NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama

Jika anaknya saja memiliki mension yang besar, rasanya tidak mungkin kediaman orang tuanya lebih kecil bukan?

Meski tidak sebesar milik Rex, kediaman yang didatangi Delana kali ini benar-benar luas.

Dari gerbang utama yang memiliki pos penjaga beserta para penjaganya, butuh waktu sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan untuk sampai ke gerbang halaman utama.

Di sana mobil diperiksa pun dengan penumpang yang ada di dalam nya. Hanya saja saat mereka melihat mobil Rex yang datang, gerbang langsung terbuka tanpa ada pemeriksaan.

Rumah itu tidak terlalu besar, tapi tidak kecil juga. Suasana nya sangat sejuk karena dikelilingi banyak pohon besar yang rindang.

Ditambah ada sebuah sungai buatan yang menambah kekentalan nuansa pedesaan yang asri.

Ada dua gazebo di samping kiri dan dan kanan. Dibawah gazebo itu terdapat kolam ikan yang cukup besar dan jernih hingga warna warni ikan di dalam nya terlihat sangat jelas.

Ada tukang kebun yang sedang memangkas rumput. Dan ada beberapa ajudan yang siap siaga di beberapa titik.

Saat masuk, ada empat pelayan yang menyambut mereka. Mengantar Rex dan Delana ke sebuah ruangan yang mirip ruang tamu namun lebih tertutup.

“Duduklah.” Rex mempersilakan Delana duduk di samping nya.

Tidak lama setelah mereka duduk, pelayan datang membawakan minuman dan camilan.

“Aku tegang banget.”

“Ada aku. Tenang lah.”

Rex menggenggam jemari Delana dengan erat agar wanita itu tidak terlalu gelisah.

“Rex.”

Suara perempuan yang baru saja masuk membuat Rex berdiri seketika, namun tidak melepaskan genggamannya, membuat Delana pun ikut terseret dan berdiri.

Wanita yang sudah tidak muda lagi itu mengangguk kecil saat melihat Delana. Terutama saat melihat tangan Rex menggenggam nya. Sebuah peringatan bahwa wanita itu adalah milik dirinya.

“Duduklah.”

Mereka kembali duduk.

Tatapan perempuan yang ada di hadapan nya, membuat Delana semakin merasa ciut.

“Ma, ini Delana. Dia calon istriku.”

Wanita itu tersenyum. Dia mengambil cangkir teh, lalu menyeruputnya dengan sangat elegan.

“Mama sedikit kaget saat kamu datang membawa seorang wanita, rupanya memang untuk dijadikan istri.”

“Aku ke sini untuk memberitahu, bukan untuk meminta restu.”

“Lagi pula, apa yang bisa mama lakukan jika kamu sudah mengambil keputusan.”

Rex menarik nafas berat.

“Siapa nama kamu?”

“Saya, Delana, Tan… te.”

“Siapa orang tuamu?” tanya nya lagi lalu kembali menyeruput teh yang masih ada di tangan nya.

“Sharga.”

Perempuan yang dipanggil mama oleh Rex terdiam sejenak. Lalu kembali bersikap tenang.

“Kamu pasti bukan anak kandung beliau kan?”

Delana mengangguk pelan.

“Rex?”

“Aku menginginkan nya,” tegas Rex. Memberitahu pada wanita itu bahwa dia sama sekali tidak peduli dengan latar belakang keluarga Delana.

Sepertinya wanita itu faham.

“Kalian makanlah dulu, pasti belum sarapan, iya ‘kan Delana?”

Delana kembali mengangguk ragu.

Tanpa diminta, Rex pun berdiri mengukiri wanita itu. Pun dengan Delana.

Mereka pergi ke ruang makan.

“Apa yang paling kamu suka, Delana?”

“Apa saja, tante. Aku tidak begitu pemilih dalam hal apapun.”

“Ya, saya mengerti. Pasti kamu akan menerima apa saja karena toh kamu memang belum pernah merasakan nya.”

Bunyi sendok dan garpu yang disimpan dengan kasar oleh Rex, membuat Delana terkejut. Sementara wanita di ujung sana nampak tenang melanjutkan makan nya.

“Jujur saja, aku datang ke sini dengan niat tulus dan baik. Haruskah kita kembali bertengkar?”

“Mas, tenang dulu. Ayo duduk.” Delana menarik tangan Rex yang berdiri lantaran emosi.

“Sayang, duduklah.” Dengan lembut Delana menarik tangan pria itu.

Rex duduk kembali.

Melihat apa yang barusan terjadi, wanita itu hanya tersenyum kecil. Dia sadar jika Delana bisa mengendalikan Rex yang temperamental.

“Delana, makanlah. Abaikan pria yang ada di samping kamu. Isi perut kamu sebelum pulang.”

Wanita itu menyeka sudut bibirnya, minum air putih, lalu pergi meninggalkan Delana dan Rex.

Rex mendengus kesal. Dia melonggarkan dasinya yang terasa sesak mencekik leher.

“Mas, kita pulang. Sepertinya ibumu tidak suka sama aku.”

“Jangan pedulikan orang lain. Selama aku mencintai kamu, apa kamu butuh hal lain?”

Delana menggelengkan kepala.

Rex menggenggam lebih erat tangan Delana saat mereka hendak pulang. Sementara emosi Rex belum mereda, terlihat dari cara dia berjalan dan wajahnya yang terlihat tegang.

Saat hendak masuk ke dalam mobil, Delana menoleh ke atas balkon. Di sana wanita itu berdiri lalu tersenyum pada Delana. Tidak ada yang aneh, hanya saja Delana merasa sedang diintimidasi oleh wanita tersebut.

Sepanjang perjalann, Rex diam membisu. Dia merangkul kekasihnya, lalu sesekali mengecup kepela Delana begitu dalam. Seolah dia sangat ketakutan jika Delana akan pergi setelah semua yang terjadi tadi.

“Mas, seandainya—“

“Tidak ada seandainya. Apa yang kamu inginkan pasti akan terjadi.”

Delana memeluk tuh kekar Rex. Satu sisi dia merasa bahagia dan bangga karena Rex begitu memprioritaskan dirinya di atas segalanya. Hanya saja, dia juga tidak ingin menjadi penyebab keretakan anatara ibu dan anak.

Delana memainkan jarinya di atas perut Rex yang seperti roti sobek.

“Cari hotel terdekat, Dwi.”

“Siap, Pak.”

Delana menengadah, dia menatap Rex seolah bertanya kenapa dan mau apa ke hotel.

Rex memberi isryat mata, menunjukkan tangan Delana yang tidak mau berhenti bergerak di atas perutnya.

Delana menarik tangan nya, namun Rex memaksa agar jari mungil gadis itu tetap bermain di sana.

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!