NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 My elite lover

Tanpa menoleh sedikit pun, Renata berbalik badan dan melangkah keluar dari kamar mandi dengan kepala tegak. Tak ada air mata yang biasanya di tunjukkan wanita yang habis di khianati pasangannya, justru ia mengubah kemarahan itu menjadi energi dingin yang membekukan. Ia berjalan bak seorang ratu yang tak sudi menodai mahkotanya dengan air mata orang-orang rendahan.

Gaun emerald green yang dikenakannya kini tak lagi sekadar pakaian malam baginya, melainkan baju perang yang siap meruntuhkan istana kepalsuan yang dibangun di depannya.

"Tenang, Rena ... jangan hancur di sini. Tunjukkan pada mereka, bahwa kehancuranmu hanyalah ilusi. Justru merekalah yang akan hancur melihat ketenanganmu" sugestinya pada diri sendiri dalam hati.

Sesampainya di ruang VVIP, suasana masih terasa hangat dan penuh tawa. Mama Ratna dan orang tua Rendy masih asyik mengobrol, tak menyadari badai dahsyat yang baru saja terbentuk dan siap menghantam semua rencana mereka.

Renata berjalan mendekati meja, wajahnya kembali datar, dingin, dan tanpa ekspresi. Tatapannya kosong namun mematikan.

"Mam! Ayo kita pulang!" ajak Rena tegas sambil meraih tas kecilnya di atas meja dengan gerakan cepat namun tetap anggun.

Suara itu memecah keheningan. Semua orang terdiam, menatapnya heran.

"Lho? Kenapa buru-buru, Nak? Rendy kan belum datang ..." tanya Mira bingung, dengan perubahan sikap sang calon menantu yang tiba-tiba.

Belum sempat Renata menjawab, sosok Rendy muncul di ambang pintu ruangan VVIP dengan napas terengah-engah. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin bercucuran di pelipis meski ruangan ber-AC. Rambutnya yang biasanya rapi kini berantakan, kancing atas kemejanya terbuka memperlihatkan leher yang berdenyut kencang.

Kemunculannya mengubah suasana yang sempat tegang menjadi semakin membeku dan mencekam dalam sekejap.

"Rendy? Kamu dari mana saja? Kenapa penampilanmu begitu? Kamu habis lari maraton?" Todong Antonio heran melihat penampilan putranya yang kalang kabut dan kacau balau.

Rendy tak menghiraukan pertanyaan ayahnya. Matanya hanya terpaku pada satu sosok yaitu Renata. Dengan langkah gontai dan panik, ia berjalan mendekat, tepat di hadapan gadis itu.

"Rena ... jangan pergi aku bisa jelasin ..." suara Rendy terdengar parau dan putus asa. Ia mencoba menggenggam tangan Renata, namun dengan sigap Rena menarik tangannya menjauh secepat kilat, seolah tersentuh bara api yang membakar kulit.

"Jangan sentuh aku!" bentak Rena pelan namun tajam, membuat semua orang di meja itu terkejut sekaligus penasaran.

"Renata, sayang ... ada apa ini? Kenapa kalian? Kenapa suasananya jadi begini?" tanya Mama Ratna mulai merasa cemas melihat perubahan drastis pada putrinya dan juga calon menantunya, ia yakin pasti ada sesuatu yang tidak bares.

Rendy menunduk, tangannya gemetar hebat. Ia menatap Renata memohon, berusaha memberi kode agar gadis itu tutup mulut dan jika itu terjadi maka tamatlah riwayatnya.

"Tante ... maaf. Rena cuma lagi emosi sedikit. Mungkin lagi bad mood. Kita bisa bicarakan ini nanti kan, sayang? Ayo duduk lagi, jangan kekanakan ..." Rendy mencoba menutupi masalah, berharap Renata tak akan berani membongkar aibnya di depan orang tua.

"Kekanakan? Oh Tuhan, lihat pria brengsek ini. Masih berani bilang aku kekanakan sementara dia yang bertingkah seperti binatang buas? Bodoh sekali kau mengira aku akan diam, Rendy. Kau benar-benar meremehkan aku!" cibir Rena dalam hati.

Renata tersenyum miring, senyuman yang penuh sindiran dan kekecewaan mendalam. Ia menatap Rendy lekat-lekat, seolah sedang menatap sampah paling menjijikkan di dunia.

"Kekanakan?" tanya Rena pelan, suaranya tenang namun menusuk sampai ke tulang sumsum. "Terserah kamu aja! Tapi yang jelas aku hanya tidak mau duduk satu meja, makan satu tempat, bahkan bernapas di ruangan yang sama dengan pria brengsek, pengecut, dan pembunuh bayangan sepertimu!"

Ucapan Renata itu meledak seperti bom waktu.

"Renata!!" tegur Mama Ratna kaget, tak percaya putrinya berbicara tidak sopan seperti itu!"Jaga bicaramu, Nak!" lanjutnya sambil menarik lengan Renata pelan untuk duduk.

"Kenapa harus dijaga, Mam? Kenapa Rena harus diam dan berpura-pura sopan?" Renata menatap mamanya, matanya tajam namun tetap kering, tak ada setetes air mata pun jatuh.

"Saat calon suami yang Mama pilihkan ini, diam-diam sudah mengisi perut wanita lain dan bahkan dengan tega menyuruhnya menggugurkan kandungan itu supaya pernikahan kita tidak gagal? Itu yang dia lakukan, Mam!" jelas Rena tegas matanya tak lepas menatap wajah pucat Rendy.

Semua orang terpaku. Wajah Miranti dan Antonio ikut memucat seketika, seolah darah mereka berhenti mengalir. Suasana ruangan itu sunyi senyap, hanya terdengar suara musik latar yang kini terasa sangat sumbang dan mengganggu.

"Rendy ... apa yang Renata katakan itu ... benar?" tanya Antonio dengan suara bergetar menahan amarah, matanya menatap tajam ke arah sang putra. "Jawab Papa! Apa benar kau melakukan hal sekeji itu?!"

Rendy semakin panik. Ia melirik Renata dengan tatapan memohon agar gadis itu berhenti bicara, lalu beralih ke orang tuanya dengan wajah pucat pasi.

"Bukan ... bukan seperti itu, Pa! Itu semua salah paham! Rena cuma salah dengar! Dia salah paham!" Rendy mulai kehilangan kendali, kakinya terasa lemas namun sekuat tenaga mempertahankan tubuhnya untuk tetap berdiri tegak.

"Salah dengar? Oh ayolah ... buktinya ada di genggamanku. Mainan murahan. Kau pikir aku tipe wanita yang akan datang ke medan perang tanpa membawa senjata?" sinis Renata dalam hati.

"Salah dengar?" Renata mengangkat sebelah alisnya, lalu perlahan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. "Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Biar semua orang tahu betapa mulianya hati mantan calon suamiku ini."

Tut.

Renata menekan tombol putar di layar ponselnya.

Suara rekaman percakapan di kamar mandi tadi terdengar jelas memenuhi ruangan VVIP yang sunyi itu ...

"Kamu gugurkan kandungan itu! Itu satu-satunya cara ..."

"Aku tidak mau kehilangan Renata, aku mencintainya ..."

Suara itu menghantam telinga semua orang seperti petir. Mira langsung memegangi dadanya, merasa sesak mendengar ucapan kejam anak putranya.

"Sudah cukup!" Renata mematikan rekamannya dengan santai.

Ia menatap kedua orang tua Rendy dengan sopan namun tegas, tak ada sedikit pun rasa bersalah di wajahnya.

"Tante, Om. Maaf, Rena rasa pernikahan kami tidak bisa dilanjutkan. Rena tidak mau menikah dengan laki-laki yang tidak bisa menghargai nyawa, tidak bisa menghargai wanita dan Rena tidak mau membuang masa depan Rena dengan pria pengecut."

Lalu ia menatap mamanya, menggenggam tangan wanita itu erat.

"Ayo Mam, kita pergi dari sini. Tempat ini sudah bau pengkhianatan dan kepalsuan. Rena muak."

"TIDAK RENA! TIDAK BOLEH!" Rendy berteriak histeris, mencoba menghalangi jalan Renata dengan tubuh gemetar. "Pernikahan kita tinggal dua minggu lagi! Semua undangan sudah tersebar! Apa kata orang nanti?! Aku mohon Rena ... beri aku kesempatan! Aku janji aku akan berubah! Aku benar-benar mencintaimu!"

Renata berhenti sejenak, menatap Rendy dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan paling merendahkan yang pernah ada.

"Cinta? Kau tahu apa arti cinta? Cinta bukan mengkhianati lalu memohon seperti anjing yang tertendang. Kau tidak mencintaiku, kau hanya mencintai status, harta, dan gengsi. Menjijikkan." cerocos Rena dalam hati.

"Cinta?" Renata tertawa kecil, tawanya dingin dan menakutkan, membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya merinding. "Jangan kotori kata suci itu dengan mulut kotormu, Rendy. Kesempatan sudah aku berikan saat kau memilih untuk berselingkuh. Dan kau malah menyia-nyiakannya dengan cara yang paling hina."

"Sekarang minggir. Atau aku akan membuatmu lebih malu lagi dari ini."

Ancaman itu terdengar santai namun sangat nyata. Rendy terpaku, tubuhnya lemas tak berdaya. Ia tak berani menghalanginya lagi, ia yakin dan sadar jika ternyata gadis di hadapannya itu bukanlah gadis polos dan lembut yang selama ini ia pikirkan.

Renata melangkahkan kakinya pergi dengan anggun, meninggalkan Rendy yang kini terduduk lemas di kursi, hancur berkeping-keping, dan dilingkupi tatapan kecewa serta murka dari kedua orang tuanya.

Bersambung ....

1
sri hastuti
siippp ,luarr biasaaa 👍👍👍👍
Marifatul Marifatul
😇😇🤔
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
Rahma Inayah
good saga
sri hastuti
siipp Saga ,kasih pelajaran orang2 sombong itu , 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo Rena tau ini, auto tmbh love² ama Saga 😎😍🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!