seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7
Baiklah jika kau sudah yakin,bapak merestui kalian"
"Terimakasih pak"
Setelah mendapat restu dari orang tua Eka,Arif menghela nafas lega .
Setelah Aira pulang sekolah dan sampai di rumah,ia segera mengganti baju dan makan.
Saat Aira sudah selesai makan Eka menghampiri Aira karena ia akan mengatakan kepada Aira bahwa Eka akan menikah lagi.
"Aira lagi apa sayang"
"Oh ini Aira lagi mengerjakan tugas Bu"
"Wah rajin sekali"
"Iya dong,agar nanti Aira bisa segera main dengan Santi"
"Hem,Aira ada yang ingin ibu katakan pada mu"
"Ibu mau bicara apa"
"Ibu akan menikah lagi Aira"
"Apa itu artinya Aira akan memiliki ayah baru Bu"
"Iya nak,nanti ibu kenalkan dengan calon ayah nya Aira. Aira mau kan"
"Iya Bu "
Dalam hati Aira ia hanya ingin memiliki satu ayah yaitu ayah Rudi,tetapi Aira juga tidak bisa mengatakan nya jadi ia hanya terdiam.
Keesokan harinya saat Aira sekolah dan kakek nya sedang pergi bekerja di sawah ,nenek Aira mengatakan kepada Eka bahwa ia masih meragukan laki-laki itu yang akan menjadi ayah sambung untuk Aira.
"Eka ibu mau bicara kemarilah"
Eka yang sedang berada di dapur pun menghampiri ibu nya dan duduk di kursi sebelah ibunya.
"Ada apa bu"
"Sebenarnya ibu masih belum yakin dengan laki-laki itu yang akan menerima Aira dan memperlakukan Aira sebagai anak nya sendiri"
"Ibu sudahlah , ibu dengar sendiri kan kemarin bahwa mas Arif itu akan menganggap Aira sebagai anak kandung nya sendiri jadi ibu jangan khawatir"
"Tapi nak,pasti tetap saja ibu khawatir bagaimana nanti kalau ia hanya berbohong "
"Tidak akan bu,apa perlu aku telepon kan mas Arif agar ibu percaya dan tidak khawatir lagi"
"Tidak tidak"
"Tidak apa bu,dari pada ibu terus berfikiran yang bukan-bukan lebih baik ibu memastikan nya sendiri "
"Tapi ...."
Belum sempat nek Siti melanjutkan ucapannya Eka sudah berdiri dan mengambil ponsel nya di kamar untuk menelepon Arif.
Arif yang memang saat itu sedang libur bekerja pun dan saat mendengar bahwa ponselnya berbunyi ia segera menekan tombol hijau dan mengangkat telepon.
"Halo assalamualaikum"
"Waalaikumasalam mas,Hem apa mas sedang sibuk"
"Oh tidak dek,mas kebetulan lagi libur bekerja ada apa"
"Begini ,ibu ingin berbicara dengan mu apa bisa"
"Tentu saja,berikan ponsel nya pada ibu "
"Baiklah,sebentar"
Kini ponsel tersebut sudah berpindah tangan ke nek Siti,nek Siti sebenernya gugup dan bingung harus mengatakan apa,tidak mungkin ia langsung mengatakan bahwa ia masih ragu dengan laki-laki itu sehingga beberapa detik nek Siti memilih untuk diam hingga Arif pun menya nya.
"Assalamualaikum Bu"
"Wa-waalaikumsalam"
"Bagai mana kabar ibu".
"Alhamdulilah kabar ibu baik"
"Oh ya tadi Eka mengatakan bahwa ibu ingin berbicara dengan saya"
"Hem i-itu sebenarnya ".
"Ada apa bu"
"Itu soal,soal nak Arif yang ingin mengajak anak ibu menikah"
"Iya,apa ibu masih ragu dengan Arif"
"Eh ti-tidak ibu tidak ragu"
"Tidak apa bu,saya tau bahwa saja juga seorang duda yang memiliki tiga orang anak.
Dan soal Eka yang sudah memiliki anak saya juga tidak keberatan karena saya mencintai dan menyayangi Eka jadi saya juga akan menerima anak Eka dan memperlakukan nya seperti anak saya sendiri"
Nek Siti pun terdiam,ia bingung dan bimbang ia takut jika nanti cucunya akan diberlakukan beda oleh ayah sambung nya.
"Saja janji akan menerima Aira dan menganggapnya sebagai anak saya sendiri Bu".
"Kau janji "
"Iya saya janji,dan saya juga janji jika saya akan membahagiakan Eka ,saya tidak akan membiarkan Eka bekerja apa lagi ke sawah,yang pasti nanti jika Eka menjadi istri saya Eka akan bahagia dan ia tak perlu mencemaskan hal apapun,saya juga janji saya akan selalu melindungi Eka"
Mendengar janji yang di ucapkan Arif nek Siti pun luluh dan ia sudah tidak merasa khawatir lagi,jika memang nanti Eka bisa bahagia dengan Arif dan Arif juga bisa menerima Aira maka ia akan sangat senang dan tidak perlu cemas.
"Baiklah,ibu pegang janji mu nak Arif"
"Iya bu, terimakasih sudah percaya dengan Arif"
"Ya sudah ini telepon nya ibu akan kembalikan pada Eka"
"Iya Bu"
Setelah mengembalikan ponsel pada Eka nek Siti pun menghela nafas nya.
"Halo mas".
"Iya dek".
"Ehm mas Eka mau melanjutkan pekerjaannya Eka dulu ya".
"Oh ya baiklah ,mas tutup telepon nya assalamualaikum "
"Waalaikumasalam".
Eka pun meletakkan ponsel nya di meja dan melihat sang ibu.
"Apa ibu masih ragu dengan mas Arif"
"Ibu sudah tidak ragu,,tapi apa benar kau sudah mencintai nya nak"
"Iya Bu,Eka mencintai mas Arif"
"Baiklah jika memang begitu,ibu harap kau akan bahagia hidup dengan nya kelak nak"
"Aamiin,ya sudah Eka mau melanjutkan pekerjaan Eka dulu Bu"
Berita tentang Aira yang akan menikah lagi pun sudah tersebar,entah siapa yang menyebarkan berita itu hingga menjadi trending topik pembicaraan para tetangga yang suka bergosip,hehe
"Eh katanya si Eka itu akan menikah lagi ya"
"Wah benarkah, kata siapa benar apa tidak"
"Ih beneran tau,orang sini juga pada sudah tau kok"
"Wah benar-benar si Eka itu ya,apa dia akan menikah lagi dengan selingkuhannya itu"
"Tidak ,katanya dengan orang lain kali yang itu sudah tidak pernah bertemu lagi katanya"
"Lalu dia akan menikah dengan siapa, bagaimana orang nya ".
"Saya juga tidak tau"
Dan saat itu pula Eka sedang keluar rumah untuk pergi ke warung membeli beberapa kebutuhan.
Tetangga yang melihat ekapun memanggil nya dan menyapa.
"Eh Eka,mau kemana "
"Mau ke warung ini"
"Wah Eka katanya kamu sudah mau menikah lagi ya,mana calon suami mu ajak dong kesini kita juga mau tau seperti apa calon ayah barunya Aira itu"
"Iya benar Eka ,seperti apa orang nya. Apa dia akan menerima Aira juga "
"Dia biasa-biasa saja seperti kita ,dan saat ini ia masih bekerja mungkin saat dia sudah pulang nanti akan kesini" ucap Eka
"Benarkah"
"Iya ,tunggu saja"
Eka yang sudah lelah menanggapi omongan para tetangga pun langsung berpamitan pergi.
"Oh ya sudah Eka pergi dulu mau ke warung, permisi"
"Wah jadi penasaran seperti apa calon ayah nya Aira,iya nggak"
"Iya betul, kira-kira dia lebih baik dari Rudi tidak ya,apa benar dia akan menerima Aira secara kan Aira nanti menjadi anak sambung nya"
"Iya betul,seperti yang di tv itu,kalau ayah tiri pasti akan jahat dengan anak sambung nya dan hanya mau ibu nya saja"