NovelToon NovelToon
Rahasia Di Balik Bangsal Jiwa

Rahasia Di Balik Bangsal Jiwa

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Sebagai seorang perawat di Rumah Sakit Jiwa Harapan Sehat, Nadira Anindya selalu percaya bahwa setiap pasien berhak mendapatkan kasih sayang.

Ketika Adrian Mahendra, pria pendiam yang didiagnosis mengalami gangguan jiwa berat, menjadi pasien barunya, Nadira merawatnya dengan penuh ketulusan tanpa mengetahui siapa pria itu sebenarnya.

Di balik tatapan kosong Adrian, tersimpan sebuah rahasia besar. Ia bukan penderita gangguan jiwa, melainkan pewaris tunggal Mahendra Grup yang sengaja dijebloskan ke rumah sakit jiwa oleh ibu sambungnya demi menguasai seluruh harta warisan miliknya.

Ketulusan Nadira perlahan menjadi cahaya dalam hidup Adrian yang telah kehilangan segalanya. Namun saat cinta mulai tumbuh, keduanya harus menghadapi konspirasi, pengkhianatan, dan perebutan warisan yang mengancam nyawa.

Akankah Nadira berhasil mengungkap kebenaran, atau justru ikut terjebak dalam permainan kejam keluarga Mahendra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 : Jatuh Bersama

Perjalanan pulang menuju villa malam itu berlangsung dengan tenang. Tidak ada kendaraan mencurigakan yang mengikuti mereka seperti sebelumnya. 

Mobil Gunawan melaju dengan kecepatan sedang, sementara iring-iringan mobil pengawal tetap berada beberapa meter di belakang.

Gunawan yang duduk di kursi belakang menyandarkan tubuhnya dengan nyaman. Setelah seharian mengikuti acara, wajahnya mulai terlihat lelah. “Sepertinya malam ini cukup melelahkan,” ucapnya.

Nadira menoleh kepadanya. “Padahal Om dari tadi kelihatan santai.”

Gunawan tertawa kecil. “Kelihatan santai bukan berarti tidak lelah.”

Nadira tersenyum. “Kalau begitu, begitu sampai di villa. Om nya sebaiknya langsung istirahat saja.”

“Iya. Om juga tidak ingin tidur terlalu larut.”

Sementara itu, Adrian yang duduk di depan hanya diam. Tangannya tetap berada di atas kemudi, sementara matanya fokus memperhatikan jalan. 

Namun pikirannya justru masih tertuju pada kejadian di gathering tadi. Ia masih teringat ketika Nadira dengan santainya mengaku sebagai calon istri Gunawan di depan para wartawan. Entah kenapa, perkataan itu terus mengganggunya.

Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya tiba di villa. Mobil berhenti di halaman, dan Gunawan segera turun lebih dulu.

“Ya sudah, Om masuk dulu. Badan Om sudah terasa pegal,” katanya.

Nadira ikut turun dari mobil. “Ya Om, sebaiknya Om istirahat.”

Gunawan mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam villa. Nadira kemudian menoleh kepada Adrian yang baru saja menutup pintu mobil. Wajah pria itu masih terlihat serius.

“Adrian.”

“Hm?”

“Kamu tidak apa-apa?" tanya Nadira sambil menatao wajah Adrian.

“Aku baik-baik saja,” jawabnya datar. Adrian langsung berjalan masuk tanpa menunggu Nadira.

Nadira mengerutkan kening. “Aneh.”

Ia segera menyusul Adrian, namun karena masih menggunakan sepatu heels, langkahnya tidak bisa secepat Adrian. Begitu masuk ke dalam villa, Adrian langsung menuju kamarnya.

“Adrian, tunggu!”

Pria itu tetap berjalan.

Nadira mempercepat langkahnya hingga akhirnya berhasil menyusul. Ia langsung menarik tangan Adrian.

Adrian berhenti dan menoleh. “Apa?”

Nadira menatap wajahnya. “Kenapa kamu sejak kembali dari gathering wajahmu ditekuk seperti itu?”

“Aku tidak apa-apa.” Jawaban Adrian terdengar datar.

Nadira mengerutkan kening. “Kamu yakin?”

“Iya.”

“Terus kenapa dari tadi diam?”

“Aku cuma lelah.”

Nadira masih menatapnya curiga. “Bukan karena aku?”

Adrian mengangkat alis. “Karena kamu?”

“Iya. Sejak di depan gedung tadi kamu kelihatan kesal.”

“Aku tidak kesal.”

“Bohong.”

Adrian menghela napas. “Nadira, aku tidak apa-apa.”

Setelah mengatakan itu, Adrian kembali berjalan menuju kamarnya. Nadira yang tidak puas dengan jawabannya langsung mengejar.

“Adrian, tunggu!”

Namun baru beberapa langkah, hak sepatu Nadira tersangkut di ujung karpet.

"Astaga!”

Tubuh Nadira tiba-tiba kehilangan keseimbangan. Adrian yang mendengar teriakannya langsung berbalik. 

“Nadira!”

Ia refleks meraih tubuh Nadira, tetapi gerakannya justru membuat keduanya kehilangan keseimbangan.

Bruk!

Mereka jatuh ke lantai secara bersamaan.

Adrian mengerang pelan sambil menahan rasa sakit di punggungnya. 

“Aduh...”

Nadira yang sempat memejamkan mata perlahan membuka matanya. Begitu menyadari posisinya, ia langsung membeku. Tubuhnya berada tepat di atas Adrian. Wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter. Adrian menatap Nadira tanpa berkata-kata. Nadira juga tidak langsung bergerak.

“Adrian...”

“Hm?”

“Kenapa kita jatuh seperti ini?”

Adrian menghela napas. “Karena kamu mengejarku.”

“Lho, aku mengejar kamu... karena kamu jalan terlalu cepat.”

"Tapi aku tidak menyuruhmu mengejarku.”

Nadira mengerucutkan bibir. “Kalau aku tidak mengejar, kamu pasti kabur ke kamar.”

“Aku memang mau ke kamar.”

Nadira baru hendak menjawab ketika menyadari tangannya masih bertumpu di dada Adrian. Ia langsung menarik tangannya.

“Maaf.”

Adrian menatapnya. “Tidak apa-apa.”

Nadira mencoba bangkit, tetapi karena posisi tubuh mereka tidak nyaman, ia justru kembali kehilangan keseimbangan.

“Eh!”

Adrian refleks memegang lengannya. “Pelan-pelan.”

Nadira terdiam sambil menatap Adrian. “Kamu gugup?”

Adrian mengernyit. “Kenapa aku harus gugup?”

“Wajahmu kelihatan gugup.”

“Tidak.”

“Benar?”

“Iya.”

Nadira tersenyum kecil. “Jangan-jangan kamu malu karena aku berada di atasmu.”

Adrian langsung memalingkan wajah. “Sudahlah, sebaiknya kamu bangun.”

Nadira terkekeh. “Ternyata kamu bisa malu juga.”

“Aku tidak malu.”

“Kalau begitu lihat aku.”

Adrian kembali menatapnya.

Nadira langsung tersenyum puas. “Nah, sekarang wajahmu semakin merah.”

Adrian menghela napas panjang. “Kamu memang suka sekali menggangguku.”

“Karena kamu lucu kalau sedang gugup.”

“Aku tidak gugup.”

“Iya, iya. Terserah Tuan Adrian.”

Nadira akhirnya bangkit dan berdiri. Ia kemudian mengulurkan tangannya kepada Adrian.

“Ayo, bangun.”

Adrian menerima uluran tangan itu dan berdiri. Setelah itu, ia langsung merapikan pakaiannya.

Nadira masih memperhatikannya. “Sekarang jawab pertanyaanku.”

Adrian menoleh. “Pertanyaan apa lagi?”

"Apa ka kesal sejak di gathering?”

“Aku sudah bilang, aku lelah.”

“Bukan karena aku pura-pura menjadi calon istri Om Gunawan?”

Adrian seketika terdiam.

Nadira langsung tersenyum lebar. “Nah, diam. Berarti benar.”

“Tidak.”

“Terus kenapa diam?”

Adrian menghela napas. “Aku cuma merasa kamu terlalu menjiwai peran itu.”

Nadira menahan tawa. “Memangnya kenapa?”

“Tidak kenapa-kenapa.”

“Kamu cemburu?”

“Tidak.”

Jawaban Adrian keluar begitu cepat sampai Nadira langsung tertawa. “Kamu itu kalau berbohong gampang sekali ketahuan.”

Adrian mendengus. “Sudah. Aku mau tidur.”

Ia kembali berjalan menuju kamarnya.

Nadira mengikuti beberapa langkah sambil tersenyum jahil.

“Selamat malam, Tuan Cemburu.”

Adrian berhenti sebentar. “Selamat malam, Nadira.”

“Jangan mimpiin aku.”

Adrian menoleh dengan tatapan datar. “Kamu terlalu percaya diri.”

Nadira tertawa kecil. “Tapi kamu belum menjawab.”

“Menjawab apa?”

“Apakah kamu benar-benar cemburu?”

Adrian tidak menjawab. Ia hanya menatap Nadira selama beberapa detik, lalu masuk ke kamarnya dan menutup pintu.

Nadira berdiri di depan pintu sambil tersenyum.

Sementara di dalam kamar, Adrian bersandar di balik pintu dan menghela napas panjang. Ia menutup wajahnya dengan satu tangan. “Kenapa aku jadi seperti ini?”

Kali ini Adrian tidak bisa lagi menganggap rasa kesalnya sebagai sesuatu yang biasa. Mungkin ia memang cemburu.

1
It's me Sky
terimakasih kakak selalu suport karyaku🙏
Arditya
novel bagus ini sih, wajib di baca. Author satu ini gk pernah gagal buat buku. semangat thoor,😎
Amoera
suka banget sama alur ceritanya, mantap thoor👍
Amoera
Asli ini sih novelnya bagus thoor, menegangkan... semangat thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!