Update 1 × 10 bab per 7 hari
*******************
Li Yu’er hanyalah seorang pekerja kantor biasa di dunia modern.
Hidupnya dipenuhi lembur, kopi pahit, dan rutinitas tanpa akhir… sampai sebuah kecelakaan merenggut nyawanya dan membuatnya terbangun di dunia Douluo Dalu.
Ia bereinkarnasi sepuluh tahun sebelum kelahiran Tang San.
Di dunia tempat kekuatan ditentukan oleh roh bela diri dan soul ring, Li Yu’er terlahir dengan bakat yang bahkan mampu mengguncang seluruh Spirit Hall
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mianno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Murid Tetua Kelima
Suasana aula utama Spirit Hall Kota Luo’an menjadi sangat sunyi.
Tidak ada seorang pun yang menyangka Gu Yue akan langsung menerima murid di tempat.
Dan lebih mengejutkan lagi—
murid itu adalah anak enam tahun yang baru mendapatkan soul ring pertama.
Tatapan iri memenuhi aula.
Beberapa murid bahkan hampir tidak bisa menyembunyikan rasa tidak percaya mereka.
Menjadi murid Tetua Worship Hall…
itu adalah kesempatan yang bahkan tidak berani mereka impikan.
Sementara itu, Li Yu’er tetap berdiri tenang di depan Gu Yue.
Namun di dalam hati, pikirannya bergerak cepat.
Ini memang sesuai dengan rencananya.
Ia memang ingin masuk ke lingkaran inti Spirit Hall secepat mungkin.
Dengan perlindungan seorang Title Douluo, banyak masalah akan lebih mudah diselesaikan.
Namun di saat yang sama—
risikonya juga meningkat drastis.
Semakin dekat dirinya dengan orang-orang kuat Spirit Hall, semakin besar kemungkinan keberadaan Freya terdeteksi.
Gu Yue memperhatikan Li Yu’er yang tidak langsung menjawab.
Sedikit ketertarikan muncul di matanya.
Biasanya anak seusia ini akan langsung berlutut kegirangan setelah mendapat tawaran seperti itu.
Namun Li Yu’er justru terlihat terlalu tenang.
“Kenapa diam?”
Suara Gu Yue terdengar berat namun stabil.
Li Yu’er perlahan menarik napas sebelum menjawab hormat,
“Junior hanya merasa semuanya terlalu mendadak.”
“Dan…”
Ia sedikit menunduk.
“Aku takut bakatku belum cukup memenuhi harapan Senior.”
Begitu kata-kata itu keluar, beberapa spirit master langsung menunjukkan ekspresi aneh.
Rendah hati?
Tidak.
Yang mereka rasakan justru sesuatu yang lebih aneh.
Ketenangan.
Li Yu’er berbicara seperti orang dewasa, bukan anak kecil.
Gu Yue sendiri tertawa kecil.
“Hahaha…”
“Menarik.”
Aura tajam di matanya sedikit melembut.
“Kalau bahkan bakatmu belum cukup…”
“Maka sebagian besar genius di Spirit Hall mungkin hanya sampah.”
Ruangan langsung kembali sunyi.
Ucapan itu terlalu berat.
Namun tidak ada yang berani membantah.
Karena orang yang berbicara adalah Gu Yue.
Tetua Kelima Worship Hall.
Title Douluo pengguna Sacred Plume Bow.
Gu Yue kemudian berkata lagi,
“Aku hanya bertanya sekali.”
“Maukah kau menjadi muridku?”
Li Yu’er perlahan mengangkat kepala.
Tatapannya bertemu langsung dengan Gu Yue.
Beberapa detik berlalu tanpa suara.
Lalu—
Li Yu’er akhirnya membungkuk hormat.
“Murid memberi salam kepada Guru.”
Begitu kata-kata itu keluar—
senyum tipis muncul di wajah Gu Yue.
Sementara seluruh aula langsung gempar dalam hati.
Selesai.
Mulai hari ini, status Li Yu’er benar-benar berubah total.
Ia bukan lagi sekadar genius cabang Spirit Hall.
Melainkan murid langsung Tetua Worship Hall.
Posisi seperti itu bahkan lebih tinggi dibanding banyak bangsawan kerajaan.
Mo Han diam-diam menghela napas panjang.
Meski ia sudah menduga kemungkinan ini…
tetap saja rasanya sulit dipercaya.
Anak desa kecil yang ia temui beberapa hari lalu sekarang langsung naik ke lingkaran inti Spirit Hall.
Perubahan nasibnya terlalu cepat.
Gu Yue mengangkat tangan perlahan.
“Bangun.”
Sebuah soul power hangat menyelimuti tubuh Li Yu’er lalu membantunya berdiri.
Tatapan Gu Yue masih tertuju padanya.
Semakin lama melihat anak ini, semakin ia merasa ada sesuatu yang aneh.
Tidak hanya bakat.
Tetapi juga mentalitasnya.
Terlalu tenang.
Terlalu stabil.
Dan insting Gu Yue sebagai spirit master veteran mengatakan—
anak ini mungkin menyembunyikan sesuatu.
Namun ia tidak berniat memaksanya sekarang.
Setiap orang memiliki rahasia.
Selama rahasia itu tidak mengancam Spirit Hall, Gu Yue tidak peduli.
Elder Xu segera maju selangkah lalu berkata hormat,
“Selamat kepada Lord Gu Yue karena mendapatkan murid berbakat.”
Gu Yue hanya mengangguk tipis.
Tatapannya kemudian kembali jatuh pada Li Yu’er.
“Mulai hari ini, kau akan ikut denganku kembali ke Worship Hall.”
“Persiapkan dirimu.”
Mata Li Yu’er sedikit berubah.
Worship Hall.
Berarti ia akan menuju pusat Spirit Hall lebih cepat dari perkiraannya.
Namun sebelum ia sempat menjawab—
DEG!
Freya tiba-tiba bereaksi lagi.
Jantung Li Yu’er berdetak keras.
Aura panas muncul dari tubuh kirinya.
Lebih kuat dibanding sebelumnya.
Pupil matanya sedikit mengecil.
“Tidak bagus…”
Mungkin karena tekanan soul power Gu Yue terlalu kuat, Freya menjadi semakin aktif.
Li Yu’er buru-buru menekan soul power-nya.
Namun—
WHUSSH!
Cahaya emas samar tetap muncul sesaat di belakang tubuhnya.
Sangat samar.
Hanya sepersekian detik.
Tetapi Gu Yue langsung menyadarinya.
Mata pria tua itu berubah tajam.
Aura Title Douluo miliknya langsung bergerak tanpa sadar.
“Barusan itu…”
Li Yu’er langsung merasakan tekanan besar menyelimuti tubuhnya.
Insting bahaya memenuhi pikirannya.
Namun untungnya Freya kembali tenang sebelum aura lebih banyak keluar.
Suasana aula mendadak menjadi berat.
Mo Han dan Elder Xu juga menyadari perubahan ekspresi Gu Yue.
“Lord Gu Yue?”
Namun Gu Yue tidak menjawab.
Tatapannya tetap terkunci pada Li Yu’er.
Beberapa detik kemudian—
tekanan itu perlahan menghilang.
Gu Yue akhirnya berkata pelan,
“Anak kecil.”
“Selain Moonlit Arrow…”
“Apa kau memiliki sesuatu lain di tubuhmu?”
Jantung Li Yu’er langsung menegang.
Pertanyaan itu terlalu langsung.
Namun wajahnya tetap tenang.
“Aku tidak mengerti maksud Guru.”
Gu Yue menyipitkan mata.
Tatapannya seperti ingin melihat menembus tubuh Li Yu’er.
Kalau tadi orang lain mungkin tidak merasakannya.
Tetapi sebagai Title Douluo, ia jelas menangkap aura berbeda dari tubuh anak ini.
Aura suci.
Murni.
Dan sangat tinggi.
Bahkan Sacred Plume Bow miliknya sempat bergetar sedikit.
Namun aura itu menghilang terlalu cepat.
Gu Yue terdiam cukup lama sebelum akhirnya berkata,
“Mungkin hanya resonansi soul power.”
Meski begitu—
tatapannya pada Li Yu’er menjadi jauh lebih dalam dibanding sebelumnya.
Anak ini memang tidak sederhana.
Namun justru karena itulah ketertarikannya semakin besar.
Spirit master biasa tidak mungkin membuat roh bela dirinya bereaksi seperti tadi.
“Menarik…”
Sudut bibir Gu Yue perlahan terangkat tipis.
Sudah sangat lama sejak terakhir kali ia merasa penasaran terhadap seseorang.
…
Tak lama kemudian pertemuan di aula selesai.
Berita bahwa Li Yu’er menjadi murid Gu Yue langsung menyebar ke seluruh cabang Spirit Hall Kota Luo’an seperti badai.
Banyak orang masih tidak percaya.
Namun tidak ada yang meragukan keputusan Gu Yue.
Sementara itu, Li Yu’er sedang berjalan mengikuti Gu Yue menuju area belakang gedung utama.
Tidak ada orang lain bersama mereka.
Suasana koridor cukup sunyi.
Langkah kaki mereka bergema pelan di lantai marmer putih.
Gu Yue berjalan dengan tangan di belakang punggung.
Aura di tubuhnya sudah jauh lebih tenang dibanding sebelumnya.
Namun tekanan samar seorang Title Douluo tetap terasa alami.
Setelah beberapa saat—
Gu Yue akhirnya membuka suara.
“Kau tahu apa arti Worship Hall?”
Li Yu’er menjawab jujur,
“Tidak sepenuhnya.”
“Wajar.”
“Karena levelmu masih terlalu rendah untuk memahami tempat itu.”
Tatapan Gu Yue lurus ke depan.
“Di mata dunia luar, Spirit Hall hanyalah organisasi spirit master.”
“Tetapi kenyataannya…”
“Spirit Hall berdiri di atas seluruh kerajaan.”
Nada suaranya tenang.
Namun setiap kata membawa tekanan besar.
Li Yu’er diam-diam mendengarkan.
Gu Yue melanjutkan,
“Dan Worship Hall…”
“Adalah inti kekuatan Spirit Hall.”
“Tempat para Title Douluo berkumpul.”
Tatapan Li Yu’er sedikit berubah.
Meski ia sudah tahu dari novel, mendengarnya langsung dari seorang tetua terasa berbeda.
Gu Yue berhenti berjalan sejenak lalu menoleh.
Tatapannya jatuh tepat pada Li Yu’er.
“Mulai hari ini, statusmu akan berbeda.”
“Banyak orang akan memperhatikanmu.”
“Banyak juga yang mungkin ingin menghancurkanmu.”
Li Yu’er langsung memahami maksudnya.
Genius tidak selalu membawa keuntungan.
Kadang justru menarik bahaya lebih besar.
Gu Yue kemudian berkata lagi,
“Namun…”
“Selama kau masih menjadi muridku.”
“Nobody can touch you.”
Aura tajam samar muncul di matanya.
Kalimat itu sederhana.
Namun cukup membuat siapa pun memahami beratnya.
Karena orang yang mengatakannya adalah Title Douluo.
Dan bukan sembarang Title Douluo.
Li Yu’er sedikit menunduk hormat.
“Terima kasih, Guru.”
Gu Yue mengangguk tipis.
Lalu tiba-tiba bertanya,
“Kau suka memanah?”
Li Yu’er sedikit terdiam sebelum menjawab,
“Kurasa begitu.”
Gu Yue tertawa kecil.
“Kurasa?”
“Kebanyakan spirit master busur menganggap memanah sebagai hidup mereka.”
Li Yu’er tidak langsung menjawab.
Karena sebenarnya ia memang belum terlalu memahami dunia pemanah.
Di kehidupan sebelumnya, ia hanyalah pekerja kantor biasa.
Namun saat menggunakan Moonlit Arrow…
tubuhnya memang merasakan koneksi alami yang sulit dijelaskan.
Gu Yue memperhatikan ekspresinya lalu berkata,
“Tidak masalah.”
“Seorang spirit master sejati memang ditempa perlahan.”
“Dan mulai sekarang…”
Tatapannya perlahan berubah tajam.
“Aku sendiri yang akan mengajarmu.”
Jantung Li Yu’er sedikit bergetar.
Diajar langsung oleh Title Douluo…
kesempatan seperti itu hampir mustahil didapat orang biasa.
Namun sebelum percakapan berlanjut—
seorang spirit master tiba-tiba berlari mendekat.
“Lord Gu Yue!”
Pria itu segera berlutut hormat.
“Ada pesan mendesak dari pusat.”
Gu Yue sedikit mengernyit.
“Apa?”
Spirit master itu tampak ragu sesaat sebelum berkata,
“High Priest Hall menerima laporan tentang murid baru Anda.”
“Dan…”
Tatapannya tanpa sadar melirik Li Yu’er.
“Mereka meminta pemeriksaan ulang terhadap anak ini.”