NovelToon NovelToon
Become Mafia Family

Become Mafia Family

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia / Teen
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: nanastar

Tiba-tiba jadi keluarga mafia?!!!

Itulah yang dirasakan oleh seorang gadis cantik bernama Lily. Takdirnya secara mendadak membawanya pada dunia gelap yang tak pernah ia tahu sebelumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanastar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Scandal Lily

Happy reading

Pagi itu, keadaan disekolah sangat rusuh. Semua murid meneriaki nama seorang gadis agar dikeluarkan dari sekolah. Sedangkan didalam ruangan tertutup itu, terdapat tiga orang sedang berbincang dengan sangat serius.

"Saya menemukan sebuah Vidio yang beredar viral saat ini. Semua netizen mengecam suatu tindakan tidak terpuji yang diyakini berasal dari seorang siswi SMA D'JAYA ini. Lily telah melakukan kesalahan besar dengan suka rela membagikannya diakun Twitter pribadinya"

"Bu, saya yakin Liky tidak akan pernah melakukan hal itu" Ucap seorang pemuda yang duduk disamping gadis yang bernama Lily itu. Sang gadis hanya terdiam, ia sungguh merasa tidak nyaman dengan kondisinya saat ini. Ia juga tidak tahu kenapa dirinya bisa dipanggil sepagi ini dan didemoi satu sekolahan.

"Kami punya bukti" Seorang perempuan paruh baya yang duduk dihadapannya mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Kemudian ia mengeluarkannya.

"Lihat baik-baik Vidio ini" lalu ia memberikanya pada pemuda itu.

Sang pemuda pun menerimanya dengan ragu. Gadis yang berada disampingnya menengok sedikit-sedikit dengan wajah polos seakan tidak tahu apa-apa.

"Film ya kak?" Tanyanya dengan wajah tanpa dosa. Pemuda itu dibuat bingung harus menjawabnya bagaimana. Ia masih tidak percaya bahwa Lily yang terlihat polos ini melakukan hal itu.

"Bu, apakah Lily..."

"Biarkan dia melihatnya juga" Jawabnya datar memotong pembicaraan sang pemuda. Tanpa berkata apapun, pemuda itu pun langsung memutar vidio yang berdurasi kurang lebih 2 menit.

Ah... Uhmmm...

Terdengar suara desahan perempuan dari dalam Vidio tersebut. Lantas Lily menutup telinganya cepat.

"Ih kak Zevan nonton bokep!" Kaget Lily yang langsung saja menatap Zevan aneh.

"Ibu ngapain nyuruh kak Zevan nonton begituan! Gak baik bu!"

"Itu Vidio kamu, Lily! Kamu sengaja membuat akun Twitter dan membuat scandal agar menjadi viral? Bukankah begitu?" Perempuan paruh baya yang dikenali sebagai kepala sekolah itu menyilangkan kedua tangannya didada sembari menatap Lily meminta penjelasan.

"Karena ulahmu itu, sekolah ini tercoreng nama baiknya! Saya putuskan untuk mengeluarkan anda dari sekolah ini"

"APA?!" Shocknya tidak terima.

"Saya gak lakuin itu kok! Saya juga gak kenal sama laki-lakinya! Lagian kan ga boleh berbuat itu!" Sanggah Lily membela diri.

"Apa ibu yakin ini adalah Lily? Bagaimana jika ini hanya editan? Zaman sekarang kan canggih-canggih ada AI. Gak bakalan ibu pikirkan lagi?" Zevan menyerahkan kembali ponselnya dengan santai. Ia tahu betul bentuk postur tubuh adiknya sendiri. Toh ia pernah lihat waktu ia mencuri masuk kedalam kamar adiknya itu. Yang dividio itu jelas sekali bukan adiknya. Di dada gadis itu ada tahi lalatnya sedangkan di vidio tidak ada.

Kenapa orang-orang suka langsung percaya pada gosib murahan yang belum pasti kebenarannya? Padahal perempuan yang berada dividio itu tidak jelas wajahnya. Hanya terlihat setengah badan yang tidak ditutupi benang kain. Mungkin saja kan itu orang lain? Atau, ada orang yang sengaja melakukan semua ini?

Zevan yakin, Lily pasti akan menjadi sorotan publik jika scandal ini tersebar luas didaratan. Bisa-bisa tranding satu juga. Zevan tidak mau hal itu terjadi. Apalagi jika sampai papanya tahu hal ini. Karena di kota itu, sebenarnya Zevan sedang berkamuflase menjadi orang biasa_CEO yang sedang menyamar🗿

"Kak, kenapa diluar berisik banget ya, manggilin nama aku terus!" Bisiknya dengan terus mengorek telinganya yang terasa panas. Dan memang kedua telinganya berwarna merah. Pasti diluar sana banyak yang gibahin gadis itu. Seperti mitosnya, kuping panas+merah tandanya sedang atau ada yang lagi ngomongin. Mitos.

"Untuk tindak lebih lanjut, saya ingin orang tua anda yang kemari, Lily" Ucap kepala sekolah dengan sopan namun terdengar seperti menghina.

"Mamaku udah gak ada..."

"Jangan merendahkan dia! Akan kubereskan semuanya, dan ku pastikan semua ini salah! Ayok pulang Lily!" Dengan cepat Zevan menarik tangannya keluar dari ruangan tersebut. Memang itu bukanlah hal yang sopan, tapi siapa juga yang betah lama-lama berdebat didalam sana. Zevan memilih untuk menyelidikinya sendiri lebih lanjut lagi. Sepertinya sekolahan ini perlu direnovasi.

"Lily, apapun nanti yang kau dengar, anggap saja hanya angin lalu, oke!" Bisiknya saat mereka diambang pintu. Lily hanya manggut-manggut saja.

Wuuuuu dasar lont*!!!

Hei bitch!

Murahan banget si jadi cewek!

Cantik doang, eh suka open BO!

Sana Lo pergi! Ngerusak reputasi sekolah aja!

Jadi cewek penghibur aja bangga lu!

Bege!

Kasihan Zevan, harus miara cewek cabe!

Namanya juga lahir dari rahim haram!

Sepanjang perjalanan Lily dan Zevan menuju mobilnya, mereka berdua diteriaki oleh para murid-murid sekolah. Memang kasus Lily ini adalah kasus besar pertama disekolah kebanggaan negeri tempat para orang kaya berada. Apalagi Lily termasuk bukanlah orang sembarangan. Dia adalah putri dari seorang mafia yang sangat disegani sekaligus putri dari pemilik perusahaan ternama di kota itu. Namun identitasnya harus ia sembunyikan agar tidak menimbulkan kericuhan semakin panas.

"Kak, telinga aku sakit. Tapi, gak tau kenapa hatiku yang lebih sakit..." Ucapnya ketika sudah berada didalam mobil.

"Jangan nangis, atau gue bakar sekolahan ini beserta semua orang didalamnya" Ujar Zevan begitu saja sembari menyalakan mobil.

"Jangan kak! Aku gak nangis kok"

Walaupun demikian, yang namanya perempuan tetaplah perempuan. Sudah menjadi kodratnya untuk menangis, seakan apapun akan dilaluinya tapi nangis dulu. Terlebih lagi Lily yang sekarang kurang lebih masih berumur 16 tahun. Dia bukan Lily yang dulu, berumur 17 tahun lebih. Liky yang sekarang belum tahu banyak tentang dunia luar. Ia masih sedikit polos dibandingkan dengan teman-temannya disini.

"Gue bilang jangan nangis! Gue gak suka liat lo sedih, terlebih jika itu ulah orang lain" Zevan memberhentikan mobilnya tiba-tiba. Ia menatap tajam kearah Lily.

"Aku... Gak tau kak...Tiba-tiba air matanya jatuh...." Isaknya dengan terus menatap Zevan sendu dengan mengigit bibir bawahnya. Matanya sembab dan hidungnya memerah.

"Peluk gue!" Titahnya yang kemudian dirinya langsung memeluk Lily begitu saja. Katanya nyuruh kok malah nyosor, dasar Zevan.

"Maaf kak, aku cengeng, soalnya gak biasa diteriakin satu sekolahan" Isaknya dengan mencoba menahan tangisnya yang mulai pecah.

"It's okey, i'm here, gak usah di pikirin lagi" Zevan mencoba menenangkannya. Ia terus mengusap surai halusnya dengan penuh kasih. Dalam hatinya bergetar, ingin rasanya ia menembaki semua orang yang meneriakinya tadi. Tapi ia menahannya, melihat kondisi adiknya yang terlihat tidak begitu baik. Tak terasa rahangnya mengeras dan sorot matanya terlihat penuh dendam.

"Kak, aku bakalan dikeluarin ya dari sekolah?" Ia mendongak menatap wajah Zevan yang sedang termenung melihat keluar jendela mobil.

"Pindah sekolah aja, banyak yang lebih bagus dari sekolah itu. Atau home schooling aja"

"Tapi..." Lily terdiam, sedari kemarin ia tidak melihat Austin? Bukankah Austin OSIS disekolah? Kenapa ia tidak terlihat? Apa dia sakit? Aduh kenapa Lily malah mengingatnya! Jangan, jangan sampai ia punya rasa pada orang itu. Tapi, ingat bukan berarti menyimpan rasa kan?

"Lily?" Panggil Zevan mengejutkannya.

"Eh iya kak?" Beonya dengan tidak sadar.

"Kita lanjut pulang ya? Tenang aja, kita cari tau siapa pelaku dibalik semua itu."

Lily pun mengangguk paham lalu melepaskan pelukannya dari Zevan. Keenakan si Lily palsu itu. Sekalian modus juga kali.

"Kak, mau ke makam mama..."

kalimat sederhana yang membuat Zevan menatapnya tajam seolah tidak ingin membahasnya.

"Gue pikir...."

"Kak, awas!"

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!