NovelToon NovelToon
Obsesi Gila Tuan Kazarov

Obsesi Gila Tuan Kazarov

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:935
Nilai: 5
Nama Author: Kiandra_Reinn

Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kulkas Dua Pintu

Ulangan berlangsung dengan cukup baik, setelah seharian belajar. Waktu menunjukkan pukul empat sore, tepat setelah lonceng berbunyi semua murid berhamburan keluar untuk pulang.

Nayara menyusuri jalanan yang biasa ia lalui saat pulang menuju tempat kerjanya, sampai di cafe nayara langsung mengganti pakaiannya. Dia bekerja seperti biasanya hingga jam sepuluh malam, nayara selesai dengan pekerjaannya.

Di sepanjang jalan,nayara terus bersenandung untuk menghilangkan rasa bosan dan takutnya secara bersamaan, lampu jalan yang berjarak cukup jauh satu sama lain membuat sebagian jalanan menjadi gelap.

Setelah melewati beberapa belokan, nayara berhenti saat mendengar sesuatu dibalik pohon besar yang baru saja ia lewati.

"Akhh!"

Tubuh nayara menegang, suara itu kembali terdengar. "S..siapa?" Mendekat kearah sumber suara.

"T...tolong."

Langkahnya terhenti saat melihat seorang pria terkapar di tanah, ia berlari kecil menghampiri pria tersebut.

"Ya Tuhan!"

"T..tolong." Pria tersebut berbicara dengan suara serak menahan sakit ditubuhnya.

Nayara memapahnya berdiri. "Ya ampun, berat sekali pria ini, aku seperti sedang membawa beruang besar saja."

Karena bingung harus membawa pria itu kemana,dia terpaksa membawa nya pulang. Sesampainya dirumah,nayara membaringkan tubuh pria tersebut ke kasur kecil miliknya.

"Argh" Erangan kesakitan kembali lolos dari mulut pria tersebut.

Nayara panik "um.. Maaf, maaf"

Ia terus mondar mandir memikirkan cara menolong nya. "Bagaimana ini? bagaimana caraku mengobati pria ini? jika aku saja tidak memiliki perlengkapan kotak p3k."

"Apa kau bisa meminjamkanku ponselmu?" Suara pria itu membuyarkan lamunannya. "aku perlu menghubungi seseorang." Suaranya terdengar serak,pelan namun jelas.

"Ha! Ah.. I..iya ini." Mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.

Nayara meletakkan ponsel itu ketangan pria tersebut,dia bisa merasakan bagaimana dinginnya tangan itu saat bersentuhan tadi.

Saat ia tengah fokus melihat pria itu mengetikkan sesuatu diponselnya,nayara baru menyadari siapa pria yang berada di hadapannya saat ini.

"P..paman tampan?" Kalimat itu terlontar begitu saja dari bibirnya.

Ia mengerutkan kening,menatap dingin ke arahnya.

Karena mendapat tatapan sedingin es seperti itu,nayara baru menyadari ucapannya.

"Um maaf! maksudku, paman yang kemarin malam menolongku saat di dermaga, kan? Bersama paman keren itu."

Alis Dominic berkerut.

"Apa paman lupa?"

Dominic masih saja diam, tidak menjawab apapun pertanyaan nayara.

Melihat wajah datar itu nayara menghela nafas “tentu saja dia lupa, memangnya siapa aku sampai dia harus mengingat wajahku ini, sabar naya sabar"

"Ah lupakan saja perkataan ku tadi."

Dominic memberikan kembali ponsel gadis itu tanpa mengucapkan sepatah katapun lalu memejamkan matanya, dengan satu tangan menutupi wajahnya.

"Cih! Dasar kulkas dua pintu, bisa bisanya aku sempat menyukai pria seperti ini."

Nayara berbalik berjalan keluar dari kamar, ia merebahkan tubuhnya di ruang tamu kecil miliknya yang hanya beralaskan tikar tipis.

Setelah seharian beraktivitas penuh tanpa istirahat membuat tubuhnya sangat lelah. Ia memejamkan matanya hingga tidak lama terlelap.

Dominic yang berada di dalam kamar, mendengar suara langkah kaki dari kejauhan di luar rumah. Sejenak ia sempat panik, berpikir para musuh yang mengejarnya tadi mengetahui keberadaan nya. namun semakin dekat, langkah itu terdengar jelas.suara langkah kaki yang biasa ia dengar setiap hari itu, membuatnya hafal siapa pemiliknya.

Dominic masuk kedalam rumah, melihat seorang gadis tertidur dengan posisi meringkuk kedinginan di lantai, ia hanya melihatnya saja lalu kembali melangkah ke arah pintu kamar.

Tok! Tok!

"Tuan, ini saya."

"Hm"

Victor masuk melihat sekeliling ruangan yang tampak sempit,ia melihat Dominic masih berbaring di kasur kecil dengan ujung kaki menjuntai di udara.

"Semua sudah dibersihkan tuan, mobil sudah menunggu di depan, apa tuan ingin pulang sekarang? "

Dominic membuka matanya, menatap victor dengan tatapan setajam elang.

"Menurutmu apa aku betah berada di tempat ini, victor? Bantu aku, kasur ini terlalu kecil."

Victor memapah tuannya berjalan. "Bukan kasurnya yang kecil, tapi tubuhmu saja yang besar seperti beruang yang baru saja selesai hibernasi"

Saat melewati ruang tamu,Dominic sempat berhenti melihat gadis itu yang sedang tertidur dengan tubuh meringkuk.

"Lalu bagaimana dengan gadis ini?"

"Aku akan mengurusnya,nanti"

Victor kembali melangkah sambil memapah Dominic keluar dari rumah kecil itu.

"Baik, tuan"

Victor menyalakan mesin mobil,lalu membawa mobil menjauh dari jalanan rumah nayara.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!