NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sinar matahari pagi menembus melalui celah jendela kamar utama yang luas. Setelah semalam Raisa mendapatkan penghinaan yang luar biasa dari Dion---suaminya, dengan membawa wanita-wanita simpanan yang ternyata LC itu ke rumah.

Raisa semalaman hampir tak bisa memejamkan mata sekejap, namun dirinya masih memiliki rasa bakti dan balas budi dengan ibu mertuanya. Ibu mertua yang sudah mau menerimanya saat kedua orangtuanya sudah tiada, dan menikahkannya dengan Dion Raharja. Sehingga menyandang status sebagai Pengacara kondang di Indonesia. Entahlah status ini bukannya menjadi dirinya merasa di hormati dan di berikan kebahagian, justru termasuk neraka terdalam bagi Raisa.

"Hallo, Bi Rum?" ujar Raisa menelepon asisten rumah tangganya.

"Iya Nya," ucapnya.

Pagi ini Raisa sudah mengenakan kaos lengan pendek berwarna baby blue bahan satin, dan di padukan dengan celana kulot hitam. Tangannya terlihat merapikan tas selempang kecilnya, dengan menjepit di antara bahunya. Sebuah benda pipih di letakan di telinganya, dirinya tengah menelepon asisten rumah tangga yang menjaga ibu mertuanya di rumah sakit. Raisa berusaha memastikan kondisi sang mertua tetap stabil.

"Iya Bik, saya akan ke rumah sakit sekarang, tolong pastikan mama minum obatnya tepat waktu ya," ujar Raisa sebelum mengakhiri panggilan.

Raisa menghela napas lelah, mencoba mengumpulkan keberanian untuk keluar kamar.

Ceklek.

Namun, tepat saat pintunya di buka---tubuh Dion yang tinggi menghadangnya. Dion tampil dengan sangat rapi, mengenakan kemeja warna walnut dengan dasi terikat sempurna, di padukan dengan celana kain warna cokelat tua. Dion tampil sangat kontras dengan kekacauan moralnya semalam, pagi ini dirinya tampil selayaknya pengacara terhormat.

"Ya allah tuhan apalagi ini," dengus Raisa secara lelah.

"Mau ke mana kamu?" tanya Dion dengan suara amarah tertahan.

Raisa sedikit tersentak, dan coba menjawab.

"Aku mau ke rumah sakit, Mas. Mau nunggu mama, sarapan sudah aku siapin di meja makan, ada nasi goreng dengan lalapan dan jus," jawab Raisa.

Raisa menghela napas mencoba melewati sisi samping tubuh Dion, namun tangan Dion mencengkram erat lengan istrinya.

"Mas...aku nggak mau cari masalah. Gak masalah kalo mama udah sembuh aku siap kamu talak, tolong kali ini aja," kata Raisa dengan nada memohon.

"Mama udah aku anggap ibu kandungku sendiri, Mas." Raisa melanjutkan kalimatnya.

Namun, Dion melangkah maju memojokkan tubuh istrinya ke kasur---Raisa menyandarkan tubuhnya terdesak ke pinggir ranjang.

"Ke rumah sakit? atau mau selingkuh dengan dokter itu di belakang saya?" cerca Dion dengan nada mendesis.

"Kamu pikir saya tidak tahu akal bulus kamu? Menggunakan kondisi Mama sebagai alasan untuk bertemu selingkuhan kamu itu!" lanjutnya.

"Astagfirullah hal azim! Mas! yang selingkuh jelas kamu!" tunjuk Raisa yang sudah kepalang emosi.

"Mas! Tolong, jangan mulai lagi. Ini demi Mama. Mama lagi kritis, Mas..." Raisa memohon, matanya mulai berkaca-kaca karena dituduh melakukan hal yang begitu nista.

Dion dadanya sudah kembang kempis, dirinya sudah sangat emosi, tanpa mau menyadari fakta jika dirinya yang selingkuh.

"Alasan! Istri yang nggak tahu diri!" bentak Dion, tangannya dengan enteng menampar wajah Raisa.

PLAK.

Sebuah tamparan keras yang mendarat di pipi kiri Raisa, sontak wanita itu langsung tertelungkup di atas ranjang. Kekuatan tangan Dion besar, bunyi tamparan itu menciptakan gema di kamar yang luas ini. Raisa terdiam dalam posisi tertelungkup, syok dan merasa panas juga perih di pipinya yang merah. Tangannya tampak memegang pipinya dengan tangan gemetar, air mata kembali tumpah membasahi pipinya kembali.

"Dengar ya, Raisa!" Dion berdiri di sisi ranjang, menatap rendah istrinya yang tak berdaya.

"Saya nggak suka dibohongi. Sekali lagi saya dengar kamu genit sama dokter itu atau mencoba membangkang perintah saya, saya nggak akan segan-segan melakukan hal yang lebih parah dari ini."

Nada suara Dion, sangat mengancam.

"Kamu itu milik saya," ujarnya seperti peringatan.

Raisa yang kali ini sudah muak dengan tingkah Dion berdiri, lalu langsung menampar kembali wajah suaminya.

PLAK!

Dion memegang pipi kanannya yang merah karena tamparan istrinya, "aku udah cukup sabar jadi istri kamu Mas!" teriak Raisa menggema. Dion memegang pipinya yang merah, lalu dengan kurang ajar mendorong tubuh istrinya ke atas ranjang.

"Mas! kamu gila ya!" teriak Raisa berusaha berontak.

"Mas!" teriak Raisa lagi.

Dion nampaknya ingin menunjukkan kuasanya atas Raisa dengan menidurinya secara paksa, padahal hal ini sangat dilarang dalam agama. Melayani suami dalam keadaan marah dan mabuk, sama saja melayani hewan liar. Dion mengunci kaki Raisa, dan tangannya dengan enteng menampar wajah istrinya.

PLAK!!

Tamparan Dion di pipi kanan Raisa.

PLAK!!

Tamparan Dion di pipi kiri Raisa. Raisa merasakan pipinya yang panas, dan dengan amarah---kali ini Raisa meludah ke wajah suaminya.

Cuih!

Sungguh habis sudah kesabaran Raisa sebagai seorang istri yang di rendahkan, dirinya hanya manusia biasa dan pasti kesabaran akan habis.

"Dasar laki-laki biadab!!" teriak Raisa.

Posisi keduanya mematung dengan Dion di atas dan Raisa di bawahnya, dan kali ini Dion menatap wajah istrinya yang sudah memar.

Tangan Dion mengelap air liur di wajahnya dengan tangan kananya.

"Aku emang salah sewaktu kecil!! tapi aku berusaha jadi istri yang baik!! Nggak ada hati kamu!!" teriak Raisa.

Dion napasnya langsung kembang kempis, dirinya malah merenggut ciuman dari mulut istrinya. Raisa berusaha berontak, namun ciuman itu mampu membuatnya pasrah Tangan Raisa memukul-mukul dada bidang Dion, namun hasilnya sia-sia tenaga Dion jauh lebih kuat darinya.

Kedua tangan Raisa di taruh ke atas, dan di tahan menggunakan tangan Dion hanya dengan satu tangan. Raisa meliuk-liuk minta di lepaskan---namun hasilnya nihil, Raisa kali ini pasrah akan ciuman yang di dambakan oleh Dion.

Kali ini Dion menghisap leher istrinya, dan Raisa memejamkan matanya karena takut---namun aktivitas keduanya terhenti, saat suara dari luar membuat mereka menghentikan aktivitasnya.

"Pak!" panggil salah seorang aspire Dion, atau asisten pribadi.

"Iya kenapa?!" marah Dion, terlihat kesal karena kesenangannya terhenti.

"Pak Rico kesini, biasa mau urus hak tanah di pengadilan!" ujarnya.

"Shitt!" umpat Dion.

Dion merapikan kerah kemeja walnutnya, lalu melepaskan Raisa yang di tindihnya. Keduanya bangkit dengan napas tersengal dari atas kasur. Kali ini Raisa lolos, sementara Dion menatap istrinya tanpa mau mengatakan sepatah kata pun---langsung keluar kamar.

*

*

*

*

1
sunaryati jarum
Lanjut
sunaryati jarum
Karma telah berjalan itulah jika mengkaji amanah orang tua,baru jadi istri beberapa hari langsung menguasai kamu, bukankah kamu setiap hari juga berbuat maksiat, bahkan ketika masih jadi suami Raisa,cuma tempatnya di klub, hotel,dan apart Raisa
Dokkan Battle
cuih
Dokkan Battle
maksiat palak kau
Ma Em
Puuaas , itu pilihanmu Dion wanita yg kamu cinta tapi emang dasar pelacur walaupun sdh diangkat dari lumpur yg hina tetap saja TDK berubah .
Putri Sabina: Emang modenya begitu kak🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Namanya psk ya begitu, diminta seperti Raisa ya tidak bisa instan.Mungkin tidak bisa.Itu pilihan kamu ,tujuan kamu membuat Raisa menderita dan hancur,namun malah sebaliknya Raisa jadi bersinar sedangkan hidupmu seperti sampah karena rumah kamu dijadikan pesta barang haram istrimu
Putri Sabina: Bukan PSK kak tapi LC.
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!