Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengetahui Rahasia
"Haaaah, Aku sudah selesai menyiapkan semuanya," ucap Mak Nung yang melihat ke arah Lue Ang.
Mendengar suara Mak Nung Lue Ang membuka matanya, Lue Ang menatap ke arah Mak Nung yang sedang menaruh bahan herbal di depannya.
Bau yang tercium sangat menyengat Lue Ang bahkan sampai menutup hidungnya, walau begitu Lue Ang tahu sesuatu yang bau di depannya saat ini adalah obat untuk menyembuhkan tubuhnya.
"Setelah kamu pulih sepenuhnya dan berhasil berkultivasi kamu tidak perlu takut lagi pada siapa pun Nak, kamu hanya tinggal membantai mereka semua ingat jangan ada rasa kasian pada mereka, kamu harus mengingat apa yang sudah mereka lakukan padamu," ucap Mak Nung menyemangati Lue Ang.
"Aku juga berharap seperti itu, bukan hanya mereka semua anggota keluarga Ang memang sudah seharusnya mati," sahut Lue Ang mengepalkan tangannya.
"Sekarang bagaimana? Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Lue Ang.
"Aku bisa membuat pil tapi karena tidak ada tungku untuk membuat pil kamu tidak memiliki pilihan selain menelan sebagian, sisanya laburkan saja ke seluruh tubuh mu," ucap Mak Nung.
"Dari baunya saja sudah seperti ini bagaimana rasanya," sahut Lue Ang.
"Rasanya tentu saja tidak enak," ucap Mak Nung.
"Aku sudah bersusah payah mencari dan membuat ini, tapi jika kamu tidak mau menelannya aku bisa apa," sambung Mak Nung.
Lue Ang yang mendengar ucapan Mak Nung terdiam, dirinya sudah merepotkan Mak Nung, tidak mungkin dirinya tidak memakan sesuatu yang menjijikan di depannya itu karena Mak Nung sudah membuatkan untuknya.
"Tunggu apalagi cepat telan," ucap Mak Nung ung.
Lue Ang yang bertekad untuk sembuh menarik nafas panjang dan menahannya, Lue Ang menelan sebagian obat di depannya sambil terus menahan nafas.
Rasa yang benar benar tidak enak, Lue Ang bahkan berpikir racun lebih enak daripada obat yang di telannya saat ini.
Setelah masuk ke dalam tenggorokannya Lue Ang yang tidak kuat hampir saja muntah, Mak Nung yang melihat itu menatap tajam ke arah Lue Ang.
"Tahan, jika kamu memuntahkannya kamu harus mencari bahan baru," ucap Mak Nung dengan suara keras.
"Telan saja," sambung Mak Nung.
Lue Ang yang berhasil menelan sampai habis masih menahan rasa mau muntah, walau begitu Lue Ang ikut puas akhirnya dirinya berhasil menelan obat buatan Mak Nung.
"Benar benar tidak enak," ucap Lue Ang.
"Heeeeh, bahan obat itu tidak akan membunuhmu itu juga masih layak di makan," ucap Mak Nung.
Deg.
Mendengar perkataan Mak Nung Lue Ang menjadi teringat kembali apa yang selama ini terjadi padanya saat berada di keluarga cabang Ang, selain mendapatkan makanan sisa setiap harinya dirinya juga sering mendapatkan makanan basi yang tidak layak di makan bahkan sampai berulat, mereka semua sengaja melakukannya agar dirinya cepat mati tapi karena sampai saat itu dirinya masih hidup mereka tidak memiliki pilihan selain menyewa pembunuh bayaran.
Lue Ang yang mengepalkan tangannya menggertakkan giginya sangat keras, Lue Ang bersumpah di dalam hati kalau dirinya pasti akan membalas mereka yang memperlakukannya seperti itu.
"Apa yang kamu tunggu, cepat laburkan bahan obat sisanya itu ke seluruh tubuhmu yang terluka," ucap Mak Nung.
Lue Ang kembali tersadar dari diamnya, tanpa banyak bicara Lue Ang mengambil sedikit demi sedikit bahan di depannya dan langsung melaburkan nya ke seluruh tubuhnya yang terluka.
Setelah semua terlabur merata Lue Ang kembali menyandarkan tubuhnya, saat itu Lue Ang sangat berharap semoga dirinya cepat sembuh agar bisa membalas mereka semua.
Lue Ang yang menunggu lukanya sembuh tanpa sadar tertidur pulas, saat ini Lue Ang tidak lagi berada di rumah Mak Nung, sekitarnya tidak terlihat ada apapun.
"Di mana ini?" ucap Lue Ang bertanya tanya sendiri.
"Itu di alam bawah sadar mu, dan kamu berada di dalam lautan spiritual mu," sahut suara yang tiba-tiba terdengar.
Suara Mak Nung mengejutkan Lue Ang, Lue Ang ingin bertanya bagaimana bisa dirinya mendengar suara Mak Nung sedangkan dirinya saat ini berada di alam bawah sadarnya sendiri.
"Perhatikan dengan baik yang ada di depan mu Nak," ucap Mak Nung membuat Lue Ang yang kebingungan langsung melihat lurus ke depan.
"Tidak, itu tidak mungkin," sahut Lue Ang yang terkejut.
Lue Ang bahkan tak sadar kalau dirinya perlahan mundur menjauh setelah melihat wujud spirit miliknya yang sebenarnya, spirit besar berwarna merah dengan tubuh yang dipenuhi sisik tertidur pulas seperti tidak menyadari kedatangannya.
"Itu Naga api," Sambung Lue Ang yang merasa sangat terkejut.
"Bukankah aku sudah bilang padamu kalau kamu memiliki spirit yang berbeda dari lainnya," ucap Mak Nung.
"Tapi kamu tidak mengatakan kalau wujudnya adalah Naga api," sahut Mak Nung.
"Kalau aku mengatakan spirit mu adalah Naga api memangnya kamu akan percaya? Sekarang perhatikan sekelilingmu," ucap Mak Nung.
Lue Ang menuruti Mak Nung dan bergegas memperhatikan sekelilingnya, saat melihat sekitarnya ada bola darah yang cukup besar tidak jauh dari Naga api yang tertidur, Lue Ang terlihat kebingungan.
"Bola apa itu?" Tanya Lue Ang kebingungan.
Mak Nung bergegas membawa Lue Ang keluar dari alam bawah sadarnya, membawa Lue Ang masuk ke alam bawah sadarnya sendiri memakan kekuatan yang sangat banyak, jika berlama lama Mak Nung takut tidak akan bisa membawa Lue Ang keluar, dan yang membuatnya takut jika Naga itu terbangun Lue Ang yang belum bisa mengendalikannya akan dalam bahaya.
"Sebenarnya apa itu?" Tanya Lue Ang setelah membuka mata.
"Apa kamu lupa aku mengatakan spirit mu lebih dari satu, dan bola itu adalah sesuatu rahasia yang ada di tubuh mu," ucap Mak Nung.
"Rahasia di dalam tubuhku?" sahut Lue Ang kembali kebingungan.
"Sebenarnya ada dua alasan kenapa kamu tidak memiliki spirit di tubuh mu, seseorang ingin menghancurkan spirit yang ada di dalam tubuhmu," ucap Mak Nung.
"Yang aku tahu ada ramalan memberitahu kalau spirit di tubuhmu akan menjadi spirit terkuat tanpa menyebutkan kalau sebenarnya ada berapa spirit di dalam tubuhmu," sambung Mak Nung.
"Lalu bagaimana kamu bisa... ." sahut Lue Ang
"Aku belum selesai bicara, bola yang kamu lihat tadi adalah Naga pertama mu, dia yang melindungi Naga api agar tidak hancur, itu yang membuatnya lebih dulu terbentuk sedangkan dia masih membutuhkan banyak energi untuk berubah bentuk," ucap Mak Nung.
"Ternyata ada rahasia seperti itu di tubuhku, aku adalah pemilik spirit 2 Naga?" sahut Lue Ang.
"Apa ini berarti aku bisa menjadi orang terkuat?" Tanya Lue Ang.
"Tentu saja, kamu bukan hanya akan menjadi orang terkuat di daratan Tiongkok, kamu bahkan bisa menjadi kuat di seluruh dunia," sahut Mak Nung.
Mendengar ucapan Mak Nung Lue Ang tersenyum penuh semangat, jika yang dikatakannya benar berarti dirinya bukan lagi sampah, semua orang yang mengatakan dirinya sampah akan meminum ludahnya sendiri.
"Jangan senang dulu, spirit ditubuhmu memang spirit langka tapi kamu yang lemah tidak akan bisa mengendalikannya," ucap Mak Nung.
"Aku mengerti, mohon bimbingannya, Ibu angkat," sahut Lue Ang.
"Saat ini ditubuhmu bola Naga dan Naga api mu sendiri sangat membutuhkan banyak energi, yang harus kamu lakukan adalah berlatih menyerap energi alam yang sangat banyak," ucap Mak Nung.
"Jika sudah kita akan memulai kultivasi yang sebenarnya," sambung Mak Nung.
"Baik," sahut Lue Ang.