara lagi keduanya saling berciuman dengan brutal dan tanpa memperdulikan lagi batasan.

Mereka sama sama sudah dimabuk gairah, hingga keduanya tanpa sadar masuk ke kamar mandi dan berciuman di bawah guyuran shower.

Keduanya saling melumat cukup lama hingga sama sama hampir kehabisan nafas.

Sejenak mereka pun melepaskan diri untuk mengambil nafas sebelum akhirnya kembali berpagutan.

Shower yang terus mengguyur pun membuat keduanya sama sama basah, perlahan keduanya pun sama sama melepaskan pakaiannya tanpa melepaskan pagutannya.

Desahan demi desahan terus menggema bersamaan suara gemericik air di ruangan itu saat tangan Devan mulai menjamah seluruh tubuh Andriana ia mengerang pelan seakan minta untuk segera diselesaikan.

Devan melepaskan semua bajunya yang basah begitu juga dengan Andriana, lalu ia membopong tubuh Andriana dan membawanya keluar dari kamar mandi, merebahkannya di atas ranjang.

"Andriana, bagaimana suamimu membahagiakanmu?" Tanya Devan dengan tatapannya yang dingin namun sangat memabukkan.

"Dia sama sekali belum pernah menyentuhku" Jawab Andriana lirih dengan mengunci tatapan mata Devan.

Devan terdiam sejenak karena terkejut dan menatap mengusap wajah cantik yang ada di bawah kungkungannya saat ini, wajah sendu yang sudah diselimuti kabut gairah.

'Sungguh bodoh si Arnold, wanita secantik ini dianggurkan. Wanita seperti apa lagi yang ia cari'

"Apa kamu yakin mau menyerahkan hal yang paling penting ini padaku Andriana?".

Tanpa mengatakan apapun wanita cantik itu hanya mengangguk lembut , dengan tatapan tak berpaling dari wajah tampan yang saat ini berada di atasnya sedang menindihnya.

Setelah melihat anggukan dari Andriana, Devan pun tidak ragu lagi untuk menuntaskan dan melakukan penyatuan dengan wanita yang memang sudah lama ia inginkan.

Desahan demi desahan kembali memenuhi seluruh ruangan di kamar itu. Rintihan dan jeritan jeritan kecil pun keluar dari mulut mereka seakan menambah dramatis adegan panas yang sedang terjadi.

Setelan cukup lama mereka saling bergulat di ranjang dengan peluh dan keringat yang bercucuran meskipun di ruangan bet AC, akhirnya keduanya sama sama mencapai puncak Himalaya bersamaan.

Keduanya sama sama lemas, terbaring tak berdaya bersebelahan dengan nafas tersengal sengal.

"Andriana" Panggil Devan dengan suara sedikit megap megap karena pernafasan yang belum pulih setelah cukup lama mendaki bersama.

"Ada apa Van?" Jawab Andriana.

"Apa rencanamu setelah ini ?" Tanya Devan dengan senyum tipis penuh kepuasan.

"Apa maksudmu Van?" Jawab Andriana balik bertanya dan menoleh pada Devan.

"Apa kamu menyesal An?"

"Tidak Van, aku hanya sedih mengingat pengkhianatan mereka, aku sangat bodoh Van.Entah sejak kapan mereka selingkuh, aku bodoh,aku bodoh!!!"

Devan menarik nafas panjang lalu meraih kepala Andriana, mengusapnya, mengecupnya lembut dan memeluknya dengan hangat.

'Ada aku, kamu tidak akan bersedih lagi. Tidak akan ku biarkan orang menyakitimu termasuk Arnold bajingan itu. Aku pastikan dia akan membayar mahal dari setiap air mata yang menetes di pipimu sayang'

Devan meraih selimut untuk menutupi tubuhnya dan Andriana lalu memintanya untuk menutup matanya, mengistirahatkan hati dan pikirannya.

"Amazing gadis yang dulu pendiam ternyata bisa seliar ini, bahkan aku hampir kalah dibuanya"

"Apaan sih Van" Jawab Andriana kemudian beranjak dan melangkah menuju kamar mandi.

'Aku juga tidak menyangka Van dulu kamu seperti bintang yang gak mungkin aku gapai, tapi sekarang malah tunduk padaku dan menjadi budak nafsuku.Gila pasti aku sudah gila, kenapa aku seberani ini'

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Andriana pamit pulang ke rumahnya.

"Van, aku pulang dulu"ucapnya sambil bercermin di kaca besar yang tersedia di kamar Devan.

"Iya sayang" Jawab Devan sambil memeluk wanitanya dari belakang sesekali menciumi tengkuk lehernya dengan tiba tiba membuat Andriana keget.

"Apaan sih Van?"

"Aku masih ingin memelukmu dan menciumimu sepuasnya, oh tidak rasanya aku tidak akan pernah puas" Jawab Devan tanpa melepaskan pelukannya.

Andriana mendengus kesal "Devan, apa perlu aku ingatkan kamu kalau kita ini hanya sebatas saling memuaskan, tidak ada perasaan".

"Oke oke, baiklah aku lepaskan"Ucap Devan kemudian melepaskan pelukannya dan membiarkan Andriana pergi dari apartemennya.

Andriana melangkah meninggalkan kamar itu tanpa menoleh lagi.

Sementara Devan terus menatap tubuh Andriana dari belakang tanpa berkedip hanya senyum miring yang terukir di sudut bibirnya, hingga tubuh dokter cantik itu hilang di balik pintu apartemennya.

"Andriana Arnova,aku sudah mendapatkan tubuhmu, cepat atau lambat kamu akan menyerahkan seluruh hatimu padaku, bahkan hidupmu " Batinnya masih dengan senyum miringnya.

Andriana terus berjalan menyusuri lobi apartemen dengan memaksakan langkahnya, karena rasa nyeri dan perih akibat ulah Devan yang telah bermain kasar tiba tiba terasa sangat sakit di area kewanitaannya, membuatnya tidak tahan lagi dan memutuskan untuk berhenti sejenak di bangku kosong.

"Non, ada apa?" Tanya seorang satpam kepada Andriana yang duduk sambil meringis kesakitan.

Andriana menatap satpam itu dan memaksakan untuk tersenyum " Oh ini pak rasanya aku perlu periksa ke dokter karena belakangan ini sering telat makan jadi asam lambung naik".

"Oh iya iya non cepat berobat ke dokter saja"

Tiba tiba ponselnya berdering.

Dengan malas Andriana membuka panggilan masuk setelah tahu siapa yang menghubunginya.

"Iya mas"

sayang kamu di mana?Tadi aku telp rumah sakit tempat mu bekerja, mereka bilang kalau kamu sudah pulang ke rumah.

mengingat apa dilakukan suaminya dengan kakak iparnya tadi siang membuat Andriana muak dan merasa jijik.

" Tidak perlu mencariku aku akan segera pulang mas" Jawab Andriana singkat kemudian mematikan sambungan teleponnya dan sekaligus menonaktifkan ponselnya agar suaminya tidak lagi menghubunginya.

Dengan sempoyongan sambil memegangi perut bagian bawahnya Andriana melangkah ke arah mobilnya.

***

"Sayang, ke marilah mumpung anak anak sedang berada di rumah kakek dan neneknya aku menginginkanmu" Ucap Adit sambil meraih lengan istrinya.

Saskia membulatkan matanya dan menatap tajam ke arah suaminya "Mas, lihat jam di dinding! Sekarang masih sore, gila kamu ya!" Gertak Saskia pada suaminya itu.

Adit beranjak dari tempat tidurnya dan melingkarkan tangannya pada tubuh sang istri dari belakang, ia ciumi tengkuk leher mulus milik Saskia hingga punggungnya

"Suami istri itu bebas berapa pun mau melakukan, mumpung anak anak sedang tidak ada di rumah sayang" Ucapnya lirih sambil berbisik dan membuka baju sang istri perlahan.l

Tapi saat tatapannya menyapu punggung mulus milik istrinya, Adit terbelalak setelah melihat ada jejak cinta berwarna merah di sana bahkan bukan hanya di satu tempat tapi beberapa.

Adit merasa terkejut dan curiga kalau istrinya sudah selingkuh di belakangnya.

Apalagi akhir akhir ini mereka jarang sekali bercumbu, saat dirinya minta pasti ditolak dengan berbagai alasan.

"Mas, cukup! Aku lelah, banyak tugas di kampus yang menguras tenaga" Ucap Saskia memakai kembali bajunya dan berjalan keluar dari kamarnya meninggalkan Aditama yang terdiam sendiri dengan berbagai spekulasi berputar di kepalanya.

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!