NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Single Mom / Mafia / Anak Genius / Tamat
Popularitas:41.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberi tropi kecil untuk Kai

Suasana di atas panggung mendadak terasa begitu sunyi. Padahal beberapa detik lalu tepuk tangan masih menggema memenuhi area festival. Namun sekarang… entah kenapa udara di sekitar mereka terasa begitu menyesakkan.

Alena membeku di tempatnya. Wajah wanita itu perlahan memucat, sementara tangannya yang menggenggam pundak Kai mulai terasa dingin dan gemetar.

Kael Ardion.

Nama yang selama delapan tahun selalu berusaha ia lupakan… kini berdiri tepat di depannya.

Sementara di sisi lain, Kael juga tidak bergerak sedikit pun.Tatapannya terkunci penuh tidak percaya pada sosok wanita di hadapannya.

Rambut itu. Sorot mata sendu yang dulu meminta pertanggung jawaban. Bahkan cara Alena menunduk saat gugup… semuanya masih sama seperti delapan tahun lalu.

“Alena…” gumamnya lirih.

Napas pria itu mulai terasa berat. Selama bertahun-tahun ia mencari wanita itu ke berbagai tempat, namun tidak pernah menemukannya.

Dan hari ini, takdir justru mempertemukan mereka kembali di atas panggung festival kecil yang bahkan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kai yang berdiri di tengah mereka mulai terlihat bingung. Matanya bergantian menatap pria di depannya lalu wajah ibunya yang tiba-tiba pucat.

“Ma…” bisiknya pelan sambil menarik tangan Alena sedikit. “Mama kenal Om itu?”

Deg.

Pertanyaan polos itu membuat dada Alena menyesak. Bagaimana ia harus menjelaskan?

Bahwa pria yang berdiri di depan mereka bukan orang asing sepenuhnya.

Bahwa dari satu malam yang berusaha ia kubur dalam ingatan, lahirlah anak yang kini berdiri di sampingnya.

Namun belum sempat wanita itu menjawab, salah satu panitia buru-buru tersenyum canggung mencoba mencairkan suasana.

“Baik! Mari kita lanjutkan penyerahan hadiah untuk peserta favorit anak!”

Seketika tepuk tangan kembali terdengar, meski tidak mampu mengusir ketegangan di antara mereka.

Kael akhirnya dipaksa melangkah mendekat membawa trofi kecil di tangannya. Dan semakin dekat jarak itu…semakin jelas wajah Kai terlihat di matanya.

Langkah Kael sempat terhenti. Sorot mata anak itu terasa begitu akrab. Semakin lama ia memperhatikan, semakin sulit baginya mengabaikan kemiripan yang perlahan mulai terlihat jelas.

Sementara Kai justru tersenyum polos sambil menerima trofi itu dengan kedua tangannya.

“Makasih Om.”

Kael tidak langsung menjawab.Tatapannya masih terus tertahan pada wajah anak itu. Dan tanpa sadar… pikirannya mulai menghitung sendiri.

Delapan tahun. Angka itu kembali terngiang di kepalanya. Usia Kai, waktu menghilangnya Alena, lalu potongan-potongan yang selama ini terpisah mulai tersusun menjadi satu kemungkinan yang membuat jantungnya berdebar tidak menentu.

Namun sebelum pria itu sempat berkata apa pun, Alena buru-buru menarik tangan Kai perlahan.

“Kita turun ya Sayang,” ucapnya cepat dengan suara yang sedikit bergetar.

Kai terlihat bingung. “Tapi Ma—”

“Ayo.”

Kali ini Alena benar-benar panik. Wanita itu langsung mengajak Kai turun dari panggung seolah ingin segera menjauh dari tempat itu.

Sementara Senna, Anne, dan Rina yang melihat dari bawah panggung mulai ikut tegang. Mereka tahu. Tatapan Kael tadi bukan tatapan biasa.

Dan itu membuat ketakutan terbesar mereka perlahan terasa nyata.

“Kita pulang sekarang,” bisik Alena cepat saat sudah turun dari panggung.

“Lena…” Anne mencoba menahan pelan.

Namun Alena menggeleng kecil. Tatapannya terlihat benar-benar kacau.

Sementara di atas panggung, Kael masih berdiri diam sambil memperhatikan punggung wanita itu menjauh bersama Kai.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Kael merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan.

Takut.

Bukan takut kehilangan kekuasaan ataupun kehilangan harta. Tapi takut kehilangan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang selama ini menghantuinya.

Dan tepat di saat itu— sebuah kartu peserta kecil terjatuh dari tangan Kai tanpa disadari. Kael langsung menunduk mengambilnya. Tatapannya perlahan membaca tulisan di sana.

Nama peserta: Kailan Alvero.

Nama wali: Alena.

Jantung Kael menghantam keras.

Tatapannya kembali berpindah dari kartu peserta itu menuju sosok Kai yang sedang tertawa bersama empat wanita yang membesarkannya.

Lalu tiba-tiba muncul pertanyaan yang selama ini tidak pernah berani ia pikirkan.

Bagaimana jika anak itu adalah darah dagingnya sendiri?

Bersambung ...

Maaf ya dikit bgt soalnya mau keluar🙏🙏🙏🙏

1
Sugiharti Rusli
semoga karya" mu berikutnya bisa terus menghibur yah dan ada sesuatu yang didapat saat kita membacanya, meski dari hal sederhana,,,
Ayumarhumah: Aamiiin.... makasih ya kak ...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
dan yah sekali lagi Kai berhasil membuat mereka semua bisa menyatu tanpa dendam dan saling bersapa layaknya saudara, dan Bianca juga sudah bagian dari mereka,,,
Sugiharti Rusli
semoga saja suatu saat su Rafael menyadari kesalahannya dan tidak memelihara dendamnya,,,
Sugiharti Rusli
dia pasti masih memikirkan Bianca kalo sampai menghabisi saudara satu" nya itu, meski sekarang mereka tidak sejalan
Sugiharti Rusli
bagus deh kalo pada akhirnya Kael membuat keputusan bijak dengan tidak membunuh si Rafael meski ada kesempatannya yah,,,
tia
waduh cepat skli tamat
Ayumarhumah: iya Kak ...

pengin suasana baru...
total 1 replies
Sugiharti Rusli
padahal si Rafael tahu batas kekuatannya di mana, tapi karena egonya yang tinggi maka dia sudah ambil semua resikonya termasuk kalo dia harus hancur
Sugiharti Rusli
entah akan seperti apa pertumpahan yanh akan mereka alami nanti dan siapa yang akhirnya harus kalah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya hal itu sangat dihayati betul oleh si Rafael saat ini, dia ingin kekuasaan berada di bawah telapak kakinya sendiri
Sugiharti Rusli
kalo dalam dunia mafia siapa kuat dia yang bisa menguasai dunia yah,,,
Sugiharti Rusli
semoga Kael tidak lengah yah, apalagi dia tahu akan mendekati jalur distribusi milik Rafael,,,
Sugiharti Rusli
dan alasan agar adiknya tidak jadi korban karena sikap Kael, hanya jadi alasan saja sih sebenarnya dan sekarang dapat validasi buat konfrontasi sama kelompok Kael,,,
Sugiharti Rusli
dalam egonya si Rafael dia selalu berada di bawah bayang" Kael baik dari segi kekuasaan maupun cinta dari orang" yang mereka sayangi,,,
Sugiharti Rusli
sejak awal tujuan si Rafael memang mengalahkan Kael apapun caranya,,,
Sugiharti Rusli
dan si Rafael sudah jadi pembunuh berdaraj dingin dan baru puas kalo yang dianggap musuh musnah di tangannya,,,
Sugiharti Rusli
tapi sepertinya pemikiran si Rafael hanya penuh dendam semata dan sepertinya adiknya sendiri akan dijadikan musuh
Sugiharti Rusli
apalagi menjadikan seorang sebagai target buat menghantam temannya sendiri yah
Sugiharti Rusli
padshal kan maksud Bianca bukan seperti itu, dia ingin abangnya menghentikan pertumpahan darah yang tidak perlu,,,
Sugiharti Rusli
kalo sudah dasarnya hatinya gelap, apapun yang si Rafael lihat selalu dianggap melukai hatinya,,,
Sugiharti Rusli
kira" di mana tempat persembunyian si Rafael yah, apa si Bianca memiliki petunjuk mungkin karena dia adiknya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!