NovelToon NovelToon
Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Saat Setya membuang Arumi demi wanita muda yang lebih cantik, ia lupa bahwa rezekinya tertitip pada doa sang istri sah. Kini, setelah jatuh miskin dan dipecat, Setya terpaksa kembali bersimpuh hanya untuk mengemis pekerjaan di gudang milik Arumi—wanita yang kini menjadi bosnya sendiri."

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai yang Tak Terlihat

Pagi itu, Gudang Berkah Arumi yang biasanya beroperasi dengan ritme yang teratur layaknya mesin jam dinding, mendadak berubah menjadi arena kepanikan. Suara dering telepon di meja administrasi Kak Nia berbunyi tanpa henti, memekakkan telinga dengan nada yang mendesak.

​Kak Nia mengangkat gagang telepon dengan tangan gemetar, wajahnya memucat mendengar suara makian dari seberang sana.

​"Mohon maaf, Pak Hendra... Kami sedang mengecek armadanya. Benar, Pak, bumbu instan untuk cabang swalayan Bapak seharusnya sudah sampai subuh tadi... Mohon tunggu sebentar, Pak!" Kak Nia menutup telepon dengan bantingan keras, kemudian menatap Arumi yang baru saja keluar dari ruko dengan dahi berkerut dalam.

​"Arumi! Ini kacau! Tiga distributor besar kita di area Jakarta Barat dan Utara menelepon serentak. Truk pengiriman kita yang membawa total lima belas ton bumbu instan tidak ada yang sampai ke gudang mereka!" seru Kak Nia dengan suara yang hampir habis karena panik.

​Arumi menghentikan langkahnya, ekspresi wajahnya yang tenang seketika mengeras. Statusnya sebagai pengusaha yang logis membuatnya langsung menganalisis situasi. "Bagaimana bisa? Semua truk berangkat tepat pukul empat subuh tadi, kan? Aku sendiri yang memeriksa manifes jalurnya semalam. Apakah ada kecelakaan beruntun di tol?"

​"Bukan kecelakaan, Rum," Kak Nia menyodorkan ponselnya, memperlihatkan pesan singkat dari salah satu supir pengiriman. "Supir-supir kita ditahan oleh oknum dinas perhubungan dan kepolisian di jalur alternatif karena dokumen izin dispensasi trayek truk kita dinyatakan palsu! Lebih gilanya lagi, saat truk kita tertahan, tiba-tiba ada perusahaan bumbu instan kompetitor baru yang langsung datang ke gudang Pak Hendra dan menawarkan pasokan barang mereka dengan harga lebih murah! Mereka seperti sudah tahu kalau truk kita akan dicegat di jalan!"

​Arumi terdiam, dadanya naik turun menahan debaran jantung yang mendadak berpacu cepat. Ini bukan sekadar kesialan logistik biasa. Ini adalah sabotase bisnis yang sangat rapi, terencana, dan tak kenal ampun. Kompetitor itu tahu rute spesifik yang diambil truknya, tahu volume barangnya, bahkan tahu celah hukum administrasi yang biasanya luput dari perhatian.

​"Ada yang membocorkan data operasional kita," bisik Arumi, suaranya terdengar sangat rendah namun tajam.

​"Tapi siapa, Rum? Yang tahu jadwal dan rute pengiriman itu cuma aku, kamu, dan pengawas gudang!" Kak Nia menggeleng-gelengkan kepala, benar-benar kebingungan dan frustrasi.

​Dari sudut halaman parkir, Setya sedang berdiri memegang sapu lidinya, berpura-pura sibuk membersihkan dedaunan yang rontok. Namun, sepasang matanya melirik ke arah Arumi dan Kak Nia yang sedang panik dengan kilatan kepuasan yang mendalam. Kemarin malam, foto-foto manifes yang ia ambil dari meja pengawas telah ia kirimkan seutuhnya kepada Raya. Dan sekarang, Setya melihat sendiri bagaimana runtuhnya ketenangan mantan istrinya hanya dalam waktu satu malam.

​"Rasakan itu, Arumi," batin Setya sambil menyunggingkan senyuman licik di balik punggungnya. "Kamu pikir kamu sudah di atas angin? Di atas langit masih ada orang kaya yang jauh lebih berkuasa yang siap menghancurkanmu."

​Di saat suasana gudang sedang berada di puncak ketegangan, Dhanu tiba dengan mobil SUV hitamnya. Pria itu melangkah turun dengan tergesa-gesa begitu mendengar kabar sabotase dari Kak Nia lewat telepon beberapa menit lalu. Wajah Dhanu tampak sangat khawatir, ia langsung menghampiri Arumi dan memegang kedua pundak wanita itu dengan lembut.

​"Arumi, tenang dulu. Aku sudah menyuruh orang hukum dari perusahaanku untuk mengurus truk-trukmu yang tertahan. Dalam dua jam, mereka pasti bisa jalan lagi," ujar Dhanu dengan suara baritonnya yang menenangkan, memberikan rasa aman di tengah badai.

​"Terima kasih, Dhanu... Tapi masalah utamanya bukan cuma truk yang tertahan," Arumi memijat pelipisnya yang mulai terasa pening. "Ada orang dalam yang menjual data kita. Kompetitor itu bergerak terlalu presisi. Aku merasa seperti sedang bertarung dengan hantu. Aku tidak tahu siapa musuhku yang sebenarnya saat ini."

​Dhanu mengernyitkan dahi, matanya yang tajam mengitari area gudang, melewati para buruh yang berbisik-bisik, hingga akhirnya pandangannya tertambat pada Setya yang sedang menyapu di pojokan. Namun, Dhanu menggelengkan kepalanya sendiri. Setya hanyalah seorang pecundang kuli sapu yang penakut dan bodoh; tidak mungkin Setya punya jaringan untuk menggerakkan aparat hukum dan perusahaan kompetitor sebesar ini. Dhanu sama sekali tidak mencurigai Setya karena skala sabotase ini terlalu raksasa untuk ukuran mantan suami Arumi yang sudah melarat itu.

​"Kita akan selidiki ini bersama-sama, Rum. Jangan menyerah," bisik Dhanu penuh komitmen.

​Sementara itu, di sebuah restoran hotel berbintang lima di kawasan Segitiga Emas Jakarta, suasana tampak sangat kontras. Valerie sedang duduk menyilangkan kakinya yang jenjang, menikmati hidangan penutup yang mewah. Di seberangnya, Raya duduk dengan anggun, mengenakan kacamata hitam dan pakaian bermerek yang dibelikan oleh Valerie. Wajah Raya tampak berseri-seri penuh kemenangan.

​Ponsel Valerie berdering. Ia mengangkatnya, mendengarkan laporan dari agen bisnisnya di lapangan, kemudian senyuman kemenangan yang luar biasa licik mengembang di wajah cantiknya.

​"Kerja bagus," ujar Valerie singkat sebelum mematikan sambungan telepon. Ia menatap Raya dengan pandangan puas. "Informasi dari suamimu yang bodoh itu ternyata sangat berguna, Raya. Truk-truk Arumi berhasil kita tahan, dan setengah dari klien utamanya hari ini beralih mengambil pasokan dari perusahaan bayanganku. Arumi pasti sedang menangis kebingungan di gudangnya sekarang."

​Raya tertawa puas, tawa nyaring yang dipenuhi rasa dengki yang teramat sangat. "Hahaha! Mampus kamu, Arumi! Itu baru permulaan! Dia pikir dia bisa memperlakukan suamiku seperti binatang dan menjebloskan aku ke penjara tanpa pembalasan? Aku mau kita buat dia bangkrut total, Nona Valerie!"

​Valerie menyesap kopinya perlahan, matanya menyipit penuh intrik. "Bangkrut saja terlalu mudah, Raya. Aku mau Dhanu melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa wanita bersahaja yang dia puja-puja itu sebenarnya tidak kompeten dan hanya akan membawa kehancuran bagi investasinya. Dan untuk suamimu, Setya..." Valerie menjeda kalimatnya dengan senyuman meremehkan. "Katakan padanya untuk tetap pasrah, tetap rajin, dan tetap menjadi tukang sapu yang menyedihkan di depan Arumi. Jangan sampai dia membuat kesalahan yang memicu kecurigaan. Kita butuh dia tetap berada di dalam sana sebagai tikus pengunyah fondasi bisnis Arumi."

​"Tenang saja, Nona. Mas Setya itu penakut, kalau tidak aku ancam dan aku iming-imingi uang, dia tidak akan bergerak. Dia sekarang sudah sepenuhnya berada di bawah kendaliku," jawab Raya dengan bangga, merasa dirinya adalah otak di balik layar yang paling hebat.

​Badai pertama telah berhasil mereka hantamkan ke arah Arumi. Tanpa meninggalkan jejak digital apa pun di CCTV gudang karena Setya memfoto dokumen fisik secara manual di jam sepi, Arumi kini benar-benar terjebak di dalam labirin kebingungan, meratapi kerugian ratusan juta rupiah pertamanya, sementara musuh yang sesungguhnya sedang tertawa di atas penderitaannya.

1
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
kalian jadi biang masalah😭
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
setya kamu tuh bikin masalah ajaa iya🤣
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
raya mulai pengaruhi setya
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
raya kamu kasian sekali dimanfaatkan sama valerie🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
valerie bodoh, itu kan kesalahan setya sndri dikerjaan makana dipecat
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
bos pelabuhan kalau dia kerja bner pst ga akan dipecat, knp harus nyalain arumi🤭🤭 kan slaah dia sndri, dasar betina
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
makanya jangan macem" dan bikin ulah biar ga dikeluarin
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
iya itu lah hubungan bos dan karyawan kan bukan merendahkan🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
setya demi raya bikin ibumu masuk rumah sakit😭😭😭
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
setya ga ada harga diri sma sekali
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
salah kamu sndri iya buang keluarga
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
kalau kata aku biarin ajaa raya disiksa🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
yang bikin onar itu musuh bebuyutan kamu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
setya pengkhianat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
kanapa harus bebas sih
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
orang " jahat silahkan senang" dulu tunggu pembalasan
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
Setya kamu nekat iya
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
Valeri bodoh
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
janga senang dulu kalian iya
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
Setya kamu bikin masalah baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!