NovelToon NovelToon
Biar Aku Yang Pergi

Biar Aku Yang Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Perjodohan / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.

Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.

Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.

Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.

Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Menyerah

Keesokan harinya tidak ada yang berubah, bahkan sikap Rayhan padanya selama tiga tahun ini tetaplah sama, bahkan setelah mereka pulang dari rumah keluarganya.

Dia duduk termenung sambil menunggu sekretaris mertuanya mempersilahkan dirinya masuk karena ayah mertuanya sedang kedatangan tamu bisnis.

Lamunan nya buyar saat melihat notifikasi dari suaminya itu, dia mengkerutkan keningnya melihat pesan itu

"Datang ke kafe jalan kenangan sore ini, aku tunggu".

Selama pernikahan mereka, Rayhan tidak pernah mengajaknya bertemu dan janjian dimana pun dan sekarang lelaki itu menyuruhnya untuk bertemu disana.

"Mungkin ada yang penting". Ucapnya mencoba berpikir positif.

Dia kembali memasukkan handphonenya kedalam tas saat melihat sekretaris mertuanya menghampirinya.

"Silahkan masuk nyonya, tuan menunggu anda". Ucapnya dengan sopan.

"Terima kasih". Jawabnya sambil berdiri dan melangkah masuk menuju sang ayah mertua.

"Kamu sudah datang nak?". Sapanya dengan hangat.

"Iya ayah, ini desain yang ayah minta semalam". Arini memberikan desain itu dimeja kerja sang ayah.

Wajah lelaki parubayah itu mengambang sempurna, desain menantunya itu begitu memikat dirinya, semuanya terlihat sangat sempurna.

"Kamu yang terbaik nak, ayah tidak salah memilihmu untuk mendesain interior hotel kita ini, ini sangat elegan, dan sangat bagus". Pujinya sambil melihat semua desain yang diberikan Arini.

"Terima kasih ayah, kalau begitu aku pamit yah, soalnya aku harus pergi kesuatu tempat".

Sang ayah mertua Arini itu menghela nafas lelah, dia menatap menantunya itu dengan sendu, anaknya betul-betul bodoh karena menyia-nyiakan perempuan sebaik dan sesempurna menantunya ini untuk perempuan yang tidak pernah tulus padanya.

"Mau sampai kapan kamu bertahan nak, sejujurnya rasa bersalah ayah semakin besar melihat penderitaan kamu bersama putra ayah".

Matanya berkaca-kaca melihat keegoisan putranya itu dan kini putri sahabat yang begitu dia sayangi menjadi korbannya.

"Aku akan melepaskannya sendiri setelah waktunya tiba ayah, maafkan jika suatu hari aku bukan lagi menjadi menantumu tapi rasa sayangku kepada kalian akan tetap sama, aku sudah menganggap kalian adalah orangtuaku".

Airmatanya jatuh tak tertahankan, setiap kali mereka membahas hal ini dia pasti akan merasakan hal yang sama.

"Maafkan ayah yah nak, terlalu memaksakan pernikahan ini sehingga kamu jadi korbannya, ayah hanya memenuhi janji ayah pada ayahmu, ayah hanya berharap yang terbaik tapi ternyata berakhir seperti ini".

Lelaki parubayah itu meneteskan airmatanya karena ikut merasakan sakit melihat keadaan putri sahabatnya itu.

"Tidak apa ayah, semuanya sudah berlalu, biarkan aku sendiri bertahan sampai menyerah dan akan pergi, tolong nanti maafkan aku".

"Kamu anak yang baik nak, ayahmu beruntung mempunyai anak seperti mu".

"Terima kasih ayah". Ucapnya bangkit dan akan keluar dari kantor mertuanya itu

"Tunggu sebentar nak". Cegatnya .

Arini langsung menoleh kepada mertuanya yang memegang sesuatu tapi ragu ingin memberikannya.

"Ada apa ayah, kenapa ayah terlihat kebingungan?".

Sang mertua hanya menghela nafas berat kemudian menyodorkan itu dengan mata berkaca-kaca.

Dia sebenarnya ingin mempertahankan menantunya tapi melihat sikap putranya yang terus menyakitinya dia menjadi tidak tega.

"Ini mungkin bisa membantumu mengambil keputusan, maafkan ayah nak, tapi ayah sungguh tidak tega padamu". Ucapnya pelan sambil menyodorkan beberapa foto yang diambil oleh anak buahnya.

Arini tidak bergeming melihat foto itu, dadanya terasa diremas paksa dan sangat menyakitkan, dia berusaha tersenyum walau ayah mertuanya tahu itu adalah senyum paksa.

"Iya ayah, terima kasih, aku akan mempertimbangkannya". Jawabnya langsung memutar badannya.

Sang mertua hanya bisa mengepalkan tangannya erat-erat karena tidak bisa berbuat apa-apa, andai dia tidak terikat janji pada Arini, dia sudah menghajar putranya tanpa ampun.

Hujan sore itu turun lebih deras dari biasanya.

Seolah langit juga ikut menangis untuk sesuatu yang bahkan belum terjadi.

Aku berdiri di depan jendela kafe, menggenggam secangkir teh yang sudah dingin. Uapnya habis sama seperti harapanku selama ini tentang hubungan yang telah terjalin.

Aku tahu, dari awal aku tahu.

Tapi aku bodoh. Aku pikir kalau aku cukup sabar, cukup baik, cukup setia... suatu hari dia akan menoleh dan bilang, "Arini, kamu pilihanku.".

Dia hanya bisa merenungi nasibnya, selama pernikahannya Rayhan selalu bersikap dingin padanya.

Sikap Rayhan selama ini kembali berputar-putar seperti kaset rusak di kepalanya

"Ray sarapan dulu, kamu harus makan sebelum kekantor takutnya maag kamu kambuh". Ucapnya dengan penuh perhatian.

"Makan saja sendiri, aku harus pergi kekantor lebih cepat, aku sarapan disana saja.

Dia hanya bisa menghela nafas sambil terus berusaha menyangkal semuanya walau dia tahu semuanya akan sia-sia

Hari ini dia mengajakku bertemu katanya penting, katanya sudah waktunya jujur.

Pintu kafe terbuka, aku menoleh dan mendapati dia menatapku dari pintu kafe itu

Rayhan masuk, dengan payung hitam dan wajah yang susah ku baca dan sulit ku pahami.

Di belakangnya ada Sahira keadaannya jauh Lebih kurus, lebih pucat tapi tetap perempuan yang sama yang namanya selalu disebut Rayhan dalam tidurnya.

"Arin," suara Rayhan pelan. "Kita perlu bicara."

Aku tersenyum. Senyum yang sudah kulatih selama tiga tahun agar tidak terlihat retak.

"Silakan duduk," kataku.

"Tapi sebelumnya... boleh aku ke toilet dulu?".

Keduanya mengangguk dan tanpa menunggu jawaban mereka aku segera menuju toilet untuk menenangkan perasaan yang bergemuruh.

Di depan cermin, aku menatap diriku sendiri.

Mata sembab, tapi tidak ada air mata yang jatuh.

Aku menarik napas panjang.

Kalau memang akhirnya harus seperti ini...

"Biar aku yang pergi duluan, aku sudah menyerah".

Dia menghela nafas dan memperbaiki dirinya untuk bersiap menghadapi segalanya, dia hanya berusaha tetap kuat.

"Kamu bisa Arini, jangan lemah".

Dia kembali ketempat duduknya tadi membuat pertahanan agar tidak runtuh dihadapan mereka berdua.

"Ada apa?, kenapa memanggilku kesini?". Tanyanya pelan tapi penuh penekanan.

Kedua orang didepannya tersentak melihat sikap Arini yang biasa saja terutama Rayhan, dia tidak menyangka jika Arini akan bersikap tenang seperti ini.

Saat tatapannya mulai goyah, Sahira memegang tangannya untuk meyakinkannya, dia menoleh kemudian tersenyum lembut, senyuman yang tidak pernah dia berikan kepada Arini selama mereka menikah dan tentu saja itu membuat Arini menahan nafas untuk tidak menangis

"Kami ingin kamu mundur Arini, aku akan menikahi Sahira secepatnya jadi mundurlah menjadi istriku". Jawabnya pelan dan penuh penekanan.

Arini tersenyum tipis melihat keduanya, tangannya dibawah meja terasa bergetar, tapi dia berusaha untuk menutupinya.

"Katakan itu kepada orangtuamu Ray, karena mereka yang meminang aku, agar janji setia dua orang tua terlepas dari tanggung jawab".

"Tapi itu tidak mungkin!!, kamu tahu ayahku seperti apa". Bentaknya dengan kesal.

"Terserah apa katamu, bereskan urusanmu dengan ayahmu setelah itu aku akan mundur".

1
sunaryati jarum
Benar Rin, nafkah saja sampai bercerai tidak diberi tapi malah royal pada Sahira,cari kebaikan kamu sendiri Rin
sunaryati jarum
Astaga berarti selama enam taun itu Rayhan menumpang pada Arini, sungguh pria tidak tahu malu.Maka benar harta orang tua Rayhan sebagian diberikan Arini.
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 awalnya saling mencintai yang laki pengkhianat pernikahan , perempuannya pelakor ,jadi bermusuhan karena beda tujuan
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 syukurin , kebanyakan pelakor baik di dunia halu atau nyata yg dicari uang dan kemewahan duniawi secara instan.Nikmati penyesalanmu Rayhan
sunaryati jarum
Woww Rayhan masih mengamankan dua apartemen , mobilnya sekalian. Belum satu Minggu Penyesalan sudah datang,serta bisa melihat perangai asli wanita yang kamu agungkan,tak tak tahunya parasit raksasa
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣👋👋 Silahkan lanjutkan pertengkaran kalian di mobil.Rayhan firasat orang tua kok kamu abaikan, bagaimana? Eeenaaak,Ya
Lee Mba Young
lanjuttt
sunaryati jarum
Rayhan Sahira nanti di tempat baru cari mangsa yang lebih kaya darimu, walau jadi simpanan tidak jadi masalah asal bisa hidup mewah.Katma dan Penyedalan penyesalan kamu otw Rayhan.Up lagi Thoor /Pray//Pray/
Lee Mba Young
semoga di Pecat.. krn Kelakuan mereka yg mnjijikan.
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
sunaryati jarum
Karena Viral saat kejadian di pengadilan , mempengaruhi citra perusahaan, seharusnya salah satu mengundurkan diri,jika tidak mau ya dipecat
sunaryati jarum
Sudah terlambat Rayhan ,dia mau kamu itu ya karena harta.Ingat pelakor itu hampir sama tujuannya ingin hidup enak secara instan.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.
Ummu Umar: maaf yah, akan di up setiap hari mulai kedepannya🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Sayang cerita bagus upnya tidak rutin
Ummu Umar: sabar yah, aku sedang menyelesaikan satu cerita dulu, aku akan up setiap hsri🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!