Su Qingran mengkhianati suami lumpuhnya saat hari bencana dan berakhir tragis setelah dikhianati selingkuhan dan keluarga sepupunya.
Terlahir kembali dengan sistem dewa “Panduan Menjadi Istri Yang Baik,” ia memilih setia, mempersiapkan diri menghadapi kiamat, dan memperkuat perlindungan. Kini, saat para pengkhianat memohon perlindungan, ia menentukan nasib mereka.
[ Ding, memasak tiga hidangan sehat untuk suami. Mendapatkan hadiah: 10 jin daging ayam, 10 jin sayur sawi, dan 1 karung beras dan 3 poin ]
"Semua yang aku lakukan untuk suamiku ternyata mendapatkan hadiah besar!?"
[ Harap ingat misi sistem, memasakkan dan berhubungan saja yang akan memberikan hadiah pengembalian ]
∆ 9 April 2026 ∆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Berbaikan, Muach~
Pagi hari di ruang tamu mansion.
Su Qingran duduk di sebuah sofa tunggal. Kakinya tersilang rapi, posturnya tegap namun santai, memancarkan wibawa yang tenang. Ia mengenakan mini dress hitam elegan yang membalut tubuhnya dengan sempurna-- potongan pinggang yang pas menonjolkan siluet ramping, sementara rok ringan yang mengembang lembut menambah kesan feminin yang berkelas. Lengan panjangnya yang tipis jatuh ringan, bergerak halus setiap kali ia mengangkat tangannya.
Rambut panjangnya tergerai indah dengan potongan layer yang bervolume, setiap helainya tersusun rapi hingga menyentuh punggung, memberikan kesan lembut sekaligus mewah. Di hadapannya, tujuh maid berdiri berjajar dengan sikap hormat, menundukkan kepala seakan menunggu perintah.
Su Qingran tak kunjung bicara, seperti keajaiban. Dia menatap sesuatu yang hanya bisa di lihat olehnya berkat kemampuan pasif nya.
Dia atas kepala setiap maid ada tanda hati dengan warna putih sampai abu-abu samar dengan sebuah angka rata-rata di angka 30 di jelaskan oleh sistem dengan kata "Hormat", "Segan", "Profesional", "Netral".
Setelah cukup puas mempraktekkan kemampuan, dia berdehem pelan. Tujuan mereka di kumpulkan jelas bukan hanya untuk melihat kemampuan pasif afeksi. Tapi untuk mengumumkan...
"Hari ini kalian akan menerima gaji kalian, kami tidak akan tinggal disini lagi akan tinggal di apartemen mulai sekarang."
Empat maid saling lirik dan tiga lagi tetap menunduk seolah menerima, mereka pantau tuan dan nyonya mereka memang kurang akrab sekarang ini.
"Tenang saja, aku akan memberikan penilaian yang baik pada agen kalian dan memberikan 2 kali gaji."
Setelah mendengar nya, mereka serempak sedikit membungkuk. "Terimakasih nyonya."
Setelah mengatakan itu, Su Qingran tidak menganggap lagi. Dia mengirimkan gaji mereka melalui rekening dan pergi ke dapur untuk memasak.
Setelah kecelakaan yang menyebabkan suaminya lumpuh permanen, hubungan mereka menjadi renggang dan sangat renggang. Jiang Shengyan terkadang memilih tinggal di kantornya daripada bertemu dengannya untuk di cari-cari kesalahan dan akhirnya selalu bertengkar.
Hari ini dia akan memberikan kejutan manis untuk suaminya, berdandan cantik dan mengirimkan bekal. Yah, meskipun dia sedikit menyesal malah mandi dan berdandan lebih dulu baru memasak.
Namun sedikit bau masakan bisa di hilangkan dengan minyak wangi.
***
Perusahaan Jiang.
Di dalam ruangan lantai 55.
Ruang Direktur.
Jiang Shengyan duduk tegap dengan stelan jas tampan nya, wajahnya menatap serius ke layar laptop. Sesekali keningnya mengernyit dan berhenti untuk memijat area sekitar matanya.
"Haaaah..." Helaan napas pelan keluar dari mulutnya.
Kepalanya terasa berdenyut nyeri dan matanya terasa perih, namun beberapa kali dia coba istirahatkan selalu tak bisa. Akhirnya dia tetap memilih bekerja meskipun terlihat tidak maksimal.
Krieet...
Suara pintu terbuka di susul dengan suara langkah kaki. Langka kaki itu berhenti di depan mejanya, namun Jiang Shengyan tidak mendongak untuk menatap sedikit pun dan hanya memejamkan mata mencoba menikmati pijitan nya sendiri yang terasa kasar. "Taruh saja kopi nya"
Tak!
Suara benda di taruh di atas mejanya, alis Jiang Shengyan terangkat saat mendengar suara benda yang sedikit nyaring itu. Dia pikir apa masalah OB ini, namun saat wajahnya mendongak. Dia tertegun, matanya sedikit terbelalak.
"Maaf sekali, aku tidak membawa kopi. Sayang" senyum merekah Su Qingran yang terlihat cantik dengan pesona yang tidak bisa di abaikan begitu saja.
"Q-qingran" mata Jiang Shengyan mengerjap dengan terkejut.
Su Qingran tersenyum cantik dengan penuh percaya diri, perasaan rindu, penyesalan dan keinginan untuk memeluk dan menangis di pelukan Jiang Shengyan ia tekan dengan baik. Sistem nya mengatakan dia tidak boleh membocorkan rahasia apapun mengenai sistem ataupun kelahiran kembalinya.
Dengan gerakan alami, Su Qingran berjalan ke sisi Jiang Shengyan. Semakin dekat membuat jantung Jiang Shengyan sedikit berbeda dari biasanya. Kedua tangan lentik yang terasa lembut itu menangkup wajahnya.
Mata jernih Su Qingran menatap wajah Jiang Shengyan. "Kulit wajah mu terlihat kusam, kantung matamu juga terlihat. Apakah kamu tidak beristirahat?" Dengan gerakan lembut, jari jempol Su Qingran mengusap bagian bawah mata Jiang Shengyan.
Untuk sesaat dia tidak bisa menyembunyikan kerinduan nya, terus menatap wajah yang masih sehat dan penuh daging itu dengan sayang.
Jantung Jiang Shengyan Kembali berdebar, suara penuh percaya diri seperti biasanya kini terdengar hangat dan menggetarkan hati. Tangan yang biasanya menepisnya itu kini mengusap wajahnya dengan lembut, dan aroma yang biasa dia cium dari jarak tidak dekat itu sekarang begitu dekat di hadapan nya.
Jiang Shengyan terpaku, dalam pikirannya. 'Benarkah ini istrinya Su Qingran?'
Su Qingran melihat keterkejutan di wajah suaminya yang sulit di abaikan, sebagai balasan untuk memberikan penjelasan. Dia berlutut dan meraih tangan Jiang Shengyan, membuat Jiang Shengyan begitu terkejut dengan tindakan nya.
"Qingran! Apa yang kamu lakukan, berdirilah!"
Su Qingran menggeleng, kepalanya mendongak menatap Jiang Shengyan. "Jiang Shengyan, maafkan aku... Sebagai istri aku malah akan meninggalkan mu di masa terpuruk mu. Bukan malah menemani, tapi terus membuat mu kesulitan."
Jiang Shengyan menggeleng, istrinya selalu dia perlakuan seperti ratu untuknya. Mana mungkin membiarkan dia bersujud di kakinya.
"Tidak Jiang Shengyan, aku berdosa. Aku sadar dengan kesalahan ku mungkin aku tidak layak untuk mu lagi, tapi jika kamu mau aku masih ingin menjadi istri mu yang berbakti!"
"Stt!!" Jiang Shengyan tidak tahan mendengar nya lagi dan langsung mengangkat tubuh Su Qingran ke pangkuan nya, meskipun dia orang cacat tenaga nya masih mampu mengangkat dengan mudah tubuh Su Qingran yang hanya sekitar seratus Jin.
"Apa yang kamu ucapkan!" Jiang Shengyan menatap nya dengan mata memerah ikut terbawa emosional melihatnya menangis di bawah kakinya.
"Su Qingran, aku sudah katakan sebelumnya kita akan terus bersama. Aku tahu kamu hanya butuh waktu untuk menerima keadaan ku, jangan pernah katakan untuk pergi. Meskipun kamu memiliki niat itu, aku tidak akan pernah melepaskan mu." Setelah itu, dengan luapan emosional yang Jiang Shengyan keluarkan. Tanpa sungkan dia langsung menutup mulut Su Qingran dengan bibirnya.
Ciuman panas dan dalam yang di lakukan Jiang Shengyan, Su Qingran balas dengan terbuka. Dia sangat merindukan Jiang Shengyan, dia sangat merindukan suaminya. Ciuman yang begitu panjang itu, benar-benar sedikit mengobati kerinduan dan penyesalan nya.
Setelah beberapa waktu berlalu, benang saliva terlihat dan kemudian putus saat wajah Jiang Shengyan menjauh. Mereka menatap satu sama lain dengan napas sedikit terengah, Jiang Shengyan menatap nya dengan lamat.
Wajah Su Qingran benar-benar menggoda saat ini, sial! Jika saja kemampuan nya tidak rusak karena kecelakaan itu, mungkin dia sudah...
Memikirkan hal itu, membuat penyesalan di matanya terlihat dan dia merasa malu untuk Su Qingran.
Su Qingran tersenyum, dia menarik wajah Jiang Shengyan lagi untuk berciuman.
semangat terus buat ngetik alurnya.... demi kita para pembaca /Applaud//Applaud//Applaud/
semangat terus yaw😘😘🫰🫰🫰(sarangbeo)
sampe ketemu lagi dibab selanjutnya ~~~💃🏻💃🏻💃🏻
semangat up trus ya😍😍😍😍😍
semangat terus ya buat up alur ceritanya🥰🥰😘😘😘