NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

POV:
Kamu jatuh cinta pada dosen dingin dan tampan… lalu berusaha keras mengejarnya.
Mulai dari cari perhatian, pura-pura kebetulan ketemu, sampai diam-diam cemburu pada perempuan lain di dekatnya.

Tapi plot twist-nya...

Dosen itu ternyata tunanganmu sendiri. 😭
Tunangan hasil perjodohan yang dulu kamu tolak sebelum sempat bertemu!

Sekarang siapa yang sebenarnya sedang mengejar siapa?

✨ Romance kampus
✨ Professor x mahasiswa
✨ Lucu, manis, bikin gemas
✨ Banyak momen salting & cemburu

Baca gratis di NovelToon:
Mr. Profesor⁠�

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 3

Zoya tercengang.

“Kenapa…?”

Necki meliriknya, ekspresinya jelas mengatakan bahwa Zoya pasti sudah lupa.

Melihat tatapan itu, Zoya mulai mengingat keras-keras dalam kepalanya. Lalu…

Oh.

Astaga, bagaimana bisa ia sampai lupa. Bulan Agustus ini, ia sedang berada di semester tiga nya, jurusan MIPA di Universitas SS… salah satu universitas ternama di negaranya.

Seharusnya ia berada di kelas dosen perempuan Miss. Killer yang mengajar Matematika. Namun sejak awal, ia sudah berencana lebih fokus ke dunia syuting. Ketika dosen itu mengetahuinya, reaksinya sangat keras… terutama saat Zoya meminta izin absen jika ada jadwal syuting, dengan janji nilainya tidak akan turun.

Jawaban dosen itu masih terngiang jelas di kepalanya:

“Memangnya ini kampus milik nenekmu?”

Di kampus Zoya memang jarang masuk kelas. Meski begitu, dosen lain tidak pernah mempermasalahkan karena nilainya selalu yang tertinggi.

Tapi dosen Miss. Killer itu… pengecualian.

Dan sekarang tiba-tiba kelasnya diganti?

Zoya menghela napas panjang, akhirnya menyerah.

“Baiklah… aku mengerti.”

Ia bersandar di kursi, lalu bergumam pelan, hampir seperti berharap:

“Semoga kali ini… dosennya orang yang tidak suka absen.”

Keesokan paginya, Zoya dibangunkan oleh asistennya untuk pergi kuliah.

Ia mengeluh dalam hati… ia sudah terbiasa tidur larut kemudian bangun sesuka hatinya, mengikuti ritme tubuhnya sendiri. Pagi seperti ini terasa asing… dan ia merasa tidak menyenangkan.

Dengan suasana hati yang sudah tidak bersemangat, Zoya semakin kehilangan minat.

Pagi itu di kelas ia hampir saja tidur sepanjang pelajaran. Hari ini ia memiliki tiga kelas, yang terakhir adalah kelas Profesor Arlo.

Jam dua siang, siapa yang ingin belajar Matematika di siang hari, ia menebak dosen ini pasti sangat sulit

Ditambah lagi...

Hari ini, ia harus masuk ke kelas baru… bersama mahasiswa yang sama sekali tidak ia kenal. Tidak ada wajah familiar ia merasa tidak nyaman.

Siang itu setelah dari kantin. Sudah waktunya kelas Profesor Arlo. Saat sampai di ruang kelas, Zoya hampir terkejut. Ruang berundak yang mampu menampung tiga ratus orang itu tampak penuh sesak.

Ia sempat berhenti sejenak, menatap papan tanda di depan ruangan, memastikan dirinya tidak salah tempat. Namun, seberapa kali pun ia melihatnya… ini memang ruang yang benar.

Baru kali ini ia melihat kelas sepadat ini.

Alisnya sedikit berkerut. Masih ada kursi kosong, tidak ya…?

Tanpa membuang waktu, ia pun berjalan lebih cepat.

Namun pemandangan di dalam membuatnya makin tak nyaman… kursi-kursi strategis di baris ketiga hingga kelima sudah penuh. Bahkan barisan belakang, tempat “aman” dari jangkauan pertanyaan dosen, juga sudah dipenuhi mahasiswa lain.

Hanya baris pertama yang masih kosong.

Dengan sedikit enggan, Zoya tidak punya pilihan selain duduk di sana… tepat di bawah jangkauan pandangan Profesor Arlo.

Posisi yang terkenal paling berbahaya.

Baru saja ia duduk, bisik-bisik para mahasiswi di sekitarnya mulai terdengar. Zoya tidak berniat menguping… tapi suaranya terlalu jelas untuk diabaikan.

Dari potongan percakapan yang ia dengar, ia mulai menyimpulkan sesuatu.

Profesor Arlo… seorang pria bujangan, yang terkenal dingin dan tidak ramah, namun… sangat tampan. Selain itu, ia juga berasal dari institut penelitian nasional.

Tak heran kelas ini penuh. Bahkan mahasiswa dari jurusan lain pun sengaja datang hanya untuk melihatnya... Padahal ini sudah siang loh.

Zoya melirik sekilas ke sekeliling. Ada beberapa wajah yang ia kenal, namun lebih banyak yang asing baginya.

Saat ia menunduk, merapikan buku di atas meja, Zoya baru menyadari sesuatu… ruangan itu mendadak sunyi.

Ia pun mendongak.

Tatapannya langsung tertuju ke podium… dan seketika ia tertegun.

Jadi rumor itu benar.

Profesor ini… terlalu tampan untuk sekadar disebut dosen. Fitur wajahnya tajam dan proporsional, dengan garis rahang tegas yang memberi kesan dingin sekaligus berwibawa. Rambut hitam pekatnya ditata dalam gaya ¹Classy Korean Leaf Cut, bervolume, sedikit berantakan.

¹Classy Korean Leaf Cut adalah model potongan rambut pria modern yang dirancang untuk memberikan kesan elegan, dewasa, sekaligus natural. Gaya rambut ini dinamakan "Leaf Cut" karena siluet poni bagian depan dan sampingnya dipotong serta ditata sedemikian rupa hingga meliuk lembut menyerupai bentuk helai daun.

Sepasang mata coklat gelapnya menatap dengan tenang, tetapi menyimpan intensitas yang membuat siapa pun enggan menatap terlalu lama.

Kemeja putih bersih yang ia kenakan dikancing rapi hingga pergelangan tangan. Bahkan kancing paling atas di dekat lehernya pun terpasang sempurna... terlalu rapi, nyaris kaku. Selain lekuk samar jakunnya yang bergerak saat menelan, tak ada sedikit pun kulit yang terekspos.

Bagian luar ia mengenakan rompi hitam dengan kancing ganda membungkus tubuhnya dengan presisi, mempertegas garis bahu dan pinggangnya. Celana bahan hitam formal jatuh lurus, menonjolkan kakinya yang jenjang dan proporsional.

Semuanya tampak sempurna.

Namun, saat diperhatikan lebih dekat, pesona itu mulai terasa begitu pantang untuk didekati. Ekspresi wajahnya dingin, dengan tatapan tajam yang tenang namun menusuk… seolah mampu membedah siapa pun hanya dengan satu lirikan.

Berada di bawah pandangannya memberi kesan… Seperti berdiri sendirian di tengah hamparan es dan salju… sunyi, dingin membeku.

Zoya sudah terlalu sering melihat pria tampan di industri hiburan… dari yang rapi sempurna sampai yang sengaja terlihat liar. Wajah-wajah seperti itu seharusnya sudah kebal baginya.

Namun pria ini… berbeda.

Saat pandangannya jatuh pada Profesor Arlo, ada sesuatu yang terasa ganjil di hatinya. Wajah tampannya bukan sekadar enak dipandang… ada kesan menggoda yang aneh, nyaris seperti tantangan diam-diam untuknya.

Seolah-olah pria itu berkata, coba saja dekati aku kalau bisa.

Sulit dijelaskan… Wajahnya itu seperti memiliki dua sisi yang bertolak belakang… tajam dan berbahaya, namun di saat yang sama… tenang dan terkendali.

Muncul dorongan tak masuk akal dalam diri Zoya… keinginan untuk merusaknya. Untuk melihat… apakah di balik lapisan itu, apakah ia sedingin yang ia tunjukkan.

Zoya menghela nafas pelan…

Sial..

Sepertinya kali ini dirinya benar-benar dalam masalah.

Karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama… dia tertarik pada seorang pria! Tipe yang bisa membuatnya… kehilangan kendali dan ingin menggodanya.

Jadi benar juga, ya… cinta pada pandangan pertama itu memang ada.

Dan tentu saja, semuanya dimulai dari visual.

Profesor Arlo mulai mengajar. Suaranya rendah dan berat, dengan sedikit serak yang samar… seolah lelah karena terlalu lama tenggelam dalam penelitian.

Namun justru itu yang membuat suaranya terdengar semakin dalam dan memikat.

Setiap kata yang diucapkan terasa jelas dan terukur, membuat orang tanpa sadar ingin terus memperhatikannya… bukan hanya karena materi yang disampaikan, tapi juga karena cara dia membawakannya.

Penjelasannya mengalir dengan runtut… dimulai dari konsep yang sederhana, lalu perlahan naik ke bagian yang lebih kompleks. Namun cara penyampaiannya membuat semuanya terasa mudah diikuti. Selama pemahaman dasar mahasiswa memadai, sebagian besar tidak mengalami kesulitan dalam menangkap penjelasan.

Ditambah lagi dengan pesona pribadinya yang tidak biasa, membuat orang tanpa sadar betah memperhatikan.

Zoya sendiri tak menyadari sejak kapan fokusnya berubah.

Yang awalnya hanya berniat mendengarkan seperlunya, perlahan berubah menjadi perhatian penuh.

Ia bahkan tidak lagi sekadar mencatat… lebih seperti tenggelam dalam cara pria itu berbicara, dalam ritme penjelasannya yang tenang namun tegas.

Dan ketika ia akhirnya kembali sadar, beberapa jam telah berlalu begitu saja.

Ketika semua orang masih sibuk menyimak pelajaran dan tanpa sadar mengagumi Arlo, Zoya justru tampak tenggelam dalam bukunya sendiri. Tangannya bergerak menulis, seolah ia benar-benar fokus pada catatannya.

Namun jika diperhatikan lebih saksama, sesekali matanya melirik ke arah podium.

Hanya sekejap.

Lalu ia buru-buru menunduk lagi, seolah tidak terjadi apa-apa.

Di balik helaian rambutnya, pipinya yang putih dan lembut tampak samar memerah… tidak ada orang yang menyadarinya.

Lalu muncul satu pertanyaan : Sebenarnya… apa yang sedang ia tulis?

1
Tamirah
Menarik cerita ini,Arlo gak tahu Kalau Jaiden dan Zoya kakak beradik. Apa lagi Arlo tahu Jaiden seorang casanova.bayangan dia jangan sampai Jaiden jatuh cinta sama Zoya menakutkan.Apa reaksi Arlo Kalau tahu Zoya adik nya Jaiden.
Tamirah
Zoya sang artis yg terpikat pada dosen nya tapi ia tidak memperlihatkan ketertarikan biar tidak dianggap murahan.Karena banyak wanita yang mendekati dosen tampan itu dgn menggunakan cara yg sdh bisa ditebak oleh dosen tsb.Beda nya sang artis punya pertanyaan jitu yg bernuansa ilmiah dan juga tdk banyak omong gestur tubuh annggun,gerakan tubuh normal tidak ada unsur menggoda .Justru itu yg membuat dosen tampan penasaran.
fhallenopsis amabilis: Jadi, Gimana.. apakah metode mengejar Zoya ini ampuh? 😄
total 1 replies
Hizbi Hizbi
tentang dunia hiburan?
Ratna Sriistiani
bagus banget 🤗
Nuznul aini
kerennn
Nuznul aini
kerennn👍
EvhaLynn
Semangat Thor😉
fitriana dian85
Thor, tuan muda saksomo kakaknya zoya sangat ketat sama adiknya! kasian arlo
Rahil Ziazun
ih.. seru juga ternyata 😍🤣 semangat Thor 💪
Alia Chans: seru nih, semangat ✍️ nya

dan jangan lupa ya kalo ada waktu mampir juga😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!