Lin Yan, seorang anak yang di besarkan oleh sepasang pendekar kuat di dunia persilatan yang mana asal usul Lin Yan sangat tidak jelas dan tidak di ketahui bahkan oleh dua orang yang membesarkan nya.
Lin Yan adalah anak yang sangat luar biasa dia sangat jenius dan dia mampu mengasah dan menyaring seluruh ilmu yang di berikan ke dua pendekar itu pada nya membuat ia menjadi pendekar muda yang sangat hebat dan berbakat !!
Saat usia nya 17 tahun Lin Yan mencapai kenaikan kekuatan yang luar biasa dan berhasil menembus kekuatan Pendekar Suci di usia yang begitu muda dengan ilmu-ilmu tingkat tinggi akhirnya Lin Yan mendapatkan tugas untuk membasmi kejahatan dan juga siluman dari dunia ini !!!
Bagai mana kisah Lin Yan dan mampu kah dia menemukan kebenaran tentang asal usul nya sendiri dan apakah dia mampu untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh ke dua pendekar yang telah membesarkan dan melatih nya ....
ikuti kisah Lin Yan di dunia persilatan untuk membasmi kejahatan ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elidar Netti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengganggu
Yun Ling mengantarkan Lin Yan ke pulau biru yang di maksud di mana ternyata tempat itu adalah sebuah bukit yang melayang di atas langit entah apa maksud nya dengan pulau biru namun Lin Yan dapat dan mampu merasakan aura spiritual di tempat itu lebih melimpah dari tempat lain nya.
" Seluruh pulau ini adalah milik mu sekarang, tapi saran ku kau berhati-hati ada banyak orang yang tidak suka dengan kehadiran mu " Yun Ling berkata dengan dingin dan setalah mengatakan itu tanpa sepatah kata apapun dan tanpa menunggu balasan Lin Yan dengan cepat Yun Ling melesat meninggalkan tempat itu.
Lin Yan hanya menggelengkan kepala nya melihat hal itu di mana Lin Yan kemudian masuk ke dalam pulau biru itu di mana tempat itu memiliki banyak bangunan dan Lin Yan memilih bangunan yang paling besar atau bisa di katakan pusat dari tempat itu untuk menjadi tempat tinggal nya selama di sekte ini.
" Energi spritual di tempat ini tidak buruk meski tidak sebaik puncak naga dan juga pagoda naga, tapi tempat ini tidak buruk untuk berlatih " gumam Lin Yan di mana dia dapat merasakan energi spritual yang melimpah meski tidak bisa di bandingkan dengan tempat dia besar yaitu puncak naga dan pagoda naga di dalam tubuh nya.
Lin Yan kemudian memilih untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu karna menurut nya itu adalah yang terpenting untuk nya, apa lagi di tambah Lin Yan sendiri tau betul jika dia tidak perlu melakukan apapun saat ini.
" Mari kita lihat siapa yang akan membuat kekacauan terlebih dahulu saat aku telah sampai di sekte ini, dan seperti nya aku tau siapa saja orang itu " gumam Lin Yan di mana sebenarnya di dalam aula tadi Lin Yan sudah menyadari beberapa tetua yang seperti nya memiliki niat selubung di sekte itu.
Bagi nya yang mempelajari teknik mata suci tentu saja membedakan hal itu sama sekali tidak lah sulit, namun Lin Yan juga sadar membasmi mereka secara langsung tidak mungkin yang hanya akan menyia-nyiakan penyamaran nya.
Oleh sebab itu Lin Yan berencana untuk memancing mereka untuk menunjukan jati diri mereka sendiri dengan begitu Lin Yan memiliki banyak cara untuk membunuh mereka nanti nya dengan alasan yang pas dan baik tentu nya.
Malam tiba di mana Lin Yan memilih tetap ada di pulau nya untuk beristirahat beberapa waktu karna Lin Yan merasa lelah dengan semua yang dia lakukan akhir-akhir ini.
Lin Yan mencoba menutup mata nya namun tiba-tiba saja Lin Yan membuka mata nya setelah tengah malam di mana terlihat sebuah senyuman muncul di bibir nya.
" Seperti nya mereka sudah tidak sabar lagi, tapi dengan waktu seperti ini mereka seperti nya tidak tau jika orang lain butuh istirahat dasar beberapa semut pengganggu " gumam Lin Yan kemudian dia berdiri dan dia keluar dari kamar nya melalui jendela menyembunyikan aura nya dari persepsi orang lain.
Whusssss
Dan benar saja tiga orang muncul di mana mereka menggunakan jubah sekte berwana ungu di mana melihat itu dari kejauhan tanpa di ketahui Lin Yan menganggukan kepala nya
" Ternyata mereka berasal dari pulau ungu, hmm sangat menarik " gumam Lin Yan tersenyum sinis sedangkan tiga orang itu berhenti di salah satu atap bangunan di pulau biru.
" Apa yang guru katakan tenyata benar, pulau biru ini sangat lah luar biasa tapi kenapa bukan kita yang berada di sini " salah satu orang berkata dengan nada serakah dan juga iri.
" Heh benar, siapa Lin Yan itu hanya murid dari seorang Pendekar Suci saja sudah berani menginjakan kaki di tempat ini benar-benar tidak tau diri, seharusnya bukit ini menjadi milik murid-murid dari pulau ungu kita " balas pria di samping kiri yang di tengah hanya diam saja dan nampak waspada.
" Oh, pulau ungu kalian berani sekali masuk ke tempat ku, apakah kalian tidak mengerti memasuki pulau orang lain adalah sebuah pelanggaran " suara halus dan tenang dapat di dengar oleh ke tiga nya membuat ke tiga nya terkejut dan mereka mundur dan menjadi waspada menatap ke segala arah namun mereka sama sekali tidak menemukan siapapun.
" Aku di depan mu bodoh " Lin Yan tiba-tiba saja muncul di depan salah satu murid pulau ungu itu membuat mereka terkejut namun terlambat
Whusssss
Bommmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
Tubuh mereka terhempas dengan suara ledakan yang menggemparkan sekte di mana tentu saja suara ledakan itu menarik perhatian banyak orang yang ada di sekte, di sisi lain Lin Yan menatap ke arah ke tiga orang itu tubuh mereka bangkit dengan memuntahkan darah.
" Pendekar Raja tingkat 4 " ke tiga nya berkata secara serempak dengan wajah yang tak percaya dan pucat bagai mana tidak kekuatan Lin Yan melebihi ekspektasi mereka.
" Ada apa kalian masuk ke pulau ku tapi kalian tidak tau kekuatan ku, sungguh anak-anak yang malang " Lin Yan berkata dengan nada yang tenang dan santai nya
Whusssss
Tiba-tiba saja muncul beberapa orang yang muncul di udara
" Bocah bajingan berani nya kau melukai murid-murid pulau ungu, apakah kau tidak tau aturan dasar bocah liar " bentak seorang pria yang mana pria itu adalah tetua yang menentang Lin Yan memiliki pulau biru di mana ternyata beberapa orang itu tidak lain adalah para tetua yang ada di Sekte Naga Sejati.
" Tetua, apakah kau benar-benar serius berkata tentang aturan di depan ku, menurut aturan sekte murid pulau mana pun di larang menyelinap ke pulau lain nya "
" Dan kau sebagai tetua tapi kau menyuruh murid-muridnya mu menyelinap ke pulau ku, menurut mu siapa yang tidak tau tentang aturan " Lin Yan membalas dengan santai nya seakan dia sama sekali tidak menganggap amarah pria itu sebagai sesuatu yang besar di mana pria itu bernama Du Guan.
" Kau " Tetua Du Guan nampak marah mendengar apa yang di katakan oleh Lin Yan namun tiba-tiba saja salah satu tetua menyeletuk
" apa yang di katakan oleh anak itu benar, Du Guan apapun alasan mu tetap saja murid-murid mu lah yang telah melanggar aturan sekte, jika ketua sekte tau hal itu entah apa yang akan terjadi pada pulau ungu mu " celetuk salah satu tetua membenarkan apa yang di katakan oleh Lin Yan.
" Kembali ke tempat kalian masing-masing dan kau Du Guan, datang ke aula sekarang " tiba-tiba saja suara dingin memenuhi seluruh pulau biru di mana suara itu tidak lain adalah Qing Wang.
moga alur dan bahasa menarik.
Semangar💪