NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Kepergian Kingdom Kyle Stone meninggalkan keheningan yang teramat pekat di dalam kamar tamu mewah yang terletak di ujung koridor barat mansion Snowden.

Semburat cahaya fajar yang kini berubah menjadi warna kuning keemasan pukul Enam lebih sedikit perlahan-lahan menembus tirai sutra tipis, menyinari setiap sudut ruangan yang berantakan.

Di atas ranjang besar berseprai putih beludru yang berkerut—menjadi saksi bisu atas pergulatan hebat dan penuh pemujaan sepanjang malam suntuk—Emmeline Valerio perlahan-lahan membuka kelopak matanya yang terasa sangat berat.

Rasa remuk di sekujur sendi dan pangkal pahanya membuat dokter bedah utama itu mendesis lirih saat mencoba menggerakkan tubuhnya.

Aroma maskulin khas tubuh Kyle yang bercampur dengan wangi sisa gairah semalam masih melekat kuat di atas bantal dan indra penciumannya, menjadi bukti nyata bahwa semua kegilaan ini bukanlah sebuah mimpi fajar.

Emmeline menatap nanar ke arah sisi ranjang yang sudah kosong di sampingnya. Bagian seprai di sebelah sana masih terasa sedikit hangat, menandakan pria setinggi 190 sentimeter itu baru saja melangkah pergi beberapa menit lalu setelah panggilan darurat memutus kebersamaan mereka.

Ungkapan rahasia, janji dua bulan, hingga bisikan "Anak Daddy... jagain Mommy ya," yang diucapkan Kyle tepat di atas permukaan perut ratanya sebelum pergi, masih terus berputar-putar di dalam kepala Emmeline, memicu rasa hangat sekaligus jengkel yang aneh di dalam dadanya.

"Pria gila," gumam Emmeline lirih, menarik selimut beludru untuk menutupi tubuh polosnya yang dipenuhi dengan ruam kemerahan—tanda klaim kepemilikan mutlak yang Kyle tinggalkan tanpa ampun di setiap inci kulit mulusnya.

Sebagai seorang dokter yang selalu mengandalkan logika dan sains, dia tahu betul bahwa ucapan Kyle tentang anak terlalu dini dan tak masuk akal untuk hubungan satu malam yang baru saja terulang.

Namun, getaran ketulusan dan cara Kyle memperlakukannya seolah-olah dia adalah satu-satunya dewi yang layak dipuja di dunia ini berhasil mengoyak dinding pertahanan mentalnya yang paling dalam.

Emmeline munafik? Iya. Dia sepenuhnya sadar akan hal itu. Kemarin dia begitu angkuh menegakkan batasan, mengingatkan Kyle bahwa dirinya adalah istri sah orang lain.

Namun, setelah melihat bagaimana Edward membawa wanita jalangnya, Niyna Boo, ke atas ranjang utama mereka sore kemarin, Emmeline memilih untuk tidak peduli lagi pada norma sosial yang mengikatnya.

Jika Edward merasa berhak merusak sakralnya pernikahan politik ini, maka Emmeline juga memiliki hak mutlak untuk membawa Kingdom Kyle Stone ke atas ranjang kamar tamu ini untuk menuntaskan rindu enam tahun mereka.

Dua bulan, batin Emmeline, matanya menatap kosong pada langit-langit kamar tamu yang megah. Dia memintaku menunggunya selama dua bulan di dalam neraka ini, berjanji untuk kembali sebagai pria bebas setelah misi terakhirnya di Timur Tengah selesai.

Kesadaran akan statusnya sebagai seorang istri formalitas dari Edward Snowden seketika menghantamnya kembali seperti hantaman palu godam.

Ketakutan bahwa Edward atau pelayan pribadi mansion akan segera bangun dan menemukan dirinya dalam kondisi mengenaskan di kamar tamu ini membuat Emmeline memaksa tubuhnya yang lelah untuk bergerak.

Dia melangkah perlahan menuju kamar mandi, menghidupkan pancuran air panas, dan berdiri di bawah guyurannya dengan mata terpejam erat.

Air hangat mengalir membasahi rambut hitam panjangnya, meluruhkan sisa-sisa keringat dan jejak kepemilikan Kyle dari atas kulit mulusnya.

Namun, tidak peduli seberapa keras dia menggosok kulitnya, bayangan hunjaman demi hunjaman panas di atas ranjang beludru itu justru semakin tercetak jelas di dalam ingatannya.

Emmeline bersandar pada dinding kamar mandi yang beruap, membiarkan air mata bercampur dengan aliran air pancuran. Dia berada di titik paling dilematis dalam hidupnya: terjebak di antara kehancuran pernikahan politiknya yang memuakkan dan penantian berbahaya pada seorang agen rahasia negara yang bisa mati kapan saja di medan perang.

Dua jam kemudian, Dr. Emmeline Valerio telah bertransformasi kembali menjadi sosok dokter bedah utama yang dingin, angkuh, dan tak tersentuh.

Dia keluar dari kamar tamu dengan mengenakan setelan celana kain berpotongan lurus berwarna hitam dan blus satin putih yang kerahnya tinggi, sepenuhnya menutupi setiap tanda kemerahan di lehernya.

Rambutnya disanggul rapi tanpa celah, dan riasan wajahnya yang tipis namun tegas menyembunyikan kelelahan ekstrem di matanya.

Saat dia melangkah menuruni tangga, dia berpapasan dengan Edward Snowden yang baru saja keluar dari arah dapur dengan memegang secangkir kopi hitam.

Wajah Edward tampak kuyu, pakaiannya yang berantakan menandakan bahwa pria itu kemungkinan besar tidak tidur semalaman karena sibuk bersama jalangnya atau amarah yang tertahan setelah tamparan keras Emmeline kemarin sore.

Kedua sepasang suami istri itu saling melempar tatapan mata. Tidak ada lagi sapaan formal atau kepura-puraan manis seperti di depan Victoria Snowden semalam. Yang ada hanya tatapan permusuhan yang dingin dari Emmeline dan binar kebencian yang berselimut rasa bersalah dari Edward.

"Kau mau pergi ke rumah sakit sepagi ini?" tanya Edward, suaranya terdengar serak dan ketat, memecah keheningan lobi.

Emmeline menghentikan langkahnya di anak tangga terakhir, menatap Edward dari atas ke bawah dengan pandangan mata yang sarat akan penghinaan.

"Bukan urusanmu, Edward. Jaga saja jalangmu agar tidak berkeliaran di area rumahku lagi, atau aku akan memastikan Daddyku Kensington menarik seluruh saham Valerio dari proyek terbarumu di Snowden Group sebelum minggu ini berakhir."

Edward mengepalkan tangan kirinya yang bebas, rahangnya mengeras mendengar ancaman finansial tersebut. Dia tahu betul bahwa posisi tanyanya di depan keluarga Valerio sangatlah lemah.

"Kau selalu menggunakan kekuasaan keluargamu untuk mengancamku, Emmeline! Kau memang wanita yang egois dan dingin!"

"Aku hanya bersikap rasional pada pria yang tidak tahu diri seperti dirimu," balas Emmeline ketat. Dia membetulkan letak tas tangan mahalnya di atas bahu, lalu berjalan melewati Edward tanpa menoleh sedikit pun, melangkah keluar menuju mobilnya yang terparkir di pelataran.

Perjalanan menuju LA Central Hospital dihabiskan Emmeline dalam keheningan yang mencekam. Begitu tiba di rumah sakit, dia langsung menenggelamkan dirinya ke dalam tumpukan berkas rekam medis dan jadwal operasi yang padat.

Ini adalah mekanisme pertahanan terbaiknya; di dalam ruang operasi, di bawah lampu bedah yang terang, dia adalah penguasa mutlak yang tidak perlu memikirkan tentang Edward maupun Kyle.

Namun, ketenangan palsu itu terusik ketika dia melangkah melewati meja resepsionis lantai VIP pada jam istrahat siang.

Dokter residen setianya, Dokter Johan, berlari kecil mendekatinya dengan memegang sebuah buket bunga mawar putih yang sangat besar dan indah.

"Dr. Valerio," panggil Johan dengan napas yang sedikit terengah-engah. "Ini... ada kiriman bunga untuk Anda yang baru saja diantarkan oleh kurir khusus beberapa menit yang lalu."

Emmeline menghentikan langkahnya, alisnya bertaut tajam. "Dari siapa? Apakah dari perwakilan Snowden Group?" tanya Emmeline, mengira itu adalah bagian dari taktik Edward untuk meminta maaf secara formal demi mengamankan investasi keluarganya.

"Bukan, Dok," jawab Johan sambil menggelengkan kepalanya. Dia menyerahkan sebuah kartu kecil beramplop hitam tebal yang terselip di antara kelopak mawar putih tersebut. "Tidak ada nama pengirimnya di kartu, tetapi kurir itu mengatakan bahwa ini adalah kiriman khusus yang dipesan dari Chicago."

Chicago.

Kata itu seketika membuat jantung Emmeline berdentum keras. Dia merenggut kartu kecil itu dari tangan Johan dengan gerakan yang diusahakan tetap tenang, lalu membuka amplopnya dengan jemari yang mendadak gemetar.

Di atas kertas tebal berkualitas tinggi itu, hanya tertera satu baris kalimat yang ditulis dengan tinta emas menggunakan tulisan tangan yang sangat tegas, rapi, dan maskulin:

“Jaga dirimu dengan baik untukku, Sayang. Dua bulan tidak akan lama. — K.K.”

Emmeline menarik napas pendek, merapatkan kartu itu ke dadanya dengan perasaan yang berkecamuk hebat. Rasa takut yang sejak subuh tadi dia pendam tentang keselamatan Kyle di perbatasan Timur Tengah mendadak membuncah kembali.

Pria itu bahkan baru saja lepas landas beberapa jam lalu dengan helikopter taktis agensinya, namun dia masih menyempatkan diri untuk mengirimkan mawar putih ini dari jaringan Chicago-nya hanya untuk mengingatkan Emmeline akan janjinya.

"Dokter? Apakah ada yang salah dengan bunganya?" tanya Johan bingung melihat perubahan ekspresi di wajah mentornya yang biasanya sedingin es.

Emmeline berdeham pelan, dengan cepat mengembalikan topeng profesionalnya. "Tidak ada. Letakkan saja bunga ini di dalam vas di ruangan pribadiku, Johan. Dan pastikan tidak ada staf lain yang membicarakannya."

"Baik, Dr. Valerio," jawab Johan patuh, lalu segera membawa buket besar itu menuju ruang kerja Emmeline.

Emmeline berdiri terpaku di koridor rumah sakit yang sibuk. Konflik di dalam dirinya kini berada di ambang ledakan besar.

Di satu sisi, dia harus bersiap menghadapi babak akhir dari pernikahannya dengan Edward yang penuh dengan intrik busuk dan ancaman harga diri.

Di sisi lain, mawar putih di tangannya menjadi simbol dari sebuah ikatan rahasia yang jauh lebih berbahaya—sebuah ikatan dengan pria bernama Kingdom Kyle Stone yang kini sedang mempertaruhkan nyawanya di belahan bumi lain.

1
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
Agus Tina
Semogabtidak ada badai berati lagi yg menghampiri mereka ...
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶
total 1 replies
Agus Tina
Suka sekali pasangan seperti ini badass ... bisan dg cerita laki2 power full pasangannya perempuan lembut yg gak bisa apa2 dan dari keluarga yg tidak punya apa2 ... 👍
Ros 🍂: ma'aciww ya kak
total 1 replies
Agus Tina
,syukaaa ... up banyak
Ros 🍂: Hihihi siap ya kak🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!