NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Angin berhembus membawa hawa kelam yang pekat di Zona Dalam Puncak Makam Pedang. Di tengah ribuan pedang kuno yang menancap bagai nisan di kuburan massal, Ye Xuan duduk bersila.

​Di pangkuannya, Pedang Besi Bintang Jatuh terbaring diam. Pemuda itu mengusap permukaan lempengan besi raksasa yang dingin itu. Jika dilihat dengan mata telanjang, pedang tersebut tampak tak berubah. Namun, dengan kesadaran spiritual Pembentukan Fondasinya, Ye Xuan bisa melihat retakan-retakan mikroskopis menyebar di balik lapisan logam hitam itu.

​"Besi fana tetaplah besi fana," desah Ye Xuan pelan. "Menahan benturan dari senjata tingkat bumi dan menyalurkan Qi Naga Primordial secara bersamaan telah membawanya ke batas kehancuran. Jika aku memaksakannya berbenturan dengan senjata tingkat bumi kelas atas atau tingkat surga, pedang ini akan hancur menjadi serpihan debu."

​Di Alam Dewa, Ye Xuan pernah memiliki pedang yang ditempa dari tulang naga sejati dan inti bintang yang sekarat. Sekarang, ia harus puas dengan bongkahan besi berat.

​Namun, ia tidak khawatir. Dua bulan sebelum Jurang Kematian Naga terbuka adalah waktu yang cukup baginya untuk tidak hanya mengonsolidasikan kultivasi Pembentukan Fondasinya, tetapi juga menempa ulang senjatanya.

​Tujuan Ye Xuan menyetujui misi itu bukan sekadar untuk menghapus hukuman dari Patriark Jian Wuji.

​"Jurang Kematian Naga... Legenda dunia fana ini mengatakan bahwa itu adalah tempat jatuhnya seekor naga purba ribuan tahun lalu," gumam Ye Xuan, matanya memancarkan kilau antisipasi yang buas.

​"Bagi para fana, tempat itu dipenuhi miasma racun dan kabut pembunuh. Tapi bagi Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, sisa-sisa aura naga, tetesan darah purba, atau bahkan serpihan tulang yang tertinggal di sana adalah tonik suci. Jika aku bisa menyerap esensi naga purba itu, fisikku akan menembus tahap kedua: Otot Perak Darah Emas. Saat itu terjadi, bahkan kultivator Inti Emas tahap akhir pun tidak akan bisa menggores kulitku."

​Sementara Ye Xuan menyusun rencananya di kesunyian Puncak Makam Pedang, di ujung lain Benua Bawah, hawa dingin ekstrem membekukan segalanya.

​Sekte Teratai Es.

​Di dalam sebuah gua es rahasia yang terletak di puncak gunung tertinggi sekte, ratusan teratai salju mekar memancarkan cahaya biru pucat. Di tengah-tengah hamparan bunga es itu, seorang gadis berpakaian sutra putih sedang duduk bersila. Wajahnya yang sangat cantik tertutup lapisan tipis embun beku.

​Tiba-tiba, mata gadis itu terbuka. Hawa dingin meledak dari tubuhnya, membekukan udara dalam radius belasan meter hingga retak. Fluktuasi energi spiritual berbentuk cairan memancar kuat darinya.

​Alam Pembentukan Fondasi Bintang Satu!

​Lin Xue'er berdiri, matanya memancarkan kedinginan yang jauh lebih menusuk daripada es di sekitarnya. Sejak ia melarikan diri menggunakan jimat teleportasi di Kota Awan Merah—meninggalkan ayahnya yang sekarat di tangan Ye Xuan—kebencian telah menjadi bahan bakar utamanya. Gurunya, Penatua Mei, memberikannya seluruh sumber daya terbaik sekte untuk mempercepat kultivasinya.

​"Bagus sekali, Xue'er."

​Sebuah suara serak terdengar saat siluet seorang wanita tua berwajah keriput berjalan masuk ke dalam gua es. Penatua Mei mengangguk puas melihat murid kesayangannya. "Hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, kau berhasil menembus Pembentukan Fondasi dan memadatkan Inti Es murni. Bakat Tingkat Enam milikmu benar-benar cocok dengan teknik rahasia sekte kita."

​"Semua berkat bimbingan Guru," Lin Xue'er membungkuk hormat, meski matanya tetap menyala oleh kebencian. "Guru, apakah ada kabar dari Sekte Pedang Azure? Bajingan Ye Xuan itu... apakah dia sudah mati?"

​Mendengar nama itu, wajah Penatua Mei menggelap. Ilusinya pernah dihancurkan oleh Ye Xuan, sebuah penghinaan yang membuatnya menjadi bahan tertawaan beberapa petinggi sekte.

​"Tidak. Dia tidak mati," geram Penatua Mei. "Mata-mata kita di Sekte Pedang Azure mengirimkan laporan yang mengguncang. Kemarin, Ye Xuan tidak hanya menembus Pembentukan Fondasi, dia bahkan... memenggal kepala Penatua Zhao Ying di puncaknya sendiri."

​DEG!

​Jantung Lin Xue'er seolah berhenti berdetak. Wajah cantiknya seketika pucat pasi. "M-memenggal penatua? Inti Emas? Bagaimana mungkin?! Dia hanyalah sampah yang meridiannya hancur!"

​"Kenyataannya, dia adalah monster yang menyembunyikan kekuatannya," ucap Penatua Mei dingin. "Tapi kau tidak perlu takut. Patriark Sekte Pedang Azure tidak mengeksekusinya, melainkan menghukumnya untuk memimpin tim Pelataran Dalam mereka ke Jurang Kematian Naga dua bulan dari sekarang."

​Mendengar nama jurang itu, ketakutan Lin Xue'er perlahan memudar, digantikan oleh senyum yang sangat kejam.

​Jurang Kematian Naga adalah arena pembantaian tanpa hukum. Di sana, para jenius dari berbagai sekte saling membunuh demi sumber daya tanpa ada intervensi dari penatua sekte.

​"Guru... biarkan murid memimpin tim Sekte Teratai Es," mohon Lin Xue'er, berlutut dengan satu kaki. "Saya akan membawa kembali Teratai Hati Bumi untuk sekte, dan saya bersumpah akan memenggal kepala Ye Xuan dengan tangan saya sendiri untuk membalaskan dendam ayah saya dan membersihkan nama Guru!"

​Penatua Mei tersenyum kejam. "Itulah yang kuharapkan darimu. Di jurang itu, aku telah mengatur agar tim kita bersekutu dengan tim dari Sekte Darah Neraka. Patriark mereka juga tertarik untuk membunuh naga muda dari Sekte Pedang Azure sebelum ia tumbuh dewasa. Bersiaplah, Xue'er. Dua bulan lagi, kita akan membuat jurang itu menjadi kuburan permanen bagi Ye Xuan."

​Tiga hari setelah kematian Penatua Zhao Ying, suasana di Sekte Pedang Azure masih diselimuti ketegangan. Namun, bagi Ye Xuan, waktu berjalan sangat lambat dan damai.

​Tap... Tap...

​Langkah kaki terdengar dari arah batas Zona Tengah Puncak Makam Pedang. Penatua Lu Zifeng berdiri di sana, tidak berani melangkah masuk ke badai elemen logam yang ganas. Sikapnya kini tidak lagi seperti seorang paman kepada keponakan, melainkan penuh kehati-hatian layaknya seorang menteri yang menghadap raja tiran.

​"Tuan Muda Ye," panggil Lu Zifeng dengan suara yang dilapisi Qi agar terdengar di dalam.

​Tak lama, sosok Ye Xuan melangkah keluar dari kabut, memanggul pedang hitamnya. Pakaiannya rapi, auranya tenang tanpa fluktuasi, sama sekali tidak terlihat seperti pembunuh kejam yang baru saja memenggal seorang penatua tiga hari lalu.

​"Penatua Lu. Apa sekte ini akhirnya siap memberiku ketenangan, atau kau datang untuk membacakan lebih banyak aturan omong kosong?" tegur Ye Xuan santai.

​Lu Zifeng tersenyum canggung. Ia merogoh lengan bajunya dan mengeluarkan sebuah gulungan giok beserta sebuah cincin spasial. Dengan dorongan Qi yang lembut, ia menerbangkan kedua benda itu ke tangan Ye Xuan.

​"Ini adalah daftar anggota tim yang akan Anda pimpin ke Jurang Kematian Naga, beserta informasi lengkap tentang peta jurang tersebut," jelas Lu Zifeng. "Patriark juga mengirimkan cincin spasial ini. Isinya adalah lima ribu Batu Roh tingkat menengah, seratus botol pil penyembuh tingkat bumi, dan pakaian tempur sutra ulat emas untuk Anda."

​Ye Xuan menangkap benda-benda itu. Ia menyimpan cincin spasialnya tanpa melihat isinya, namun membuka gulungan giok itu sekilas.

​"Tiga nama," Ye Xuan menaikkan alisnya. "Chu Feng, Lei Luo, dan Mu Qing. Siapa mereka?"

​"Mereka adalah tiga murid inti teratas dari Pelataran Dalam," Lu Zifeng menjelaskan dengan nada serius. "Chu Feng berada di Pembentukan Fondasi Bintang Dua puncak, sementara Lei Luo dan Mu Qing di Bintang Dua awal. Mereka... sangat jenius, tapi juga sangat arogan. Mereka telah berlatih tertutup selama setahun terakhir dan sangat tidak terima ketika Patriark menunjuk Anda, seorang murid baru, sebagai kapten mereka."

​Ye Xuan mendengus meremehkan. "Patriark mengirimkan tiga bayi cengeng untuk menjadi bebanku? Jika mereka berani mengoceh di jurang nanti, aku akan mematahkan kaki mereka dan menjadikan mereka umpan monster."

​Lu Zifeng menelan ludah. Ia tahu Ye Xuan seratus persen serius. "Tuan Muda Ye, mohon bersabar dengan mereka. Kekuatan bertarung mereka sangat dibutuhkan untuk menahan formasi tim dari sekte lain. Sekte Teratai Es dan Sekte Darah Neraka dipastikan akan menargetkan kita."

​"Sekte Teratai Es?" Mata Ye Xuan berkilat dingin. Bayangan Lin Xue'er dan sikap sombongnya kembali melintas. "Bagus. Kebetulan sekali rumput liar itu belum kucabut hingga ke akarnya."

​Ye Xuan menutup gulungan giok itu lalu menatap Lu Zifeng.

​"Penatua Lu, aku tidak peduli dengan tiga badut pelataran dalam itu. Tapi karena Patriark sangat ingin aku memenangkan misinya, aku butuh akses ke satu tempat lagi sebelum berangkat."

​"Tentu, Tuan Muda Ye. Dengan Medali Pengecualian Sekte, seluruh fasilitas terbuka untuk Anda. Apa yang Anda butuhkan?"

​"Paviliun Penempaan Api Bumi," ucap Ye Xuan, menepuk pelan gagang Pedang Besi Bintang di bahunya. "Dan aku ingin sekte membuka perbendaharaan rahasia mereka. Aku butuh Meteorit Bintang Jatuh, sepuluh kati Baja Darah Naga, dan Pasir Perak Ilusi."

​Lu Zifeng membelalakkan matanya lebar-lebar. Bahan-bahan yang disebutkan Ye Xuan adalah material tingkat surga kelas bawah yang biasanya digunakan untuk menempa pusaka para tetua agung!

​"Tuan Muda Ye... b-bahan-bahan itu sangat langka. Sekte mungkin memilikinya di perbendaharaan dalam, tapi menggunakannya membutuhkan persetujuan—"

​"Katakan pada Patriark," potong Ye Xuan datar, nadanya tidak menerima bantahan, "jika dia ingin Teratai Hati Bumi, dia harus memastikan pedangku tidak patah saat memotong leher anjing-anjing dari sekte lain. Beri aku akses besok pagi, atau aku akan turun gunung dan mendobrak gudang itu sendiri."

​Melihat keteguhan dan arogansi absolut dari pemuda itu, Lu Zifeng hanya bisa menghela napas pasrah. Ia membungkuk dalam-dalam.

​"Baik. Akan saya sampaikan pada Patriark. Saya yakin beliau akan memenuhinya."

​Lu Zifeng berbalik dan melesat pergi menggunakan pedang terbangnya.

​Ye Xuan berdiri sejenak di perbatasan gunung, menatap langit kelabu yang mulai menggelap. Ia menunduk menatap Pedang Besi Bintang di tangannya.

​"Beristirahatlah dengan tenang, bongkahan besi tua," bisik Ye Xuan sambil tersenyum sinis. "Besok, aku akan meleburmu dan memberimu tubuh yang layak untuk meminum darah para jenius dari Benua Bawah."

1
Dan Kawan-Kawan
hahaha.....sysah dilawan kaLo preman pasar sudah berulah siapa yg mw larang ....anjsi ye xuan....👍
Dan Kawan-Kawan
gagah Thor....ini yg saya suka MC yg tdk takut mati.....
Fajar Fathur rizky
cepat bikin yexuan ranah kultivasi naik sampai ranah jiwa baru lahir bikin yexuan hancurkan kultivasi jian wuji yang munafik itu bikin sektenya hancur oleh sekte lain
Dan Kawan-Kawan
boleh up thor
Dan Kawan-Kawan
mantap ye xuab ...👍
Marthen
menyerah akan selamat
meLawan maka akan ada patriark yang baru
Marthen
kebanggaan fana artinya kebanggaan dunia bawah bila baik ke dunia atas hanya dijadikan pengawal penjaga pintu gerbang
preeeeeetttttttt
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan hancurkan kultivasi jianwuji bikin jianwuji jadi sampah
Marthen
up thor
sibaweh abduh
bagus sekali ceritanya thor
Marthen
up thor
Visitor8053
Ye Xuan mantap mendapatkan ilmu hebat
Marthen
sudah tgl 4....uo lagi thor 👍
Marthen
asyiiiik panggung dominasi.....
Marthen
hutan binatang buas bagi masyarakat awan ini adalah hutan kematian tetapi bagi mantan kaisar dewa ini adalah kebun binatang yg berisi hewan2 jinak preeeetttt
Marthen
jozzzzz
Marthen
kelinci percobaan beryjung tumbaL
Marthen
assl yg betul ye xuan...kata2mu ini kami tunggu di alam semesta atas sebagai inti cerita pembalasan dendam kepada mo yuan
ARay
nekat boleh, oon jangan coy... ngotak dikit dah
Fajar Fathur rizky
cepat bantai zhao ying beserta keluarganya dan klan zhao pajang mayat mereka di sekte itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!