NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Jejak yang Hilang dan Istana Terapung

​Matahari Bali baru saja naik setinggi galah, membiaskan cahaya keemasan di atas atap-atap rumbia dan pura batu di Singhamandawa. Yudi melangkah menyusuri jalanan tanah yang sibuk dengan langkah santai namun penuh wibawa. Setelah semalam menikmati ketenangan, kini ia merasa sudah waktunya untuk melanjutkan petualangan. Target berikutnya adalah Kerajaan Srivijaya—pusat maritim Nusantara yang namanya melegenda.

​Namun, Yudi sadar bahwa berlayar di tengah lautan abad ke-8 butuh asisten untuk mengurus hal-hal sepele. Langkah kakinya membawanya ke sebuah alun-alun di pinggiran pasar besar, tempat perdagangan manusia masih menjadi hal yang lumrah. Pandangan Yudi tertuju pada seorang pemuda bertubuh kekar namun kurus yang sedang duduk terikat di sudut. Matanya tajam, tidak seperti budak lain yang menunduk lesu.

​"Berapa harga pemuda itu?" tanya Yudi kepada sang saudagar dalam bahasa lokal yang sempurna.

​"Ah, Tuan yang mulia! Dia adalah pelaut tangguh yang tertangkap saat desanya kalah perang. Namanya Galuh. Harganya lima keping perak besar."

​Yudi tidak menawar. Ia merogoh saku dan mengeluarkan sekeping emas murni yang beratnya jauh melampaui harga yang diminta. "Bebaskan dia. Mulai hari ini dia milikku."

​Galuh menatap Yudi dengan penuh keheranan saat rantainya dilepaskan. Ia tidak melihat tatapan menghina dari majikan barunya, melainkan tatapan datar yang seolah melihatnya sebagai manusia biasa. "Ikut aku. Kita butuh banyak perbekalan," ucap Yudi singkat.

​Sepanjang hari itu, Yudi memborong hasil bumi terbaik: karung beras kualitas unggul, daging kering rempah, gentong arak aren, hingga buah-buahan eksotis. Ia menyewa beberapa gerobak sapi untuk membawa semua itu ke pantai tersembunyi di balik tebing tinggi yang terlindung dari pandangan orang luar.

​Sementara itu, ribuan mil di arah Timur Laut, ombak besar menghantam lambung kapal-kapal raksasa Dinasti Zhou yang akhirnya mencapai pesisir Pulau Buton. Armada yang dipimpin oleh Maharani Wu Lin telah tiba.

​Begitu kapal induk merapat, Wu Lin turun ke pantai dengan langkah terburu-buru, penuh kecemasan yang telah ia pendam selama tujuh belas tahun. Ia berjalan menyusuri pesisir hingga sampai di sebuah gubuk bambu yang sudah sangat reyot dan lapuk.

​"La Ase?" panggilnya dengan suara kecil. "Yudi?"

​Keheningan menyambutnya. Di dalamnya tidak ada siapapun. Mata Wu Lin berkaca-kaca saat melihat sebuah gundukan tanah di bawah pohon kelapa yang letaknya tidak jauh dari gubuk. Sebuah makam sederhana dengan batu karang sebagai penandanya.

​Tubuh Wu Lin melemas, hampir jatuh jika tidak ditopang oleh Yue Qing. Tak lama kemudian, seorang penduduk lokal yang sedang mencari kayu muncul dari balik semak-semak. Pengawal Zhou segera menahan pria tua itu untuk dimintai keterangan.

​"Tuan tua, tolong beritahu kami... di mana pemilik gubuk ini? Di mana La Ase dan putranya?" tanya Wu Lin dengan suara sembab.

​"Oee... Tuan Putri yang mulia. La Ase sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena sakit parah," jawab pria tua itu jujur. "Lalu pemuda itu... Yudi? Setelah ayahnya dikuburkan, dia pergi ke laut dengan perahu kecil yang sangat aneh. Dia bilang ingin melihat dunia dan sudah lama meninggalkan pulau ini."

​Wu Lin jatuh berlutut di pasir. Harapannya untuk kembali berkumpul dengan pria yang ia cintai hancur seketika. Namun, api ambisinya kembali menyala untuk menemukan putranya yang kini entah di mana.

​"Cari dia!" Wu Lin berdiri dengan tatapan mata yang kembali tajam. "Perintahkan seluruh bawahan untuk mencari di setiap pelabuhan Nusantara! Siapapun yang melihat pemuda dengan ciri-ciri putraku, bawakan kepadaku hidup-hidup!"

​Setelah perintah itu dikeluarkan, Wu Lin memerintahkan armada besarnya untuk mulai bergerak meninggalkan Buton. Mereka mengarahkan haluan menuju wilayah Barat, menuju perairan Srivijaya yang merupakan pusat lalu lintas laut paling ramai di kawasan ini.

​Kembali di pesisir Bali, Galuh berdiri dengan mulut ternganga di pinggir pantai tersembunyi. Di depan matanya, sebuah benda raksasa berwarna putih mengkilap baru saja muncul dari ketiadaan di atas air. Itu bukan lagi perahu boat kecil, melainkan sebuah Superyacht sepanjang 32 meter dengan tiga lantai yang mewah.

​"Tuan... apakah ini... istana dewa yang bisa mengapung?" Galuh bertanya dengan lutut yang gemetar.

​"Ini rumah kita selama di laut, Galuh. Ayo naikkan semua barangnya," jawab Yudi santai.

​Berkat teknologi modern, yacht ini memiliki crane kecil yang memudahkan mereka menaikkan perbekalan dalam jumlah besar. Yudi memimpin Galuh masuk ke dalam kabin yang sejuk karena AC, menunjukkan tempat tidur yang empuk, dapur canggih, hingga kamar mandi dengan air panas. Galuh hanya bisa mengikuti dengan wajah pucat, merasa seperti sedang bermimpi.

​Yudi melangkah ke ruang kemudi yang dipenuhi layar monitor dan sensor canggih. Ia meraba pistol di pinggangnya, memastikan senjatanya siap sedia. "Galuh, hari ini kita menuju Srivijaya. Kau cukup duduk manis dan pastikan makanan kita siap setiap hari."

​Yudi mendorong tuas gas. Mesin bertenaga ribuan tenaga kuda itu menderu halus namun kuat. Superyacht mewah itu membelah lautan Bali dengan kecepatan yang akan membuat kapal perang manapun di zaman itu terlihat seperti kura-kura.

​Yudi menatap radar laut yang luas. Ia tidak tahu bahwa armada ibunya kini sedang menyisir pelabuhan-pelabuhan Nusantara untuk mencarinya. Baginya, laut ini adalah tempat bermain barunya. Dengan istana terapung dan teknologi masa depan, Yudi memulai pelayarannya menuju jantung Srivijaya dengan gaya yang tak terbayangkan oleh siapapun di tahun 700 Masehi.

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!