NovelToon NovelToon
In Umbra Penitentiae

In Umbra Penitentiae

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Kehadiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun seharusnya membawa kebahagiaan. Namun tidak bagi keluarga itu. Kedatangannya sebagai anak yang tak pernah diharapkan perlahan menghancurkan keharmonisan yang selama ini terlihat sempurna. Sejak kecil ia tumbuh di tengah tatapan benci, kasih sayang yang setengah hati, dan kehidupan yang seolah tak pernah berpihak padanya.

Semakin dewasa, ia mencoba mencari tempat untuk pulang—melalui mimpi, cita-cita, dan cinta yang diyakininya mampu memperbaiki semuanya. Tetapi hidup kembali mempermainkannya. Harapan yang ia bangun perlahan runtuh, meninggalkan penyesalan, luka, dan kenyataan bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk mendapatkan akhir bahagia.

Di balik semua itu, ia hanya ingin satu hal sederhana: diterima sebagai manusia, bukan kesalahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23 Kebenaran yang Akhirnya Terbuka

Sudah hampir dua minggu Damar berada di Korea.

Dan selama dua minggu itu pula, Damar selalu mencari alasan untuk mangkir dari rapat penting perusahaan keluarga Raespati.

Awalnya Damir Rendra Raespati tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Ia pikir putranya hanya lelah setelah perjalanan bisnis di Jerman.

Namun semakin hari, instingnya mulai merasa ada yang aneh.

Apalagi setiap kali Damir bertanya keberadaan Damar kepada Raka, pria itu selalu memberikan jawaban yang menggantung.

“Masih ada urusan, Tuan.”

“Atau…”

“Tuan muda sedang meeting.”

Jawaban yang terlalu rapi justru membuat Damir semakin curiga.

Saat ini Damir tengah berada di ruang kerjanya sambil memperhatikan laporan perusahaan yang sama sekali tidak masuk ke kepalanya.

Tatapannya justru tertuju pada layar ponsel.

Di sana ada foto lama Dariela saat masih kecil.

Foto yang beberapa bulan terakhir selalu ia lihat diam-diam saat rasa bersalahnya datang menyerang.

Tok tok.

“Masuk.”

Seorang pria berjas hitam masuk dan membungkuk hormat.

“Detektif yang Tuan minta sudah datang.”

Damir langsung mengangkat kepala.

Beberapa menit kemudian seorang pria paruh baya duduk di depan meja kerjanya.

“Ada yang bisa saya bantu, Tuan Raespati?”

Damir terdiam beberapa saat sebelum akhirnya berkata pelan,

“Saya ingin anda menyelidiki seseorang.”

Pria itu langsung mengangguk profesional.

“Siapa?”

Damir menarik napas panjang.

“Putra saya.”

Detektif itu sedikit terkejut namun tetap diam mendengarkan.

“Dan…” suara Damir melemah, “Raka.”

Ia tidak tahu kenapa.

Namun hatinya terus mengatakan bahwa Raka dan Damar sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

Sesuatu yang berhubungan dengan Dariela.

Dan beberapa hari kemudian…

Dunia Damir benar-benar runtuh.

Saat itu malam hari.

Damir baru saja menyelesaikan rapat saat detektif pribadinya datang membawa sebuah map cokelat tebal.

“Ada sesuatu yang harus Tuan lihat.”

Entah kenapa tangan Damir mendadak dingin saat menerima map tersebut.

Ia membukanya perlahan.

Dan detik berikutnya napasnya langsung tercekat.

Sebuah foto jatuh ke meja.

Foto seorang wanita sedang tersenyum kecil sambil memegang loyang kue di depan café sederhana.

Wanita itu terlihat lebih dewasa sekarang.

Namun wajahnya…

Damir sangat mengenalnya.

Dariela Atlanna Zavira Raespati.

Map di tangannya langsung bergetar hebat.

“M-Mustahil…”

Detektif itu menunduk hormat.

“Nona Dariela masih hidup, Tuan.”

Damir langsung berdiri terlalu cepat sampai kursinya terjatuh.

Matanya memerah menatap foto-foto lain di dalam map.

Foto Ela bersama dua anak.

Foto Ela sedang tertawa kecil.

Foto Ela di depan café kecil bernama Anavely Cake & Café di Korea Selatan.

Dan yang paling menghancurkan…

Foto bekas luka samar di tangan anak pertamanya itu.

Tubuh Damir langsung melemas.

Air matanya jatuh begitu saja tanpa bisa ditahan.

“Ela…”

Lima belas tahun.

Selama lima belas tahun anak itu hidup sendirian tanpa dirinya.

Tanpa ayahnya.

Dan ia… bahkan tidak tahu.

Pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka cepat.

Lavanya masuk dengan wajah panik setelah mendengar suara benda jatuh dari luar.

“Mas, kamu kenapa—”

Kalimat wanita itu langsung terhenti saat melihat foto-foto di meja kerja.

Tubuh Lavanya langsung membeku.

Tangannya gemetar mengambil salah satu foto Ana.

Dan air mata wanita itu langsung jatuh deras.

“Ela…”

Suara Lavanya pecah seketika.

Damir menunduk sambil memegang kepalanya sendiri frustasi.

“Aku ayah paling gagal…”

Lavanya langsung menangis sambil memeluk foto tersebut erat-erat.

Anak yang dulu selalu diam membantu dirinya.

Anak yang selalu menjaga Ajeng waktu kecil.

Anak yang selama ini ia abaikan karena kebenciannya pada Alana.

Ternyata masih hidup.

Dan mereka baru mengetahuinya sekarang.

Lavanya menatap suaminya dengan mata penuh air mata.

“Mas…”

“Kita harus ketemu Ela.”

Damir langsung mengangguk cepat tanpa berpikir panjang.

“Iya.”

“Aku harus ketemu anakku.”

Malam itu juga semuanya dipersiapkan diam-diam.

Tanpa sepengetahuan Damar.

Tanpa sepengetahuan Raka.

Damir takut jika mereka tahu, mereka akan mencoba menghentikannya menemui Ela.

Dan untuk pertama kalinya dalam lima belas tahun…

Damir Rendra Raespati pergi bukan sebagai pewaris keluarga besar Raespati.

Melainkan sebagai seorang ayah yang desperately ingin meminta maaf kepada anak perempuannya sebelum semuanya benar-benar terlambat.

1
Agus Tina
bagus ceritanya ...
wulaniii: makasih kak like dan komen yah 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!