NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Gertakan

⚫​Ranah Pemurnian Tubuh

•​Fokus pada penguatan tulang, kulit, dan otot agar mampu menampung energi Qi.

•​Tahapan: 1–5.

⚫​Ranah Manifestasi Qi

•​Kultivator mulai bisa menarik energi alam ke dalam pembuluh darah dan mengeluarkannya sebagai senjata atau pelindung.

•​Tahapan: 1–5.

⚫​Ranah Kristalisasi Inti

•​Energi gas di dalam tubuh dipadatkan menjadi inti padat di area Dantian. Ini adalah batas akhir bagi manusia biasa.

•​Tahapan: 1–5.

⚫​Ranah Transformasi Jiwa

•​Jiwa kultivator menjadi cukup kuat untuk meninggalkan tubuh fisik (proyeksi astral) dan memiliki umur panjang hingga ratusan tahun.

•​Tahapan: 1–5.

⚫​Ranah Penguasa Domain

•​Kultivator mampu menciptakan wilayah absolut di sekitarnya di mana hukum alam tunduk pada kehendak mereka.

•​Tahapan: 1–5.

⚫​Ranah Setengah abadi.

•​Ranah tertinggi. Di sini, di sebut setengah abadi karena kultivator dapat hidup sangat lama tapi masih memiliki batasan umur. Tian Hao di kehidupan sebelumnya berada di puncak ranah ini.

•​Tahapan: 1–5

⚫Abadi

•???

...****************...

​Cahaya matahari pagi menyelinap melalui celah jendela kayu yang mulai lapuk, menyinari debu-debu yang menari di udara kamar Tian Hao.

Dari balik bingkai jendela itu, ia berdiri diam, mengamati halaman utama kediaman keluarga Tian.

Di sana, puluhan murid muda sedang menjalani latihan stabilitas dasar. Mereka berdiri dalam posisi kuda-kuda rendah yang menyiksa, dengan dua ember kayu penuh air di masing-masing tangan.

Tidak boleh ada satu tetes pun yang tumpah, atau cambuk rotan instruktur akan mendarat di punggung mereka.

​Tian Hao memperhatikan mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. Bagi para remaja itu, ini adalah perjuangan hidup dan mati demi masa depan.

”Namun bagi Tian Hao, yang telah melihat banyak Kekuasaan hancur dan cahaya dunia meredup, pemandangan ini hanyalah riak kecil dalam genangan air yang dangkal.”

​Ia berbalik, menarik napas panjang untuk merasakan paru-parunya yang masih muda dan bersih, lalu melangkah menuju pintu. Setiap gerakannya kini tenang, terukur, dan efisien—seperti predator yang menyembunyikan taringnya di balik keheningan.

​Namun, baru beberapa langkah ia meninggalkan ambang pintu, kehadirannya dicegat oleh dua sosok yang auranya menekan udara di koridor.

​Seorang pria dengan janggut rapi dan jubah biru tua berdiri dengan tangan di belakang punggung, Tian Fei, sang kepala keluarga.

Di sampingnya, seorang wanita cantik dengan tatapan sedingin es, Li Xian. Mereka adalah orang yang secara biologis disebut "orang tua" oleh Tian Hao, namun di mata mereka, Tian Hao hanyalah noda hitam di atas kain sutra keluarga.

​"Kenapa kau masih berkeliaran di sini?" suara Tian Fei berat, mengandung kekecewaan yang tidak ditutup-tutupi. "Jika langit tidak memberimu bakat, maka setidaknya milikilah rasa malu untuk bekerja lebih keras dari yang lain."

​Tian Hao berhenti. Ia tidak gemetar seperti biasanya. Ia hanya menatap mereka datar selama satu detik sebuah tatapan yang membuat Li Xian sedikit mengernyit karena merasa asing sebelum akhirnya ia menundukkan kepala dengan gestur hormat yang sempurna namun tanpa nyawa.

​"Maafkan anakmu yang bodoh ini, Ayah, Ibu," ucapnya pelan. "Aku akan segera menuju lapangan latihan."

​Tian Fei dan Li Xian tidak menjawab. Mereka melewatinya begitu saja seolah Tian Hao hanyalah pilar kayu yang kebetulan bisa bicara. Aroma parfum mahal Li Xian tertinggal di udara, kontras dengan bau apek dari kamar kecil Tian Hao.

​"Ingat satu hal," Li Xian berujar tanpa menoleh. "Jangan mempermalukan nama besar Tian. Kau harus mencontoh adik perempuanmu. Di usianya yang sekarang, dia sudah mencapai tahap puncak Pemurnian Tubuh. Sedangkan kau? Kau hanyalah beban."

​Tian Hao melepaskan posisi hormatnya setelah mereka menjauh. Ia menatap punggung mereka dengan sudut mata yang dingin.

​"Itulah hasil dari didikan kalian... hanya mencintai hasil, bukan jiwa," gumamnya lirih, sebuah kalimat yang jika didengar mereka akan dianggap sebagai pembangkangan luar biasa. Namun bagi Tian Hao, itu hanyalah sebuah pengamatan logis.

​Sesampainya di halaman latihan, suasana mendadak sunyi sesaat sebelum bisik-bisik sinis mulai menjalar seperti wabah.

Para murid yang sedang menyiksa diri dengan ember air meliriknya dengan ejekan yang kental.

”Manusia memang makhluk yang aneh; mereka merasa lebih kuat ketika bisa merendahkan orang yang dianggap lebih lemah.”

​Fei Lin, instruktur latihan yang memegang tongkat kayu berat, berjalan mendekat dengan langkah yang mengintimidasi.

​"Tian Hao! Berani-beraninya kau terlambat?!" gertaknya, ujung tongkat kayunya menghantam tanah hingga menimbulkan bunyi berdebam. "Apa karena kau merasa sebagai putra kepala keluarga, kau berhak bermalas-malasan? Di lapangan ini, kau bukan siapa-siapa tanpa kemampuan!"

​Tian Hao tidak membalas dengan alasan. Ia tidak mengatakan bahwa kepalanya pusing karena sesuatu, atau bahwa ia baru saja dicaci oleh orang tuanya. Ia hanya menangkupkan tangan, membungkuk dalam, dan berkata, "Maafkan saya, Guru. Saya siap menerima hukuman."

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!