NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesembuhan Bu Yue

Di bawah pendar cahaya lampu neon, Tuan Muda tanpa mana itu berdiri diam, menatap pusaran energi biru yang perlahan mekar di perut sang gadis, bersiap untuk mengenalkan konsep dantian di dunia ini.

Ruangan VVIP itu kini sepenuhnya terisolasi.

Wu Xuan berjalan perlahan memutari ranjang tersebut, matanya terus mengawasi pusaran energi di bawah pusar Bu Yue. Tangannya dengan tenang mengambil tiga buah jarum emas yang baru dari kotak sterilisasi.

"Duduklah dengan tegak, punggungmu harus lurus," perintah Wu Xuan dengan nada yang menenangkan namun tidak bisa dibantah.

Gadis kecil itu patuh. Meskipun ia masih sangat muda, ia memiliki insting bertahan hidup dari rasa sakit bertahun-tahun. Ia memposisikan tubuhnya senyaman mungkin.

Wu Xuan melangkah ke belakang Bu Yue. Ujung jarinya yang dingin menyentuh tulang belakang sang gadis, mencari titik-titik simpul saraf utama.

"Kakak akan menyentuh beberapa titik di punggungmu dengan jarum ini," ucap Wu Xuan lembut. Ia tahu bahwa ketakutan adalah musuh terbesar dalam memanipulasi sirkulasi energi. "Ini tidak akan ada rasa sakit sama sekali. Tapi, jika kau merasakan sesuatu tertahan atau panas, kau harus memberitahuku dengan cepat. Mengerti?"

"Mengerti, Kakak," jawab Bu Yue pelan, matanya terpejam.

Srat. Srat. Srat.

Dengan akurasi yang melampaui mesin bedah paling presisi di era ini, Wu Xuan menancapkan tiga jarum emas itu ke tulang belakang Bu Yue. Sesuai janjinya, tidak ada rasa sakit. Gadis kecil itu hanya merasakan sensasi hangat yang tiba-tiba mengalir, layaknya aliran air hangat yang membasuh punggungnya di tengah musim dingin.

Jarum-jarum itu tidak berfungsi untuk membocorkan energi seperti sebelumnya. Kali ini, Wu Xuan menggunakannya sebagai antena konduktor untuk menghubungkan jalur meridian yang selama ini terputus di tubuh manusia era Tower.

"Sekarang, dengarkan aku baik-baik," Wu Xuan memulai pengajarannya, suaranya mengalir layaknya melodi hipnotis yang merasuk langsung ke dalam kesadaran sang anak.

"Kau melihat pusaran air biru di perutmu itu? Tempat itu, mulai sekarang, kita sebut sebagai Dantian. Anggap saja itu adalah sebuah mangkuk ajaib yang sangat besar di dalam tubuhmu. Selama ini, air di dalam tubuhmu mengalir liar, membanjiri jantungmu, dan membuatmu sesak karena tidak ada mangkuk yang menampungnya."

Bu Yue mengangguk pelan, napasnya teratur mengikuti suara Wu Xuan. "Mangkuk... untuk menampung air."

"Benar sekali," Wu Xuan tersenyum tipis. "Air itu bukanlah monster jahat yang ingin menyakitimu. Air itu adalah kekuatanmu. Tugasmu sekarang sangat mudah. Setiap kali kau bernapas, bayangkan kau sedang menyendok air dari jantung, lalu perlahan-lahan menuangkannya ke dalam mangkuk di perutmu itu. Jangan biarkan setetes pun air tumpah ke tempat lain."

Penjelasan itu sangat sederhana, sebuah analogi anak-anak. Namun, esensi dari apa yang sedang diajarkan oleh Wu Xuan adalah hukum fundamental dari kultivasi di dunia kultivasi: Pemadatan Qi ke dalam pusat Dantian.

Di dunia hunter ini, manusia mengandalkan jantung untuk meledakkan mana ke seluruh tubuh. Mereka memperlakukan energi layaknya bahan peledak yang dikendalikan oleh insting kasar. Wu Xuan sedang merombak fondasi itu. Ia mengajarkan tubuh Bu Yue untuk menyaring mana liar, menenangkannya, dan menyimpannya sebagai energi pasif yang bisa dikendalikan.

"Terus lakukan itu. Pelan. Tenang, dan terus ulangi." bimbing Wu Xuan, matanya menatap lekat pada perubahan warna di pembuluh darah punggung gadis itu.

Menit demi menit berlalu.

Di dalam ruangan yang sunyi itu, sebuah tatanan biologi baru sedang ditulis. Mana liar yang biasanya menjadi vonis mati bagi anak-anak Awakening yang gagal beradaptasi, kini mulai mengalir dengan sangat patuh di sepanjang jalur meridian yang telah dibuka oleh jarum emas Wu Xuan. Pendar biru di kulit Bu Yue perlahan menghilang, sepenuhnya terserap masuk ke dalam pusaran stabil di bawah pusarnya.

Bagi Wu Xuan, yang saat ini murni adalah manusia fana tanpa energi, melakukan akupuntur dalam waktu lama menguras staminanya. Keringat tipis mulai bermunculan di dahinya. Namun, kepuasan intelektual di dalam benaknya mengalahkan rasa lelah tersebut.

"Bagus," bisiknya, matanya berkilat oleh ambisi yang dingin. "Terus ulangi..."

Tanpa terasa, dua jam telah berlalu dalam keheningan yang meditatif.

Suhu tubuh Bu Yue kembali normal. Kulitnya tidak lagi pucat pasi. Rona merah kehidupan yang sehat muncul di pipinya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia bernapas tanpa merasakan sakit di dadanya.

"Selesai. Buka matamu," ucap Wu Xuan. Ia mencabut ketiga jarum emas itu dari punggung Bu Yue dengan satu jentikan cepat, lalu membuangnya ke nampan medis.

Gadis kecil itu membuka matanya. Ia mengerjap beberapa kali, lalu melihat ke arah tangannya, dadanya, dan menyentuh perutnya. Tidak ada rasa sakit. Tidak ada rasa sesak. Ia merasa tubuhnya begitu ringan, seolah ia bisa melompat menyentuh langit-langit ruangan.

"Kakak..." Bu Yue menoleh ke arah Wu Xuan, matanya berbinar-binar penuh dengan kekaguman dan rasa syukur yang murni. "Sakitnya hilang... semuanya hilang! Mangkuk di perutku terasa sangat hangat!"

Wu Xuan tersenyum lembut. "Gadis kecil, kau sangat pintar. Mulai sekarang, setiap kali kau merasa aneh, ingatlah untuk memindahkan air itu ke dalam mangkuk itu."

Ia mengulurkan tangannya yang besar ke arah gadis kecil itu. "Ayo. Ayahmu sudah terlalu lama menunggu di luar dan menangis seperti bayi."

Bu Yue tertawa kecil, meluncur turun dari ranjang kristal dengan kakinya sendiri—sesuatu yang sudah bertahun-tahun tidak pernah ia lakukan—dan menggenggam erat tangan Wu Xuan.

Di luar pintu baja Ruang VVIP, ketegangan telah membusuk menjadi keputusasaan.

Butong berlutut di lantai logam, kepalanya tertunduk ke bawah, tangannya mencengkeram rambutnya sendiri. Dua jam adalah waktu yang sangat lama. Di dunia medis Awakening, jika ledakan mana tidak segera dipompa keluar dalam waktu sepuluh menit, organ internal pasien biasanya akan hangus.

Wu Jiang dan Wu Yuena berdiri diam tanpa suara. Mereka tidak mengizinkan siapa pun, bahkan dokter kepala, untuk menyela. Namun jauh di dalam hati Yuena, insting keibuannya merasa sangat cemas. Jika eksperimen putranya gagal dan anak Butong tewas di dalam sana, ia takut hal itu akan menghancurkan mental putranya yang baru saja siuman.

Tiba-tiba, suara mekanis yang berat memecah keheningan.

CLANG... Sssshhh.

Pintu baja anti-radiasi itu perlahan bergeser terbuka.

Semua orang di lorong itu, mulai dari dokter, Xu Xin, Butong, hingga Wu Jiang, serentak mengangkat kepala mereka. Jantung mereka seakan berhenti berdetak menanti hasil dari kegilaan yang terjadi di dalam.

Dari balik kepulan kabut sterilisasi, Wu Xuan berjalan keluar dengan langkah santai. Kemeja hitamnya sedikit kusut, dan wajahnya memancarkan kelelahan fisik manusia normal, namun pesona dan ketenangannya tidak memudar sedikit pun.

Dan di sampingnya, berjalan dengan langkah kaki kecil yang ringan, seorang gadis kecil menatap ke arah kerumunan itu.

"Ayah...?"

Panggilan kecil itu menghancurkan seluruh logika medis yang diyakini umat manusia di era ini.

Mata Butong membelalak hingga nyaris robek. Pria raksasa itu melihat putrinya berdiri. Berdiri dengan kedua kakinya sendiri, tanpa ada satu pun selang yang menempel di tubuhnya, tanpa pendar biru di kulitnya, dan tanpa raut kesakitan di wajahnya.

"Y-Yue'er...?" suara Butong bergetar hebat. Ia merangkak maju, tidak peduli dengan harga dirinya di hadapan para penguasa, lalu menerjang memeluk putrinya erat-erat. Tangisan keras, kasar, dan dipenuhi oleh kelegaan absolut meledak dari pria besar itu. "Yue'er! Oh, astaga! Anakku... kau bisa berjalan..."

Wu Yuena menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya berkaca-kaca menatap fenomena mustahil di depannya. Bahkan Wu Jiang, sang tiran yang tidak pernah terkejut oleh apa pun, menyipitkan matanya. Jaringan sensorik Country Tier miliknya memindai tubuh gadis kecil itu dan menemukan bahwa mana liar yang tadi membakar jantungnya... kini terkumpul dengan sangat damai di satu titik di bawah pusarnya.

Sebuah titik penyimpanan energi yang tidak pernah ada dalam literatur anatomi manusia era Tower.

Wu Xuan menatap pemandangan reuni ayah dan anak itu tanpa ekspresi emosional yang berlebihan. Ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan. Bukti konsep bahwa kultivasi bisa digunakan di bumi.

Ia memalingkan wajahnya ke arah kedua orang tuanya.

"Mari kita pergi," ucap Wu Xuan dengan nada dingin yang elegan. "Biarkan Butong dan anaknya menikmati waktu mereka di sini."

Wu Jiang dan Yuena mengangguk pelan. Keduanya berbalik, berjalan berdampingan mengapit putra mereka menyusuri lorong panjang yang sepi menuju elevator VVIP, meninggalkan kerumunan medis yang masih terpaku dalam kebingungan dan kekaguman.

Di dalam elevator kaca yang melesat naik menuju puncak menara Wu Imperial Guild, lampu kota Shanghai tampak seperti lautan bintang di bawah kaki mereka. Namun, atmosfer di dalam kotak kaca itu jauh dari kata damai.

Wu Jiang akhirnya memecah keheningan yang menekan itu. Mata tajamnya menatap pantulan wajah putranya di kaca elevator.

"Xuan'er," suara Wu Jiang berat dan dipenuhi oleh tuntutan akan kebenaran. "Apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana? Dari mana pengetahuan ini berasal? Bagaimana kau bisa memindahkan pusat mana gadis itu ke tempat yang bahkan tidak memiliki organ pemompa?"

Wu Xuan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya. Ia tahu interogasi ini akan datang. Dan ia tahu persis bagaimana cara memberikan informasi tanpa mengungkapkan kartu truf utamanya.

"Aku memang benar-benar tertidur secara fisik selama lima belas tahun ini, Pa," jawab Wu Xuan, nada suaranya sangat tenang, tidak ada sedikit pun fluktuasi kebohongan. "Namun, Sebelum aku dipaksa tertidur, aku telah melintasi dan menjelajahi berbagai dunia yang tidak akan bisa Papa dan Mama bayangkan."

Wu Yuena menoleh dengan cepat. "Berbagai dunia? Maksudmu... dimensi di balik Gate?"

Wu Xuan terkekeh pelan. Sebuah tawa yang terdengar sangat merendahkan, namun tidak ditujukan pada ibunya, melainkan pada pemahaman umat manusia saat ini.

"Dimensi di balik Gate bahkan tidak lebih dari taman kecil, Ma," ucap Wu Xuan santai. "Dunia yang kulihat memiliki hukum alam yang berbeda. Ada yang menjadikan energi sebagai pedang, ada yang menjadikan hukum karma sebagai senjata. Jika dibandingkan dengan peradaban-peradaban di luar sana... sistem Leveling dan penyaluran mana melalui jantung di dunia kita saat ini terasa sangat kaku, barbar, dan primitif."

Mendengar kata 'primitif' keluar dari mulut seorang pemuda yang bahkan tidak memiliki level hunter untuk mendeskripsikan tatanan dunia saat ini, Wu Jiang mengerutkan keningnya dalam-dalam.

"Jika kau memang melihat hal-hal sejauh itu... jika kau sekuat yang kau bicarakan, Xuan'er," tanya Wu Yuena, suaranya sedikit bergetar oleh rasa takut. "Lalu kenapa tubuhmu bisa membeku? Siapa yang bisa melemparmu ke dalam tidur panjang seperti itu?"

Elevator berhenti di lantai tertinggi. Pintu terbuka perlahan, menampilkan koridor gelap menuju ruang pribadi sang ketua Guild.

Wu Xuan tidak langsung melangkah keluar. Ia berdiri di ambang pintu elevator, menatap punggung malam kota Shanghai. Udara di sekitarnya mendadak terasa begitu berat dan pekat, membawa nuansa kegelapan yang membuat insting bertahan hidup dari sepasang Country Tier itu berteriak nyaring.

"Yang kulawan bukan sekadar monster berevolusi seperti yang ada di dalam Tower, Pa, Ma," suara Wu Xuan turun menjadi bisikan yang sangat dingin dan mematikan. Matanya seolah menembus langit malam, mengingat kembali sebuah mata merah raksasa yang merobek fondasi dimensinya.

"Aku berhadapan dengan salah satu Dewa Tertinggi, Outer God."

Deg.

Suhu tubuh Wu Jiang dan Wu Yuena anjlok. Meskipun mereka belum pernah mendengar istilah itu, bobot dari dua kata tersebut membawa teror eksistensial yang membekukan aliran darah mereka.

Wu Xuan menoleh pelan, menatap lurus ke dalam mata kedua orang tuanya dengan peringatan mutlak.

"Jangan pernah ceritakan hal ini pada siapa pun," tegas Wu Xuan, tatapannya menembus jiwa mereka. "Dunia ini mengagungkan kalian karena kalian berada di Tier ini. Kalian merasa seperti penguasa sejati. Tapi di mata peradaban yang sebenarnya... kekuatan Papa dan Mama saat ini hanyalah kekuatan tingkat standar dari dunia tingkat rendah."

Ruangan koridor itu hening sejenak, hanya diisi oleh suara deru angin dari luar gedung.

"Jangan terlalu bangga dengan kekuatan kalian," lanjut Wu Xuan dengan nada datar, menyelesaikan kalimatnya yang seperti belati. "Karena kesombongan yang terlalu bersinar... hanya akan memancing tatapan Dewa Luar yang selama ini mengawasi bumi dari balik menara yang di sebut Tower semesta."

Setelah menjatuhkan bom kengerian tersebut, Wu Xuan melangkah keluar dari elevator, berjalan santai menyusuri koridor gelap tanpa menoleh ke belakang.

Di dalam elevator, Wu Jiang dan Wu Yuena berdiri membeku dalam kengerian. Keringat dingin mengalir di pelipis sang Penguasa Samudera Beku. Mereka sangat mengenal sifat putra mereka. Wu Xuan adalah seorang ahli strategi yang tidak pernah berbohong tanpa mengharapkan keuntungan, dan apa yang baru saja ia katakan bukanlah kebohongan.

Itu adalah sebuah peringatan.

Sebuah teguran keras dari sang anak, agar kedua orang tuanya berhati-hati...

Bersambung...

1
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Zzzz
jejak dulu 👣👣
Zzzz
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Zzzz
/Slight/
Zzzz
/Hunger/
Zzzz
/Proud/
Zzzz
semangat 🔛🔥
Zzzz
/CoolGuy/
Zzzz
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Zzzz
👣
Zzzz
/Grimace/
Zzzz
/Slight//Proud/
Zzzz
/Frown/
Zzzz
/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!