NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: JANJI DI BAWAH BINTANG

Raina tertegun. Jemarinya membeku sejenak di atas kantung es sebelum perlahan menarik tangannya kembali. Ia menunduk, menatap lantai kayu ruang medis.

"Aku bukan cuma takut reputasiku hancur, Devan," aku Raina dengan suara serak yang hampir tak terdengar. "Aku takut... kamu beneran terluka parah dan gak bisa main lagi. Aku takut kamu nyerah di saat kamu udah berjuang sejauh ini."

Devan tersenyum lembut. Dengan tangan kirinya yang tidak sakit, ia meraih pergelangan tangan Raina, menuntut gadis itu untuk mendongak menatapnya.

"Gua gak bakal nyerah," kata Devan mantap. "Final lusa, gua bakal main lagi. Dan kamu... harus duduk di tribun paling depan lagi, kayak tadi."

Raina menatap mata Devan yang menyala penuh tekad, lalu menghela napas pasrah namun tersenyum lega. "Iya, Kapten. Aku bakal ada di sana."

(Bersambung ke Bab 26)

BAB 26: MALAM SEBELUM FINAL

Dua puluh empat jam menjelang pertandingan puncak Kejurnas Basket, ketegangan melingkupi seluruh anggota tim SMA Garuda. Hotel tempat kontingen menginap terasa sunyi di atas pukul sembilan malam. Di balkoni lantai tiga yang menghadap ke sudut kota, Devan duduk menyender sambil menatap balutan perban elastis di lengan kanannya. Rasa nyerinya sudah jauh berkurang berkat terapi intensif, namun beban mental di pundaknya terasa jauh lebih berat.

Langkah kaki ringan mendekat. Raina muncul dari balik pintu geser, membawa dua cangkir teh chamomile hangat yang aromanya menenangkan. Ia mengangsurkan satu cangkir ke Devan, lalu ikut bersandar di pagar pembatas balkon.

Belum tidur?" tanya Raina pelan, memperhatikan raut Devan yang tampak menyimpannya sendiri.

Devan menerima cangkir tersebut dengan tangan kirinya, menyeruputnya perlahan. "Gua cuma... nervous, Na. Besok itu pertandingan terakhir gua di musim ini. Tim lawan punya statistik murni tanpa kekalahan, sedangkan tangan kanan gua belum tentu seratus persen."

Raina menatap Devan lekat-lekat. Sinar lampu balkon memantul lembut di bingkai kacamata barunya.

"Kamu ingat waktu pertama kali kamu dapat nilai 85 di Ulangan Fisika?" bisik Raina hangat. "Waktu itu kamu juga berpikir gak bakal bisa ngerjain rumus-rumus rumit itu. Tapi begitu kamu berhenti fokus pada ketakutanmu dan mulai percaya sama prosesmu, kamu berhasil."

Devan berpaling menatap Raina, mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari bibir gadis itu.

"Tangan kamu mungkin belum penuh seratus persen, Devan," lanjut Raina sambil meletakkan cangkirnya di ambang pembatas, lalu perlahan merai jemari tangan kiri Devan dan menggegamnya erat. "Tapi tekad kamu, strategi tim kamu, dan semua orang yang berdiri di belakang kamu—termasuk aku—itu seratus persen nyata. Kamu gak berjuang sendirian."

Devan tertegun merasakan kehangatan genggaman tangan Raina. Beban berat di dadanya seakan meluruh perlahan, digantikan oleh kedamaian dan keyakinan yang mengalir tenang.

Makasih ya, Raina," ujar Devan lembut, membalas genggaman tangan itu dengan mantap. "Setiap kali gua ragu, kamu selalu tahu cara bikin gua tegak lagi."

"Tugas Ratu Disiplin kan memang begitu," goda Raina tipis, menyunggingkan senyum manis yang membuat jantung Devan berdesir hebat.

Devan terkekeh pelan, melangkah satu pijakan lebih dekat hingga jarak mereka menipis. "Kalau besok kita menang piala emas... gua boleh minta satu permintaan?"

Raina mengerutkan dahi heran, menatap binar misterius di mata Devan. "Permintaan apa?"

"Rahasia," bisik Devan sambil tersenyum jahil, mengedipkan sebelah matanya. "Menang dulu baru gua tagih."

Raina menggeleng-gelengkan kepala sambil tertawa kecil, menikmati embusan angin malam yang membawa janji manis bagi esok hari.

(Bersambung ke Bab 27)

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!