NovelToon NovelToon
Rahasia Terbesar

Rahasia Terbesar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Lin Tian sadar dari tidur panjangnya selama 200 tahun dan mendapati tubuhnya masih seperti pemuda 18 tahun. Satu hal yang paling mengganjal: di istana ratu ular, semua makhluk memiliki tubuh ular, tapi ia berkaki dua sempurna. Siapa ayahnya? Siapa sebenarnya Kakek Han yang begitu ia rindukan? Ibunya, Ratu Medusa, mengurungnya berabad lamanya hanya untuk menyembunyikan sesuatu. Kini Lin Tian pergi ke dunia manusia. Bukan untuk bertualang, tapi untuk menggali satu rahasia yang ibunya lebih memilih membekukannya daripada mengakuinya. Rahasia terbesar tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tim Elang Putih

Dua hari berlalu setelah Bogar dan Ji Gong bergabung, atau tepatnya tiga hari setelah Lin Tian resmi menjadi anggota Faksi Kebenaran. Dalam dua hari itu setiap pagi-pagi sekali, Lin Tian dan beberapa anggotanya berlatih kekompakan bersama di halaman belakang markas.

Lin Tian tidak banyak tahu tentang hal melatih pasukan. Karena itu, selama dua hari terakhir, Mu Wan-lah yang memberikan bimbingan. Dia mengajarkan formasi pertempuran dasar, cara bergerak sebagai satu kesatuan, cara melindungi rekan yang terluka, dan cara mengevakuasi warga sipil di tengah kekacauan. Lin Tian duduk di samping, sesekali mengangguk atau memberikan komentar singkat.

Bha Lung, Bogar, dan Ji Gong entah bagaimana berteman sangat dekat dalam waktu singkat. Mereka bertiga adalah anggota paling aneh dari seluruh pasukan. Setiap selesai berlatih, mereka selalu pergi ke kedai minuman di dekat markas, memesan arak dalam jumlah banyak, lalu pulang dengan wajah merah dan tawa keras yang mengganggu anggota lain yang sedang beristirahat. Lin Tian tidak peduli dengan kebiasaan minum mereka, asalkan mereka tetap disiplin saat latihan.

Pagi ini Lin Tian keluar dari kamarnya dengan langkah ringan. Jubah putihnya masih rapi, rambutnya diikat sederhana di belakang. Di luar pintu, Mu Wan sudah menunggu dengan senyum tipis di wajahnya. Wanita itu selalu lebih awal darinya, entah bagaimana caranya.

"Selamat pagi, Komandan," sapa Mu Wan.

"Selamat pagi, Wakil," balas Lin Tian.

Mu Wan kemudian menyampaikan maksud kedatangannya. "Komandan Zhuxuan meminta kita datang ke ruangannya. Ada sesuatu yang ingin disampaikan."

Lin Tian mengangguk.

Kemudian mereka berdua berjalan menyusuri koridor menuju ruang komandan Zhuxuan. Di sepanjang jalan, anggota Lin Tian yang sedang berlatih atau sekadar lewat menyapa dengan ramah. Ada yang menangkupkan tangan, ada yang hanya mengangguk sambil tersenyum. Lin Tian membalas satu per satu dengan anggukan kecil.

Setibanya di depan pintu ruangan Zhuxuan, Mu Wan mengetuk dua kali. "Komandan Zhuxuan, kami datang."

"Masuk," jawab suara dari dalam.

Mu Wan membuka pintu lalu masuk, diikuti Lin Tian dari belakang. Begitu Lin Tian melangkah masuk, ia langsung tertegun. Di dalam ruangan itu, di samping meja kerja Zhuxuan, sudah duduk seorang gadis berambut lavender dengan pakaian putih keperakan. Jiyue.

Lin Tian mengepalkan tangannya. "Penguntit gila ini lagi."

Jiyue yang mendengar kata-kata itu tersinggung, tapi ia segera menahan diri. Ia tersenyum lebar dengan nada manis yang dibuat-buat. "Aiyoo, komandan pengintip sudah datang. Aku sudah menunggu sejak tadi."

Zhuxuan mengangkat tangannya sebelum suasana semakin panas. "Duduk kalian berdua. Aku tidak punya banyak waktu hari ini."

Lin Tian dan Mu Wan duduk di kursi yang tersedia. Jiyue masih tersenyum dengan senyum palsunya, sementara Lin Tian memilih untuk tidak menatapnya sama sekali.

Zhuxuan memulai pembicaraan. "Serangan makhluk kegelapan semakin mengerikan. Wilayah selatan dan timur hampir tidak bisa dikendalikan lagi. Karena itu... jam delapan nanti akan diadakan rapat besar untuk para komandan tingkat Emas, dan para petinggi yang berada di atas tingkat Emas. Kalian tidak diundang, karena status kalian masih Perak."

Dia kemudian mengeluarkan sebuah kristal proyeksi kecil berwarna biru dari laci mejanya. Kristal itu melayang di udara lalu mendarat dengan lembut di atas telapak tangan Mu Wan.

"Itu kristal proyeksi. Saat rapat nanti... kalian bisa melihat apa yang dibahas dari ruang rapat. Jangan sampai ketinggalan informasi penting."

Mu Wan menyimpan kristal itu ke dalam cincin penyimpanannya. "Baik, Komandan."

Zhuxuan kemudian menatap Jiyue. "Nona Jiyue, atas perintah langsung Komandan Tingkat Giok, kau dimasukkan ke dalam daftar anggota faksi kebenaran di bawah komando Lin Tian. Ini bukan permintaan, ini keputusan, tidak ada penolakan."

Lin Tian menatap Jiyue dengan kesal. Jiyue menatap Lin Tian dengan kesal yang sama. Udara di antara mereka terasa seperti akan meledak kapan saja.

"Jangan cemberut," ucap Zhuxuan dengan nada tegas. "Ini adalah tugas dari faksi. Patuhilah tanpa banyak bicara."

Mu Wan yang duduk di samping Lin Tian tersenyum ramah ke arah Jiyue. "Aku senang jika Nona Jiyue bergabung dengan kita. Selama ini aku satu-satunya wanita di kelompok. Dengan adanya Nona Jiyue... aku memiliki teman untuk berbicara hal-hal yang tidak bisa dibicarakan dengan para pria."

Jiyue yang tadinya masih memasang wajah kesal, sedikit melunak mendengar kata-kata Mu Wan. "Baiklah, kalau begitu aku akan bergabung."

Lin Tian menghela napas panjang lalu mengangguk berat. "Baik. Terpaksa."

Zhuxuan terkekeh melihat ekspresi Lin Tian yang seperti sedang menelan pil pahit. "Ada satu lagi. Tim kalian sudah terdaftar secara resmi dengan nama Tim Elang Putih. Mulai hari ini, gunakan nama itu saat bertugas."

Lin Tian dan Mu Wan mengangguk bersamaan. "Kami mengerti, Komandan."

"Baik. Sekarang kalian boleh pergi. Aktifkan proyeksi itu sembari menunggu rapat dimulai. Jangan sampai terlambat."

Lin Tian berdiri, diikuti Mu Wan dan Jiyue. Mereka keluar dari ruangan Zhuxuan lalu berjalan menyusuri koridor menuju halaman tempat anggota Elang Putih berlatih.

Di tengah jalan, Mu Wan berpamitan pada Lin Tian. "Komandan, saya akan mengaktifkan kristal proyeksi di ruang timur. Itu tempat yang cukup luas untuk kita semua melihat bersama."

Lin Tian mengangguk. "Baiklah, silahkan."

Mu Wan lalu berjalan ke arah timur, ditemani Jiyue yang sejak tadi diam membuntutinya.

Lin Tian sendirian di halaman. Ia berdiri di tepi area latihan, mengamati semua anggotanya yang sedang fokus berlatih. Bha Lung sedang berduel dengan Ji Gong menggunakan tinju kosong, sementara Bogar berlatih teknik api di sudut lain.

Mata Lin Tian menerawang ke masa lalu.

Dulu, saat usianya sepuluh tahun, ibunya mengajarkan bela diri tangan kosong, yang menggunakan kekuatan murni tubuh tanpa campur tangan Qi. Latihan itu berat dan membosankan, tapi Lin Tian bertahan. Setelah satu tahun berlatih, ia mendapatkan perkembangan luar biasa. Tubuhnya menjadi lebih kuat, lebih cepat, dan lebih tahan terhadap rasa sakit.

Setelah itu, ibunya melatih dasar-dasar kultivasi. Hanya dasar-dasar, tidak lebih. Tidak ada teknik rahasia, tidak ada metode akselerasi, hanya cara paling dasar untuk menarik Qi dari langit dan bumi.

Tapi Lin Tian diam-diam menyelinap ke perpustakaan istana. Ia membaca banyak buku tentang teknik kultivasi ras ular. Ada yang mengajarkan metode tidur untuk meningkatkan kultivasi, khusus keturunan ras ular... ada yang mengajarkan meditasi yang dalam hingga melupakan waktu. Lin Tian membaca semuanya.

Bukan hanya satu tahun. Ia melakukannya bertahun-tahun. Dari usia sebelas hingga tujuh belas tahun, ia berulang kali menyelinap ke perpustakaan, membaca satu per satu kitab, lalu mempraktekkan teorinya sendiri. Ada banyak kegagalan. Ada banyak rasa sakit karena Qi yang salah alur. Tapi ia tidak pernah menyerah.

Dari kitab-kitab itu, ia juga belajar tentang cara mewujudkan obsesi saat mencapai Nascent Soul. Itu adalah salah satu tahap tersulit dalam kultivasi. Banyak kultivator yang mandek di Inti Emas karena tidak bisa menemukan obsesi mereka, atau obsesi mereka terlalu lemah untuk diwujudkan.

Setelah semua teori ia kuasai, Lin Tian memutuskan untuk berkultivasi dengan tidur. Metode itu paling sederhana: tidur, bermimpi, dan biarkan Qi mengalir dengan sendirinya. Peningkatannya sangat cepat. Dari Pemurnian Qi ke Pendirian Fondasi puncak hanya dalam waktu satu bulan. Dari Pendirian Fondasi puncak ke Inti Emas, lalu ke puncak Inti Emas, hanya butuh dua bulan berbaring tidur bermeditasi di kamarnya.

Kemudian ia tertidur setahun penuh. Satu tahun tanpa bangun, tanpa makan, tanpa minum. Hanya tidur. Saat ia terbangun, ia sudah berada di tingkat Nascent Soul. Ia berhasil menerobos, dan ia berhasil mewujudkan obsesinya dalam mimpinya.

Tapi obsesinya...

Lin Tian menghela napas. Ia tidak ingin mengingat bagaimana wujud obsesinya. Karena terlalu mengerikan, bahkan untuk Lin Tian yang sering melihat hal mengerikan di alam ras ular.

BRAK!

Suara benturan keras menarik Lin Tian dari lamunannya. Bogar baru saja mendarat setelah melesat sepuluh meter ke depan. Tubuhnya terbakar api kuning kemerahan, bekas sisa teknik yang baru saja ia gunakan. Teknik itu bagus. Cepat, bertenaga, dan terlihat mematikan. Tapi semangat Bogar yang berlebihan membuat gerakannya terlihat konyol.

Lin Tian mengangguk kecil. "Teknik yang bagus. Tapi kau terlalu banyak gerakan tidak perlu."

Bogar menoleh lalu tertawa. "Komandan! Apakah komandan melihat itu? Aku baru saja memecahkan rekor pribadiku!"

"Rekor apa?"

"Melompat paling jauh!"

Lin Tian menutup wajahnya. Di sebelahnya, Bha Lung dan Ji Gong sedang berduel dengan adu tinju murni. Keduanya tidak menggunakan Qi, hanya kekuatan fisik. Pukulan demi pukulan dilancarkan, ada yang mengenai sasaran, ada yang melambung. Mereka tertawa setiap kali salah satu dari mereka terhuyung.

Anggota lainnya juga melakukan duel dengan pasangan masing-masing. Ada yang menggunakan pedang, ada yang menggunakan tombak, ada juga yang hanya berlatih gerakan dasar. Suasana di halaman itu ramai tapi teratur.

Lin Tian berdiri di tepi lapangan, tidak ikut campur. Ia hanya mengamati. Mengingat. Merenungkan.

Perjalanan kultivasinya memang aneh. Tidak seperti kebanyakan orang. Tapi itu adalah jalannya sendiri. Dan ia tidak akan menukarnya dengan apa pun.

1
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏🙏👍
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Bagas Jionju
👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Dragon🐉 gate🐉
perumpamaan macam apa ini🤣🤣🤣🤣🤣
Dragon🐉 gate🐉
heh! sesama kuntet dilarang body shaming 🤣
Dragon🐉 gate🐉
gw kok bayangin pterodaktil🤔
xi tole
saya lupa
xi tole
saya kaget
🧚Shi Yin 🧚
Eyu.. Lin Han pernah menyebutnya 🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
jangan2 pemimpin kegelapan itu Lin Han 🤔🤔🤔
🧚Shi Yin 🧚
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🧚Shi Yin 🧚
😎😎😎😎😎😎
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Hadir..
Aiby Kushina Uzumaki
kalau di bandung mah jigong itu jejak iler kalau bangun tidur 😅🤣🤣🤣
YAKARO: Waduh🤣🤣🤣
Anggota nya tian ada yang jigongan berarti/Facepalm/
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
udah kehabisan nama ya Thor 😁😁
🧚Shi Yin 🧚: hehe kirain arti yg lain, aroma terapi 🤣🤣
total 2 replies
🧚Shi Yin 🧚
panggillah dia bibi Mu Wan, dia tu seniornya ayahmu 😁
YAKARO: Adik Tian gak tau itu kak🤣
total 1 replies
🧚Shi Yin 🧚
tiap kali baca lavender saya teringat obat nyamuk 🤣🤣 lavender salah satu tanaman pengusir nyamuk 😁
YAKARO: Wkwkwk. Warnanya ungu lavender soalnya😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!