Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalan Ninja Menuju Kaya Raya Murni Lewat Game Ini!
Setelah membersihkan hama-hama yang menempel manja di sulur-sulur semangkanya, Bima kembali mengalihkan pandangan ke area lahan lain di dalam peternakannya.
Saat ini, 6 petak tanah yang dimilikinya mampu menghasilkan 105 buah semangka. Tapi area peternakan di dalam game ini tentu saja tidak sebatas 6 petak itu saja. Kalau dia bisa membuka lahan baru, otomatis dia bisa menanam lebih banyak semangka lagi.
Dalam setting game Harvest Moon versi ini, total keseluruhan lahan tanam yang tersedia berjumlah 100 petak. Sayangnya, lahan-lahan tersebut masih tertutup oleh rimbunnya rumput liar, bongkahan batu, batang kayu, hingga tunggul pohon... sehingga belum bisa digunakan untuk bercocok tanam.
Selain itu, karena adanya sistem batasan level karakter, beberapa lahan masih terkunci dan berwarna abu-abu kusam.
Peraturannya cukup simple: selama karakter pemain terus melakukan aktivitas bertani, levelnya akan berangsur naik dan membuka lahan baru. Pemain cuma perlu membersihkan rumput liar dan batu-batu sialan itu, lalu mencangkul tanahnya untuk menjadikannya lahan siap tanam.
Yang paling keren, seiring dengan naiknya level karakter, lahan tanah juga bisa di-upgrade untuk menanam bibit tanaman yang lebih premium, bahkan membuka fitur-fitur baru yang belum terungkap.
Melihat masih ada lahan yang bisa digarap, Bima segera mengendalikan karakternya menuju gudang peralatan. Mengambil berbagai alat yang diperlukan, ia mulai mengeksekusi rumput liar, kayu, dan bebatuan di lahan yang sudah unlocked. Setelah berjibaku beberapa saat, 6 petak tanah baru sukses dibuka, dan bibit-bibit semangka pun langsung ditebar.
Besok siang, 6 petak lahan baru ini mestinya sudah siap panen. Itu berarti tambahan seratusan buah semangka lagi!
Bima tidak lanjut membuka sisa lahan. Sebagai gantinya, ia meraih ponsel dan mulai asyik scroll situs web sewa properti lokal untuk mencari info penyewaan gudang.
Bima itu orangnya waspada pol. Di tengah kota yang padat, tidak peduli di pojokan mana pun dia bolak-balik mengeluarkan ratusan semangka dari alam gaib, pasti cepat atau lambat bakal mengundang kecurigaan tetangga. Sekalipun dia mencari lahan kosong di pinggiran yang sepi, risiko kepergok orang saat proses 'loading' semangka tetap saja besar. Ujung-ujungnya cuma nambah beban pikiran.
Makanya, dia wajib menyewa sebuah gudang tertutup. Lokasinya harus terpencil dan jauh dari keramaian warga.
Dengan begitu, dia tinggal mengunci pintunya rapat-rapat dari dalam, lalu voila, dia bisa menumpahkan semangka dari dalam game tanpa ada yang tahu.
Informasi gudang disewakan di situs properti memang bertebaran, dan setelah scrolling sampai jempol keriting, Bima akhirnya menemukan satu yang paling pas di hati.
Lokasinya ada di pinggiran asri Kabupaten Jatiroso. Dulu, tempat itu adalah sebuah peternakan babi besar yang punya bangunan gudang khusus untuk menyimpan pakan rumput babi. Akses jalannya bahkan sudah dicor khusus, dan di hari biasa, nyaris tidak ada manusia yang sudi lewat sana.
Sayangnya, bisnis peternakan itu risikonya tinggi. Peternakan babi tersebut gulung tikar gara-gara dihantam wabah flu babi. Sekarang, eks-gudang pakan itu malah disewakan. Harga sewanya cukup miring, cuma Rp 4.000.000 sebulan! Areanya luas, dan gila-nya lagi, si pemilik tidak minta uang deposit! Satu-satunya minus hanyalah lokasinya yang terlalu mblusuk ke pelosok, makanya iklannya sudah mejeng lama tapi tak kunjung laku.
Tapi buat Bima, tempat ini perfect banget!
…
Keesokan harinya.
Begitu melek di pagi hari, Bima langsung memfokuskan pikirannya ke visual game di dalam benaknya.
Di 6 petak lahan pertamanya, semangka-semangka jumbo yang montok sudah berjejer rapi minta dipetik. Ia segera menggerakkan karakternya untuk memanen dan memasukkan buah-buah itu ke dalam gudang penyimpanan. Setelah itu, ia membabat habis sulur-sulur layunya dan kembali menanam bibit baru.
Di 6 petak lahan kedua yang baru dibuka kemarin, sulur-sulurnya sudah menjalar rimbun dan mulai memunculkan bakal buah semangka yang segar. Namun di sana juga mulai ditumbuhi rumput liar dan disatroni hama perusak.
Bima gercep memerintahkan karakternya untuk membersihkan hama dan rumput liar tersebut. Setelah sarapan seadanya, ia keluar rumah, menghubungi pemilik gudang, dan janjian untuk ketemuan di lokasi.
Jarak menuju gudang tersebut butuh waktu sekitar 10 menit lebih naik motor Tossa roda tiga miliknya. Lokasinya memang sangat terpencil, wajar kalau jarang ada orang awam yang kelayapan di daerah sini.
Bangunan gudangnya masih sangat kokoh dan terawat. Bahkan ada halaman kosong luas yang muat dipakai parkir sampai truk tronton sekalipun.
Halaman ini aslinya memang dipakai untuk area manuver truk pengangkut pakan babi.
Si pemilik adalah seorang bapak-bapak paruh baya dengan perut buncit tanda makmur. Setelah mengecek kondisi dan memastikan semuanya sesuai dengan iklan, Bima langsung tanda tangan kontrak sewa untuk 3 bulan ke depan.
Uang sewa Rp 12.000.000 pun melayang. Saldo di rekening Bima langsung sekarat berteriak minta tolong. Tapi santuy, duit segini mah bakal balik modal dalam sekejap mata.
Usai teken kontrak, Bima dan bapak buncit itu saling bertukar nomor WhatsApp. Urusan perpanjang sewa nanti tinggal ditransfer pakai m-banking saja.
Tak lama setelahnya, si pemilik pamit undur diri karena hapenya sedari tadi bunyi ditelepon bestie-nya untuk main gaple, meninggalkan Bima sendirian dengan kontrak di tangan.
Bima membuka gembok, menggeser pintu seng yang berat itu, lalu melangkah masuk. Bagian dalamnya kosong melompong, penuh sarang laba-laba, dan berdebu tebal.
Tapi karena Bima tidak butuh estetika yang Instagramable, ia tidak terlalu peduli. Ia cuma menyapu seadanya, lalu menurunkan beberapa keranjang rotan dari motor Tossanya ke dalam gudang. Klik. Pintu gudang dikunci rapat dari dalam.
Aman terkendali.
Satu niatan melintas di kepalanya, dan Bima beserta keranjang rotannya sudah masuk ke dalam alam game. Ia mulai memindahkan tumpukan semangka dari gudang penyimpanan game ke dalam keranjang.
Niat kembali muncul, dan keranjang yang sudah penuh semangka itu pun berteleportasi kembali ke dunia nyata.
Setelah bolak-balik beberapa kali menjadi kuli panggul lintas dimensi, total 106 buah semangka sudah menumpuk rapi di hadapannya. Semuanya berukuran super jumbo di atas 5 kilogram per buah, dan semuanya berstatus Kualitas 1.
Bima mengangkut semangka-semangka itu ke bak belakang Tossanya. Ia kemudian merogoh saku, merekam video tumpukan semangka montok itu, lalu mengirimkannya ke grup WhatsApp bos warung buah. Tak lupa ia menambahkan caption promo:
"Semangka tanpa biji bos! Manisnya pol, airnya lumer di mulut. Harga grosir Rp 6.000/Kg aja, siap antar sampai depan lapak sampeyan semua!"
Tak butuh waktu lama, pesannya langsung disambut oleh Darjo: "Wah, Bim, isuk-isuk wis kulakan ae kowe? Semangkamu emang jian jos gandos. Sing nyicipi pasti langsung beli. Tadi malem aja laku sepuluh lebih. Kowe kirim 20 buah lagi ke tempatku ya!"
"Bim, aku yo pesen 10 buah!" Hasan ikut nongol membalas.
"Aku tambah 20 buah ya, Le," sambung Bu Ningsih.
"Siap laksanakan! Sebentar lagi saya meluncur ke lapak Sampeyan bertiga," balas Bima dengan cepat.
Melihat semangka produksi game ini laku keras sama sekali bukan hal yang mengagetkan. Toh, kualitas rasa setiap buahnya memang menempati kasta tertinggi di jajaran semangka pada umumnya.
Grup WhatsApp mendadak ramai, beberapa pemilik warung buah yang silent reader mulai gatal ikut berkomentar.
"Mas Bima, beneran itu harga grosir udah free ongkir?"
"Mantap juga penampakan semangkanya. Boleh deh kirim sekalian ke lapakku."
"Aku ngambil 30 buah dulu buat tester."
"..."
Melihat tiga bos veteran macam Darjo dkk saja nekat repeat order berturut-turut tanpa repot-repot ngecek barang, pedagang lain pun merasa aman.
Toh pesanan mereka tidak terlalu banyak. Kalaupun Bima main curang, ruginya nggak seberapa. Tapi kalau barangnya beneran bagus, mereka malah untung tenaga karena dikirim langsung sampai tempat.
Bima mengetik balasan di grup: "Siap Bos-bosku! Sekarang saya mau ngirim pesanan Pak Darjo dan kawan-kawan dulu. Yang minat lagi, monggo langsung japri alamatnya ya, nanti saya kirim siang-siangan."
Setelah mematikan layar ponsel, ia melompat ke jok Tossa dan tancap gas kembali ke wilayah kota.
Tiba di jalanan pasar, ia langsung membagikan jatah untuk Darjo, Hasan, dan Bu Ningsih.
Pesanan Darjo: 20 buah, berat 115 Kg, tagihan Rp 690.000.
Pesanan Hasan: 10 buah, berat 57,5 Kg, tagihan Rp 345.000.
Pesanan Bu Ningsih: 20 buah, berat 122,5 Kg, tagihan Rp 735.000.
Cring! Uang tunai sebesar Rp 1.770.000 masuk mulus ke kantong Bima.
Usai drop barang ketiga orang itu, Bima mengecek WhatsApp-nya lagi. Sudah ada 6 chat japri dari bos warung yang minat order. Memang jumlahnya kecil-kecil, maklumlah rata-rata cuma UMKM kaki lima.
Setelah direkap, 4 warung pesan 10 buah, dan 2 warung pesan 20 buah.
Stok di bak Tossanya sekarang tinggal 55 buah. Bima memutuskan untuk menyetor ke 2 warung yang order 20 buah, dan 1 warung yang order 10 buah. Ia membalas pesan 3 warung sisanya, memohon pengertian mereka agar sabar menunggu pengiriman kloter siang nanti.
Tiga warung langganan barunya ini jaraknya lumayan jauh dari jalan raya pasar. Satu mangkal di depan sekolahan, dua sisanya ada di deretan jalan ruko sebelah selatan. Total pengiriman 55 buah semangka ini memiliki berat 316 Kg.
Cring! Tambahan Rp 1.896.000 sukses diamankan.
Artinya, dari omzet panen kloter pagi saja, Bima sudah meraup pemasukan sebesar Rp 3.666.000.
Dan yang paling bikin senyumnya makin lebar: nanti siang, bakal ada kloter panen yang siap dieksekusi lagi!
Dengan hati yang berbunga-bunga bagai habis gajian, Bima menyetir Tossanya yang sudah kosong melompong kembali ke warung buahnya. Begitu ia mengerek naik rolling door...
"Kaing! Kaing!"
Suara gonggongan manja yang sangat familiar kembali menyapanya.
Seekor anjing hitam dekil terlihat berlari antusias dari lorong seberang jalan, dan target lokasinya tak lain dan tak bukan adalah warungnya!
Bima langsung mendelik tajam ke arah si anjing hitam itu, lalu membentaknya pelan, "Hus, hus! Bubar!"
Jangkrik! Nih anjing niat mau ngekos gratis di mari apa gimana?!
Bukannya kicep dibentak, anjing hitam itu malah menyeringai lebar, menjulurkan lidahnya ngos-ngosan kegirangan, dan menambah kecepatan larinya. Dalam sekejap, ia sudah tiba di depan warung Bima. Tanpa rasa dosa sedikit pun, ia menjatuhkan perutnya ke lantai aspal, ngedeprok santai sambil asyik menjilati cakarnya sendiri.
Wah, dasar asu tenan...
Bima akhirnya menyerah dan memilih bodo amat menanggapi anjing tersebut. Ia kembali duduk ke kursi kasirnya, mengalihkan fokus ke visual antarmuka di benaknya, dan menekan tombol siram air untuk bibit semangka yang baru ditanamnya.
Menjelang jam makan siang, bunyi 'ding' notifikasi sistem kembali bergema di kepalanya. Enam petak lahan baru yang dibuka kemarin akhirnya matang sempurna! Bima secepat kilat memerintahkan karakternya untuk memanen seluruh buah, membersihkan sulurnya, dan menanam bibit yang baru.
Ia melirik jam di dinding. Tanggung kalau mau pulang ke rumah buat makan. Setelah menelepon ibunya sebentar, ia kembali menaiki Tossa bututnya dan melaju ke arah luar kota.
Tiba di gudang sewaan, ia langsung mengunci gembok dari dalam, lalu masuk ke dimensi game untuk memboyong seluruh semangka yang baru saja dipanennya.
Kloter kedua ini menghasilkan total 110 buah semangka semuanya Kualitas 1 pastinya.
Membawa muatan penuh ke arah kota, ia memprioritaskan sisa tiga warung yang gagal disuplai pagi tadi. Meski masing-masing cuma ambil 10 buah, total yang diturunkan ada 30 buah. Berat totalnya 160,5 Kg.
Cring! Pemasukan bertambah lagi Rp 963.000.
Jika ditotal sejak pertama kali dia bisa menyelinap masuk ke dalam game kemarin hingga detik ini, uang yang sudah berhasil dikantonginya menyentuh angka fantastis: Rp 8.035.000.
Cari duit udah berasa murni kayak mulung!
Begitu kembali memarkir motor di depan warungnya, cacing-cacing di perut Bima mulai demo menuntut jatah. Mumpung mood lagi bagus-bagusnya, Bima hedon dikit dengan pesan GoFood: Nasi rames topping barbar, lauknya dobel dua telur ceplok dan dua paha ayam!
Tak lama berselang, abang ojol datang membawa pahlawan kelaparannya. Bima langsung membuka bungkusan itu dan siap menyantapnya dengan kalap.
Aroma telurnya... gila, sedap bener. Aroma paha ayam gorengnya... beuh, nikmat abis!
"Kaing! Kaing!"
Baru juga suapan pertama masuk mulut, suara rengekan annoying itu kembali terdengar.
Anjing hitam itu kini duduk tegap di depan pintu, matanya melotot lurus mengunci target ke arah bungkusan nasi Bima. Begitu Bima menoleh, anjing itu otomatis nyengir kuda, menjulurkan lidah panjangnya dengan penuh harap.
Benar-benar wajah memelas ala pengemis jalanan profesional.
Wajah Bima langsung masam. Gila aja, nih anjing beneran fix mau numpang hidup apa?! Sekarang berani-beraninya minta jatah makan siangnya?!
Sebagai pria teguh pendirian, Bima menolak luluh. Ia terus mengunyah nasinya tanpa belas kasih.
"Kaing... kaing..." Volume rengekan si anjing perlahan mengecil. Nada suaranya mendadak dipenuhi getaran kekecewaan mendalam. Kepalanya tertunduk lesu. Sorot matanya yang basah persis mirip bocah TK yang menangis merana karena nggak dibelikan gulali.
"..." Bima yang melihat pemandangan teatrikal itu perlahan berhenti mengunyah. Matanya melirik sisa paha ayam berdaging tebal di tangannya. Entah kenapa tangannya mendadak kaku, nggak tega mau masukin ayam itu ke mulut. Sambil menggertakkan gigi kesal, ia akhirnya melempar ayam goreng lezat itu ke arah si anjing hitam.
Emang bener kata pepatah, cowok cool itu selalu kalah sama hati nuraninya yang kelewat soft.
Tapi sialnya, si anjing hitam itu seolah-olah memang sudah membaca gerak-geriknya! Kepala yang tadinya lemas menye-menye langsung tegak seketika bak dicolok listrik. Mulutnya sigap menangkap paha ayam itu di udara, lalu melahapnya dengan rakus sambil mengibaskan ekor bahagia.
"Jangkrik, pinter banget ganti topengnya!" Bima mengumpat sebal, merasa harga dirinya baru saja dipelorotin oleh strategi playing victim seekor anjing jalanan. Ia buru-buru menghabiskan sisa nasinya agar tak ada adegan pemalakan jilid dua.
Setelah kenyang dan kembali bertenaga, Bima merekam sisa 80 buah semangka di atas motornya, lalu memposting videonya lagi ke grup WhatsApp untuk memancing para buyer.
Kini saatnya ia kembali menatap visual game di kepalanya. Lahan semangkanya harus diperluas lebih gila lagi, karena makin banyak semangka yang ditanam, cuan yang mengalir bakal makin deras.
Saat ini, masih ada 12 petak lahan yang tersedia untuk di-unlock.
Ia mulai mengayunkan sabitnya untuk memangkas habis rumput-rumput liar yang menghalangi, lalu meraih kapaknya untuk membelah gelondongan kayu kering, dan diakhiri dengan hantaman palu besar untuk menghancurkan batu-batu raksasa. Setelah proses clearing selesai, cangkul pusaka pun mulai beraksi untuk merombak 12 lahan itu menjadi tanah gembur siap tanam.
Tepat di sela-sela aktivitas bertaninya, sebuah pesan WhatsApp baru masuk berdenting manis di layarnya: "Mas Bima, kenalin aku Tarjo, adiknya Darjo. Mas-ku bilang semangkamu top markotop kualitasnya. Bisa minta tolong dikirim 50 buah ke lapakku nggak?"
Mata Bima seketika berbinar terang.
Wah, ini dia kakapnya!
Begitu mengecek alamat lapak yang dikirimkan Tarjo Depan SMA Negeri 1 Jatiroso Bima langsung manggut-manggut paham. Semua orang seantero Jatiroso juga tahu, kalau mau buka warung tapi pengen omzetnya gila-gilaan, lapak incaran paling strategis ya di depan wilayah padat sekolahan SD, SMP, SMA! Apalagi ini di depan SMA Negeri 1 yang notabene sekolah paling elit di kabupaten.
Di musim kemarau sumuk begini, dagang semangka potong yang disajikan dingin pakai cup plastik bening dan tusuk sate, dijamin ludes diserbu anak-anak SMA. Apalagi kalau jam istirahat, satu murid kadang beli dua cup buat bekal makan di kelas.
Cara jualan begini margin keuntungannya jauh lebih barbar dibanding jualan utuhan kiloan!
Bima segera membalas pesan tersebut dengan penuh semangat. Ia menurunkan 30 buah semangka ke dalam warungnya sendiri untuk stok, dan sisa 50 buahnya langsung ia gas pol menuju lapak Tarjo.
Berat total 50 buah semangka jumbo itu mencapai 287,5 Kg.
Cring! Saldo Bima kembali disuntik dengan nominal segar Rp 1.724.000.
Begitu pantatnya kembali menempel di kursi kasir, Bima langsung menyelam ke dimensi visual gamenya. Tanpa ampun, 12 petak lahan yang sudah dibersihkannya tadi segera digarap dan ditaburi benih.
Hanya dalam satu hari singkat, pemasukannya sudah nyaris menembus angka sepuluh juta rupiah. Jalan ninjanya menuju kaya raya jelas bergantung sepenuhnya pada game ini!