NovelToon NovelToon
Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Isteri Pemberontak :" Aku Tidak Butuh Cinta."

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rosma mossely

Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊


Menjalani sebuah pernikahan kontrak??

Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?

Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.

Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."

Semua orang, : "...."

Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?

Ikuti terus ya.

Like,vote,dan comment.
😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2.Marah sampai mati.

Ruang tamu hening dalam sekejab.

Mata Steve menatap tajam kearah Jane,yang duduk dengan tenang diseberangnya.

"Pembunuh seperti mu tidak pantas menyuarakan keberatan apapun tentang isi rumah ini." Jemari Steve teracung tepat kewajah Jane.

Kebencian itu sama sekali bukan rekayasa.

Ada sedikit rasa sedih yang timbul dihati Jane ,ketika Steve menyebutnya sebagai 'pembunuh'.

Untuk sementara Jane sama sekali tidak memiliki kalimat yang bisa membantah tuduhan itu.

Ibunya memang meninggal akibat pendarahan hebat setelah melahirkannya.Dan alasan ini jugalah yang membuatnya tidak pernah mau merayakan ulang tahunnya sejak kecil.

Karena ,setiap kali dia ingin bahagian dengan bertambahnya usianya.Disaat itu pulalah sebuah fakta menyakitkan menghantuinya.

Pertemuan pertama antara dia dan kakaknya diwarnai dengan keadaan yang sangat tidak menyenangkan.

"Kau dibawa kembali ke rumah ini demi pertunangan sialan itu.Jadi, Jane, aku harap kau mengetahui batasan mu.Tidak ada tempat bagi mu di rumah ini,paham." Usai melontarkan kata-kata yang menyakitkan itu,Steve segera pergi dari hadapan Jane.

Namun,sebelum kakinya benar-benar meninggalkan ruang tamu yang mewah itu,Steve mendengar kekehan kecil yang keluar dari mulut Jane.

"Kau membenci ku adalah satu hal.Tetapi, kau sangat memperlakukan wanita lain dan keturunannya lebih baik dari wanita yang melahirkan mu adalah tindakan yang sangat menjijikan.Seolah-olah ibu ku melahirkan seorang bajingan tidak tahu berterimakasih."

Berengsek!!!!

Steve meraih sebuah vas mahal dan hendak melemparkannya kearah Jane,namun dengan sigap Joon menghalangi sang tuan muda.

"Tuan Muda mohon tenang.Jika Anda membuat semua kacau,saya khawatir Tuan Besar akan marah." Bisik Joon dengan nada memohon.

Joon benar-benar mengutuk dewa-dewa dilangit.Dia yang sudah tua ini harus berada ditengah-tengah konflik yang sama sekali tidak bisa dia redakan.Bahkan tuan muda yang tengah berada didalam pelukannya ini,masih menyimpan amarah yang besar terhadap Jane.

"Tuan Muda,tolong...." Ucap Joon lagi.

Steve menutup kedua matanya sebentar,lalu menghirup nafas dalam-dalam.Ketika dia membuka kedua matanya lagi,yang ada hanyalah kebencian.

"Bersihkan gudang untuk si pembawa sial ini.Dan jangan biarkan dia makan bersama kami di meja makan.Jika Ayah bertanya,katakan ini perintah ku."

Hemp.

Usai memberikan perintah yang kejam itu,Steve benar-benar pergi dengan penuh amarah.

Joon langsung merasa lega ketika melihat sang tuan muda yang pemarah telah pergi.

Namun, belum juga hilang rasa leganya.Suara selanjutnya dari Jane membuat jantungnya kembali berdebar dengan kencang.

"Melihat aku yang cantik dan pria pemarah itu yang tampan.Aku yakin ibu kami pasti sangat cantik.Akan tetapi,aku tidak tahu apa yang dilihat oleh pria tua itu,sehingga dia bisa terpesona kepada ibu mu,yang menurut ku sangat biasa-biasa saja." Nada suara Jane sangat riang.Seolah-olah dia baru saja membicarakan tentang cuaca dengan teman sebaya.

Akan tetapi,wajah Stevi yang mendengarnya menjadi merah padam.

Gadis remaja itu belum pernah mendengar siapapun menyebut wajah ibunya biasa-biasa saja.

Kedua matanya melotot dengan marah.

"Jangan menatap ku seperti itu.Kau semakin terlihat jelek sekali.Aku sarankan kau melakukan operasi plastik,agar terlihat sebanding dengan kami."

Semua orang harus mengingat jika Jane adalah seorang pengganggu didesa,oke.Jadi, setiap ucapan dan tindakannya pasti membuat orang lain marah sampai mati.

Tidak ada bedanya dengan Stevi dan Steve.Dengan satu kali serangan dari mulut Jane.Kedua kakak beradik yang berpura-pura harmonis didepannya ini langsung terbakar dalam amarah yang meledak-ledak.

"Kau,kau..aku membenci mu."

Stevi tidak mampu melanjutkan ucapannya.Dia berulang kali menghentakkan kakinya dengan keras ke lantai.

"Oh." Hanya satu kata,namun membuat Stevi semakin gila.

"Kau,pembunuh.Kau jahat,kau kutukan,kau pembawa sial.Tidak ada yang menyukai mu." Stevi mengumpat dengan keras.Dia melontarkan semua kata-kata menyakitkan kepada Jane ,berharap jika dengan begini,Jane akan sedih.

Akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya.

Jane masih duduk dengan tenang,lalu bersender menatap Stevi seolah-olah dia adalah badut yang melompat-lompat.

"Tidak masalah.Setidaknya aku terlahir dari wanita terhormat,bukan wanita yang suka merayu suami wanita lain,wleee."

Ahkkk.

"Aku akan membunuh mu.!!!"

Stevi berlari dan menerjang Jane yang tengah duduk dengan tenang.

Melihat hal brutal tersebut,kepala pelayan Joon nyaris mati ditempat.Dengan memegang dada sebelah kirinya,dia meraung kearah dua pelayan yang mengikutinya menjemput Jane.

"Apa yang kalian berdua lakukan? Tahan Nona Kecil,jangan sampai dia menyakiti Nona Muda atau kalian akan menanggung akibatnya." Raungnya dengan penuh amarah.

Seolah tersadarkan akan sesuatu,kedua pelayan itu segera menahan tubuh Stevi yang mencoba menerjang kearah Jane.

"Lepaskan aku,biarkan aku membunuh wanita sialan ini.Lepasss !!!!"

Tidak peduli seberapa kuat Stevi memberontak,pegangan kedua pelayan itu sama sekali tidak melemah sedikitpun.

Tubuhnya yang kurus tetap ditahan oleh kedua pelayan itu.

Jane sama sekali tidak merasa cemas.

Dia dengan tenang menikmati kegilaan Stevi.

"Nona Muda..."

Joon berbisik dengan nada memohon.Tetapi Jane mengabaikannya sepenuhnya.

Setelah satu jam berlalu,tubuh Stevi melemah karena kehabisan tenaga.

Jane menatapnya dengan remeh.

"Baiklah." Katanya dengan senang. "Antarkan aku ke kamar tidur ku yang baru." Jane berdiri dengan cepat dan berjalan terlebih dahulu.

Kepala pelayan segera mengikutinya dari belakang.

"Nona muda, tolong..."

"Jangan meminta apapun kepada ku.Karena kalian berani melakukan tindakan curang untuk memaksa ku kembali,maka kalian harus berani menanggung resikonya."

Degh.

Wajah Joon mendadak pucat.

Dia sangat terkejut dengan ucapan Jane yang terlalu blak-blakan.Bukankah mereka melakukannya dengan sangat berhati-hati?

Lalu mengapa Jane bisa berkata demikian?

Disaat itu juga,Joon mengingatkan dirinya berulang kali untuk tidak menganggap remeh nona muda yang baru kembali ini.

Jane yang merasakan emosi sang kepala pelayan yang campur aduk,merasa sangat puas.

"Intinya jangan membuat ku marah,oke." Peringatnya dengan pelan.

Joon hanya bisa menunduk dengan patuh.

....

Mereka sampai di gudang.

Meskipun namanya gudang,namun tempatnya tidak terlalu buruk.Ketika Jane masuk kedalam,sudah ada kasur tunggal,walaupun tipis.Selimut dan bantal.Lalu ditambah sebuah lemari kecil.

Karena Jane sama sekali tidak membawa apapun bersamanya,jadi Joon dengan sigap menyiapkan semua kebutuhannya.Termasuk ponsel lengkap dengan sim cardnya.

"Jika ada yang Anda inginkan,cukup panggil saja kami." Kata Joon sebelum menghilang meninggalkan Jane sendirian.

Hening.

Namun Jane sangat menyukainya.

Selama bertahun-tahun hidup sendirian.Sang nenek yang merawatnya hanya bertahan selama lima tahun,sebelum jatuh sakit dan meninggal.Hingga Jane kini berusia dua puluh lima tahun,dia telah hidup menyendiri selama lima belas tahun.Jadi,sepi adalah salah satu temannya yang paling setia.

1
Noveni Lawasti Munte
kalo sampe Jane gampang luluh sama Carlos awas ja tak siram muka Jane pake kopi susu😤
Rosma mossely: Serem amet buk.🙏
🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
suka karakter flowy, galak2 tp perhatian...
Herli Yani
masih kurang badas cewe nya thorr
Rosma mossely: Terimakasih kak, atas dukungan dan saran.
Saya akan terus meningkatkan karakter Jane,agar sesuai dengan ekspetasi para pembaca.Tapi...kita buat dia kuat dan bangkit secara bertahap ya.
Dukung dan ikuti terus kelanjutan ceritanya Kak.😁🤭🙏
total 1 replies
Noveni Lawasti Munte
si mawar ditamatin dlu Thor....Jane jngan gampang baper dong telan ja semua mentah2 jgan pake hati
Rosma mossely: Lagi otw say...🤭🙏

Karakter Jane nya secara bertahap tumbuhnya ya.😁
Terimakasih buat semua masukannya.
Dukung terus ya...🙏
total 1 replies
Herli Yani
buat kuat dong thor cewe nya masa lemah bnget gregetan jdi ya aku pengen tak tapol bapak nya
Rosma mossely: Siap boss ku.!!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!