NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13

‎"Maaf, Paman... ini hanya kendala sementara. Aku yakin aku bisa memperbaikinya. Aruna hanya butuh waktu sedikit lagi, dia pasti akan luluh dan memberikan dananya. Aku berjanji proyek ini akan berjalan lancar kembali," ujar Rafael dengan suara terbata-bata, berusaha mati-matian mencari alasan dan menenangkan amarah atasannya itu.

‎‎Tuan Hendrawan tertawa sinis, suara tawanya terdengar kering dan menusuk telinga. Dia melangkah masuk lebih dalam dan berhenti tepat di depan Rafael, lalu melemparkan sebuah map tebal ke atas permukaan meja hingga berkas-berkas di dalamnya keluar berantakan.

‎‎"Sudah cukup dengan alasan bodohmu itu, Rafael! Kamu sudah gagal mendapatkan apa yang aku minta. Kamu terlalu lama bermain-main dengan perasaan gadis itu sampai dia sadar dan mulai menolakmu."

‎‎Tuan Hendrawan menatap Rafael dengan pandangan merendahkan, seolah sedang menatap seekor serangga kecil yang menyebalkan. Dia menggelengkan kepalanya pelan.

‎‎"Dengar baik-baik, Rafael. Aku sudah melakukan riset mendalam pada Grup Mahesa. Saat ini mereka sedang bersiap melakukan ekspansi besar-besaran. Mereka butuh mitra lokal yang paham seluk-beluk tanah dan perizinan di kota ini. Nilai proyek mereka bernilai triliunan. Jauh lebih besar dari sekedar uang warisan Aruna yang kamu kejar-kejar itu."

‎‎Dia menatap mata Rafael lekat-lekat.

‎‎"Kegagalanmu dalam proyek kemarin bisa ditutup begitu saja jika kita berhasil masuk ke dalam lingkaran bisnisnya Zeffrano. Kita tidak lagi membutuhkan uang Aruna jika kita bisa mendapatkan keuntungan dari kerjasama dengan Grup Mahesa. Kamu paham?"

‎‎Rafael mengangguk pelan, secercah harapan mulai tumbuh kembali di hatinya yang tadinya sudah hancur. "Jadi maksud Paman, kita akan bekerjasama dengan mereka?"

‎‎"Benar. Dan kamu yang akan melakukannya," jawab Tuan Hendrawan tegas dan dingin. "Aku memberimu satu kesempatan terakhir, Rafael. Kamu punya waktu satu bulan. Dalam satu bulan, aku ingin melihat draf perjanjian kerjasama di atas mejaku. Jika kamu berhasil, maka aku akan menganggap semua kesalahanmu ini lunas. Aku akan serahkan jabatan direktur utama padamu, dan memberi izin untukmu menikahi Tania."

‎‎Dia berhenti sejenak, nadanya menurun menjadi ancaman dingin yang mematikan.

‎‎"Tapi jika kamu gagal... maka kamu sendiri yang akan menanggung akibatnya. Paham?"

‎‎Rafael menelan ludah, rasa takut bercampur dengan ambisi membara kembali. Dia menunduk hormat seolah-olah menerima perintah suci.

‎‎"Baik, Paman. Aku mengerti. Aku tidak akan mengecewakan Paman."

‎‎Tuan Hendrawan mengangguk puas, lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Begitu pintu tertutup, senyum Rafael yang tadinya penuh kepatuhan berubah menjadi senyum penuh kebencian dan rencana licik. Dia meraih ponselnya, mencari nama Tania di daftar kontak.

‎‎-

‎-

‎-

‎Langkah Aruna seketika terhenti begitu dia masuk ke ruang tamu saat melihat sosok Zeffrano sudah duduk bersandar santai dengan tenang. Kakinya disilangkan, satu tangan bertumpu pada sandaran sofa, sementara tangan lainnya memegang sebuah cangkir teh seolah dia adalah tuan rumah di tempat itu.

‎‎Pria itu duduk dengan begitu tenang, memancarkan wibawa yang begitu kuat hingga membuat suasana ruang tamu yang luas itu terasa lebih kecil dan hangat. Di sebelahnya, tergeletak sebuah paperbag berwarna hitam pekat dengan pita emas yang menjuntai, terlihat mewah dan bernilai tinggi.

‎‎"Zeffrano?" panggil Aruna pelan, masih dengan nada keterkejutan yang belum hilang. "Kamu... bagaimana caranya kamu bisa masuk ke sini?"

‎‎Zeffrano tersenyum tipis, senyum yang penuh pesona sekaligus penuh keyakinan diri. Dia meletakkan cangkir tehnya perlahan di atas meja kecil di sampingnya, lalu berdiri dengan gerakan anggun namun berwibawa, mendekat ke arah Aruna yang masih berdiri terpaku di dekat pintu.

‎‎"Apa kamu lupa, Aruna," jawab Zeffrano dengan suara rendah dan berat, berhenti tepat di hadapan wanita itu, "Akulah yang menempatkan para penjaga-penjaga itu disini. Aku yang memberi mereka perintah. Dan akulah satu-satunya orang yang punya izin khusus untuk masuk dan keluar dari tempat ini kapanpun aku mau, tanpa perlu diperiksa atau dihalangi siapapun. Kamu lupa?"

‎‎"Benar juga. Aku lupa kalau komandan pasukannya sendiri yang datang berkunjung," gumam Aruna pelan, matanya bersinar hangat saat menatap balik manik mata gelap itu. "Ada apa? Apa ada hal penting yang mau dibicarakan sampai kamu datang sendiri kesini?"

‎‎"Ada. Dan hal itu cukup penting bagiku," jawab Zeffrano tegas namun lembut. "Aku datang untuk menjemputmu. Aku ingin mengajakmu pergi makan malam di luar."

‎‎Zeffrano melangkah mundur dua langkah, meraih paperbag berwarna hitam yang tergeletak di sofa dan mengulurkannya ke arah Aruna.

‎‎"Pakailah ini. Malam ini aku ingin melihatmu sebagai wanitaku, bukan sebagai wanita yang sedang berperang atau membalas dendam."

‎‎Aruna menerima paperbag itu. Dia membukanya sedikit, di dalamnya terlihat gaun berwarna merah anggur yang pekat dan elegan.

‎‎"Zeff..." panggil Aruna lirih, menatap wajah pria itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca. "Kamu melakukan ini semua hanya untuk makan malam biasa?"

‎‎"Tidak ada hal yang biasa kalau menyangkut kamu, Aruna," bisik Zeffrano parau. "Pergilah ganti baju. Aku akan menunggu di sini."

‎‎"Baiklah. Aku akan ganti baju dengan cepat," jawab Aruna lembut. Dia berbalik badan dan melangkah perlahan menuju tangga, menatap Zeffrano sejenak sebelum berjalan naik ke atas.

‎‎Di kehidupan sebelumnya dia mati-matian berjuang demi orang yang salah, sementara pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus dan rela berkorban justru dia abaikan. Sekarang, pria itu berdiri tepat di hadapannya, memberikan segalanya tanpa syarat, menawarkan kenyamanan di tengah kekacauan hidupnya.

‎‎"Di kehidupan ini, aku akan pastikan kamu memiliki cintaku sepenuhnya, Zeff." batin Aruna, lalu melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya.

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
niatnya lain kyknya
〈⎳ FT. Zira
masih punya stok drama ternyata/Sweat/
〈⎳ FT. Zira
pingsan aja.. gak ada yg larang kok
〈⎳ FT. Zira
eaaa... rayuannya bang... meleleh hatiku
〈⎳ FT. Zira
zekarang minta maaf , yg kemarin percaya diri mana wajahnya/Drowsy/
〈⎳ FT. Zira
otak mereka mana nyampe.. tau nya kan cuma ngambil yg bukan hak nya doang🤧
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
〈⎳ FT. Zira: giliran di suruh nuduh "kamu tega!" hwakkk/Sob/🤣🤣🤣
total 2 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!